I'M Not Perfect

I'M Not Perfect
pernyataan


__ADS_3

yuna pun mengantar fadmi pulang yang memang rumahnya tidak jauh dari lapangan,begitu dengan mona.


"mending lo ngobril lagi deh mon sama agus,kalo bisa jangan sampe hari jum'at buat minta donatur nya."saran yuna pada mona."kalo agus gak mau lo kan bisa minta temenin w apa gak fadmi."lanjutnya.


"iye mon...dari pada begini lagi,kagak demen w mah kalo ada berantem-beranteman begini."timpal bima.


"lo juga bisa minta tolong w mon,kalo gak shaka,kan cuma buat nemenin lo doang."sambung rudi.


Shaka pun menganggung meng iya kan sambil tersenyum.


"iya...besok w ngomongin lagi dulu sama agus,maaf ya jadi begini suasananya."kata mona dengan wajah sedih.


"udah kagak apa-apa,dah sana masuk rumah."suruh bima.


Mona pun masuk rumah.


Yuna,bima,rudi serta shaka lun lanjut menuju rumah masing-masing.


Di persimpangan rudi dan bima berpisah dengan yuna dan shaka.rudi ke arah kanan,bima ke arah kiri,yuna dan shaka lanjut lurus menuju arah depan gang.


"hmmm....shaka..."panggil yuna sedikir ragu.


"kenapa kak?"tanya shaka menoleh pada yuna.


"itu...soal yang tadi shaka genggam tangan w,tolong lain kali jngan begitu lagi."kata yuna sambil terus menunduk melihat langkah kaki nya untuk menutupi rona merah pada wajahnya.


Shaka menghentikan langkah kakinya.


"kakak gak suka?"tanya shaka.


Yuna pun langsung mengangkat kepalanya saat mendengar pernyataan shaka,dan menatap shaka dengan bingung.


"bu...bukan nya gak suka."gagap yuna.


'bukannya gak suka,,,tapi karena terlalu suka takutnya jantung w bener-bener bisa meledak,sekarang aja debarannya masih keras.'batin yuna.


"trus kalo gak suka kenapa shaka dilarang megang tangan kak yuna?"tanya shaka.


"i...i...itu..."


"bukannya dari duku juga shaka sering pegangan sama kak yuna?"tanya shaka lagi yang sudah menggenggam tangan yuna lagi.


Wajah yuna pun semakin memerah,dan debaran jantungnya kiat cepat dan keras.


"ta...tapi kan dulu beda sama sekarang...duku shaka itu cuma anak kecil."jelas yuna."tapi sekarang...sekarang..."


Yuna langsung terdiam saat menatap wajah shaka yang lumayan dekat dengan yuna.

__ADS_1


"sekarang apa kak?"tanya shaka mendesak.


'y allah...ini kah kesempatan w buat ngutarain perasaan w ke shaka...ok..ayo bilang ke shaka kalo w suka shaka dan udah jatuh cinta sama shaka.'batin yuna.


Tapi sebelum yuna sempat berkata apa-apa,shaka melepaskan tangannya dari tangan yuna dan menunduk menatap jalan.


"padahal aku senang kalo bisa dekat sama kakak."kata shaka"kakak gak tau gimana perasaan shaka dari dulu,gimana shaka selalu membuat diri shaka tenang di depan kakak walau nyatanya shaka selalu aja salah tingkah dan berdebar kalo lagi sama kakak."


Yuna yang mendengar nya hanya bisa terdiam tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Kalo selama ini shaka juga merasakan apa yang yuna rasakan selama ini pada shaka.


"kak..."panggil shaka dan mengangkat kepalanya lagi."aku tau mungkin aku kurang sopan karena memiliki rasa sama kakak,mengingat usia kita lumyan jauh berbeda dan aku juga masih duduj di bangku menengah pertama,tapi..."


"tunggu shaka...jangan di lanjutkan lagi."potong yuna tiba-tiba dan tanpa sadar menutup mulutnya shaka dengan tangannya.


'w blom siap kalo shaka tiba-tiba mengutarakan hatinya begini,ini di luar rencana w yang w udah siapin buat utarain perasaan w ke shaka.'batin yuna bergejolak.


"i...ini terlalu tiba-tiba,jadi jangan di teruskan."kata yuna lalu pergi meninggalkan shaka yang masih terdiam dan menatap yuna yang makin menjauh dan menghilang masuk ke dalam rumahnya.


