I'M Not Perfect

I'M Not Perfect
8. Buka Hatimu Part 2


__ADS_3

***


Sejak saat itulah, Audrey mulai membuka hatinya.


Hanya kepada Eric.


Dan hanya saat mereka sedang berdua saja.


Di hadapan banyak orang, Audrey masih tidak berani berinteraksi dengan Eric.


Bahkan saat di kantin pun, mereka hanya duduk bersebelahan. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Obrolan hanya akan tercipta hanya pada saat mereka sedang berdua. Itupun kebanyakan Eric yang berbicara, sementara Audrey hanya menjawab sekenanya. Meskipun begitu, Eric tetap merasa bahagia.


Terkadang mereka duduk dibelakang gedung kampus, sama-sama mendengar lagu dan menikmati semilir angin.


Terkadang Eric juga menceritakan kisah hidupnya yang membosankan kepada Audrey. Meski Audrey hanya menjadi pendengar, Eric tetap merasa senang.


Apapun Eric lakukan asalakan gadis itu betah saat berada di sampingnya.


Audrey membuka maskernya hanya pada saat sedang berdua saja dengan Eric. Itupun awalnya Eric yang memintanya dan perlahan, Audrey mulai terbiasa membuka maskernya sendiri saat sedang berdua dengan Audrey.


***


Kelas usai, Eric bergegas merapikan alat tulisnya kedalam tas. Seperti biasa, Eric akan menemui Audrey di belakang kampus.


Saat Eric hendak bangkit, tiba-tiba Jordi dan Rendy datang menghampiri Eric.

__ADS_1


"Ric, kali ini lu harus ikut latihan dengan kami, udah berapa kali lu gak ikut latihan." Ucap Jordi.


"Ya benar. Sebentar lagi pertandingan basket antar kampus akan segera di mulau. Kita harus mempersiapkannya dengan sebaik mungkin. Dan kau adalah salah satu team inti di team kita, jadi kau harus berlatih dengan giat." Sambung Rendy.


"Sorry gaes. Tapi hari ini gue gak bisa ikut latihan dengan kalian. Jadi kalian latihan saja tanpa gue." Jawab Eric.


"Selama ini kami selalu mentolelir karena kau tidak pernah ikut latihan dengan kami saat pulang kuliah, dengan alasan kerja paruh waktumu itu. Setidaknya, berlatihlah saat jam istirahat." Ucap Jordi mulai emosi.


Eric terdiam.


Sebenarnya Eric juga tidak berniat sama sekali untuk masuk kedalam team basket di kampusmya. Eric tidak punya waktu untuk itu. Tapi pelatih basket mereka mengetahui keahlian Eric dalam bermain basket. Karena itulah, ia merekrut Eric langsung keteam basket mereka. Bahkan langsung menjadi pemain inti tanpa mengikuti seleksi lebih dulu. Dan semenjak Eric bergabung, kampus mereka selalu menang pertandingan.


Jordi, Rendy dan pemain lainnya pun sebenarnya tidak begitu suka akan keputusan pelatih mereka. Karena mereka harus berjuang mati-matian agar bisa di akui di team inti. Sementara Eric bisa masuk dengan mudah tanpa harus bersusah payah. Dan saat ini, kekesalan mereka bertambah karena Eric tidak pernah ikut latihan sekalipun disaat pertandingan antar kampus akan segera di gelar.


"Sorry, tapi gue benar-benar gak bisa ikut latihan dengan kalian. Kalau gue mau di keluarkan dari team, gue bersedia" Ucap Eric enteng.


"Tapi saat ini lo adalah ace team kita. Gak seharusnya lo berbicara seperti itu." Teriak Jordi mulai emosi.


Eric menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh kesamping sejenak. Kemudian kembali melanjutkan langkahnya tanpa menggubris ucapan Jordi.


"Argghh! Sialan. Mentang-mentang dia jago main basket, lantas dia bisa seenaknya saja memandang remeh kita!" Emosi Jordi memuncak.


"Sabar jor. Sebaiknya kita ikuti dia." Ucap Rendy.


Setelah itu Rendy dan Jordi pun mengikuti Eric.

__ADS_1


Mereka melihat Eric berjalan menuju ke belakang gedung kampus.


Disana mereka melihat seorag gadis tengah duduk menunggu Eric dibawah pohon rindang.


"Hei siapa gadis itu?" Tanya Jordi.


Rendy memicingkan matanya.


"Itu kan Audrey gadis misterius yang suka memakai masker. Anak kelas sebelah." Jawab Rendy.


"Kelihatannya mereka sangat dekat."


"Kau benar."


Tiba-tiba mereka melihat Audrey membuka maskernya.


Mereka terkejut sekaligus terpana saat melihat wajah manis Audrey.


"Anjirr! Beneran itu Audrey? Buset cantik banget!" Ucap Jordi.


"Lu bener. Tapi kenapa wajah secantik itu harus di sembunyikan?!" Ucap Rendy.


Tiba-tiba Jordi menyeringai.


"Eric Phiravich ... Sekarang aku tahu kelemahanmu." Ucap Jordi sambil tersenyum smirk.

__ADS_1


Rendy ikut tersenyum sinis sambil memandang kearah Eric dan Audrey.


__ADS_2