
Yuna terdiam tidak bisa berkata apa-apa saat melihat isi kotak persegi hadiah dari satria yang ke dua.
Sejenak yuna memejamkan mata dan menghembuskan perlahan nafas nya lalu membuka matanya lagi dan mengambil sebuah kalung dengan rantai kecil dan dengan liontin bintang.
Yuna memakai kalung itu dan terasa pas di leher nya yang jenjang dan kecil serta putih.
"ini emas asli atau bukan?"tanya yuna pelan pada diri sendiri sambil berdiri di depan cermin."kalo emas beneran,apa maksudnya?bakal jadi beban nih."lanjut yuna.
Yuna pun mengambil kotak persegi itu dan melihat secara teliti ke dalam kotak berharap ada secarik kerta yang dia temukan dalam kotak tersebut.
Yuna pun menaruh kembali lai kotak tersebut di atas meja belajarnya karena tidak menemukan apa pun dalam kotak.
Dengan cepat yuna langsung mengambil hp nya dari dalam tasnya dan menelefon satria.
"hallo..kenapa yun?"suara satria dari seberang telefon.
"apa maksudnya?"tanya yuna.
"maksudnya apa?"tanya balik satria bingung.
"kalung."jawab yuna cepat.
"oohh....gak ada maksud apa-apa kok."timpal satria sambil tersenyum."suka gak?"tanya satria.
"emas asli?"tanya balik yuna tanpa menjawab pertanyaan satria.
"menurut lo?"tanya balik satria sambil tersenyum senang dari seberang telefon yang tidak bisa di lihat oleh yuna.
"bikin beban aja."kata yuna yang sudah rebahan di atas kasur nya.
"kok beban?"tanya satria bingung dan menegakkan duduknya.
"gak apa-apa."kata yuna."tapi bener gak ada maksud apa pun k lo ngasih kalung ini?"tanya yuna lagi.
"iya...sumpah w gak ada maksud apa pun ngasih lo kalung itu,jadi jangn terbebani ya."jawab satria tersenyum kecil.
"oh...ok lah kalo begitu...makasih ya kalungnya,w suka kok."timpal yuna sembari memegang bintang yang ada pada kalung tersebut.
"yuna....ada temenya nih nyamper...."teriak suara kak rahmah dari bawah tangga.
"sat...udah dulu ya,bye..."kata yuna dan langsung menutup telefon nya dan melemparnya asal ke atas kasur dan langsung bergegas keluar kamar menuju ke arah tangga dan turun ke bawah.
Di lain tempat.
Satria yang masih memegang hp nya terduduk bersandar dalam diam.
"pasti cocok banget tuh kalung di lehernya yuna,sial..harusnya tadi w langsung pakein aja gak usah pake di bungkus di jadiin kado,penasaran w betapa cantiknya yuna make tuh kalung...aaahhh...."kata satria pelan sambil membayangkan yuna yang begitu cantik dan sangat cocok dengan kalung pemberiannya.
Satria pun menutuo matanya dengan tangannya dan menaruh kepalanya pada senderan kursi dan berkata.
"w bener-bener suka sama lo yun..."
Di rumah yuna.
__ADS_1
Saat yuna sampai di ruang depan betapa kagetnya yuna saat semua keluarganya berkumpul di ruang tamu dengan kue ulang tahun yang sudah ada di atas meja dengan berbagaim macam makanan ringan dan minuman sirup.
"selamat ulang tahun...selamat ulang tahun...selamat ulang tahun yuna...semoga panjang umur..."nyanyi semuanya.
Bikan hanya keluarga nya yuna yang ada di sana,tapi teman main rumahnya juga hadir di sana semua.
"selamat ulang tahun anaka mamah...akhirnya udah beranjaka dewasa ya...sehat terus sayang."ucap ibu yuna sambil memeluk dan mencium kening yuna.
"makasih mah."jawab yuna yang matanya sudah berkaca-kaca.
"selamat ulang tahun sayang...ini hadiah dari bapak."kata bapak yuna sembari memberikan selembar kertas yang sudah di laminating pada yuna.
"KTP pak?"tanya yuna sumringah sambil melihat foto nya pda KTP tersebut.
Bapak pun mengangguk.
"kalo ini dari kita bertiga."kata kak rahmah sembari memberikan sebuah boneka kelinci berbulu tebal berwarna hijau pada yuna.
"selamat ulang tahun ya,yuna."ucao kak sukma.
