Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
14. Kesabaran Fernand Di Uji


__ADS_3

Carlin membuka pintu kamar Almera itu, ia merasa cemburu melihat fernand yang selalu mempedulikan Almera, sedangkan dia juga punya hak atas fernand, jadi dia berhak untuk mendapatkan kasih sayang dari fernand juga.


"Mas, kamu apan sih seharusnya waktu kamu itu bersama dengan ku lagi, kenapa kamu terus berdua dengan mbak Almera!" ucap Carlin datang tiba-tiba tanpa ada kata permisi sedikit pun dan ia juga malah mencari ribut saja.


"Aku istri kamu juga mas, bukan mbak Almera saja!" lanjut Carlin menyeret tangan fernand itu


Fernand menepis tangan Carlin itu, ia menatap tajam ke arah Carlin.


"Kamu bisa sopan sedikit tidak? datang ke kamar orang langsung marah-marah, lebih parah nya lagi tidak ada permisi saat masuk ke kamar orang!" hardik fernand


Carlin tersenyum sinis ia melirik Almera sambil menaikkan bibir atasnya seraya memutar bola matanya.


"Aku seperti ini ya karena kamu, aku juga istri kamu bukan dia saja!" tutur Carlin menunjuk Almera


"Cih! kepedean sekali kamu, kamu itu bukan istri saya!" cemooh fernand


Carlin tertawa jahat seperti mencemooh fernand, "kamu sudah gila atau pikun mas? kita bahkan sudah sah menikah seminggu ya lalu!" ingatkan Carlin


Fernand tersenyum sinis, lalu ia menyeret Carlin untuk keluar dari kamar mereka itu, Almera menghentikan perlakuan fernand terhadap Carlin itu.


"Cukup mas!" henti Almera membuat fernand dan Carlin langsung terdiam di tempat


Almera menghampiri mereka berdua, "sudahlah mas, Carlin berkata benar, seharusnya hari ini waktu kamu berdua dengan dia, kita sudah banyak menghabiskan waktu berdua, kamu harus adil kepada kedua istri kamu!" tutur Almera lebih memilih mengalah dari pada ribut-ribut seperti ini yang tidak akan ada habis nya.


Fernand tidak percaya dengan ucapan Almera, ia pikir Almera akan membela nya tapi Almera malah membela Carlin.


"Al tidak masalah sendiri kok mas, toh al harus berbagi bukan? al tidak boleh egois juga mas, dan mas tidak boleh egois juga dan tidak adil juga, seharusnya seorang suami yang memiliki istri dua, dia harus pintar-pintar dalam membagi waktu antara kedua istri nya, harus adil mas!" nasihat Almera sambil tersenyum kepada fernand


Sebenarnya Almera sangat berat membagi suaminya itu dengan Carlin tapi dia harus bagaimana lagi karena Carlin juga berhak atas fernand nya.


"Ya Allah sebenarnya hati aku merasa sakit dan tidak rela membiarkan suami aku bersama Carlin yang betul-betul sudah sah menjadi istri suami ku juga, kuatkan lah hati ini menerima ini ya Allah, walaupun aku masih merasa belum mengikhlaskan untuk berbagi ini!" batin Almera


Carlin tersenyum puas karena Almera melepaskan fernand untuk nya juga pada malam hari ini, akan ia pastikan jika fernand tidak akan ke kamar Almera malam ini.

__ADS_1


"Benar tuh ucapan mbak Almera itu benar mas, kamu harus adil dan kamu harus pintar-pintar bagi waktu kamu dengan kedua istri kamu!" timpal Carlin melirik Almera dengan tersenyum sinis


Carlin dapat melihat bagaimana perubahan sikap Almera itu, sudah di yakini bahwasanya Almera cemburu dan belum mengikhlaskan fernand bersama dengan nya.


"Ah puas sekali melihat perempuan satu ini cemburu dan terluka, begitu juga yang aku rasakan selama ini, bukankah kita ini sama-sama menjadi istri Fernanda Alaska Wirya?" batin Carlin sangat puas melihat Almera terluka dan cemburu


"Akan saya pastikan kamu tersingkirkan dari suamiku ini, aku akan merebut fernand dari kamu perempuan mandul!" batin Carlin


Setelah di pikir-pikir lagi Carlin memiliki sebuah rencana ingin menguasai fernand seorang diri tanpa harus berbagi dengan Almera, selama ini Carlin tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang laki-laki dan sekarang ia mau fernand jadi milik dia sendiri.


Fernand terpaksa mengikuti kemauan Almera nya itu, itu demi Almera agar Almera tidak merasa egois pada dirinya.


