
"jangan bilang lo suka sama shaka?"tanya ulang agus pelan yang terus menatap yuna.
"maksud lo?"tanya balik yuna sedikit salting.
'kok agus bisa tau kalo w udah mulai suka sama shaka?'tanya yuna bingung dalam hati.
Tapi agus malah terdiam dan memalingkan wajahnya,lalu mengambil es sirupnya dan meminumnya perlahan.
keheningan pun terjadi antara agus dan yuna,dalam diam yuna memperhatikan agus yang sekarang sibuk dengan keripik singkong nya.
"kak...pulang yuk..."lirih shaka mengangkat kepalanya dari bahu yuna."udah jam 23:30 juga nih."lanjutnya melihat jam di ponselnya.
"oh...iya...ayo..."kata yuna sedikit kaget menoleh pada shaka.
Yuna pun pamit pulang duluan sama shaka,begitu juga fadmi dan mona.
"lo kenapa gus dari tadi diem aja?"tanya dodi yang ternyata dari tadi merhatiin agus setelah yuna,fadmi,mona juga shaka menghulang di balik tembok.
"gak apa-apa."jawab agus singkat.
"kalo ngantuk pulang sonoh..."celetuk bima.
"kagak ngantuk w."timpal agus.
"cemburu dia ama shaka."kata rudi asal dengan senyum penuh artinya."udah sih nyerah aja tentang yuna,temenan kayak gini lebih enak."lanjutnya.
agus pun hanya terdiam.
"susah udah buat agus,secara dia udah suka sama yuna dari kecil."sambung dodi."w aja sempet suka sama dia,tapi berhubung dia ama w dah kayak keluarga,w buang dah tuh suka w ama yuna."lanjut dodi.
"bohong kalo ada yang gak suka sama yuna,udah cantik,imut,pinter,baik,pokokny kalo dj mata cowok sempurna deh.yah...walaupun kafang sedikit gesrek otaknya."sambung rudi.
"w dah jatuh cinta banget sama yuna...tapi...ya...sebenarnya w juga dah di tolak sama yuna."kata agus dengan wajah sedihnya.
Dodi,iyan,rudi,juga bima langsung terdiam mendengar pengakuan agus yang udah di tolak oleh yuna.
"y udah sih kalo udah di tolak,cari lagi yang lain...masih banyak cewek-cewek di luaran selain yuna."kata dodi berusaha menghibur.
"tapi gak da yang kayak yuna,yang baik,care sama kita walaupun kadang dingin dan cuek,yang cantik walaupun cuma pake kaos ama celana kolor doang,yang selalu tersenyum dan memaafkan kalo w salah sama dia walaupun ujung-ujungnya marah balik ke w...bagi w yuna cewek sempurna buat di jadiin pasangan sekaligus sahabat."jelas agus yang tanpa sadar air matanya sudah menetes sambil menunduk menatap kakinya.
dodi dan yang lainpun hanya bisa terdiam sambil menatap agus yang menangis dalam diam membiarkan agus menumpahkan segala sedihnya.
Di jalan.
Shaka dan yuna berjalan tanpa ada yang berbicara,keheningan malam menyelimuti mereka menuju rumah.
"kak."panggil shaka pelan.
"ya..."kata yuna sedikit kaget dan menatap shaka yang sedikit lebih tinggi dari yuna.
"kakak gak kuliah?"tanya shaka tiba-tiba.
"oh...gak...w mau langsung kerja aja."jaeab yuna.
__ADS_1
"kakak udah ngelamar kerja?"tanya shaka lagi.
"belum...soalnya belum ada KTP nya."jawab yuna
Shaka pun terdiam sejenak sambil menatap yuna bingung.
"kaka umur berapa?"tanya shaka ingin tau.
"bulan depan,awal agustus baru 17 tahun."jawab yuna."kenapa emangnya?"tanya yuna.
"berarti kakak sama shaka cuma beda 4 tahun ya...shaka oktober nanti 14 tahun."jelas shaka senang.
"oh...shaka oktober toh,tanggal berapa?"tanya yuna ingin tau.
"ra-ha-si-a..."jawab shaka sambil nyengir."emangnya kalo tau kakak mau ngasih shaka kado?"tanyanya.
"eh...ya...kalo shaka mau kado dari w...tapi emang shaka mau kado apa?"tanya yuna.
sesaat shaka hanya tersenyum menatap yuna yang membuat yuna menjadi salting dan memalingkan wajahnya dari shaka untuk menutupi wajahnya yang sudah memerah.
