
Ini sabtu malam dan Shandy beserta kedua sahabatnya tengah mengitari salah satu mall terbesar di Jakarta Selatan. Mereka sebenarnya hanya melihat-lihat, tidak membeli apapun.
Ah, tidak juga. Shandy sudah menenteng tas berisi dress keluaran terbaru sebuah rumah mode. Sementara Monik dan Dara sudah menenteng masing-masing 1 paper bag berisi tas dan sepatu, juga dengan merek yang sama dengan Shandy.
“Udah jam 7 nih. Gak pada mau makan?” Tanya Shandy kepada kedua sahabatnya yang sepertinya masih betah menggerakkan kaki mereka berkeliling mall besar itu.
“Eh iya, ya ampun. Sampe gak sadar kalau udah jam 7. Yuk, makan dimana gitu,” sahut Monik sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
“Jangan sushi ya. Ibu hamil gak boleh makan sushi,” sahut Dara mengingatkan kedua temannya.
“Ke pizza hut aja gimana? Aman kan?” Usul Monik yang langsung mendapat anggukan setuju dari yang lain.
Ketiganya pun menuju pizza hut yang berada di lantai 5 mall tersebut. Dan sesuai dugaan, restoran itu penuh sesak oleh banyak orang. Tidak hanya anak muda seperti mereka, banyak juga keluarga bahkan kakek dan nenek yang makan disitu.
Ketiganya masih asyik celingukan ketika Shandy mendengar namanya dipanggil oleh seseorang. Ia dan kedua sahabatnya segera menoleh dan disana ada Alea dan tentu saja Dirga.
Shandy sebenarnya enggan bergabung dengan mereka, tapi akan sangat aneh bila tiba-tiba saja dirinya tidak mau bergabung padahal teman-temannya maupun Alea tidak tahu menahu soal masalahnya dengan Dirga.
Masalah apaan? Yang ada masalah pribadiku sih, batin Shandy sambil turut duduk di meja Alea dan Dirga.
“Hai anak-anak manis. Untung banget ya kalian ketemu kita. Kalau nggak, mungkin kalian nggak jadi makan disini tadi,” sapa Alea ramah begitu mereka akhirnya duduk di satu meja yang sama.
“Kalian mau pesan apa? Untuk malam ini, spesial kami yang traktir. Spesial buat siswi paling cantik dan ramah di kelas miss Alea,” ujar Alea bersemangat.
Shandy hanya tersenyum simpul sambil ikut sibuk melihat buku menu yang dibuka oleh kedua temannya. Dan entah sebuah kesialan atau tidak, ia justru duduk berhadapan dengan Dirga.
Like, dari semua kursi yang ada, kenapa dirinya harus duduk di hadapan pria yang justru sedang dihindarinya itu?
__ADS_1
Shandy mengangkat kepalanya dari buku menu dan secara tidak sengaja matanya bertemu pandang dengan Dirga. Pria itu terlihat terdiam menatapnya dengan tatapan yang tidak biasa. Tatapan yang tidak bisa Shandy artikan.
“Shan- Shandy, jadi pesan yang mana?” Tegur Monik ketika melihat Shandy justru melamun menatap Dirga.
“Hah, apa? Ah, maaf. Aku ngikut kalian aja,” sahutnya cepat. Ia berusaha mengalihkan perhatiannya dengan meraih ponselnya yang berada di tas tangan kecil yang dibawanya tadi.
Ia hampir saja melemparkan ponselnya ketika sebuah pesan masuk mengejutkannya. Sialnya lagi, itu pesan dari Dirga.
Dirga: Kamu marah?
Shandy mengerutkan dahinya bingung. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Dirga yang ternyata menunduk menatap ponselnya.
Dirga sepertinya menyadari bila seseorang menatapnya. Ia langsung mengangkat kepalanya dan menatap Shandy. Ia segera memberi kode dengan menggoyangkan ponselnya.
Shandy: Apa maksudnya?
Dirga: Iya, kamu marah kan sama aku?