"Tunggu mas sayang, nanti mas akan ke sini lagi!"


Almera menutup pintu nya itu ia tersandar di balik pintu itu, matanya sudah berkaca-kaca, sulit baginya untuk berbagi itu, hati kecilnya belum ikhlas bahkan tidak rela berbagi.


"Kenapa begitu sulit ya Allah...? Almera sangat egois dengan istri mas fernand yang satu lagi, tapi hati ini memang belum bisa di ajak kompromi ya Allah, bantulah Almera ya Allah!"


Carlin mengunci pintu bahkan ia menyembunyikan kunci pintu nya itu di tempat yang paling tidak bisa fernand jangkau.


"Balikin kunci itu!" pinta fernand secara baik-baik


Carlin tersenyum kecil, "tidak bisa sayang, malam ini kita harus tidur berdua dan menghabiskan malam panjang kita dengan hal-hal yang romantis!" tutur Carlin mengedipkan sebelah matanya kepada fernand, fernand tidak bisa di goda oleh siapapun kecuali Almera nya


Carlin menarik tangan fernand sampai-sampai fernand jatuh di atas kasur itu, ia langsung berdiri, namun di tahan oleh Carlin.


"Malam ini merupakan malam kita berdua jadi kita harus menghabiskan waktu kita dengan hal-hal yang menyenangkan bukan!" tutur Carlin sangat berani mencuri ciuman di pipi fernand itu, fernand meronta dan ia dapat lepas dari Carlin itu.


Tidak biasanya Carlin seperti itu pada nya, pikir fernand, fernand jadi curiga dengan perubahan sikap Carlin ini, apakah saat ini Carlin dalam pengaruh minuman?


"Sadar kamu!" ujar fernand


Carlin bangkit dari tidurnya lalu ia mengerucutkan bibirnya lalu ia tersenyum sangat manis kepada fernand.

__ADS_1


"Kenapa? kamu tidak mau memiliki anak dari ku?" tanya Carlin tiba-tiba saja berucap seperti itu.


"Mbak Almera kan mandul, hanya aku yang bisa memberikan kamu keturunan dan cucu untuk ibu, bukankah selama ini kamu sangat menginginkan sebuah keturunan? aku bisa memberikan keturunan untuk kamu, secara aku subur dan tidak mandul seperti mbak Almera!" ujar Carlin seolah-olah menyindir Almera dan menuduh Almera tidak bisa memberikan fernand keturunan.


Tuduhan Carlin itu sangat salah sekali karena saat ini Almera sedang mengandung anaknya fernand.


"Tutup mulut kamu!" marah fernand


"Lho kenapa? ucapan ku itu benar lho kalau mbak Almera tidak bisa hamil alias mandul!" ujar Carlin


"Istri seperti mbak Almera itu seharusnya di buang saja, karena apa? karena sudah ada pengganti nya, yaitu aku!" sambung Carlin sangat percaya diri


Fernand sangat marah dengan ucapan Carlin itu, ia melebarkan matanya dan warna bola matanya itu sudah memerah menahan marah dan emosi.


"Sekali lagi kau bilang istri saya mandul kau akan tau akibat nya sudah bermain dengan siapa!" tekan fernand mampu membuat Carlin sedikit gemetaran


"Sedikit saja kau menyentuh Almera saya, perusahaan kau itu akan hancur dalam sekejap mata!" sambung fernand sangat marah


Carlin menelan ludah nya dengan kasar, ternyata di balik sikap dingin dan kaku fernand tersimpan sejuta kekejaman di sana, mungkin Carlin akan lebih hati-hati lagi untuk memainkan sebuah rencana busuk nya itu.


"Astaga... gue pikir fernand ini cowok kaku, ternyata dia sangat kejam juga, ah s*al sekali aku tidak boleh gegabah dalam memutuskan sebuah rencana ku ini!" batin Carlin


Fernand menduduki sofa yang ada di dalam kamar itu, malam ini ia benar-benar telah di uji kesabaran nya oleh Carlin, fernand tidak bisa keluar dari kamar ini karena kunci pintunya di sembunyikan oleh Carlin di tempat paling tidak bisa di jangkau oleh fernand.


Fernand sangat frustasi dengan keadaan nya saat ini, ia ingin sekali keluar dari kamar yang sangat membuat nya marah.


...


Bersambung...


Ig : purna_yudiani


like, komentar berserta vote nya jangan lupa ya, komentar sesuai dengan apa yang kalian ingin katakan, jangan next dan lanjut saja!!!

__ADS_1


__ADS_2