I'M Not Perfect

I'M Not Perfect
lomba


__ADS_3

'aku harus mengutarakannya...perasaanku pada shaka...kalo kelamaan di pendam bisa meledak jantung w.'batin yuna yang membulatkan hatinya untuk mengutarakan perasaanya pada shaka.


Esoknya.


sedari pagi yuna sudah terbangun dan langsung bersiap-siap untuk menjadi panitia lomba.


Dengan mengenakan kaos warna hitam yang bertuliskan 'karang taruna' di dada sebelah kiri juga celana jeans pendek sedengkul,yuna berdiri di depan cerminnya dan membubuhkan sedikit bedak padat pada wajahnya juga lipgloss agar bibirnya tidak terasa kering.


Yuna pun mengambil ikat kepala pemberian dari shaka dan menguncir rambutnya ekor kuda,lalu memakai ikat kepala yang di jadikan seperti bando dan membentuk sebuah pita dia atas kepalanya yuna.


"sudah rapih kan w?"tanya yuna pada diri sendiri sambil berputar pelan di depan cermin.


Yuna pun melihat jam dindingnya sudah menunjukkan pukul 07:45.


"pasti udah pada kumpul."kata yuna dan cepat--cepat mengambil handphone nya dan memasukkannya dalam kantong,lalu bergegas keluar kamar.


Di lapangan.


"w blom telat kan?"tanya yuna saat bru sampai di lapangan dan melihat lapangan udah penuh dengan orang-orang satu RT.


"on time."jawab bima.


"kak yuna baru dateng?"tanya shaka dari belakang yuna yang membawa satu kardus air mineral gelas.


Yuna pun menoleh dan langsung menghampiri shaka dengan wajah cerah dan senyum yang merekah.


"shaka udah dateng dari tadi?kok gak jemput w sih?"tanya yuna.


"shaka pikir kak yuna sudah jalan,tapi pas sampe lapangan kak yuna blom ada."jawab shaka dengan wajah sedikit memerah karena tiba-tiba yuna menghampirinya dengan wajah yang berseri-seri.


Dan saat shaka melihat hiasan di kepala yuna,wajah shaka bertambah merah.


Yuna yang melihatnya langsung mengetahuinya,dan dengan senyum yuna bertanya.


"apa cantik?"tanya yuna.


Sesaat shaka terdiam dan menelan ludahnya,kaget dengan apa yang di tanyakan oleh yuna.


Karena bagi shaka yuna selalu cantik dan selalu membuat shaka untuk memikirkannya.


"kakak selalu cantik kok."jawab shaka malu sedikit menunduk melihat kardus yang di bawanya."tapi hari ini kakak lebih cantik dari biasanya."lanjut shaka dan suaranya pun mengecil.

__ADS_1


yuna yang bisa mendengarnya wajah nya pun langsung berubah merah dan tersenyum dengan senangnya.


'apa sekarang kesempatan buat ungkapin perasaan w?'batin yuna.


tapi baru yuna mau memanggil shaka yang masih tertunduk malu,tuba-tiba ada yang memanggil mereka berdua dri belakang.


"yun ..shaka...ngapain dsana...cepef dah mau mulai nih."panggil mas ronggo ketua karang taruna.


Yuna dan shaka pun sesaat saling pandang,lalu tertawa berdua dengan wajah yang merona,dan merekapun berjalan ke tempat para panitia yang lain brrkumpul.


Lomba pun di mulai.lomba yang di adakan hari ini dan besok di peruntukan untuk anak-anak dan remaja.


Lomba yang brrjalan lancar selama 2 hari itu benar-benar membuat panitia sibuk tanpa bisa memikirkan hal lain.


Bahkan di hari minggu saat lomba sudah selesai pun mereka hatus berkumpuk untuk membereskan data-data pemenang yang dari beberapa lomba yang di adakan.


"untuk anak-anak sama remaja akhirnya selesai juga."kata mas ronggo."tinggal minggu depan buat para orang dewasa nya,datanya udah ada kan buat yang ikut lomba orang dewasa?"lanjut mas ronggo.


"udah siap semua,tapi kali ada ynag mau nambha peserta lomba tinggal di atur ulang aja."jawab fadmi.


"trus soal donatur gimana?"tanya kak wika.


