
"ibu dari mana saja?"tanya yuna saat sampai di ruang makan yang sudab rapih dengan baju terusan berwarna hitam dan tas tangan kecilnya.
"kamu mau kemana?"tanya balik ibu saat melihat yuna yang sudah rapih.
"mau nonton sama temen bu."jawab yuna sambil duduk di ruang tv.
"di jemput?"tanya ibu lagi.
Yuna pun mengangguk dan melihat jam di dinding ruang tv nya yang sudah menunjukan pukul 13.oo siang.
"satria yang jemput,harusnya sih udah dateng."jawab yuna.
"assalm mu'alaikum...yuna...."panggil seseorang dari luar rumah yuna.
Yuna dan ibu pun langsung bergegas berjalan ke teras rumah,dan mendapati satria yang sudah berdiri di depan pintu besi rumah yuna.
"panjang umur lo...baru juga di sebut namanya udah nongol."kata yuna sembari memakai sepatu kets nya.
"amiiinñn....moga w juga sehat terus,biar bisa nemenin lo."timpal satria sambil tersenyum senang.
"mau lo..."sahut yuna.
"tante,mau ajak yuna pergi dulu ya."kkata satria pada ibu yuna.
"ouwh iya...hati-hati di jalan,jangan pulang malem-malem."kata ibu yuna dengan senyum kecilnya.
"yuna pergi dulu mah."kata yuna mencium punggung tangan ibunya.
"satria juga pamit dulu tante,tenang aja satria bakal pulangin yuna dengan sehat dan selamat,juga gak malem-malem."kata satria sedikit bercanda dengan ibu nya yuna,dan ikut mencium punggung tangan ibunya yuna.
Satria dan yuna pun langsung pergi berjalan ke arah depan gang.tapi saat sampai depan gang yuna menghentikan langkahnya dan menatap satria dengan bingung.
"kenapa?"tanya satria bingung saat meliht yuna menatap satria dengan bingung juga.
"kayaknya ada yang salah deh?"tanya balik yuna."lo gak bawa motor lo?"lanjutnya.
"gak."jawab satria langsung.
"trus kita naik apa?angkot?"tanya yuna lagi.
"mobil."jawab satria singkat.
Alis yuna pun menyatu dengan dahi mengkerut.
"mobil?mobil siapa?mobil angkot?"tanya yuna tambah bingung.
"mobil w lah."jawab satria bangga.
Yuna hanya menatap satria dengan tatapan tidak percaya bercampur bingung.
"udah ayo...udah di tunggu sama yang lain."kata satria dan menarik tangan yuna dengan lembut.
Yuna pun mengikuti satria dengan tangan yang terus di pengangi oleh satria ke arah masjid dekat rumah yuna.
__ADS_1
Di samping masjid terparkir 2 mobil mewah,yang satu berwarna putih dan yang satu berwarna hitam.
"ayo masuk."kata satria saat membuka pintu mobil berwarna putih.
Dengan sedikit canggung yuna membuka pintu penumpang di samping kursi pengemudi.dan dengan perlahan duduk dan menutup pintu mobil.
"ini lo pinjem sama siapa?"tanya yuna yang melihat sekilas bagian dalam mobil.
"di kata punya w,kagak percaya banget."jawab satria yang sudah menyalahkan mesin mobilnya.
"kok w gak tau?yang laen udab tau lo punya mobil?"tanya yuna ingin tahu.
Satria pun menggeleng.
"ini pertama kali w bawa mobil keluar sama temen sekolah w,biasanya cuman buat jalan-jalan keluarga,atau nganterin nyokap pergi arisan atau kemana gitu."jelas satria.
"lo gak pernah bawa ke sekolah?"tanya yuna lagi.
"markir di mana?"tanya balik satria sambil tertawa kecil.
Yuna hanya mengangguk-anggukan kepalanya,lalu terdiam dan melihat ke luar jendela .
Selama perjalan ke tempat janjian di plaza,yuna dan satria hanya terdiam tidak ada yang berusaha untuk membuka obrolan.
"sampe..."kata satria akhirnya saat sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir plaza.
Dengan cepat yuna membjka pintu mobil dan turun dari mobil satria dan berdiri di depan mobil untuk menunggu satria keluar dari mobil.
