
Fernand menghampiri Almera yang sedang menyapu halaman belakang, tiba-tiba saja fernand mengambil alih sapu lidi dari tangan Almera itu, Almera kaget dengan kedatangan fernand itu.
"Astagfirullah alhazim...!" ucap istighfar Almera
"Kenapa kamu bandel kalau di bilang ya sayang? kamu kan lagi hamil tidak boleh melakukan pekerjaan sedikitpun!" tutur fernand sangat posesif dengan Almera
Biar bagaimanapun fernand tidak mau terjadi yang tidak di inginkan oleh Almera dan calon bayi mereka.
"Tapi kan cuma nyapu halaman doang mas, masa di larang juga!" sela Almera merebut sapu lidi itu dari tangan fernand
Fernand tidak tinggal diam bahkan sapu lidi yang ia pegang ia buang jauh-jauh dari Almera.
"Nyebelin banget!" sentak Almera
"Pilih yang mana? nyebelin atau terjadi sesuatu terhadap kandungan kamu itu!" ujar fernand
"Iya iya... ini istirahat!" tutur Almera lalu ia duduk di bangku yang ada di teras belakang rumah mereka itu.
Fernand mengikuti Almera ia juga duduk di sebelah Almera itu, fernand mengusap keringat di pipi Almera itu.
"Kenapa kamu ke sini mas? ibu sama Carlin kemana emangnya?" tanya Almera
"Jangan pikirkan mereka, lebih baik kita siap-siap untuk ke rumah sakit!" ujar fernand
Almera menghela napas, "baiklah, oh ya, tadi kamu tidak cerita kan kepada ibu soal hasil tes kehamilan itu!" ujar Almera
"Tidak!"
Fernand menarik napas dalam-dalam
"Hanya saja ibu menyuruh aku untuk bulan madu bersama Carlin, di Bali!" tutur fernand dengan nada datar
Hati Almera terasa sakit saat mendengar kata suaminya itu, apa ia bisa melepaskan fernand untuk berbulan madu dengan istri baru nya itu.
Fernand langsung melihat perubahan raut wajah istrinya itu, ia tidak bermaksud menyakiti hati istri nya itu, hanya saja fernand harus memberitahu Almera agar tidak terjadi salah paham.
"Tenang saja sayang, aku tidak akan mau pergi bersama dengan nya!" lanjut fernand ingin menyenangkan hati Almera
Almera tertunduk diam, apakah dia juga berdosa karena suaminya itu lebih memilih dirinya dari pada istri barunya itu yang juga berhak atas suaminya itu.
"Lalu, ibu bagaimana mas?" tanya Almera
"Aku akan beri alasan saja kepada ibu, aku tidak ingin jauh dari kamu dan calon anak kita ini!" tutur fernand sambil mengusap lembut perut Almera itu.
__ADS_1
Almera juga tidak bisa membujuk fernand, bahkan fernand sangat keras kepala kalau dia hanya ingin bersama dengan Almera nya saja, bahkan ia tidak mau mempedulikan Carlin.
"Kamu berdosa mas, sudah tidak adil dengan Carlin!" ujar Almera
Fernand menutup mulut Almera itu, ia menatap mata Almera penuh dengan kasih sayang dan cinta, fernand bisa melihat ada banyak luka dari pancaran mata Almera itu, mungkin itu luka yang selalu fernand torehkan terhadap Almera, pikir fernand
"Apa selama ini aku selalu memberikan Almera luka saja? lihatlah tatapan dia itu yang penuh dengan luka, ya Allah... ampunilah hamba mu ini yang sering melukai hati istri hamba sendiri!" batin fernand
Tanpa pikir panjang lagi fernand membawa Almera ke pelukan nya itu, ia ingin Almera membagi rasa sakit yang telah ia perbuat, fernand tidak ingin melihat luka itu lagi dari Almera nya.
"Mas!" Almera menepuk-nepuk pundak fernand itu
"Mas fernand!"
"Mas napas ku sesak nih!"
Fernand melepaskan pelukan nya dari Almera, "maaf sayang, aku merasa bahagia makanya aku peluk kamu!" dusta fernand
"Aku tidak yakin kamu bahagia mas, pasti kamu terluka gara-gara keputusan yang terlalu terburu-buru aku berikan kepada kamu, lihatlah saat ini kamu sangat terluka karena ku, maaf mas, Almera melakukan itu hanya demi kebahagiaan mas, tapi bukan kebahagiaan yang aku berikan malahan luka yang aku berikan kepada kamu!" batin Almera
Almera tersenyum kecil.
Saat ini mereka akan siap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
Saat mereka mau keluar rumah, mereka langsung di cegat oleh Carlin.
Fernand menghela napas kasar, ia merasa suasana bahagia antara dia dengan Almera jadi rusak saja karena kedatangan Carlin ini.
