
Siang harinya Carlin bertemu dengan fernand di restauran, mereka bertemu membahas perusahaan Carlin yang sempat di guncang, yang memberi guncangan itu fernand sendiri.
"Mas, kenapa mas menghancurkan perusahaan ku? aku punya salah apa sama kamu mas?"
Fernand tersenyum sinis, "cih, Kura-kura dalam perahu!" umpama fernand
Carlin menarik napas seraya mengerutkan keningnya, "aku tidak ada punya masalah sama kam--!"
"Yang berhubungan dengan Almera itu semua ada hubungannya dengan saya, kamu sudah mencelakai istri dan ibu saya, lalu apa kamu pikir itu tidak ada masalahnya dengan saya?" tutur fernand membuat Carlin seketika pucat
"A-apa maksud mas?" kata Carlin pura-pura tidak tau dan tidak terjadi apa-apa
Brakk
Fernand memukul meja tempat mereka duduk itu.
"Kau jangan pura-pura lagi! apa yang kamu lakukan kepada istri dan ibu saya itu sudah jelas, jika kamu pelaku nya!" bentak fernand
Fernand tidak bisa di bohongi apa lagi di permainkan seperti ini, Carlin semakin pucat dengan bentakan fernand itu.
"Mas apa maksud mu!" elak Carlin
Masih saja ia mengelak lagi.
"Jangan mengelak lagi!" hardik fernand lalu melemparkan botol obat penggugur kandungan itu kepada Carlin
Carlin terbelalak dengan apa yang ia lihat, bagaimana bisa fernand mengetahui obat penggugur kandungan itu, dan dari mana fernand mendapatkan nya?, pikir Carlin
"Apa maksud kamu menghancurkan Almera? selama ini saya diam karena saya tidak mau memiliki masalah dengan kamu, tapi kamu sendiri yang mencari masalah dengan saya!" tutur fernand sangat marah dengan Carlin
"Mas, aku tidak melakukan apa-apa!" elak Carlin
__ADS_1
Fernand mengertakan gigi nya ingin sekali fernand menampar pipi Carlin itu.
"Apa alasannya kamu melakukan ini? bagaimana jika anak yang Almera kandung tidak bisa di selamatkan, apa kamu mau bertanggung jawab?" ujar fernand
"Aku melakukan ini karena aku ingin mendapatkan kasih sayang dari kamu juga, kamu hanya memperhatikan mbak Almera saja, sedangkan aku tidak pernah mendapatkan itu, kalian hanya sayang dengan Almera, aku tidak pernah kalian perlakuan seperti itu juga, aku juga istri kamu mas, salah aku melakukan ini? tidak mas, karena aku ingin mendapatkan perhatian yang lebih juga dari kalian!" jelas Carlin
"Semenjak pertama kali aku menginjakkan kaki ku di rumah itu, kamu tidak pernah menghargai ku, bahkan kamu tidak pernah peduli dengan ku, wajar mas ku melakukan berbagai cara agar perhatian kamu teralihkan pada ku, aku tau kamu mencintai mbak Almera, aku tau kamu menyayangi mbak Almera, tapi aku juga ingin mendapatkan itu juga dari kamu mas, kamu itu suami ku, kamu harus adil dengan kami, bukan mbak Almera saja yang kamu perhatikan tapi aku juga, mas!" lanjut Carlin
Semua yang tersimpan di dalam hati Carlin ia keluarkan semuanya, hatinya sangat sakit saat mengetahui fernand hanya peduli dengan Almera, lalu kenapa ia menikahi Carlin sedangkan dia tidak bisa adil.
"Tetap saja kamu salah Carlin, kamu sudah mencelakai istri dan calon bayi kami!" ucap fernand sedikit melunak
"Aku tau aku salah, aku hanya ingin mendapatkan kasih sayang kamu, mas, hanya itu saja, coba saja kamu memberikan perhatian kepada mu, mungkin aku tidak akan sejahat ini!" ucap Carlin
Fernand menggeleng-geleng, ia benar-benar tidak bisa membuka hatinya untuk istri kedua nya ini, sekeras apapun itu fernand tetap tidak bisa.