"loh kok baru jum'at nanti?kak wika pikir donaturnya udah jalan?"tanya kak wika lagi sedikit kesal.


"kemaren kita cuma data buat lomba doang kak."jawab yuna."soalnya kalo mau sekalian minta donatur juga gak enak."


"ya udah...seterah kalian lah gimana cara ngaturnya.yang penting gak ada yang keteter ataupun jadi terburu-buru,karena mengingat waktunya juga udah gak banyak lagi."tumpal mas ronggo.


"iya mas ronggo."sahut mona dan agus bebarengan.


"y udah mas ronggo duluan ya...kalian juga kalo udah selesai langsung pada pulang,besok sekolah."kata mas ronggo pamit di ikuti oleh kak wika dan juga beberapa anggota krang taruna yang lain.


Dan yang tersisa hanya ada mona,fadmi,yuna,agus,bima,iyan,dodi,rudi,juga shaka.


"tuh kan...udah w bilang kemaren sekalian aja buat minta donatornya pas lagi data lomba,malah gak mau."kata fadmi.


"noh si agusnya gak mau."timpal mona.


"bukannya gak mau,tapi banyak-banyak orang nge data juga gak enank namunya."balas agus.


"y kan gak harus lo berdua yang data,perwakilan aja salah satu dari lo yang ikut,gimana sih?"kata fadmi yang sudah sedikit kesal.

__ADS_1


"y udah lo aja coba sana yang data sekalian."timpal agus.


"loh kok jadi w?itu job desk lo,kenapa harus w?lo gak liat tadi aja kak wika juga udah kesel,dan kata mas ronggo waktunya juga udah gak banyak,belom tentu juga donatir ngasih nya hari itu juga kan."balas fadmi yang suaranga sedikit meninggi.


Di tengah ketegangan antara fadmi dan agus.tanpa sepengetahuan yuna,shaka menggandeng tangan yuna.


Yuna pun terkejut dan menatap shaka.yuna pun langsung berusaha melepaskan genggaman tangannya dari shaka,dan dengan cepat shaka langsung menggenggamnya lagi dan menyembunyikan genggaman tangan mereka di balik punggung shaka yang tegap.


Dengan wajah merina yuna menatap shaka yang hanya di balas senyuman oleh shaka.


"udah...udah...apa-apan sih lo berdua."tegur bima yang udah kesal berdiri diantara fadmi dan agus."mending pada balik gih sonoh,dan percaya aja udah sama mona sama agus,semoga bisa sesuai rencana."lanjut bima.


"yuk gus pulang."ajak iyan dan dodi.


agus pun langsung mengikuti kata iyan dan dodi.


Fadmi yang masih kesal bergeming tidak bergerak dari tempatnya.


Yuna pun perlahan melepaskan tangannya dari shaka dan berjalan menghampiri fadmi.


"duduk dulu fad..."ajak yuna."nih minum,biar tenangan dikit."lanjutnya saat fadmi sudah duduk di saung.


Fadmi meminum minumannya lalu menangis.


Yuna yang kaget melihat fadmi menangis langsung buru mengambil tisu yang tidak jauh dari mereka.


"kenapa lo nangis?tadi kan lo yang marah-marah?"tanya bima bingung.


"w kesel."jawab fadmi terisak.


"kenapa lo kesel?"tanya rudi yang dari tadi cuma jadi penonton seperti yang lain.


"kak wika tuh nyalahinnya wa sama yuna,padahal kan bendaharanya yang gak mau barengan buat ngedata para donatur sekalian sama nge data lomba,tapi lo liat si agus seolah dia itu bener."jawab fadmi.


"maaf fadmi."ucap mona merasa gak enak.


"ya...abis gimana mau marah sama nyalahin agus sekarang juga udah gak guna."kata bima."mending biarin aja,itu kan udah jadi bagian kerjaanya dan tanggung jawab bendahara,kalo gak molor dari rencana juga kan mereka yang di omelin,bukan lo."timpal rudi.


"tapi..."


"udah fadmi,bener kata rudi itu tugas bendahara bukan kita.sekarang kita harus bantu biar gak molor dan tetap berjalan sesuai rencana."potong yina sebelum fadmi bisa berkata lagi.

__ADS_1


__ADS_2