
“Eh, kalian tahu gak sekolah kita mau ada guru pengganti baru lagi? Gantiin bu Jasmine yang cuti panjang. Katanya masih muda dan cantik banget lho.” Ocehan Dara pagi ini menjadi sapaan pagi Shandy yang baru tiba di kelasnya.
“Baru juga satu minggu pak Dirga masuk dan udah ada guru baru lagi? Kamu dapat info dari siapa lagi kali ini? Gurunya bahkan belum masuk dan kamu sudah dapat infonya duluan.” Sahut Shandy sambil meletakkan tas di kursinya.
Dara tersenyum lebar. “Oh tentu saja rahasia. Dan menurut info yang aku dapat juga, guru baru ini ada hubungan dengan pak Dirga. Tapi dia gak tahu hubungan apa. Makin seru kan?” Ujar Dara semakin semangat.
Entah kenapa mendengar ada hubungan dengan Dirga, Shandy langsung membayangkan bila itu Alea. Tapi mana mungkin Alea turut masuk ke sekolahnya. Wanita itu sepertinya bukan tipe yang akan tahan dengan siswa ingusan macam mereka.
“Sebentar, kalau gantiin bu Jasmine berarti mengajar bahasa Inggris dong? Ngajar kelas mana aja?”
Dara menggeleng pelan. “Itu dia. Belum tahu mengajar kelas mana saja. Kalau ikut kelasnya bu Jasmine, berarti kan ngajar kelas 12 yaitu kita. Berarti bakalan ketemu sama kita dong.”
“Ya terserah deh. Mau ngajar atau gak, pasti akan ketemu juga kok.” Sahut Shandy acuh.
“Eh, ngomong-ngomong mulai kapan guru itu masuk? Hari ini kita jam pertama ada kelasnya bu Jasmine kan?” Tanya Shandy yang entah kenapa mulai penasaran.
Dara mengangkat bahunya. “Entahlah. Ditunggu aja sih. Kalau yang masuk bu Jasmine, mungkin beliau baru masuk minggu depan.”
Shandy mengangguk paham. Ia segera mengeluarkan buku pelajarannya dan membaca sedikit materi sebelum kelas dimulai.
Tidak lama, bel masuk berbunyi dan para siswa berhamburan masuk ke dalam kelas dan segera duduk di kursinya masing-masing. Beberapa dari mereka sepertinya sudah mendengar tentang gosip guru baru itu.
Tidak lama, terdengar langkah kaki mendekati kelas mereka. Dan masuklah pak Eko dari bagian kesiswaan dan seorang wanita cantik tinggi semampai yang mengikuti di belakangnya.
__ADS_1
Mata Shandy terbelalak menatap wanita yang baru masuk itu. Jadi benar Alea? Betapa lucunya dunia, batin Shandy miris. Ia berusaha melupakan kejadian dengan Alea dan tiba-tiba wanita itu muncul sendiri di hadapannya.
“Selamat pagi semua. Mungkin beberapa dari kalian sudah mendengar bila bu Jasmine mengambil cuti panjang untuk pengobatan dan akan ada guru pengganti. Dan disamping saya ini merupakan bu Alea, guru pengganti bu Jasmine untuk sementar. Silahkan perkenalkan diri anda.” Ujar pak Eko mempersilahkan Alea.
“Good morning class. Seperti yang sudah dikatakan oleh Mr.Eko, saya menggantikan Mrs. Jasmine. You can call me miss Alea or miss Ale, whatever you want. But, don’t call me ma’am karena saya belum menikah.” Dan kalimat Alea mengundang tawa para siswa.
“Karena sepertinya miss Ale sudah akrab dengan para siswa, saya pamit dulu. Selamat bekerja miss.” Pamit pak Eko sambil menepuk bahu kiri Alea.
“Jadi, bagaimana kalau kita kenalan? Dan tell me siapa nama panggilan kalian. Saya kurang suka memanggil orang dengan nama panjangnya.” Ujar Alea sambil membuka laptopnya yang berisi daftar absensi siswa.
Satu per satu siswa dipanggil hingga tiba saatnya anam Shandy yang dipanggil. “Shandy Putri Darmawangsa?” Mendengar namanya dipanggil, Shandy segera bangkit dari kursinya. Dan ia bisa melihat Alea sedikit terkejut menatap dirinya tapi disembunyikan dengan baik oleh wanita itu.
“So, siapa nama panggilan kamu?” Tanya Alea.
“Shandy miss. Panggil saja Shandy.” Sahut Shandy singkat.
“Kalau Shandy princess nya, prince nya siapa dong?” Tanya Alea balik sambil tersenyum ramah.