"Cari saja laki-laki yang tulus mencintai mu!" ucap fernand
Carlin terisak kecil ia sebenarnya tidak mau berbuat jahat dengan siapapun tapi dengan keadaan dan terobsesi nya ingin mendapatkan perhatian, ia melakukan hal yang salah yang mungkin saja membuat orang jadi benci pada nya.
Air mata Carlin bercucuran keluar, desiran darah mengalir di tubuhnya, bahkan ia tidak percaya jika fernand menalak nya hari ini.
"Mas... hiks...!" tangis Carlin
"Saya tidak punya urusan lagi dengan kamu, saya tidak berkewajiban lagi melindungi dan memberi kamu nafkah, kita bukan siapa-siapa lagi!" ucap fernand
"Hiks... mas... izinkan aku menjadi istri kamu mas, jangan talak aku, aku ingin berubah jadi yang baik, jangan talak aku mas!" mohon Carlin
"Saya tidak bisa hidup berdampingan dengan wanita jahat seperti kamu, saya tidak akan menuntut kamu, karena saya sudah memaafkan kamu, perusahaan kamu akan saya kembalikan seperti semula!" ucap fernand
Carlin tidak bisa berbuat apa-apa lagi, mungkin ini merupakan ganjaran yang ia dapatkan setelah apa yang ia perbuat.
__ADS_1
"Baiklah, aku menerima talak kamu mas, tolong maafkan aku yang pernah aku perbuat!" tutur Carlin terakhir kalinya lalu ia pergi dari sana dengan deraian air mata membasahi pipi nya.
Carlin sempat menyalami punggung tangan fernand itu, ia tersenyum walaupun ia sedang menangis.
Carlin berlari keluar restauran itu, hatinya sangat hancur, baru menjalani ke lima bulan pernikahan dengan fernand tapi ia sudah mendapat kata talak dari suami nya.
"Hiks... mama... papa... hiks...!" tangis Carlin di dalam mobil nya itu
Deringan ponsel nya berbunyi, Carlin melihat siapa yang menelepon nya itu, ternyata Mario orang yang pernah ia tabrak.
"Kenapa dia menganggu ku terus?" lalu Carlin mematikan telepon nya itu.
"Aakakh.... aaaaaa.... aaaa...!" Carlin berteriak sembari memukul-mukul stir mobil nya itu.
Ia sangat menyesal sudah berbuat jahat kepada Almera, seandainya ia tidak melakukan apapun kepada Almera mungkin fernand tidak akan menalak nya.
Talak tiga sudah di jatuhkan oleh fernand kepada nya, Carlin tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia benar-benar sudah hancur, hatinya sudah hancur berkeping-keping, ia pikir fernand akan mencintai nya dalam waktu dekat, ternyata cinta suaminya itu hanya untuk istri pertama nya saja.
"Aku ikhlas, mbak Almera maafkan aku!"
Apa yang kita inginkan tidak bisa di lakukan dengan cara yang keji, hanya berdo'a lah yang bisa kita lakukan, karena Allah subhana wa ta'ala lah bisa kita mengadu dan memintanya, sesungguhnya hati ini hanya milik Allah subhana wa ta'ala.
...
Fernand melihat kepergian Carlin itu, tidak ada kata menyesal bagi fernand, hanya saja ia merasa sedih karena ia sudah melukai hati seorang perempuan.
Tanpa ia sadari ia sudah banyak melukai hati perempuan, itupun fernand lakukan agar Carlin tidak tambah terluka lagi karena dia yang tidak bisa adil.
"Maafkan saya Carlin, mungkin saya egois, saya tidak pernah paham dengan perasaan kamu itu, maafkan saya sudah menoreh luka di hati kamu!"
...
__ADS_1
Bersambung...
Bagaimana episode kali ini readers? puas atau tidak?