
~Flashback~
Audrey dan Aurel adalah kakak beradik yang terlahir dari keluarga yang berkecukupan.
Tiba-tiba saja keluarga mereka menjadi berantakan saat kedua orang tua mereka memutuskan untuk bercerai.
Saat itu Audrey ikut dengan ibunya sementara Aurel memutuskan menikah dan tinggal bersama suaminya.
Saat itu Audrey baru menginjak kelas satu SMA.
Satu tahun kemudian ibu Audrey menikah lagi dengan seorang duda.
Audrey sangat menyayangi ayah tirinya karena ia juga sangat menyayangi dan menganggap Audrey seperti anak kandungnya sendiri.
Dua tahun kemudian ibu Audrey meninggal dunia, Audrey dan Aurel sangat terpukul karena kejadian itu. Setelah acara pemakaman, Aurel mengajak Audrey untuk tinggal bersamanya, namun Audrey lebih memilih untuk tinggal bersama ayah tirinya yang sudah ia anggap seperti ayah kandungnya.
Ayah Audrey dengan senang hati bersedia merawat dan membiayai sekolah Audrey. Namun, tanpa sepengetahuan Audrey, ayah tirinya itu mencintainya dengan arti yang berbeda. Perasaannya pada Audrey berubah di saat ia melihat penampilan Audrey yang semakin lama semakin cantik dan manis. Bahkan rasa itu tumbuh saat ibu Audrey masih hidup.
Pada awalnya, ayah tiri Audrey bersikap layaknya seorang ayah pada anaknya, sehingga Audrey merasa semakin betah tinggal bersamanya. Sampai Audrey duduk di kelas tiga SMA, masih tidak ada yang aneh dengan sikap ayah tirinya. Hingga terjadilah kejadiaan buruk itu.
Di mana Audrey pulang sekolah dan seluruh tubuhnya basah kuyup karena kehujanan. Ayah tiri Audrey tidak kuat lagi menahan gairahnya disaat melihat lekuk tubuh indah Audrey yang tercetak jelas di balik bajunya yang basah. Pria yang sudah Audrey anggap melebihi ayah kandungnya sendiri itu malah merenggut kesuciannya tanpa belas kasihan.
Audrey berteriak sejadi-jadinya dan meminta belas kasihan pada ayah tirinya. Namun pria itu malah semakin kesetanan. Ayah tirinya malah menyuruhnya menyalahkan wajahnya sendiri karena terlampau cantik. Audrey menangis meratapi nasib buruk yang baru saja menimpahnya. Audrey merasa dunianya hancur berkeping-keping tanpa sisa.
Setelah kejadian itu Audrey memutuskan untuk tinggal bersama Aurel. Aurel memiliki seorang suami yang sangat tampan dan juga baik hati. Mereka di karuniai sepasang anak kembar perempuan dan laki-laki yang bernama Chen dan Ling yang baru berumur tiga tahun.
Aurel dengan senang hati menerima Audrey untuk tinggal bersamanya, begitupun dengan suaminya.
Pertama-tama Aurel cukup terkejut karena adiknya tiba-tiba ingin tinggal bersamanya, padahal dulu saat selesai pemakaman ibunya adiknya itu menolak untuk tinggal bersamanya.
Tentu saja Audrey tidak menceritakan peristiwa buruk itu, Audrey hanya bilang bahwa ayah tirinya itu ingin menikah lagi.
Aurel sedikit merasa heran karena adiknya yang dulu sangat periang kini tampak lebih murung dan pendiam. Tetapi ia merasa sangat bahagia karena akhirnya Audrey mau tinggal bersamanya.
Audrey menjalani sekolah seperti biasa di sekolah barunya. Namun Audrey yang dulu sangat periang kini telah menjelma menjadi Audrey yang pemurung dan pendiam. Meski begitu, tetap banyak orang yang ingin menjadi temannya karena wajahnya yang manis dan cantik.
Audrey mulai bangkit dari keterpurukan karena orang-orang di sekelilingnya.
Sampai akhirnya peristiwa buruk itu terulang kembali dalam hidupnya.
Aurel membawa Chen dan Ling berlibur kerumah mertuanya diluar kota. Karena pekerjaan suaminya yang tidak bisa ditinggalkan membuatnya tidak bisa ikut bersamanya. Begitupun dengan Audrey. Audrey yang sudah hampir memasuki ujian, membuatnya tidak bisa ikut bersama kakaknya. Akhirnya Aurel pergi dengan kedua anaknya.
Malam itu jam sudah menunjukan pukul satu dini hari. Joss kakak ipar Audrey, tak kunjung pulang.
Audrey mulai khawatir. Audrey menunggunya sampai ia ketiduran di ruang tamu.
Tok tok tok!
Audrey pun terbangun disaat mendengar suara pintu di ketuk.
Tok tok tok!
Pintu kembali di ketuk.
Audrey bergegas membukakan pintu. Begitu pintu terbuka, Audrey terkejut karena tiba-tiba Joss ambruk di depannya. Audrey dengan segera memapahnya masuk kedalam.
__ADS_1
"Audrey? Kau belum tidur?" Tanya Joss saat melihat Audrey.
Bau menusuk alkohol menguar dari mulut Joss.
Joss mabuk!
"Kak ... Kau mabuk?"
"Malam ini kakak baru saja merayakan pesta keberhasilan proyek baru perusahaan kakak. Kami hanya minum sedikit, tidak terlalu banyak"
Audrey menutup hidungnya karena bau alkohol yang menyengat dari mulut Joss.
"Kau sangat mabuk kak. Aku akan mengatar kakak ke kamar"
Audrey pun memapah Joss dengan hati-hati.
