I'M Not Perfect

I'M Not Perfect
12.Trauma.


__ADS_3

***


Eric baru saja selesai membantu dosennya membawa buku-buku jurnal keruang dosen yang berada dilantai atas.


Begitu selesai, Eric langsung bergegas turun ke lantai bawah.


Ia sudah terlambat sekitar lima belas menit.


Saat ini Audrey pasti sudah menunggunya dibelakang gedung kampus.


Eric menuju ke belakang gedung kampus, tapi ia tidak melihat siapapun disana.


Apa mungkin Audrey sudah pergi karena terlalu lama menunggu?


Tapi, ini baru lima belas menit. Tidak mungkin Audrey pergi begitu saja.


Saat Eric hendak pergi, tiba-tiba Eric melihat masker Audrey tergeletak begitu saja diatas rumput.


Eric pun mengambilnya.


Tidak mungkin Audrey melepas maskernya begitu saja dikampus.


Eric merasa ada yang tidak beres.


Eric mulai khawatir.


"Audreeeyy..." Panggil Eric.


Eric mencari Audrey kesekitar belakang gedung, tapi tidak ada siapapun.


"AUDREEEYY....!" Teriak Eric.


Eric langsung pergi dari sana. Lalu ia berlari ke setiap sudut kampus untuk mencari Audrey. Eric seperti orang gila, mencari Audrey sambil meneriakki namanya berulang-ulang.


Eric benar-benar kalau Audrey kenapa-kenapa.


Saat ia melewati ruang klub basket, Eric melihat ruangannya nampak sangat sepi. Eric pikir saat ini Jordi dan yang lain sedang latihan basket dilapangan. Lagi pula ia tidak ingin bertemu dengan salah satu dari mereka. Akhirnya Eric pun hanya melewati ruangan itu begitu saja.


Saat baru beberapa langkah, tiba-tiba Jordi dan Rendy keluar dari ruangan klub dengan keringat membanjiri dahi mereka.


Eric menoleh kearah mereka yang terlihat sangat panik. Tapi Eric tidak peduli. Ia lebih memilih untuk kembali mencari Audrey.


"Eric!" Panggil Jordi saat ia melihat Eric membalikkan tubuhnya, hendak pergi.


Awalnya Eric hendak mengabaikan mereka, tapi tiba-tiba Jordi memanggilnya lagi.


"Eric tunggu!"


Eric pun menoleh.


"Ada apa lagi?! Bukankah urusan kita sudah selesai? Aku harus pergi. Ada hal yang lebih penting yang harus ku lakukan." Eric membalikkan tubuhnya, lalu kembali melangkah.


"Kau sedang mencari Audrey kan?" Ucap Jordi tiba-tiba.


Langkah Eric sontak terhenti. Lalu ia bergegas menghampiri Jordi.


"Apa yang kalian lakukan padanya?" Teriak Eric sambil mencengkram baju Jordi.


Rendy dengan segera melepaskan tangan Eric.

__ADS_1


"Lepaksan dia, Eric. Lebih baik sekarang kau lihat keadaannya.


Eric terengah karena emosi. Rahangnya mengeras. Akhirnya ia melepaskan cengkramannya di leher Jordi lalu bergegas masuk kedalam ruang klub basket.


Eric terkejut saat melihat kondisi Audrey yang tengah berbaring dilantai dengan tubuh yang bergetar hebat.


" AUDREY!"


Eric bergegas meraih tubuh mungil Audrey.


"Audrey! Kau kenapa Audrey?! Audrey!"


Wajah Audrey sudah berantakan karena keringat dan airmata yang bercampur menjadi satu. Seluruh tubuhnya menggigil hebat.


Bola mata Audrey yang memerah perlahan menatap kearah Eric.


"Eriiiic...." Lirih Audrey pelan.


Eric tak kuasa lagi melihat kondisi orang yang amat dicintainya kini terlihat begitu rapuh.


Eric pun meneteskan air matanya lalu memeluk tubuh Audrey erat-erat.


"Eriic...." Lirih Audrey lagi.


"Iya Audrey... Aku disini. Aku disini..." Jawab Eric tepat ditelinga Audrey.


Eric menangis tanpa suara.


Tubunya ikut bergetar, menyaingi tubuh manis Audrey yang masih menggigil ketakutan.


Eric memeluk Audrey lebih erat.


Eric benar-benar tidak mau kehilangan Audrey.


"Kita kerumah sakit ya..." Ucap Eric disaat tubuh Audrey mulai tenang.


Audrey menggeleng lemah didalam pelukan Eric.


