
Eric bergegas merapikan buku dan alat tulisnya ke dalam tas begitu dosennya mengakhiri kelasnya pada sore ini.
Eric sudah terbiasa mengejar waktu setiap harinya. Setelah jam kuliah selesai, Eric bergegas pergi ke tempat kerjanya, sebuah cafe yang letaknya lumayan dekat dengan apartement sederhana yang ia sewa sendiri.
Di saat Eric berlari menuju pintu keluar gedung universitasnya, tiba-tiba dia menabrak seorang gadis.
Bruuk!
"Ah!"seru gadis itu.
" Ah..sorry...sorry...!"
Eric menatap sosok mungil yang baru saja ditabraknya.
Sekilas Eric melihat wajah gadis itu sebelum dia kembali memakai maskernya yang setengah terlepas akibat tabrakan tadi. Kemudian gadis itu bergegas berdiri dan berlari meninggalkan Eric.
Eric terus menatap gadis misterius itu sampai akhirnya dia tersadar lalu berlari menuju parkiran tempat motornya di parkir.
***
"Sorry, aku terlambat lagi" Ucap Eric kepada Mark rekan kerjanya.
"It's okay ric" Ucap Mark sambil tersenyum kepada Eric.
Eric pun tersenyum membalas senyuman Mark.
**
Disaat Eric sedang menunggu kasir cafe Eric kembali teringat dengan kejadian tabrakan tadi. Sosok gadis yang selalu menutupi wajahnya dengan masker itu satu jurusan dengannya, tetapi beda kelas.
Eric pernah beberapa kali melihatnya. Gadis itu terlihat begitu misterius. Dia selalu terlihat menyendiri, tidak ada seorangpun yang mengajaknya berbicara dan juga tidak ada seorangpun yang pernah melihat wajahnya tanpa menggunakan masker. Sebelumnya Eric belum pernah tertarik sedikitpun kepada gadis tersebut, namun semenjak peristiwa tadi, Eric mulai penasaran akan sosok gadis tersebut.
Kenapa dia selalu memakai masker? Apa mungkin wajahnya jelek? Tapi sepertinya tidak.
Lalu kenapa dia selalu sendiri? Apa dia tidak memiliki teman?
Kenapa dia begitu misterius?
Entah dari mana pertanyaan itu muncul tetapi begitu banyak pertanyaan di benak Eric.
__ADS_1
Eric menggelengkan kepalanya kuat-kuat, berusaha menghilangkan pertanyaan-pertanyaan itu dari kepalanya. Kemudiam Eric kembali fokus ke pekerjaannya.
**
Sejak saat itu, Eric selalu memperhatikan sosok gadis yang misterius itu setiap kali ia bertemu gadis tersebut. Bahkan Eric juga mencari tahu namanya. Ternyata nama gadis tersebut adalah Audrey. Tanpa Eric ketahui sosok Audrey mampu membuat dirinya penasaran setengah mati. Padahal selama ini Eric dikenal dengan cowok yang lumayan pendiam, dan cuek walaupun ia adalah cowok yang tampan, tinggi, berkulit putih sungguh seorang cowok idaman bagi cewek-cewek di kampusnya.
....
Disaat Eric dan kedua temannya ingin pergi kekantin. Tanpa Eric sadari mereka melewati kelas Audrey. Disaat Eric menyadarinya, mata Eric kembali tertuju kepada Audrey, sosok yang bernama Audrey itu duduk di deretan belakang dekat jendela, membuat sosoknya yang tidak menonjol menjadi semakin tidak terlihat. Audrey seperti sedang di dunianya sendiri. Dan tiba-tiba teman Eric membuka suara.
"Ric lu liatin apaan sih serius bener" Ucap Jordi.
"Hah?? Gu...Gua g...gak liatin apa-apa" Ucap Eric gagap.
"Bohong lu, lu liatin cewek yang di ujungkan yang pakai masker yang dikenal cewek paling misterius di kampus, iyakan?" Sambung Rendy sambil tersenyum ke Eric.
"Apaan sih" Jawab Eric sambil berjalan kekantin meninggalkan 2 temannya.
"Ehh, Ric tungguin" Ucap Rendy & Jordi bersamaan.
***
"Eric" Panggil Tuan Mario pemilik cafe tempat Eric bekerja.
"Eric" Panggil Tuan Mario lagi tapi Eric masih saja melamun.
"Eric!!" Panghil Tuan Mario.
"I,iya tuan, maaf tuan saya tidak fokus tadi" Ucap Eric.
"Iya, jangan di ulangin lagi ya" Ucap Tuan Mario
"Baik tuan, tadi kenapa tuan memanggil saya, apa ada masalah tuan?" Tanya Eric.
"Oh, ini saya mau keluar sebentar tolong jaga Boris. Hari ini lumayan panas, jangan biarkan dia keluar dari cafe" Perintah Tuan Mario.
"Baik, Tuan" Jawab Eric.
Eric membiarkan Boris bermain didalam sementara dirinya sedang membereskan meja di dekat depan cafe. Boris merupakan anjing pintar jadi Eric tidak begitu khwatir membiarkannya bermain sendiri didalam. Tanpa Eric sadari Boris telah lari keluar cafe. Disaat Eric kembali kedalam untuk melihat Boris ia terkejut melihat Boris sudah tidak ada di dalam.
__ADS_1
"Boriss.... Boriss!" Teriak Eric sambil melihat ke setiap ruangan.
Akhirnya Eric melihat keluar cafe, tenyata Boris berada disana. Tiba-tiba pandangan Eric tertuju pada sosok perempuan yang sedang berjongkok sambil mengelus-ngekus kepala Boris. Eric tidak mengenali siapa gadis itu. Lalu ia melangkah mendekati gadis tersebut. Saat berada di dekat gadis tersebut Eric mulai menyadari siapa gadis yang kini tengah mengusap kepala Boris.
Audrey!
Gadis mungil yang beberapa minggu ini sukses membuat dirinya penasaran. Eric yakin bahwa saat ini Audrey sedang tersenyum meskipun wajahnya tertutup masker. Eric ikut tersenyum melihat pemandangan didepannya.
Tiba-tiba Audrey menyentuh tali masker yang melingkar di telinganya, perlahan Audrey membuka tali maskernya hingga memperlihatkan wajah manis yang selama ini tersembunyi dibalik masker. Memperlihatkan senyum yang sangat manis dengan deretan gigi putih yang tersusun rapi.
Eric Terkesiap melihat wajah Audrey.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf kalok cerita author kurang menarik ya
Author juga berusaha buat cerita yang bisa membuat para readers puas
__ADS_1
Jadi mohon dukungannya ya:)