
Pagi itu fernand mendapat telepon bahwa proyek yang sedang mereka bangun di kota c mengalami beberapa masalah, fernand harus ke kota c itu sekarang, Almera diam menunggu apa yang akan fernand katakan padanya setelah selesai menerima telepon itu.
Almera masih diam di sela-sela menyiapkan baju kerja fernand itu, ia sedikit mendengar obrolan mereka itu, seperti fernand ada masalah di proyek akan ia bangun, pikir Almera
Fernand kembali ia membanting handphone nya ke kasur, lalu fernand duduk di sisi ranjang itu, Almera menghampiri fernand yang kelihatan kesal itu.
"Kenapa mas? ada masalah sama proyek yang kalian bangun itu ya?" tebak Almera langsung di angguki oleh fernand, fernand melirik wajah Almera itu, seperti nya ia harus meninggalkan Almera lagi karena ia harus ke kota c sekarang.
"Pergilah, selesaikan masalah kerja kamu itu, Almera akan menunggu mas, mas tenang saja al pasti akan menjaga diri al bersama anak kita ini!" tutur Almera sambil mengusap perutnya
Fernand tersenyum, Almera sangat pengertian padanya, itulah yang membuat fernand tetap ingin bersama Almera nya, selain pengertian Almera juga penyabar.
Huff
Tarikan napas fernand terdengar dan ia membuang napasnya secara kasar.
"Mas tidak tau sampai kapan di sana, mas harap kamu bisa jaga diri kamu baik-baik ya, mas berjanji akan pulang cep--!" ujar fernand
Almera langsung meletakkan jari telunjuk nya di mulut fernand itu, "jangan beri janji jika tidak menempati nya, aku tidak butuh janji kamu, aku hanya butuh kepastian dari kamu!" ujar Almera
Fernand mengangguk sambil mengecup pipi Almera, "siapkan beberapa baju mas untuk ke sana ya!" pinta fernand, tanpa di minta Almera pasti akan melakukan nya
"Maaf ya mas terlalu sering meninggalkan kamu, kalau bisa mas tidak akan mau ke luar kota tapi ini masalah kerjaan yang harus mas selesaikan!" tutur fernand juga ikut menyiapkan pakaian nya
"Tidak masalah mas, kamu kalau di sana jaga kesehatan karena di sana aku tidak ada, jangan lupa makan, banyakin minum air putih nya karena cuaca sekarang lagi panas-panasnya!" ingatkan Almera sambil melipat baju fernand yang akan ia masukkan ke dalam koper
"Iya, kamu jangan harus makan dan banyak minum juga, saat ini kamu bukan sendiri melainkan di dalam perut kamu ada calon bayi kita, jangan mengingatkan mas aja, kalau kamu sendiri tidak melakukan nya juga!" protes fernand
"Itu pasti, kamu tenang saja!" ujar Almera
Jam 06.20 wib fernand sudah mau berangkat saja, Almera mengantarkan fernand sampai ke pintu utama.
"Mas berangkat dulu, kamu harus jaga diri baik-baik ya!" pesan fernand
"Iya mas, nanti kalau sudah sampai jangan lupa kabari aku ya, mas!" ujar Almera
Fernand mengangguk kecil seraya tersenyum.
Carlin melihat mereka yang lagi di pintu utama itu, ia menghampiri Almera dan fernand.
"Lho kamu sudah mau berangkat aja mas?" tanya Carlin
"Aku berangkat dulu ya!" ujar fernand tanpa menanggapi ucapan Carlin
Carlin mengepalkan tangannya, bisa-bisa nya suaminya itu tidak menanggapi ucapan nya.
"Mas aku tanya lho!" ucap Carlin
__ADS_1
"Jaga diri baik-baik ya al, mas pergi dulu, assalamualaikum!" ucap salam fernand lalu Almera mencium punggung tangan fernand.
Fernand meleset pergi begitu saja tanpa menanggapi ucapan Carlin tadi, ia sangat malas meladani Carlin, karena dia tadi malam Mirna sempat memarahi Almera.
"Ah, s*al!" umpat Carlin mengepalkan tangannya itu
"Jangan mengumpat suami nanti kena azab lho!" ingatkan Almera
"Ini semua salah kamu, kok bisa ya kamu hamil!" ujar Carlin
"Ya bisalah, wong orang punya suami!" tutur Almera lalu Almera meninggalkan Carlin
"Tunggu aja pembalasan aku kali ini, aku tidak tahan di gini-in terus, dan kamu fernand kamu pasti akan luluh juga dengan ku!" tantang Carlin
...
