Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
39. Bertemu Orang Tua Kandung (Ending)


__ADS_3

Sudah tiga hari fernand sakit kepala dan selalu muntah-muntah, ini di sebabkan karena ia terlalu banyak makan daging kambing, sudah di larang oleh Almera tapi ia ngeyel mau makan banyak rendang daging kambing, akibatnya ia sekarang sakit dan hanya bisa tiduran saja.


"Gimana sayang? sakit kan!" ledek Almera


"Hu'um!"


"Siapa suruh makan daging kambing sebanyak itu, aku sudah larang kan!"


"Iya aku ngeyel sih!" akui fernand


"Nah itu tau! besok ulang lagi ya, rendang daging masih banyak di dapur tuh!" ucap Almera


"Nggak aku nggak mau sakit lagi!" bantah fernand


Saat ini fernand hanya tiduran, ia masih merasakan pusing sedikit, ia istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh nya yang masih lemas.


Almera memijat kepala fernand itu, fernand menutup matanya menikmati sentuhan tangan Almera di kepala nya itu.


Mirna menghampiri Almera dan juga fernand ke kamar mereka itu.


"Almera, di bawah ada tamu!" beritahu Mirna


"Siapa bu?"


"Ibu panti asuhan, bersama dua orang, ibu juga tidak kenal dengan orang itu, barangkali mereka mau bertemu dengan kamu!"


Almera mengerutkan keningnya, siapa yang bersama ibu Nini yang di maksud oleh Mirna tadi.


"Baiklah, al akan menemui mereka!"


Mirna lebih dulu pergi ke bawah, Almera masih memijat kepala fernand itu.


"Siapa, sayang?"


"Nggak tau, mungkin teman ibu Nini!"


"Cepatlah temui mereka!" ucap fernand menyuruh Almera untuk menemani Nini


"Kamu tidak apa-apa kalau aku tinggal?"


"Tidak apa, aku juga menjaga Azel juga, nanti Azel nangis kita nggak dengar kalau kita ke bawah semua!"


Almera mengangguk lalu ia pergi ke lantai bawah, Almera berhenti sedikit jauh dari ruang tamu itu. Ia tidak mengenal kedua orang yang di bawa oleh Nini ke sini.


Tapi tunggu!


Almera memperhatikan wajah wanita yang duduk di sebelah bu Nini itu. Kenapa wajahnya seperti mirip dengan wajah nya, dan laki-laki paruh baya itu, seakan ia sudah kenal sangat lama dengan nya.


Perasaan aneh muncul di hati Almera, kedua orang paruh baya itu, seakan-akan mereka sudah kenal sangat lama saja, Almera merasa ada yang aneh dengan perasaan nya itu.


Padahal mereka baru pertama kali bertemu, itupun Almera sedang melihat nya dari jauh, tapi ia sudah merasa dekat saja.


"Siapa mereka?"


Masih berdiri di sana, ia masih memperhatikan dua orang tua itu, di saat ia memperhatikan itu, ada dua lagi tamu yang datang.


Kali ini tamu itu seperti pasangan, tapi tunggu dulu!


"Kenapa wanita muda itu sedikit mirip dengan wajah ku?"


"Dan laki-laki itu, juga memiliki gestur wajah seperti dengan ku!"


Almera masih memperhatikan mereka yang lagi ngobrol itu, ngobrol mereka tidak bisa di dengar oleh Almera.


Sangat lama Almera berdiri di sana, lalu kakinya perlahan mendekati tamu yang merasa sangat dekat dengan nya itu.

__ADS_1


"Ibu, bu Nini!" sapa Almera lalu ia duduk di dekat Mirna


"Almera!" ucap Mirna


"Mereka siapa bu?" tanya Almera kepada Mirna


Mirna tersenyum, "nanti kamu bakalan tau sendiri!" jawab Mirna di angguki oleh Almera


Almera memberikan senyum kepada kedua orang tua itu dan pada pasangan muda itu juga.


"Bagaimana keadaan fernand, apa dia masih sakit lagi?" tanya Nini, yang ia ketahui dari Almera bahwasanya fernand sakit saat ia banyak memakan daging kambing waktu aqiqahan putra mereka itu.


"Mas fernand hanya butuh waktu istirahat saja bu, sebentar lagi dia bakalan sembuh!, ngomong-ngomong mereka siapa bu? kenapa al baru melihat mereka?" tanya Almera menanyakan siapa orang baru yang berkunjung ke rumah nya itu.


Nini tersenyum lalu melihat orang yang di maksud Almera.


"Jelaskan!" ucap Nini


Syahida mengangguk kecil, ia sebenarnya ingin menangis karena ia bertemu langsung dengan putri bungsu nya.


"Ayah ini putri kita, Almera!" ucap Syahida


Deg


Jantung Almera berdetak kencang, dia tidak salah dengar kan dengan apa yang di ucapkan wanita paruh baya itu.


"Almera, putri ayah dan ibu!" ucap Allan tambah menyakinkan jika itu memang betul orang tua kandung nya


"Ayah, ibu!" lirih Almera dengan mata yang sudah berkaca-kaca


Mereka berdua mengangguk dengan air mata yang sudah mengalir, "iya, ini ibu kamu nak!" ucap Syahida merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Almera


Almera masih ragu untuk menyambut pelukan ibu-ibu yang mengaku jadi ibu kandung nya itu.


"Almera... mereka memang orang tua kandung kamu, yang pernah ibu ceritakan waktu itu, Syahida dan Allan merupakan orang tua kandung kamu!, bukankah nama lengkap kamu, Almera Putri Syahida?" ucap Nini meyakinkan Almera bahwa itu memang betul orang tua kandung Almera yang sangat ia rindukan


"Ayah, ibu, hiks... kalian ayah ibu ku hiks...!" tangis Almera langsung pecah ia langsung menyambut pelukan orang tua nya itu


"Ibu...!"