"apa w di tolak?tapi tdi kak yuna bilang belom siap,apa masih ada kesempatan?"tanya pelan shaka pada diri sendiri bingung dengan apa yang terjadi.


shaka pun terjongkok dan menelungkuokan kepalanya."dasar bodo."ucap shaka dan wajahnya sudah kembali memerah seperti udang rebus di kilitnya yang putih.


Di kamar yuna.


Yuna langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur,semua kata-kata shaka tadi pun terngiang kembali di telinganya.


"maaf shaka jangan berfikir w nolak lo ya,tapi saat ini w bener-bener belom siap buat ungkapan perasaan lo yang tiba-tiba itu."kata yuna.


Yuna pun berbalik dan memeluk gulingnya lalu tertidur.


Esok paginya.


Jam 6 pagi yuna sudah di bangunkan oleh ibunya untuk bersiap-siap,karena hari ini adalah hari pertama yuna kerja di kantor bapaknya,walaupun hanya sebagai honorer.


Yuna memakai setelan baju,tas serta sepatu yang di berikan oleh teman-temanya sebagai kado ulang tahun kemaren.


"ya...ampun...cantik banget anak ibu."ucao ibu saat yuna sampai di meja makan.


"ibu beliin yuna baju?"tanya teh sukma yang juga siap berangkat kerja.


"enggak."jawab ibu.


"ini baju kadi kemaren dari teman sekolah."sambung yuna."bagus gak teh?"tanya balik yuna.


"bagus sih...tapi senada amat semuanya sari bawah sampe atas."jawab teh sukma."temen lo pada janjian y belinya.?"tanya nya.

__ADS_1


Yuna hanya mengangkat bahu dan mengoles rotinya dengan selai coklat kesukaanya.


"pak...rahmah ikut mobil bapak ya."kata teh rahmah yang baru turun dari lantai atas.


"emang nya sandi gak jemput kamu?"tanya bapak.


"enggak pak,dia lembur baru pulang pagi ini."jawab teh rahmah sambil menuang jus jeruk kemasan dari dalam kulkas.


"sekalian tolong ambilin susu teh."pinta yuna.


"putih,coklat?"tanya teh rahmah.


"coklat aja."jawab yuna."makasih."ucapnya saat teh rahmah menaruh susu kotak besar di depan yuna.


yuna pun langsung menuangnya ke dalam gelas,dan menyeruputnya seperti minum kopi.


"eh,iya rahmah....trus gimana kelanjutannya?kapan keluarganya sandi kesini buat ngelamar kamu secara resmi?"tanya ibu yang sudah duduk di samping kak rahmah dengan sepiring nasi goreng dan telor ceplokny.


"insya allah awal bulan depan bu."jawab teh rahmah.


"y udah kamu pastiin lagi tepatnya kapan,biar ibu bisa siap-siap di sini."kata ibu.


Teh rahma hanya mengangguk sambil menyendok nasi goreng dan mengambil telor ceplok.


"teh rahmah mau nikah bu?"tanya yuna.


"iya...lo doa in aja biar cepet w nikah."jawab teh rahmah sebelum ibu menjawab.


"iya...yuna doa in."timpal yuna.


Setengah jam kemudian bapak,yuna,teh rahmah sudah bersiap jalan keparkiran mobil yang berada di depan gang.


Teh sukma sudah di jemput oleh pacarnya yang sudah pacaran selama 3 tahun.


Di kantor.


yuna duduk di ruangan bapak nya yang tidak begitu besar.di dalam ruangan itu terdapat 3 meja.


Meja yang paling besar terletak di tengah pinggir ruangan adalah meja bapak nya yuna yang menjabat sebagai kepala bendahara.


Dan 2 meja kecil di kanan kirinya adlah meja untuk anak buah bapak nya yuna.


"kamu tunggu sebentar di sini...soalnya kepala loketnya belum dateng."beritahu bapak setelah menutuo telefon kantornya.


"loket?"tanya yuna bingung.


"iya...nanti kamu magangnya di lantai 1,loket pembayaran pajak,pembuatan pembuatan NPWP,dan pembayaran yang lain."jelas bapak nya yuna.

__ADS_1


"aku pikir aku magang sama bapak?"tanya yuna.


"bapak gak butuh honorer,ribet.,"saut bapak.


__ADS_2