I'M Not Perfect

I'M Not Perfect
2. Mulai Memasuki Dunia Audrey.


__ADS_3

Eric terkesiap melihat wajah Audrey.


***


Sosok misterius yang membuatnya penasaran setengah mati kini sekarang sedang tersenyum manis di depan Boris.


Jantung Eric berdegup cepat. Seluruh tubuhnya terasa gemetar. Ia merasa seperti sedang melihat bidadari, ia menatap sosok bidadari itu tanpa berkedip sedikitpun.


"Guk! Guk!" Tiba-tiba Boris menggonggong kearah Eric.


Audrey terkejut.


Lalu ia melihat ke arah Eric. Audrey dengan cepat kembali memasang maskernya.


Gadis itu tampak panik.


Lalu Eric meraih lengan Audrey. Audrey sontak melepaskan tangan Eric.


"Ma..maaf. Apa aku mengejutkanmu?" Tanya Eric.


Audrey tetap diam tidak menanggapi pertanyaan Eric.


"Terima kasih telah menemukan anjing tuanku" Ucap Eric hati-hati.


Audrey menatap Eric sekilas. Lalu Audrey berlari meninggalkan Eric tanpa menjawab pertanyaan Eric.


"Heii! Tunggu! Heii...!"


Audrey terus berlari ia tidak menghiraukan panggilan Eric.


"Ahh! Sial!" Ucap Eric.


"Kenapa ia begitu sulit untuk didekati, dan sialnya aku jadi semakin penasaran padanya!" Ucap Eric pada dirinya sendiri.


Lalu Eric kembali masuk ke dalam cafe sambil menuntun Boris.


***


Eric menatap Audrey yang sedang makan di bangku paling pojok di dekat pintu. Meski Audrey berada disudut yang agak tak terlihat oleh orang lain, namun bagi Eric hanya ada Audrey di pandangannya. Eric kembali mengingat bagaimana wajah manis tersebut tersenyum dengan lembut.


Cantik!


Manis!


Indah!


Kata-kata itu saja tidak sanggup menggambarkan wajah Audrey yang sekilas ia lihat. Namun Eric semakin penasaran pada Audrey sosok yang paling misterius.


Kenapa wajah secantik itu di sembunyikan dibalik masker?!


Kenapa Audrey menutupi dirinya dari dunia luar?!


Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan di benak Eric.


"Eric!" Panggil Rendy yang dari tadi duduk di depan Eric. Tapi Eric masih saja tidak sadar akan panggilan temannya.

__ADS_1


"Ric" Panggil Jordi sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan Eric, namun Eric masih saja tidak meresponnya.


Akhirnya Eric sadar ketika Rendy menepuk pundaknya sambil meneriaki namanya.


"Ah ada apa Ren?! Kenapa lu teriak kayak gitu?" Ucap Eric kaget.


"Kenapa! Kenapa! Seharusnya gue yang nanya. Lu yang kenapa? Dari tadi lu cuma diem terus natap tu cewek misterius tanpa berkedip sedikitpun! Lu naksir sama tu cewek?" Tanya Rendy penasaran.


"Beneran Ric lu naksir sama tu cewek?" Tanya Jordi kaget mendengar pertanyaan Rendy.


"A..apaan sih lu berdua mau makan apa mau gua jitak?" Ucap Eric agak terbata.


Akhirnya kedua temannya itu diam dan melanjutkan makan siangnya.


****


Jam menunjukkan jam 10 malam Eric baru saja menutup cafe tempat ia bekerja.


Diluar hujan sangat deras. Dari sore tadi hujan tak kunjung berhenti. Beruntung Eric hari ini membawa payung di tasnya.


Setelah berpamitan dengan tuan Mario, Eric pun akhirnya pulang. Awalnya tuan Mario menawarkan Eric untuk menginap dirumahnya namun Eric menolaknya karena besok ia mempunyai kelas pagi.


Jalanan sangat sepi karena hampir tengah malam dan cuaca yang hujan.


Tiba-tiba Eric melihat Audrey yang berjongkok sambil kedinginan di depan toko yang sudah tutup. Meski pandangan Eric agak kabur akibat hujan, tapi Eric yakin bahwa gadis itu adalah Audrey. Eric menghampiri Audrey dan memayunginya.


