I'M Not Perfect

I'M Not Perfect
lamaran dadakan.


__ADS_3

Hari pun berlalu,yuna menjalani perkerjaanya dengan senang.semua rekan kerjanya begitu baik dan membantunya.


Tidak ada kesenjangan antara senior dan junior,orang lama atau orang baru,karyawan tetap atau karyawan magang dan honorer,antara atasan juga bawahan.


Mereka saling melengkapi dan membantu satu sama lain.


"gimana dunia kerja menurutmu?"tanya kak cici tiba-tiba 10 menit lagi menunjukan waktu jam pulang kantor.


"hmmmm....dunia yang berbeda bagiku,mungkin..."jawab yuna sedikit berfikir.


"berbeda gimana maksudmu?"tanya kak cici bingung.


"ya...berbeda...tidak seperti sekolah yang hanya fokus pada belajar dan terus belajar,menghafal dan terus menghafal,menghitung dan terus menghitung."jawab yuna."tapi dunia kerja itu kebalikannya,kita harus bekrrja sambil belajar,kita harus bekerja sambil menghafal dan mengingat,kita harus bekerja sambil menghitung perhitungan agar kerjaan kita bisa sesuai dan selsai tepat waktu."lanjut yuna.


Kak cici hanya terdiam menatap yuna.


"memang agak aneh saat aku terjun ke dunia kerja untuk pertama kalinya,kalian benar-benar serius dan tegang.beda sekali dengan di sekolah,sesulit apapun soal yang di berikan oleh guru,dan segalak apapun guru itu,dan seberat apapun hukuman yang di berikan oleh guru,aku masih bisa tertawa dan bercanda,kadang menjadikan para guru sebagai lelucon,hehe....jadi...bagiku dunia kerja itu adalah dunia yang keras yang siap menempa kita untuk menjadikan kita seperti apa yang orang inginkan,bukan seperti apa yang kita inginkan."jelas yuna memberikan pendapatnya.


"kenapa kamu bisa berfikir seperti itu?"tanya kak cici.


"itu hanya pendapatku saja kak,karena walaupun jam istirahat makan siang pun ataupun jam pulang kantor pun jika kak cici dan yangblain kumpul hanya kerjaan yang akan kalian bahas,padahal kalian sudah sangat lelah dengan pekerjaan itu."jawab yuna yang beberapa kali ikut makan siang dengan seniornya.


"kau benar,pekerjaan kami jadikan beban di pundak kami,tanpa kami sadari bahwa banyak beban-beban selain pekerjaan yang menjadi beban kami."jelas kak cici."kau pun benar,kadang aku harus menjadi orang lain hanya untuk menjadikan diriku seperti apa yang di harapkan oleh atasan.tapi itu tidak masalah selagi aku masih bertahan bekerja di sini memakai topeng yang di inginkan oleh atasan akan aku turuti."lanjut kak cici.


waktupun menunjukan pukul 16:30.


Kak cici berdiri dan membereskan pekerjaanya lalu menaruhnya di atas meja kerjanya dengan rapih.


"ci...ayo pulang."ajak kak hana yang sudah menyandang tas kerjanya.


"iya sebentar."sahut kak cici yang sedang mengkunci laci meja kerjanya.


"yuna kamu mau ikut juga gak?"tanya kak hana yang berjalan mendekati yuna.


"eh ikut kemana?"tanya yuna bingung yang sudah rapi dan bersiap di jemput bapaknya.


"kita mau refreshing sambil ngilangin stress selama menghadapi kerjaan yang numpuk."jawab kak hana.

__ADS_1


"maaf kak...aku belum bilang sama bapak."jawab yuna sambil tersenyum."lain kali aku ikut deh."lanjutnya.


"ok lah,janji ya lain kali ikut kita."kata kak hana.


"sampai jumpa hari senin."ucap kak cici menepuk pundak yuna sambil tersenyum.


"dah...happy weekend..."ucap kak hana.


Kak cici dan kak hana beserta 3 orang yang lain pun pergi meninggalkan kantor.


"yuk. Pulang."kata bapak nya yuna dari belakang yuna."udah pada pulang yang lain?"tanya bapak sambik melihat ke arah loket pembayaran yang masih ada beberapa orang di dalamnya.


