I'M Not Perfect

I'M Not Perfect
4. Rasa Nyaman Dan Tenang.


__ADS_3

Audrey menangis dipelukan Eric.


Eric tercengang. Dia tidak tahu kenapa tiba-tiba Audrey memeluknya seperti ini.


Tangan Eric perlahan terangkat, membalas pelukan gadis itu sambil mengusap lembut rambut Audrey.


Semenjak Eric tahu dimana Audrey tinggal, Eric memang selalu mampir kesini setiap pulang kerja. Dan malam ini pun Eric kembali mampir kerumah Audrey.


Eric melihat bayangan seseorang di belakang rumah Audrey. Saat Eric berlari untuk melihatnya, bayangkan itu sudah tidak ada. Lalu Eric bergegas kembali kedepan, namun tiba-tiba Eric terkejut melihat Audrey menumbruknya. Eric dapat merasakan tubuh Audrey yang bergetar hebat.


Gadis ini ketakutan. Eric semakin mengeratkan pelukannya.


"Sudah tidak apa-apa. Aku ada disini. Kau jangan khawatir" Ucap Eric lembut sambil sesekali menciumi pucuk kepala Audrey.


Mereka terdiam dalam posisi ini selama beberapa menit.


Tangis Audrey mulai mereda, tubuhnya sudah tak gemetar seperti tadi.


Audrey sontak melepaskan pelukannya.


Tiba-tiba rasa canggung menyelimuti mereka.


Eric menatap wajah Audrey yang tidak tertutup masker.


Deg!


Jantung Eric langsung memberontak.


Baru kali ini Eric melihat wajah Audrey tanpa masker dari jarak yang dekat.


Eric terkesiap. Ternyata Audrey jauh lebih manis dari yang ia pikirkan.


Plan baru sadar bahwa saat ini ia tidak memakai masker, Audrey sontak membalikkan tubuhnya.


"Audrey, kau baik-baik saja kan?"

__ADS_1


Audrey tetap diam.


"Baiklah kalau kau tidak apa-apa, aku bisa tenang sekarang. Kalau begitu aku pulang dulu ya. Good night ..." Ucap Eric pelan.


Eric membalikkan badannya. Saat Eric hendak melangkahkan kakinya, tiba-tiba Audrey membalikkan tubuhnya.


"Tunggu!" Ucap Audrey.


Eric mengangkat kepalanya.


Apakah dia salah dengar???


Audrey mencegahnya untuk pergi!


Eric seperti bermimpi.


"Jangan pergi" Lirih Audrey pelan.


"Ku mohon ..." Suara Audrey semakin lirih.


***


Eric membenarkan letak selimut Audrey.


"Tidurlah, aku tidak akan kemana-mana" Ucap Eric lembut.


"Terima kasih" Lirih Audrey pelan, kemudian menarik selimutnya sampai menutupi separuh wajahnya.


Eric tersenyum.


Tanpa Eric sadari, pipi Audrey memancarkan semburan merah.


Audrey malu, dan juga takut.


Dirinya yang biasanya takut berhadapan dengan orang asing, tetapi entah kenapa saat ia bersama laki-laki ini ia merasa tenang dan nyaman. Hanya dengan Eric seorang!

__ADS_1


Audrey perlahan mulai memejamkan matanya, biasanya Audrey membutuhkan waktu yang sangat lama untuk tertidur. Tetapi kali ini, ia dapat tertidur dengan cepat.


Eric mendengar suara dengkuran harus Audrey. Kemudian menatap wajah Audrey dengan sangat dekat.


Audrey nemiliki bulu mata yang lentik, hidung yang bagus, dan bibirnya....Meski tertutup selimut, tapi Eric yakin Audrey memiliki bibir yang sangat manis.


Semua yang ada di diri Audrey terlihat begitu sempurna di mana Eric.


Namun mengapa selama ini Audrey menutupi kecantikannya dengan masker??


Audrey seperti berusaha menciptakan dunianya sendiri. Eric tidak tahu beban berat atau trauma apa yang pernah di alami gadis manis ini sehingga membuat dirinya menutupi diri dari dunia luar.


"Hhh ... Haah ... Eungh ....!"


Kepala Audrey bergerak gelisah. Dahi dan pelipisnya dipenuhi keringat. Eric yang hampir terlelap langsung kembali terjaga.


"Audrey? Kau kenapa?"


"Hhh ... Haah ... Hhh ... Haah .... Eungh ...."


"Tenang Audrey, itu hanya mimpi buruk. Aku ada disini bersamamu jangan takut" Ucap Eric lembut tepat ditelinga Audrey.


Eric mengusap keringat dikening Audrey. Lalu perlahan, Eric menggenggam erat tangan Audrey.


Perlahan Audrey pun kembali tenang. Napasnya pun kembali terdengar teratur.


Tangan Eric yang satunya lagi terangkat keatas, mengusap keringat diwajah Audrey.


Eric terus menatap wajah Audrey yang tidak tertutup selimut lagi. Perasaan aneh yang beberapa minggu ini melanda hatinya semakin menguat.


Eric mencintai Gadis ini.


Eric tidak bisa menampiknya lagi. Kini perasaannya pada Audrey bukan lagi karena penasaran tapi karena cinta.


Eric membaringkan kepalanya disamping Audrey, dengan tangan mereka yang masih saling bertautan.

__ADS_1


__ADS_2