Carlin sudah berangkat kerja, di rumah itu hanya tinggal Almera dan mertuanya, seperti biasa Almera pasti melakukan aktivitas yang selalu ia lakukan.
Dari semalam Mirna belum keluar dari kamar nya, ia sedang merenungi dirinya yang selalu menghina Almera.
"Bagaimana bisa aku menghina menantu ku sendiri, pasti dia sangat sakit hati dengan semua ucapan pedas ku selama ini, kenapa aku tidak pernah bisa memahami kesulitan yang di alami oleh menantu dan anak ku sendiri, aku ibu mertua yang egois!"
Sekali lagi Mirna melihat hasil USG yang semalam ia bawa ke kamar nya itu, ia tersenyum penuh bahagia melihat calon cucu nya itu.
"Cucu ku!" sela Mirna sambil mengusap hasil USG itu
"Sudah berapa bulan usia kandungan nya? dan sudah berapa lama juga ia sembunyikan ini dari ku?"
Mirna menarik napas, mungkin Almera menyembunyikan ini karena ia takut.
"Ibu tidak sejahat itu al, mana mungkin seorang ibu mau mencelakai cucu ibu sendiri, pikiran kamu salah Almera!"
Mirna mencari Almera ia mau menanyakan kepada Almera semenjak kapan Almera menyembunyikan kehamilan nya itu. Mirna melihat Almera yang lagi menjemur pakaian itu.
"Jangan terlalu capek!" tegur Mirna
Almera memberhentikan aktivitas menjemur pakaian nya, ia melirik pada Mirna yang sudah berdiri di belakang nya itu.
"Ibu!"
"Bik Yem kan ada, kenapa harus kamu yang melakukan itu, sudah berhenti saja, sini duduk dengan ibu!" titah Mirna membuat Almera terheran-heran dengan sikap ibu mertuanya itu yang tiba-tiba saja baik.
"Bik Yem... bibik ke sini dulu deh!" panggil Mirna
Tidak lama dari itu bik Yem datang tergopoh-gopoh menghampiri Mirna.
"Iya nyonya ada apa?"
__ADS_1
"Lanjutin jemur baju nya!"
Bik Yem melirik Almera yang masih berdiri di jemuran baju itu.
"Nunggu apa lagi bik? buruan gantiin Almera!" titah Mirna langsung di angguki oleh bik Yem
"Nona Almera istirahat saja, biar bibik yang melanjutkan!"
Almera menghampiri ibu mertuanya itu, lalu Almera duduk di bangku kosong yang berada di sebelah Mirna. Mirna meletakkan gambar hasil USG Almera kemarin di atas meja yang memisahkan mereka berdua itu.
"Jelaskan!" perintah Mirna
Almera mengangguk lalu ia menceritakan semuanya kepada Mirna, kapan ia hamil dan berapa usia kandungan nya saat ini.
"Usia kandungan al sudah memasuki bulan ke empat!" ujar Almera
Mirna sangat menyesal sudah tega menghina menantu nya itu, ia juga sering membuat Almera sakit hati dengan ucapan nya itu.
"Kenapa kamu tidak bilang sama ibu waktu itu? seenggaknya ibu bisa membatalkan pernikahan fernand waktu itu!" sesal Mirna
"Bagaimana bisa bu, di saat mas fernand sudah mengesahkan Carlin, baru aku merasakan tanda-tanda nya, dan pagi berikutnya aku memeriksa nya, dan positif!" ujar Almera
Mirna memijat pelipisnya, andai waktu bisa ia putar mungkin ia akan membatalkan bahkan tidak menyuruh fernand untuk menikah lagi, Mirna merasa bersalah.
"Jaga dia baik-baik ya!" ujar Mirna lalu ia bangkit dari duduknya ingin pergi lalu Mirna berhenti melangkah.
"Fernand sudah berangkat kerja?"
"Mas fernand keluar kota bu, dia memiliki beberapa masalah dengan proyek yang sedang ia bangun!" ujar Almera
"Anak itu! bisa-bisa nya meninggalkan istri yang tengah berbadan dua!" geram Mirna
Setelah Mirna pergi, Almera senyum-senyum sendiri, ternyata ibu mertuanya tidak marah bahkan tidak mencelakai nya, benar yang di katakan oleh fernand jika ibu nya akan menerima kehamilan Almera ini.
"Apa ibu sudah kembali berubah?"
...
Bersambung...
Ig : purna_yudiani
jangan lupa follow Instagram author ya.
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada kata-kata yang salah dalam cerita itu mohon di mengerti ya🙏, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu ⏲️ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.
Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author 😊🙏🤗
__ADS_1