“Kalau dulu sih Dion miss, tapi kayaknya sekarang pak Dirga lebih cocok deh. Iya gak?” Dan kelas menjadi semakin ribut karena itu.
“Kok bisa pak Dirga? Ada hubungan apa Shandy sama pak Dirga?”Alea semakin penasaran dengan topik pembicaraan ini.
“Minggu lalu Shandy pingsan di kantin miss dan pak Dirga kayak pangeran berkuda putih yang menangkap badan Shandy tepat sebelum menghantam lantai kantin. Miss harus lihat adegannya, romantis banget.” Sahut siswa lain yang membuat semakin heboh.
__ADS_1
“Wah, hari pertama masuk dan miss langsung dapat cerita seru begini ya. Tapi terima kasih buat ceritanya. Kita lanjut lagi absennya.” Ujar Alea sambil lanjut mengabsen siswa yang lain.
Sial, ternyata begitu gosipnya. Gak kena gosip mobil bareng, malah gosip picisan macam begitu, gerutu Shandy dalam hati. Ia memang mendengar beberapa gosip antara dirinya dan Dirga, tapi ia tidak menyangka seperti itu gosipnya. Dara dan Monik tidak pernah mau menceritakan secara detail. Mereka hanya menceritakan sepenggal saja.
Kelas berlalu dengan sangat cepat. 2 jam dilalui tanpa terasa. Mungkin karena jiwa mudanya, Alea mengajar dengan sangat menyenangkan. Ia mengajar dengan sangat interaktif. Kalau kata Dara, seperti menonton acara reality show atau acara hiburan lainnya. Sama sekali tidak terasa jika mereka sedang belajar.
“Abis ini matematika ya? Hah, abis senang lihat miss Ale yang cantik dan menyenangkan, ketemu lagi sama pak botak. Bisa skip aja gak sih? Langsung istirahat aja. Lagi males mikir nih.” Gerutu Dara sambil mengeluarkan buku matematikanya kasar.
Shandy tersenyum kecil mendengar gerutuan Dara. “Tadi kan udah santai sama miss Ale, sekarang waktunya serius lagi sama pak Adi. Udah deh, gak usah ngomel terus. Tuh, pak Adi udah masuk kelas tuh.” Ujar Shandy yang melihat guru matematika mereka sudah melangkah masuk ke kelas.
Mengesampingkan sentimen pribadinya dengan Alea, Shandy akui Alea memang membawa suasana kelas menjadi sangat menyenangkan. Seperti yang dikatakan Dara tadi, kelasnya tidak terasa sedang belajar. Mereka seperti sedang bercerita atau berbincang biasa. Yang tanpa disadari juga diselipkan materi oleh Alea.
Jam matematika yang melelehkan otak siapapun akhirnya berakhir dan jam istirahat yang bahagia akhirnya tiba. Dara berlari secepat yang ia bisa menuju ke arah kantin. Katanya ia ingin segera meminum segelas minuman dingin dan mendinginkan kepalanya. Ada-ada saja memang gadis itu.
Shandy tengah berjalan sendiri ke kantin menyusul Dara. Monik hari ini tidak ikut ke kantin bersama karena kelasnya masih ada ujian dan istirahat belakangan. Tiba-tiba saja seseorang menyamakan langkahnya. Ia segera menoleh dan melihat Alea lah itu.
“Siang miss, mau ke kantin juga?” Sapa Shandy basa-basi.
“Aku gak tahu kalau kamu sekolah disini juga. Aku masuk ke sekolah ini karena sekolah ini punya papaku dan papa minta bantuan mengajar disini. Ternyata malah ketemu kamu disini.” Alea mengabaikan pertanyaan Shandy.
Shandy tidak menanggapi kalimat Alea. Ia lapar dan sedang tidak ingin berdebat. “Aku pikir kamu dan Dirga cuma teman numpang lewat aja. Tidak kusangka hubungan kalian lebih dari itu.”
Shandy menghentikan langkahnya. “Apa maksud miss Ale? Kami memang hanya teman, tidak lebih.”
__ADS_1
Alea mendekati Shandy dan berdiri tepat di hadapannya. “Asal kamu tahu ya, Dirga bukan orang yang sangat baik sampai mau menolong seseorang yang tidak akrab dengan dirinya. Dan dia bukan orang yang mudah dipaksa.” Ujar Alea sambil melanjutkan langkahnya meninggalkan Shandy.
Apa maksudnya ngomong begitu? Dia mau pamer atau bagaimana sih? Batin Shandy bingung dengan kalimat Alea.