
Mirna sangat jengkel dengan anak dan menantu nya itu, mereka pergi tanpa sepengetahuan nya, ia baru tau fernand dan Almera pergi dari Carlin. Carlin mengadu pada Mirna kalau fernand pergi berdua dengan istri tua nya itu.
"Entah kemana mereka pergi nya!" ngedumel Mirna sambil berkacak pinggang
"Mana aku tau bu, mungkin mereka pergi jalan-jalan!" tutur Carlin yang tak peduli itu.
Entah apa yang ada di pikiran Carlin itu, saat fernand tidak mempedulikan nya ia marah, tapi saat fernand pergi entah kemana ia juga tidak peduli, sebenarnya Carlin itu peduli atau tidak sama fernand?
"Kamu sebagai istri kedua jangan mau kalah dengan istri pertama!" seloroh Mirna
"Dih, aku sih mau nya gitu, tapi sikap anak ibu itu yang terlalu dingin dan kaku, wanita lain mah mana mau sama anak ibu kayak gitu, aku sih tidak suka memiliki suami seperti fernand itu, tapi ya... mau bagaimana lagi, toh aku sudah nikah dengan nya!" tutur Carlin dengan nada mencemooh
Mirna memutar bola matanya dengan sinis nya menatap Carlin.
"Menantu o'on!" sindir Mirna
"Apa ibu bilang? aku o'on? ibu yang o'on banget jadi orang, pikiran ibu hanya kebahagiaan ibu, kebahagiaan anak sendiri tidak di penting kan, dasar ibu egois!"
cibir Carlin sangat berani mencaci ibu mertuanya itu.
Mirna semakin geram dengan menantu keduanya ini, tidak menantu pertama dan kedua sama-sama mencaci dan menghina nya saja.
"Yang sopan kalau ngomong!" hardik Mirna
"Bodo amat, gue sopan sama wanita tua kayak ibu ini? apa gunanya? huh!" sembur Carlin lalu pergi dari sana
Mirna mengepalkan tangannya dengan dada sudah naik-turun menahan emosi.
"Menantu kurang ajar!"
Bertepatan dengan itu fernand bersama Almera pulang, fernand melihat ibu nya itu yang sedang duduk di kursi teras rumah.
"Assalamualaikum!" ucap salam mereka
"Wa'alaikumussalam!" jawab Mirna sambil menatap Almera dengan tatapan tidak suka.
"Dari mana saja kamu? kamu tau kan kalau sekarang kamu memiliki dua istri!, lalu kenapa kamu hanya mengajak Almera saja? tidak baik kalau tidak adil itu!" cecar Mirna
__ADS_1
Selalu begitu, Mirna selalu mengikut campuri urusan rumah tangga anak dan menantu nya itu, apa salah nya ia menasehati sedikit saja dan memberikan sebuah pengajaran untuk anak nya itu, ini tidak ia malah ikut campur semua urusan rumah tangga anak nya itu.
"Kamu lagi al, seharusnya kamu ngerti kalau suami kamu itu memiliki dua istri bukan kamu saja, jangan egois deh jadi istri pertama, seharusnya kamu pintar-pintar membagi waktu kamu untuk fernand dan waktu fernand untuk Carlin!" sambung Mirna
"Bagaimana aku bisa membaginya bu, sedangkan suamiku sendiri tidak mau dengan Carlin, kenapa ibu menyalahkan ku? aku sudah ikhlas untuk berbagi suami tapi suamiku sendiri yang tidak mau, aku sudah sering menasehati suamiku tapi dia tidak mau dengar bu, apa aku harus bertindak seolah-olah aku tidak ada lagi di sini dan suamiku bisa dengan Carlin?" tutur Almera seakan memarahi ibu mertuanya itu yang selalu ikut campur saja
"Seharusnya kamu paksa suami kamu itu!" sanggah Mirna
"Cukup bu, aku sudah menuruti keinginan ibu untuk menikah lagi, sekarang ibu mau aku apa lagi?" potong fernand tidak terima istrinya di salahkan
"Kamu mulai berani melawan ibu sekarang?" tampik Mirna
"Maaf bu, aku tidak bermaksud melawan ibu, tapi kenapa semua kesalahan itu ibu curahkan semuanya kepada Almera, bu?" tutur fernand
Tidak tau lagi dengan sikap ibu nya itu yang selalu menyalahkan Almera, selalu Almera yang jadi sasaran ibu nya itu.
