I'M Not Perfect

I'M Not Perfect
kado shaka


__ADS_3

Shaka mengikuti langkah yuna ke ruang meja makan yang sudah penuh dengan berbagai hidangan lauk pauk,sayur,juga buah-buahan.


"nih piring nya."kata yuna sembari memberikan shaka piring beserta sendok dan garpunya.


"makasih kak."ucap shaka mengambil piring dari tangan yuna.


Yuna pun tersenyum kecil lalu berbalik dan pergi meninggalkan shaka untuk menaruh kado dari shaka di atas bupet beserta kado dari yang lain.


"lo abis beli emas?"tanya teh rahma tiba-tiba yang udah berdiri di samping putri dengan segelas es buah di tangannya.


"mana ada duit sih..."timpal yuna menatap kakak pertamanya itu.


"lah...itu kalung?"tanya teh rahmah lagi sambil menunjuk leher yuna.


"oh...ini hadiah."jawab yuna sambil memegang hiasan kalung yang berbentuk bintang.


"siapaa yang kasih?"tanya teh rahmah lagi ingin tahu.


"satria."jawab yuna.


"kok bisa?"tanya teh rahmah penasaran.


Yuna hanya mengangkat bahu lalu pergi meninggalkan teh rahmah dan menghampiri shaka yang masih berdiri di samping meja makan.


Sesaat yuna menatap shaka yang terdiam tidak bergerak.lalu dengan perlahan yuna menepuk pundak shaka.


"shaka ngapain?"tanya yuna pelan.


Shaka pun langsung berjengit kaget dan langsung menatap yuna yang melihatnya dengan tatapan bingung.


"lo belom nyendok nasi nya?"tanya yuna lagi saat melihat piring shaka masih kosong.


Tapi bukannya menjawab shaka malah melihat leher yuna yang di hiasi dengan kalung berhiaskan bintang.


"shaka..shaka..."panggil yuna sambil melambaikan tangan nya di depan wajah shaka.


"oh...iya kak...ini baru mau nyendok kok."kata shaka cepat tergagap dan buru-buru menyendok nasi.


"shaka gak apa-apa kan?"tanya yuna lagi yang sudah mengantri di belakang shaka dengan piringnya.


shaka hanya mengangguk kecil sambil mengambil sepotong ayam goreng dan menaruhnya di piringnya.


"kalung nya bagus kak."kata shaka tiba-tiba.


Yuna yang lagi menyendok nasi pun langsung menghentikan gerakannya dan menatap punggung shaka yang kini lagi mengambil kerupuk udang di toples.


'shaka denger obrolan w sama teh rahmah tadi y...tapi kenapa dia bersikap begini...'tanya yuna dalam hati sambil memandang punggung shaka.


"oh...iya...ini kado dari temen."jawab yuna."tadi siang temen sekolah pada buat suprise ultah w,dan ini kado dari mereka."lanjutnya.


'buat apa juga w ngejelasin begini sama shaka.'batin yuna bingung yang sekarang lagi mengambil sayur sop daging kesukaanya.


Shaka pun menoleh menatap yuna dan dengan senyuman shaka pergi meninggalkan yuna di samping meja makan.


'ukh...jantung w bener-bener bisa meledak kalo begini...kenapa juga shaka tersenyum lembut begitu ke w...'batin yuna sambil berpegang pada pinggir meja makan dengan sebelah tangannya.


Yuna benar-benar merasakan jantungnya tidak terkendali,bahkan rasanya sampai mau melompat keluar tuh jantung.


Acara ulang tahun ke 17 di rumah yuna pun selesai.setelah selesai makan dan mengobrol sebentar teman rumah yuna pun langsung pamit pulang.


"jangan lupa besok hari udah mulai lomba."beri tahu fadmi mengingatkan,yang sudah berada di deoan rumah yuna.


"siiipppp....jam 8 pagi kan kumpulny."kata yuna.


"jangan kesiangan."sambung mona.


Dan fadmi juga mona beserta yang lain pun pulang.

__ADS_1


"yun...sini duduk sebentar."panggil bapak dari ruang tamu.


Yuna pun menghampiri bapak yang sudah duduk bersandar di bangku,dan yuna mengambil tempat duduk di depan bapaknya.


"kenapa pak?"tanya yuna bingung.


"soal masalah kerja kamu yun,kamu mulai senin udah bisa masuk kerja ya."kata bapak memberi tahu.


"beneran pak?kok bisa cepet begini?"tanya yuna gak percaya dengan apa yang di katakan bapak.


"cepet dong...kamu kan udah bapak masukin namanya di kantor bapak dari baru kamu lulus."jawab bapak.


"ahhh...makasih bapak...."ucap yuna senang sambil berlari ke arah bapak nya dan memeluknya dengan erat.