"Aku mau pulang.... Bawa aku pulang, Eric..." Ucap Audrey pelan, hanya berupa gerakan bibir.


"Baiklah. Aku akan membawamu pulang. Tapi sebelumnya, kita ke klinik dulu ya."


Audrey mengangguk pasrah.


Sementara Jordi dan Rendy yang sedari tadi terdiam hanya bisa menatap kearah mereka dengan beribu pertanyaan besar dibenak mereka.


Lalu Eric pun menggendong Audrey keklinik. Jordi dan Rendy pun mengikuti Eric dari belakang.


***


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan gadis itu? Ini benar-benar misterius." Ucap Jordi sambil berjalan mondar-mandir di depan klinik.


"Aku tidak tahu. Tapi aku benar-benar takut. Dia akan baik- baik saja kan?" Tanya Rendy.


Tiba-tiba muncul Eric dari dalam klinik.


Eric langsung mencengkram baju Jordi.


"Apa yang terjadi? Kenapa Audrey bisa mengalam traumatic seperti tadi? Apa yang sudah kalian lakukan kepadanya?" Teriak Eric dengan rahangnya yang mengeras.

__ADS_1


"Lepaskan dia, Eric! Biar kami jelaskan!" Jawab Rendy sambil berusaha melepaskan tangan Eric.


Akhirnya Eric pun menghempaskan tubuh Jordi geram.


"Kau bilang apa tadi? Traumatic?" Tanya Jordi.


"Audrey memiliki trauma yang cukup parah karena masa lalunya. Itulah yang membuatnya menutup diri dari semua orang."


Jordi dan Rendy terdiam.


"Sebenarnya apa yang kalian lakukan padanya? Apa yang membuat traumanya kambuj seperti tadi?" Eric menatap tajam kearah Jordi dan Rendy bergantian.


"Awalnya kami hanya ingin balas dendam padamu. Kami tahu bahwa kau belakangan ini dekat dengannya. Kami bermaksud membawanya dan membuatmu panik. Tapi saat kami membawanya keruang klub, tiba-tiba saja ia berteriak ketakutan. Seluruh tubuhnya bergetar hebat. Padahal kami belum melakukan apa-apa padanya. Kami benar-benar bingung dan takut terjadi apa apa dengannya. Dan syukurlah kau datang." Jelas Rendy panjang lebar.


"Maafkan kami Eric.... Kami sama sekali tidak bermaksud menyakitinya. Kami hanya tersulut emosi saja" Sesal Jordi.


Eric kembali menatap Jordi dan Rendy.


Tiba-tiba pintu klinik terbuka.


"Siapa diantara kalian yang bernama Eric?"


"Saya, bu..." Jawab Eric cepat.


"Cepat masuk. Dia terus-menerus memanggil namamu."


"Baik bu"


Eric pun melangkah, saat sudah di depan pintu, lalu Eric kembali menoleh ke belakang.


"Pergilah, dan jangan ganggu aku dan Audrey lagi" Ucap Eric datar, lalu masuk kedalam.


"Eric... Eric..." Panggil Audrey dengan kepala yang bergerak gelisah.


Eric bergegas duduk disamping Audrey. Lalu menggenggam tangannya.


"Aku disini Audrey. Aku disini, di sampingmu." Ucap Eric berusaha menenangkan Audrey.


Audrey menatap Eric dengan matanya yang sayu.


"Bawa aku pulang, Eric. Ku mohon..."


Eric mengangguk.


"Bu, apa aku boleh membawanya pulang?"


"Dia mengalami trauma yang cukup parah. Sebaiknya segera bawa dia ke psikolog untuk berkonsultasi."


"Baik bu, kami akan melakukannya."


"Sekarang kalian boleh pulang."


"Terima kasih bu"


Lalu Eric menggendong Audrey secara bridal. Membuat seisi kampus tiba-tiba heboh. Mereka terkejut saat melihat Eric tengah menggendong seseorang. Mereka tidak tahu siapa orang itu, karena ini pertama kalinya mereka melihat wajah Audrey. Ada yang kagum, ada juga yang berbisik-bisik.


Mereka menduga-duga bahwa orang itu adalah Audrey. Gadis misterius yang selalu memakai masker. Karena tadi mereka melihat Eric berjalan bersamanya. Bahkan mengatarnya sampai kekelas.


Mereka terpana saat melihat wajah Audrey. Wajah yang terlihat pucat, namun meskipun begitu tetap tidak mampu menutupi kecantikannya.

__ADS_1


Eric sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang disekitarnya. Yang Eric tahu, ia harus secepatnya membawa Audrey pulang.


__ADS_2