"kakak tanggal berapa ulang tahunnya?"tanya shaka.
"w tanggal 7 agustus."jawab yuna pelan yang belum bisa menatap shaka.
"hmmm...sebemtar lagi dong ya..."kata shaka sambil melihat kalender di ponselnya.
Yuna sedikit melirik shaka dan menatap wajah shaka yang di terangi lampu dari hp tapi tidak menghilangkan ketampanan shaka.
"kaka mau kado dari shaka?"tanya shaka tiba-tiba menoleh mentapa yuna.
"kalo kakak mau,nanti shaka usahain kado buat kak yuna."jawab shaka tersenyum manis.
"ka...kalo gitu...w tunggu ya kadonya."kata yuna tersenyum kecil.
Hari pun berlalu dengan lambatnya bagi yuna yang masih seorang pengangguran.dan tidak terasa ulang tahun yuna pun tiba.
"mah...yuna pergi dulu."kata yuna yang sudah rapih dengan baju terusan berwana biru,dan tas kecil di pundaknya dengan rambut di kuncir ekor kuda.
"kamu mau kemana?"tanya ibu yuna.
"mau ketemu sama temen,satria udah nunggu di depan gang."kata yuna sambil memakai sepatu ketsnya yang berwarna putih.
"jangan pulang malem-malem ya..."kata ibunya yuna.
"ok mah...cuma mau makan-makan doang kok."kata yuna sambil mencium punggung tangan ibunya,lalu pergi.
Yuna pun berjalan ke depan gang di mana satria sudah menunggu dengan mobilnya.
"yun..."tiba-tiba ada yang memanggil yuna.
Yuna pun menoleh dah melihat agus dengan seragam putih abu nya.
"oh...agus...lo baru pulang sekolah?"tanya yuna.
__ADS_1
"mau berangkat,w masuk siang."jawab agus."lo mau kemana?"tanya balik agus,saat melihat yuna dengan dandana cantiknya.
"ada acara kumpul sama temen SMA w."jawab yuna.
Triiiing...triiing...
Ponsel yuna berdering,yuna pun langsung mengambil nya dari dalam tas kecilnya.
"ngapain di sana?ayo berangkat yang lain udah pada nunggu."kata satria langsung dari seberang telefon.
Yuna pun menoleh ke arah depan gang dan melihat satria yang udah nunggu sambil bersandar pada pintu mobilnya.
"iya...w ke sana."kata yuna dan memutus telefonnya."gus,w duluan ya...dah..."lanjut yuna pamit sama agus dan berjalan cepat menuju satria.
'gimana mungkin w bisa ubah perasaan suka w ke yuna,apa w utarain perasaan w sekali lagi ke dia ya...'batin agus sambil terus menatap yuna dari belakang.
Di dalam mall.
"janjian diman?"tanya yuna.
"di dimsum."jawab satria yang sibuk dengan ponselnya."lantai 3."lanjutnya.
yuna dan satria pun menaiki lift yang kosong dan menuju ke lantai 3.
"sibuk banget ama ponsel dari tadi."kata yuna bingung.
Karena selama ini satria jarang banget pegang ponsel kalo lagi sama yuna.
"oh...ada urusan...tapi udah kok."kata satria dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celana nya.
Lift pun sampai di lantai 3,yuna dan satriapun langsung keluar dari lift.
Saat itu mall tidak terlalu ramai,mungkin karena hari biasa dan juga masih siang jadinya belum banyak pengunjung mall nya.
"yun...bentar..."panggil satria.
"apaan?"tanya yuna menghadap satria yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"pake penutup mata ini dulu."kata satria sambil mengeluarkan penutup mata berbentuk mata kodok.
"ikh...buat apaan?"tanya yuna bingung.
"udah pake aja."kata satria yang mau memakaikan penutup matany.
"gak mau..."tolak yuna.
"udah pake...w gak bakal tinggal."kata satria yang langsung menutup mata yuna dengan cepat.
"jangan macem-macem lo."kata yuna yang sudah gak bisa melihat apapun.
"tenang...gak bakal macem-macem w."kata satria yang sudah menggenggam tangan yuna dengan erat.
Satria menggenggam tangan yuna dan menuntun jalan yuna menuju ke sebuah restoran dim sum dengan senyum yang gak lepas dari wajahnya.
__ADS_1
Satria begitu senang dan tidak henti menatap wajah yuna yang matanya tertutup,tapi ekspresi bingung yuna sangat terlihat.