"iya...iya..."kata bapak mengelus pundak yuna sambil tersenyum."tapi kamu jadi honorer dulu ya...soalnya belum di buka lagi lowongannya."beri tahu bapak.


"iya pak gak apa-apa...yang penting yuna kerja dulu cari pengalaman."kata yuna melepas pelukannya.


"ya udah...sekarang bantuin ibu sama teteh kamu beberes sana."suruh bapak.


"siap pak..."kata yuna dan berjalan ke arah dalam rumah."akhirnya gak ngangur lagi...hehe..."lanjutnya yuna.


di kamar yuna.


Yuna merebahkan dirinya sehabis beberes rumah membantu ibu dan ke dua kakak nya.yuna merasakan senang karena dirinya akan mulai bekerja walaupun hanya jadi seorang honorer.


Ting...


Satu pesan masuk ke handphone nya yuna.


Yuna yang sedari tadi memang tidak memegang hp nya langsung mencari hp nya dan menemukannya di bawah guling.


Yuna melihat begitu banyak pesan dari satria.


'*yun lo lagi ngapain?'


'yun....'


'yuna...'


'beneran lagi sibuk ya?'


'w boleh telefon gak?'


'yun...yuna...'


'gak di bales...huufffttt...'


'lo dah tidur*?'


yuna pun langsung menelefon balkk satria sambil berjalan ke luar kamar menuju beranda atas.


"hallo yun..."sapa suara satria dari seberang telefon dengan suara yang parau.


"lo dah tidur?"tanya yuna dan duduk bersila di bangku batu.


"lo kemana aja?coba liat sekarang udah jam berapa?"tanya balik satria yang masih berada di balik selimutnya.


"gak tau...w blom ngeliat jam."jawab yuna."lagi tumben amat udah tidur?"tanya balik yuna.


"bete nungguin balesan sms dari seseorang."jawab satria.


Yuna pun tersenyum kecil,walaupun satria tidak bisa melihatnya.


"sorry...tadi di rumah ada suprise party dari keluarga w,temen-temen di rumah pada dateng,hp juga w tinggal di kamar,makanya w gak tau kalo lo sms."kata yuna menjelaskan.


"rame dong tadi?"tanya satria.

__ADS_1


"ya...begitulah."jawab yuna.


Suasanapun hening.


"sat..."panggil yuna.


"hmmm...apa?"jawab satria.


"lo tidur lagi?"tanya yuna


"gak...kenapa?"tanya balik satria.


"lagi lo diem."jawab yuna.


"lo juga diem."timpal satria.


"y udah sana tidur lagi,besok telefonan lagi."kata yuna.


"lo udah ngantuk?"tanya satria.


"lumayan...besok juga w harus bangun pagi juga."jawab yuna.


"tumben...mau kemana?"tanya satria penasaran.


"besok w jadi panitia lomba agustusan...jadi pagi-pagi udah harus kumpul."jelas yuna.


"ohhh...y udah sana istirahat..."timpal satria.


"iya lo juga...dah..."balas yuna.


Yuna pun menutup telefonnya dan mengakhiri obrolannya dengan satria.


Yuna pun berdiri dan merenggangkan sedikit tubuh nya.


"kak yuna..."panggil shaka.


Yuna pun langsung menoleh dan melihat shaka yang sudah berdiri di balik jendela kamarnya yang terbuka.


"shaka?lo belom tidur?"tanya yuna.


Dan entah kenapa yuna merasa senang begitu melihat shaka sampai-sampai yuna tersenyum lebarnya.padahal mereka juga baru bertemu tadi.


"blom ngantuk kak."jawab shaka.


"besok shaka juga jadi panitia lomba kan?"tanya yuna.


shaka pun mengangguk.


"tidur sana biar gak kesiangan besok."kata yuna.


"kakak juga mau tidur?"tanya shaka.


Yuna pun mengangguk.


"w masuk dulu y...dah...jangan sampe kesiangan besok."kata yuna.


Yuna pun langsung mesuk ke dalam rumah lagi dan masuk ke kamarnya.


Sejenak yuna terdiam bersandar di balik lintu kamrnya yang tertutup merasakan detakan jantungnya yang berpacu dengan cepat setiap kali melihat shaka.


Teringat shaka,yuna langsung teringat dengan kado dari shaka yang belom di bukanya.


Yuna pun langsung mencari kado dari shaka di tumpukan kado yang di taro di atas meja belajarnya.


"ini dia,ampe lupa w."kata yuna saat menemukan kado dari shaka dan membukanya dengan cepat.


Shaka memberikan yuna sebuah ikat kepala berwarna biru polos juga jepitan rambut berwarna biru langit dengan motif love.

__ADS_1


Tersenyum yuna melihat kado dari shaka,dan memeluknya di depan dadanya sambil tersenyum senang.


__ADS_2