Dirga: Entah. Kamu yang marah, jadi kamu yang paling tau alasannya.
Shandy tidak mau membalas pesan itu. Saling berbalas pesan dengan Dirga membuatnya semakin kesal dan lelah dengan pria itu.
“Aku permisi ke toilet dulu ya,” pamitnya pada yang lain. Dan tanpa menunggu jawaban, Shandy beranjak dari kursinya.
Kedua temannya hanya menatap Shandy bingung. Bingung dengan perubahan mood Shandy sangat tiba-tiba. Tadi ia masih tersenyum dan tertawa bersama mereka. Kenapa sekarang tiba-tiba auranya sangat gelap?
Kayaknya yang hamil aku deh. Kenapa jadi Shandy yang mood swing? Batin Dara sambil menatap punggung Shandy yang semakin menjauh.
__ADS_1
“Lho Dirga mau kemana?” Tanya Alea ketika Dirga juga turut berdiri dari kursinya.
Dirga tersenyum kecil menatap Alea. “Mau ke toko buku sebentar. Makanan kita kan belum datang, aku mau jalan-jalan dulu.”
“Nggak nanti aja sama aku? Harus banget sekarang?” Tahan Alea sambil memegang pergelangan tangan Dirga.
Dirga melepas pegangan Alea pelan. “Sebentar aja kok. Nanti aku juga balik lagi,” ujarnya sambil berjalan menjauhi meja mereka.
Monik dan Dara saling bertatapan setelah menonton drama picisan dihadapan mereka.
“Miss, maaf ya kalau kita lancang. Tapi miss Ale ada hubungan apa sama pak Dirga?” Tanya Monik sambil menatap Alea takut-takut.
“Saya dan pak Dirga? Hmm, hubungan kami agak rumit sih. Kami teman sma dan pernah terlibat cinta monyet waktu jaman sma. Saya cinta pertama Dirga. Tapi saya pacaran sama sahabatnya Dirga. Saya juga baru tahu Dirga suka sama saya setelah kami lulus sma. Setelah itu, Dirga lanjut sekolah ke Amerika dan kami lost contact.”
Alea menyeruput sedikit minumannya sebelum melanjutkan kisah hidupnya. Mengabaikan wajah-wajah terkejut kedua siswinya. “Dan beberapa minggu lalu kami gak sengaja ketemu di salah satu mall. Dan jadi akrab lagi deh,” ujar Alea menutup ceritanya.
“Wah, ternyata miss Ale dan pak Dirga punya masa lalu yang rumit juga ya. Terus miss Ale sekarang masih suka sama pak Dirga?” Tanya Dara yang ikut-ikut penasaran.
Alea menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi dan melipat kedua tangannya di depan dada. “Hm, kalau ditanya begitu sih agak susah ya jawabannya. Ada perasaan atau gak? Kayaknya gak sih. Karena dari awal memang gak ada rasa ke Dirga. Kalau gimana hubungannya sekarang? Ttm? Teman tapi mesra? Mungkin kayak gitu kiranya.”
“Gak mau coba deketin lagi miss? Pak Dirga kan kayaknya single tuh,” goda Dara sambil menaik turunkan alisnya.
“Harusnya kamu tanya gini dulu. Miss, pak Dirga udah ada gebetan belum? Gitu.”
“Lho emang ada miss? Bukan orang sekolah sih pastinya. Soalnya pak Dirga kalo di sekolah kan cuek abis,” sahut Monik percaya diri.
Alea tersenyum lebar. “Dan kalian akan sangat kaget begitu tahu siapa gebetan dia,” sahutnya yang membuat Dara dan Monik menatapnya bingung.
__ADS_1
"Maksudnya miss? Kok saya gak ngerti ya?" Tanya Monik sambil menatap Alea bingung.
"Belum saatnya kalian tahu. Nanti, kalau mereka sudah ada status yang jelas, saya akan kasih tahu semua rahasianya ke kalian. Tunggu aja," sahut Alea sambil tersenyym miring.