"maaf teh hadianya patungan,soalnya tiwi gak punya duit,hehe..."kata tiwi nyengir.
"gak apa-apa kok...makasih ya tiwi,teh sukma sama teh rahmah...kelincinya gede banget...hampir setinggi yuna."kata yuna tersenyim senang.
"sorry yuna...kita gak bawa kado apa-apa nih...abis mamah ngundangnya dadakan."kata iyan.
"iya yuna...w cuma bisa kasih do'a aja nih."timpal rudi.
"iya...gak apa-apa...yang penting do'anya...makasih y udah dateng."kata yuna senang melihat teman-temanyya yang bersedia hadir di acara ilang tahun nya yuna yang dadakan ini.
"ehem..."dehem agus.
Yuna dan yang lain pun langsung menoleh ke arah agus.
"ini kado buat lo,semoga bermanfaat."kata agus sembari memberi kotak kado yang lumayan berat.
"boleh langsung w buka?"tanya yuna penasaran.
dan tanpa menunggu jawaban dari agus,yuna yang penasaran langsung membuka kadi dari agus,yang ternyata sebuah jam weker dengan kotak musik sebagai alarm nya yang menampilkan sepasang penari balet.jika jam wekernya berbunyi sepasang penari balet akan bergerak berputar seolah-olah sedang menari.
"wah...tau aja w suka bangun siang...makasih y gus."ucap yuna senang.
"w gak bisa ngasih apa-apa yun,w cuma bisa ngasih ini doang."kata fadmi sambil mengeluarkan sebuah snow ball yang di dalmnya ada 3 ekor beruang beserta rumah mungilnya.
"gak lo bungkus kadi nih?"tanya yuna sambil melihat isi snow ballnya dengan senang.
"gak sempet."jawab fadmi.
"maaksih ya."kata yuna mengoyanggakn snow ballnya...hingga saljunya bertebangan dan turun perlahan mengenai ke 3 beruang tersebut.
"ini dari w mba."kata mona yang memberi sebuah buku diare berwarna pink.
"gak di bungkus juga ini?"tanya yuna sembari tertawa kecil.
__ADS_1
"dadakan..waktunya gak cukup."kilah mona.
"hahahah...."tawa yuna senang.
"w gak bisa ngasih kado yun..."kata nia dengan wajah sedihnya.
"santai aja nia...yang penting do'anya."kata yuna tersenyum.
"itu sih pasti,w pasti do'a in lo kok yun."kata nia semangat.
"kalo gitu...langsung pada makan aja ya..."kata ibunya yuna.
"asyik...makan..."kata teman nya yuna senang
"assalam mu'alaikum..."ucao seseorang dari depan rumah yuna yang pagarnya memang tidak di tutup.
"putri...baru dateng lo."kata tiwi
"noh nungguin orang gak jelas."kata putri sungut sambil melihat kesal ke arah abang nya yang hanya beda satu tahun,shaka.
"kenapa lagi emangnya bang shaka?"tanya tiwi penasaran.
"bulak balik ganti baju,dipikir model kali."jawab putri kesal.
"shaka sama pitri juga dateng?"tanya yuna yang dari belakang tiwi.
"kak yuna...selamat ulang tahun..."ucap putri sambil memeluk yuna.
"makasih sayang..."balas yuna memeluk erat putri."langsung makan sana bareng tiwi."lanjut yuna yang sudah melepas pelukannya.
"selamat ulang tahun kak."ucap shaka sambil memberikan kadonya.
"makasih ya.."ucap yuna senang dan memeluk shaka sebentar lalu melepaskannya lagi.
Wajah shaka pun berubah menjadi memerah,yuna yang melihat nyapun tanpa sadar juga ikut merona dan tambah memerah lagi saat yuna sadar kalo dia telah memeluk shaka.
'gila...berani-beraninya lo meluk shaka...siap-siap jantung lo buat break dance yuna.'kata yuna dalam hati.
Yuna pun menjadi salting,dan bingung mau ngomong apa.
"yun..."seseorang memnaggil yuna dari belakang.
Yuna pun menoleh dan ternya bapaknya yang memanggil.
"ngapain di sana?ayo sini ajak shaka makan."kata bapak nya yuna yang lagi kumpul makan bareng dengan yang lain.
"iya pak,ayo shaka."ajak yuna.
shaka pun mengikuti langkah yuna ke dalam ruang makan.
"makan dulu."kata yuna yang masih malu menatap wajah shaka.
"iya kak."timpal shaka.
__ADS_1