Audrey sontak mengangkat kepalanya disaat ia tak merasakan mencratan air ke arahnya. Audrey berdiri, menatap laki-laki tinggi yang beberapa minggu terakhir ini sering sekali ia temui.


"Audrey?! Sedang apa kau tengah malam disini sendiri?" Tanya Eric.


"Dimana rumahmu?! Aku akan mengatarmu pulang." Tawar Eric.


Audrey menatap Eric tajam, kemudian ia berlari meninggalkan Eric. Eric menyusul Audrey yang berlari menjauh darinya, Eric cukup kewalahan karena ia mengejar Audrey sambil memegangi payung. Karena hujan yang lumayan deras dan juga angin yang lumayan kencang membuat payung yang dipegang Eric terlepas. Eric berniat mengejar payungnya, namun ia lebih memilih mengejar Audrey.


Tiba-tiba Eric melihat Audrey terjatuh, Eric dengan cepat menghampiri Audrey.


"Audrey! Kau tidak apa-apa?" Tanya Eric panik.


Audrey terlihat memijit pergelangan kakinya.


"Coba ku liat" Ucap Eric.


Audrey meringis disaat Eric memegang kakinya.


"Kakimu terkilir. Kau tidak bisa berjalan, aku akan menggendongmu."


Audrey berusaha untuk bangkit, namun lagi-lagi ia kembali terjatuh. Kemudian Eric berjongkok didepan Audrey.


"Aku akan menggendongmu, naiklah ke punggungku." Ucap Eric.


Hening.


"Audrey! Cepat naik. Kalau tidak kita bisa mati kedinginan disini" Ucap Eric.


Namun Audrey tetap saja diam.

__ADS_1


"Percayalah padaku. Aku hanya ingin menolongmu. Aku tidak bermaksud jahat padamu" Ucap Eric meyakinkan Audrey.


Walaupun Audrey sedikit ragu namun, akhirnya Audrey memegang kedua pundak Eric. Eric memegang kedua kaki Audrey, lalu mengangkat tubuhnya perlahan. Tubuh Audrey terasa begitu ringan.


"Pegangan erat-erat. Nanti kau jatuh" Ucap Eric.


Perlahan Audrey melingkarkan tangannya di leher Eric.


Ini pertama kalinya bagi Audrey. Sudah lama ia tidak pernah berinteraksi dengan orang luar. Apalagi sampai digendong begini.


Audrey tidak paham kepada dirinya sendiri, mengapa ia dengan mudahnya percaya pada laki-laki ini.


Eric melihat Audrey sekilas, lalu dia tersenyum. Eric pun mulai berjalan dibawah rintik-rintikan hujan yang mulai mereda dengan sosok gadis mungil yang manis digendongannya.


Suasana begitu hening, hanya terdengar suara cipratan air yang terkena pijakan Eric.


"Apa kau masih ingat padaku? Kita sudah pernah bertemu beberapa kali." Tanya Eric mencoba memecah keheningan.


"Kita bahkan satu universitas, bahkan satu jurusan, hanya berbeda kelas saja" Ucap Eric lagi.


Audrey tetap diam.


"Namamu Audrey kan? Aku Eric" Ucap Eric lagi.


Audrey tetap saja diam.


"Apa rumahmu masih jauh?" Tanya Eric.


Audrey menunjuk belokan yang ada di depan mereka. Setelah sepuluh menit berjalan akhirnya mereka sampai dirumah kontrakan kecil milik Audrey.


"Rupanya kau tinggal disini, kau tinggal dengan siapa?" Tanya Eric.


Audrey hanya menunduk.


"Baiklah kalau kau tidak ingin menjawabnya. Sudah malam, istirahatlah. Aku pulang dulu" Ucap Eric.


Audrey masih menunduk.


"Selamat malam ...." Ucap Eric lembut.


Eric membalikan badannya hendak beranjak dari rumah Audrey.


"Terima kasih ...."


Eric terkejut saat mendengar suara tersebut, suara yang lembut dan sangat kecil hampir tak terdengar. Namun cukup kuat membuat jantung Eric berdetak cepat.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2