"Ayah...!"


Suasana di ruang tamu itu menjadi haru dan sedih, Mirna sampai menangis melihat itu semua.


"Ayah, ibu, ayah, ibu!" tutur Almera sangat erat memeluk ayah dan ibu nya itu


"Iya nak ini kami, maafkan kami sudah meninggalkan kamu, ibu tidak bermaksud meninggalkan kamu nak!" jelas Syahida


Lalu Almera melepas pelukan nya itu dari orang tua kandung nya itu.


"Hiks... al tidak menyalahkan ibu atau ayah, al lebih senang karena kalian masih ingat dengan al dan mau mencari al, Almera sudah lama merindukan kalian!" ucap Almera


Syahida dan Allan merasa sangat bersalah dengan putri mereka itu.


"Maafkan kami yang sudah membuat kamu rindu dengan kami!" ucap Allan


Almera memeluk kembali kedua orang tua nya itu, di dalam pelukan orang tua kandung nya itu, terdapat pelukan hangat dan begitu nyaman.


"Almera sangat, sangat, sangat merindukan kalian, Almera bahagia sudah mengetahui orang tua kandung Almera, hiks... Almera sayang, ayah dan ibu, jangan tinggalkan Almera lagi, Almera tidak siap merindukan kalian lagi!" pinta Almera


"Kami tidak akan meninggalkan kamu, karena kami akan selamanya tinggal di Indonesia, kami tidak akan balik lagi ke Jerman!" ucap Allan


Setelah melepas rindu itu, kini orang tua Almera itu, menjelaskan alasan nya mereka meninggalkan Almera di panti asuhan waktu itu, Almera begitu sangat kecil, sehingga mereka tidak bisa membawa Almera ke Jerman waktu itu.


"Al, paham!" ucap Almera

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak memarahi kami atau benci dengan kami?" tanya Syahida, karena Almera tidak membenci mereka.


"Al tidak membenci kalian, karena kalian orang tua kandung ku, aku tidak menyalakan siapapun, aku tidak pernah marah, aku sayang ayah dan ibu, kalian melakukan itu karena kalian juga sayang dengan ku!" jelas Almera


Lalu tatapan Almera beralih dengan pasangan muda ini.


"Mereka siapa?" tanya Almera


"Mereka kakak dan Abang kandung kamu!" jawab Syahida


Almera tercengang ia kira mereka ini pasangan, ternyata kakak kandung dan Abang kandung nya.


"Aina kakak kamu, Dio Abang kamu!" memperkenalkan saudara kandung Almera itu.


"Kak, bang!" ucap Almera


"Adek, kamu adek kami!" ucap Aina


"Abang ini Abang kamu!" ucap Dio


Ternyata Almera memiliki saudara kandung juga, ia pikir ia tidak memiliki saudara.


Almera merentangkan kedua tangannya ingin di peluk oleh saudara nya itu. Dengan senang hati saudara nya itu menerima pelukan Almera itu.


"Sayang adek!"


"Adek juga sayang kakak dan abang!" ucap Almera merasa seperti kembali ke masa kecil lagi.


Ternyata memiliki saudara kandung sangat menyenangkan dan senyaman ini dengan mereka, pikir Almera


Walaupun saudara nya juga banyak di panti asuhan waktu itu, tapi memiliki saudara kandung, ada terasa nyaman nya.


"Sayang...!" panggil fernand mengendong Azel yang menangis itu.


"Owek... owek... owek..."


"Sayang, Azel tidak mau berhenti nangis nya!" beritahu fernand menyelonong masuk ke tempat mereka yang sedang berkumpul itu.


"Sini, anak mama nangis ya, papa nggak kasih kamu susu ya sayang?" ucap Almera mengambil alih Azel dari gendongan fernand


Aina dan Dio tercengang dengan apa yang mereka lihat, ternyata adik nya sudah memiliki seorang anak, sedangkan mereka berdua belum memiliki anak, boro-boro memiliki anak, nikah saja belum, ternyata adiknya melangkahi mereka berdua.


"Almera, itu cucu, ibu?" tanya Syahida


Almera mengangguk lalu membawa Azel ke tempat ayah dan ibu nya, "iya ibu, ayah, aku sudah menikah dan memiliki seorang anak!" tutur Almera


"Ibu?" beo fernand


"Ah iya mas, aku lupa memberitahu kamu, ternyata mereka orang tua kandung ku, dan ini kakak dan Abang ku, mas... aku sudah bertemu dengan orang tua kandung ku!" jelas Almera


Fernand tersenyum melihat Almera sangat bahagia itu.


"Selamat sayang, akhirnya kamu bisa bertemu dengan orang tua kandung kamu!" tutur fernand memeluk Almera itu.


Almera sangat bahagia, sudah bertemu dengan orang tua asli nya, terlebih lagi keluarga mereka yang sudah lengkap, dan memiliki mertua yang sangat baik seperti Mirna.


Sudah banyak ia melewati berbagai masalah, dan pada akhirnya ia juga memiliki kebahagiaan itu bersama dengan orang yang sangat mencintai nya.


"Aku sayang kamu dan anak kita!" ucap fernand


"Aku juga mas, terima kasih sudah setia dengan ku!" balas Almera mereka semua tersenyum bahagia.


...TAMAT...


Sampai ketemu di karya author kembali, kisah Almera dan fernand sampai di sini dulu, terima kasih sudah berpartisipasi dan mendukung cerita receh author ini.

__ADS_1


Bey Bey Bey 👋👋👋


__ADS_2