"Ayo sayang!" tutur fernand menggandeng tangan Almera itu, fernand tidak menjawab pertanyaan dari Carlin
"Mas, aku ini istri kamu juga lho, kenapa kamu malah mempedulikan mbak Almera saja?" protes Carlin
"Karena dari awal saya tidak pernah menganggap kamu sebagai istri saya, istri saya hanya Almera!" tutur fernand melayangkan tatapan tajam kearah Carlin
"Lalu kenapa kamu mau menikahi aku? untuk apa kamu mau menikahi aku? atau jangan-jangan mbak Almera mengizinkan kamu menikah karena mbak Almera mandul? iya begitu kah?, kalau begitu mari kita berbulan madu agar aku segera hamil anak kamu!" tutur Carlin
Fernand sangat sakit hati dengan tuduhan Carlin terhadap Almera itu, "jaga mulut kamu itu!" sentak fernand lalu Almera mencegah fernand agar fernand tidak melakukan sesuatu hal kepada Carlin
"Pantas mbak Almera mengizinkan suaminya menikah lagi, ternyata alasan nya itu!" sindir Carlin
Ingin sekali fernand menampar mulut Carlin itu tapi tak dapat ia lakukan karena ia perempuan, kalau Carlin laki-laki sudah dari tadi fernand akan memukul nya.
"Jaga mulut kamu Carlin!" hardik fernand
__ADS_1
Carlin tersenyum sinis, "toh ucapan ku ini benar, tidak perlu menghardik aku seperti itu!" ujar Carlin
Fernand mengepalkan tangannya, tapi langsung di genggam erat oleh Almera.
"Mas sudah, mari kita pergi saja!" lerai Almera
Fernand menuruti ucapan Almera mereka akhirnya pergi dari sana dan meninggalkan Carlin yang sedang emosi itu.
Tidak terbayang oleh Carlin menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki istri dan dia menjadi yang kedua, selama ini ia tidak pernah membayangkan akan hal itu.
Alasan Carlin menikah dengan fernand karena ia tidak memiliki pilihan, dengan umurnya yang tak lagi muda terlebih lagi ia wanita karir, Carlin juga di desak oleh kedua orang tua nya untuk menikah, dan pada akhirnya ia menyetujui menikah dengan fernand. Awalnya Carlin tidak tau kalau fernand itu sudah memiliki istri, ia mengetahui fernand memiliki istri saat acara akad mau di mulai, di sanalah letak kekesalan Carlin terhadap semua nya.
Di dalam pikiran nya ia tak pernah mau menikah dengan laki-laki yang sudah memiliki istri, tapi dengan desakan orang tua nya dan keadaan nya yang sudah harus memaksa nya untuk menikah, akhirnya ia mau jadi yang kedua.
...
Almera dan fernand baru saja keluar dari ruangan dokter kandungan itu, mereka berdua tersenyum bahagia karena alat tes kehamilan itu betul-betul menunjukkan jika Almera sedang mengandung.
"Almera senang banget mas, akhirnya kita diberi kepercayaan oleh Allah SWT!" tutur Almera mengusap perut nya itu.
Senyum manis terukir di kedua sudut bibir fernand itu, apa lagi fernand yang tidak bisa berucap apa-apa selain rasa syukur kepada Allah ta'ala.
"Penantian kita selama ini akhirnya hadir juga, aku betul-betul akan menjadi papa untuk anak kita ini, ah sayang aku sudah tidak sabar lagi ingin mengendong bayi kita ini!" tutur fernand tidak sabar ingin anak nya itu lahir.
"Sabar mas, kita perlu menunggu lebih kurang delapan bulan lebih lagi untuk anak kita lahir!" ujar Almera
Fernand mengangguk sambil mengecup punggung tangan Almera itu.
"Anak papa di dalam sana baik-baik ya, kami sudah lama menunggu kamu!"
"Iya papa!" jawab Almera
Almera di nyatakan hamil oleh dokter kandungan yang memeriksa nya tadi, bahkan usia kandungan nya sudah memasuki minggu ke empat, berarti Almera sudah hampir satu bulan hamil nya. Dokter kandungan itu mengatakan jika kandungan Almera sangat baik dan sehat-sehat saja.
"Di jaga ya sayang, jangan banyak kerja, kalau ibu menyuruh-nyuruh kamu, kamu jangan mau ya kalau itu pekerjaan nya berat bagi kamu!" ingatkan fernand
"Tentu sayang, aku akan menjaga buah hati kita ini dengan sangat baik-baik!" tutur Almera
Mereka berdua balik ke rumah mereka lagi dengan perasaan bahagia.
...
Bersambung...
__ADS_1
Long comment..........
like, comment, along with the vote, don't forget, guys, the author is waiting for you, you know!!!😊🙏