"di depan bioskop."jawab satria."gak ada yang ketinggalan kan?"tanya satria.
Yuna pun menggeleng.
"tunggu bentar."kata satria tiba-tiba dan membuat yuna tidak jadi melangkahkan kakinya.
"paan lagi sih?"tanya yuna mengernyit.
"ada yang belom w bilang ke lo."kata satria.
"paan?"tanya yuna bingung.
"kalo...lo cantik hari ini."puji satria tersenyum malu.
"bukannya w emang udah cantik?"tanya yuna dengan percaya diri.
"iya sih...tapi hari ini lo beda cantiknya,agak berseri dan terlihat hidup."jawab satria dengan senyum manisnya.
"lebay lo...berarti kemaren-kemaren w gak hidup gitu?"tanya yuna tambah bingung.
"ya...bukan gitu juga...cuman sekarang lo lain aja dari yang biasanya."jawab satria yang juga bingung dengan kalimatnya sendiri.
"udah ah,ayo pergi,yang lain pasti udah pada nunggu."ajak yuna dan berjalan di depan satria.
Dengan senyum melas satria mengejar yuna dan berjalan beriringan di samping yuna.
__ADS_1
Semua mata yang melihat yuna dan satria tampak begitu terpesona dengan kecantikan yuna dan ketampanan satria.yuna dan satria terlihat begiti serasi di mata pengunjung juga karyawan yang ada di dalam plaza.
"hai....w telat gak?"tanya yuna saat sampai di depan bioskop dan langsung menemukan gerombolan teman-temannya.
"gak,kita juga belum lama dateng kok."jawab david.
"reza sama eka mana?"tanya satria.
"lagi ngantri beli tiket."jawab nita.
"yang lain?"tanya yuna mencari keberadaan yoga sama martha juga jannah.
"lagi ke super market bawah beli mkanan buat di dalem."jawab nita lagi.
"tau sendiri kalo beli di mari mahal."timpal david seraya melirik ke arah stand yang jual makanan.
"trus duitnya?"tanya yuna lagi.
"gampang entar itung-itungannya.
tidak lama reza dan eka keluar dari antrian dengan tiket bioskop di tangannya.lalu bersamaan yoga,martha juga jannah yang sudah kembali dari super market dengan tangan kosong tanpa tentengan belanjaan.
"bisa barengan begini datengnya."kata david nyengir lebar.
"nih tiketnya,pas banget 10 menit lagi waktu masuknya."beritau eka sambil memperlihatkan tiket bioskop di tangannya.
"ga,katanya lo beli makanan?mana dah?"tanya satria bingung.
"makanannya aman di mari."jawab yoga sembari menunjuk tas gembloknya yoga yang udah gendut penuh terisi."kan di mari kagak boleh baea makanan dari luar,makanya w masukin dalem tas."lanjutnya.
10 menit pun berlalu,pengumuman studio tempat yuna dan yang lain menonton telah di buka.mereka mengantri untuk masuk ke studio yang masih terang dengan lampu temaramnya dan menaiki tangga deretan kursi mencari no.tempat duduk mereka.
"kita di paling atas."kata reza memimpin di depan sambil menggandeng tangan eka tanpa longgar.
"tau banget dah yang berduaan pengennya paling ujung."timpal jannah saat melihat reza dan eka memilih bangku paling ujung di ikuti oleh david juga nita.
"yun lo duluan."kata martha.
"lo aja dah,w di pinggir."timpal yuna.
Martha pun duduk di sebelah nita di ikuti oleh yoga juga jannah.
"lo duduk sini."kata satria menyuruh yuna duduk di samping jannah.
Dengan senyuman dan anggukan kecil yuna menuruti kata satria.dan satria langsung duduk di sebelah yuna dengan senang.
Tidak berpa lama lampu pun padam,dan seperti biasa sebelum film di mulai ada beberpa iklan menghiasi layar.
"ehem...yang pasangan jangan ngadi-ngadiby di mari...apa lagi yang pojok tuh...fokus nonton...kasihanilah para jomblo..."celetuk yoga.
"ssttt...berisik lo."timpal reza.
Film pun di mulai,dengan durasi yang hampit 2 jam dan bergenre komedi horor,mereka menikmati film tersebut sambil membuka snack juga camilan yang di beli di super market tadi.
__ADS_1