"Karena ibu benci memiliki menantu mandul seperti dia!" ujar Miran memberikan alasan kalau dia sangat benci memiliki menantu mandul seperti Almera
"Untuk apa gunanya dia di sini? tambah beban kamu saja menghidupi nya!" sambung Mirna menyindir Almera sebagai benalu dalam kehidupan putra nya
"Ceraikan saja wanita mandul ini, dan kamu bisa hidup bahagia dengan Carlin!" lanjut Mirna
"Astagfirullah alhazim ibu... kenapa ibu berucap seperti itu bu? kalau ibu tau sebenarnya Almera itu--!"
"Mas fernand!" potong Almera mengisyaratkan kepada fernand agar jangan di beritahu sekarang
"Sebenarnya Almera apa hah?
"Sebenarnya Almera itu mandul? iya itu kan! alah wanita tidak subur seperti dia itu tidak baik untuk di bela!" caci Mirna
"Sudah cukup aku bersabar bu, akan aku pastikan ibu akan bungkam dengan kebenaran yang ada!" batin Almera
"Cukup bu!" fernand menyudahi pertengkaran ini dengan membawa Almera ke kamar mereka.
Fernand mengunci pintu itu ia menjatuhkan tubuhnya di kasur itu sambil memijat kepalanya yang mau pecah dengan kata-kata ibu nya itu yang selalu menghina istri nya itu.
"Al, lebih baik kita beritahu ibu saja agar ibu tidak lagi menghina kamu!" saran fernand
__ADS_1
Almera duduk di samping fernand itu, ia menatap wajah fernand yang terlihat banyak pikiran itu, sebenarnya Almera ingin memberitahu ibu mertuanya itu saat ini, tapi entah kenapa ia tidak bisa.
Apakah ia sudah mulai mati rasa dengan semua tuduhan ibu mertuanya itu? sehingga ia tidak dapat memberitahu yang sebenarnya
Almera menggeleng-nggelengkan kepalanya pertanda ia tidak mau memberitahu ibu mertuanya itu.
"Lalu kapan al? mas tidak suka dengan sikap ibu itu yang selalu menyalahkan kamu!"
Almera tetap menggeleng, ia tidak tau kapan ia akan mengaku jika ia sedang hamil saat ini.
"Almera juga bingung mas!" tutur Almera menundukkan kepalanya
Fernand duduk lalu ia membawa Almera ke dalam dekapan nya, ia tau bagaimana kegundahan hati istrinya itu, bahkan ia juga merasakan apa yang selalu istrinya itu rasakan.
"Aku tau al kamu belum siap mengungkap nya kepada ibu ku, aku tau bagaimana perasaan kamu yang selalu dapat hinaan dari ibu ku, pantas kamu menutupi kandungan kamu kalau kamu takut jika ibu berbuat sesuatu yang tidak di inginkan, dari awal ibu memang tidak suka dengan kamu, maaf Almera aku selalu memberi luka pada mu, bahkan kebahagiaan datang menghampiri kita, kamu masih saja merasakan luka yang aku berikan itu!" batin fernand
"Mas akan mendukung kamu, kapan pun kamu mau mengaku ke ibu aku akan tetap setuju dan selalu mendukung kamu!"
Almera memicingkan matanya ia tambah memeluk fernand dengan erat.
"Terima kasih sudah mau mendukung keputusan ku!" ujar Almera
Fernand mengangguk sambil mengusap kepala Almera yang ditutupi oleh jilbabnya itu.
"Maafin al, mas, al melakukan ini karena al merasa takut!"
...
Bersambung...
Mampir ke Ig author ya, biar kita bisa berteman juga di sana, nanti author follback kok.
Ig : purna_yudiani
fb : purna yudiani
yg mau minta nomor wa author silahkan DM di Instagram author ya😁👍🤗🙏
__ADS_1
Berteman sekalian kita hijrah bersama-sama, betapa indahnya, Masya Allah...🙏