"tadi aku di ajak jalan-jalan sam kak hana pak."kata yuna sambil berjalan menuju parkiran mobil.


"kenapa gak ikut?"tanya bapaknya yuna.


"abis dadakan,aku bilang aja belum ijin sama bapak."jawab yuna sambik membuka pintu mobilnya.


"lain kali ikut aja,itung-itung tambah temen aja di kantor."timpal bapak yang sudah mulai menyalakan mesin mobilnya.


Sesampainya di rumah seperti biasa yuna langsung menuju kamarnya dan bersiap-siap untuk mandi.


Sehabis mandi yuna langsung turun kebawah untuk makan malam.


Makan malam,malam itu yuna tidak melihat kakak pertamanya kak rahmah.


Padahal kalo menurut jadwal kerjanya,kak rahmah harusnya sudah pulang dari sore.


Dan pertanyaan yuna terjawab sehabis makan malam dan sedang asyik santai sambil mendengarkan radio di kamarnya.


"di suruh kebawah sama ibu."kata teh sukma membuka pintu kamar yuna setengahnya.


Yuna pun bangun dari tempat tidurnya dan mengikuti teh sukma yang berjalan di depannya.


"ada apaan teh?"tanya yuna ingin tau.


"entar lo juga tau."jawab teh sukma.

__ADS_1


sesampainya di bawah,yuna melihat ruang keluarga kosong dengan tv yang masih menyala.dan saat sampat ruang tamu ayah,ibu,tiwi,teh rahmah,serta laki-laki berambut gondrong sebahu dengan memakai kemeja hitam dan celana levis hitam sudah duduk dengan atmosfer yang begitu tegang.


"cepat duduk yuna."perintah bapaknya yuna saat melihat yuna yang masih berdiri karena bingung.


Yuna lun langsung duduk di sebelah teh sukma yang sudah duduk dengan santainya.


"kalau begitu silahkan utarakan maksud nak?siapa namanya?"tanya bapaknya yuna dengan suara yang tenang.


"mahmud pak."jawab laki-laki itu yang bernama mahmud.


"oh,iya...nak mahmud silahkan utarakan maksud kedatangan mu kemari."ulang bapak nya yuna.


Terdiam kak mahmud menelan ludahnya,dan sedikit melirik ke arah teh rahmah yang mengangguk pelan.


"maaf atas kedatangan saya yang mendadak ini,pak,bu,juga adik nya rahmah."kata kak mahmud pelan."kedatangan saya ke sini karena saya ingin melamar anak bapak sama ibu,yaitu rahmah."jelasnya sambik tersenyum kecil.


Yuna yang mendengar itu sedikit kaget,karena mendadak sekali.begitu juga ibunya yuna juga tiwi.


Memang kak rahmah sempat bilang dalma waktu dekat pacarnya akan datang untuk melamarnya,tapi siapa kira akan mendadak seperti ini tanpa pemberitauan dari kak rahmah dahulu.


"sebenarnya saya ingin datang langsung dengan membawa orang tua saya juga keluarga saya,tapu saya pikir apa salahnya kalo saya dahulu yang melamar rahmah secara individu."kata kak mahmud sedikit canggung saat bapak dan ibunya yuna hanya terdiam.


"lalu kapan kamu akan membawa orang tuamu?apa orang tuamu sudah menyetujui kamu untuk menikahi anak saya?"tanya bapak.


"kalo itu orang tuanya mahmud udah setuju kok pak,belum lama ini rahmah dan mahmud sudah mengutarakan niat baik kami pada orang tua mahmud."jawab kak rahmah mewakili kak mahmud.


"lalu?"tanya bapak sedikit mengernyit.


"ya...rencananya hari minggu ini saya akan membawa orang tua saya juga keluarga saya untuk melamar rahmah pak."jawab kak mahmud.


"hari minggu ini?berarti lusa?"tanya ibu mengernyutkan dahinya.


"iya bu..."jawab kak mahmud.


"waduh...kenapa mendadak sekali?ibu kan belum ada persiapan."kata ibu bingung dengan lamaran dadakan ini.


"gak usah repot-repot buat nyiapin apa-apa kok bu."jawab kak mahmud sedikit sungkan.

__ADS_1


__ADS_2