"Audrey .... Dimana kakakmu yang cantik itu?!" Tanya Joss.
Ternyata Joss memang benar-benar sedang mabuk. Bahkan ia saat ini lupa bahwa istrinya sedang tengah pergi keluar kota.
"Kak Aurel sedang pergi kerumah ibumu kak" Jawab Audrey.
"Aah .... Kau benar. Bagaimana aku bisa lupa?! Hehe ..."
Akhirnya mereka sampai di kamar Joss. Audrey membantu Joss berbaring di tempat tidurnya. Joss tidur terlentang dengan masih menggunakan pakaian lengkap.
Audrey membuka sepatu sepatu Joss dengan hati-hati. Setelah itu Audrey membantu membukakan jas dan dasinya.
Saat Audrey membuka dasi Joss, tanpa sepengetahuan Audrey, Joss menatap wajahnya dengan intens. Meski dalam keadaan mabuk, tapi tenaga Joss begitu kuat. Dengan sekali gerakan, dia telah berhasil menindih tubuh mungil Audrey.
Mata Joss tiba-tiba berubah. Mata yang biasanya selalu menyiratkan kelembutan kini berubah menjadi sorot mata penuh hasrat saat ia menatap tubuh Audrey dari atas sampai kebawah.
Audrey berusaha berontak, namun tenaganya terlalu lemah meski ia berhadapan dengan Joss yang sedang mabuk.
Perlahan tangan Joss terangkat, mengusap pipi Audrey lembut.
"Kak? Apa yang kau lakukan?! Ku mohon lepaskan aku ...." Suara Audrey mulai bergetar.
Audrey takut, amat sangat takut kejadian itu kembali terulang dalam hidupnya.
Joss menatap Audrey dengan senyumnya.
"Kau sangat cantik Audrey .... Bahkan jauh lebih cantik dari kakak mu sendiri. Tubuhmu juga sangat indah. Kau benar-benar membuatku sangat bernafsu" Suara Joss parau.
Audrey menggelengkan kepalanya kuat-kuat.
***
Setelah menyetubuhi Audrey, lalu Joss pum tertidur.
Audrey kembali kekamarnya, Audrey menyiram tubuhnya dengan Air. Audrey menangis di bawah guyuran shower.
Audrey merasa tubuhnya kotor!
Amat sangat kotor!
__ADS_1
Audrey merasa dunia ini benar-benar kejam padanya.
Apakah dirinya tidak pantas bahagia?
Entah kenapa Audrey tiba-tiba menjadi benci pada wajahnya sendiri. Audrey merasa karena wajahnya itulah yang menyebabkan dirinya menjadi seperti ini.
Audrey sontak mengusap-usap wajahnya dengan kasar!
Audrey sangat membenci wajahnya sendiri.
Audrey terus mengusap wajahnya dengan kasar sambil menangis meraung-raung.
***
Semenjak saat itu, Audrey selalu menghindari Joss. Dia tidak pernah lagi ikut sarapan dan makan malam bersama mereka di meja makan.
Joss takut Audrey akan mengadu pada kakaknya, namun ternyata tidak.
Sebenarnya Joss tidak pernah memiliki perasaan apa-apa pada Audrey. Joss bahkan menganggapnya sebagai adiknya sendiri. Kejadian malam itu murni karena ia mabuk.
Setiap kali Joss ingin meminta maaf, Audrey selalu menghindar. Tubuhnya bergetar hebat setiap kali Joss mendekatinya untuk meminta maaf.
Audrey benar-benar trauma.
Ia sangat ketakutan.
Sejak saat itu, Audrey kembali menjadi sosok yang sangat pendiam. Bahkan lebih pendiam dari sebelumnya. Dan Audrey juga selalu menggunakan masker, bahkan saat di rumah.
Aurel sempat bertanya-tanya kepada suaminya kenapa Audrey menjadi seperti ini? Joss hanya mampu terdiam, tidak berani menjawab apa-apa.
Setelah kelulusan tiba, akhirnya Audrey memutuskan untuk tinggal sendiri dengan alasan ingin tinggal di kontrakan yang lebih dekat dengan kampusnya. Meski dengan berat hati, Akhirnya Aurel mengizinkannya.
Audrey pun pergi, meninggalkan penyesalan besar dibenak Joss. Laki-laki itu tidak akan tenang sebelum Audrey memaafkan kesalahan terbesarnya.
Sejak saat itulah, Audrey berusaha menciptakan dunianya sendiri. Sebisa mungkin, ia tidak ingin terlalu banyak berhubungan dengan orang lain.
Audrey telah merubah imagenya sendiri menjadi sosok yang misterius di kamusnya. Seseorang yang selalu bersembunyi di balik maskernya.
~Flashback End~
***
Eric membenarkan letak selimut Audrey. Gadis mungil itu akhirnya tertidur setelah puas menangis di pelukan Eric.
Bahkan mereka belum sempat menyantap makanan yang terhidang di atas meja.
Tangan Eric mengepal kuat, rahangnya mengeras. Eric benar-benar membenci orang-orang itu!
Orang-orang yang telah merenggut kesucian Audrey.
Eric kesal, kenapa ia baru di pertemukan dengan Audrey di saat musibah itu sudah menimpanya?!
Wajah Eric kembali melembut di saat ia menatap wajah Audrey. Wajah cantik dengan mata yang sembab dan bengkak. Perlahan Eric mengusap wajah Audrey lembut.
Eric berjanji pada dirinya sendiri, bahwa mulai saat ini dan seterusnya, ia akan selalu menjaga Audrey.
__ADS_1