Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
26. Pengakuan Almera


__ADS_3

Masih ada masalah satu lagi yang harus Almera bicarakan dengan fernand, yaitu ibu mertuanya sudah mulai curiga dengan nya, tidak akan lama lagi pasti akan ketahuan juga.


Sebenarnya Almera dari kemarin mau bicara tentang ibu mertuanya itu yang mulai curiga dengan nya, tapi kemarin itu Almera sedikit marah dengan fernand karena fernand memiliki hubungan kerjasama sama dengan perusahaan Carlin.


Almera langsung bleng saat ia tau suaminya itu memiliki hubungan kerjasama dengan perusahaan Carlin, maka dari itu ia urungkan niat nya untuk tidak cerita tentang ibu mertuanya itu yang sudah mulai curiga dengan nya.


"Kenapa melamun lagi? apa ada masalah lagi yang membuat kamu kepikiran!" tanya fernand


Almera mengangguk kecil


"Masalah apa?" tanya fernand


"Ibu sudah mulai curiga mas, kemarin kata bik Yem, ibu curiga dengan ku, apa lagi ibu bertanya ke bik Yem kalau aku hamil atau tidak nya, beruntung nya bik Yem bisa menyembunyikan rahasia kita ini!" jelas Almera


"Lalu?"


"Ibu mengikuti semua gerak-gerik ku mas, aku sendiri yang menyaksikan nya sendiri, terus aku harus apa ya mas, sewaktu-waktu ibu mempertanyakan nya pada ku, aku harus jujur atau tetap bohong?" ujar Almera meminta solusi dari fernand


Sebenarnya Almera juga sudah lelah untuk menyembunyikan kehamilan nya itu, ia ingin memberitahu ibu mertuanya itu, hanya saja ia masih ragu untuk jujur.


"Kalau kamu sudah siap, kamu kasih tau ibu yang sebenarnya saja, tidak mungkin kita menutupi kehamilan kamu lebih lama lagi, lambat laun pasti semua orang akan tau!" solusi fernand


"Al takut jika ibu melakukan hal yang buruk pada al dan calon anak kita ini, mas kan tau ibu selama ini bagaimana sikap nya pada al!" ujar Almera sangat takut jika mertuanya itu melakukan yang tidak-tidak padanya


"Insyaallah tidak!" balas fernand sangat yakin ibu nya itu tidak akan melakukan hal yang buruk kepada Almera jika ibu nya itu tau kalau Almera sedang mengandung cucu nya.


"Kenapa mas terlalu yakin seperti itu mas?" tanya Almera


Fernand menarik napas, jelas ia sangat yakin karena ibu nya itu berubah sikap kepada Almera saat Almera belum juga kunjung hamil, tapi saat ini keadaan nya sudah berbeda, Almera sudah hamil dan itu pasti akan membuat Mirna bahagia, karena sudah lama ia menanti cucu dari fernand dan Almera.


"Mas yakin seperti ini karena mas tau ibu berubah sikap gara-gara kamu belum juga hamil waktu itu, tapi sekarang keadaan nya sudah berbeda!" ujar fernand


Almera pikir juga begitu, mungkin saja Mirna akan baik lagi kepada nya jika Mirna tau kebenaran nya.


"Aku juga kepikiran juga gitu mas, tapi kan kalau ibu masih benci sama ku saat aku sudah memberitahu nya gimana mas? bahkan ibu nanti tidak terima lalu aku dan calon anak kita di apa-apain gimana mas?, saat ini ibu kan lebih suka dengan Carlin bukan dengan ku, mereka satu frekuensi lagi, sedangkan dengan ku ibu begitu benci!" tutur Almera


"Astagfirullah alhazim... kamu jangan berburuk sangka dulu sama ibu, mana tau ibu akan lebih sayang pada mu saat kamu memberitahu ibu, dulu kan ibu sayang sama kamu, ibu juga sering menasehati kamu, jadi mas pikir seperti nya kita segara memberitahu ibu yang sebenarnya!" tutur fernand


Almera masih ragu dan bimbang, kalau perkataan fernand itu benar ia pasti akan memberitahu ibu mertuanya itu secepat mungkin, tapi yang ada di pikiran nya itu keraguan sikap ibu mertuanya itu. Terlebih lagi Carlin yang juga tak menyukai nya, jika Carlin tau sudah pasti Carlin akan apa-apain Almera.


"Mungkin dalam minggu ini al akan beritahu ibu mas!"


"Tapi al tidak ingin Carlin tau mas, mas kan tau jika al tidak memiliki hubungan yang baik dengan Carlin!" sambung Almera


Fernand mengerutkan keningnya, semenjak kapan Almera tidak baikan dengan Carlin? setau fernand Almera dan Carlin baik-baik saja, yang fernand tau Almera sangatlah pencemburu jika fernand bersama dengan Carlin.


"Semenjak kapan kalian tidak akur?" tanya fernand

__ADS_1


Almera langsung diam ia tidak sengaja keceplosan, Almera berusaha menutupi kalau dia tidak akur dengan Carlin, tapi secara tidak langsung ia sudah membuat fernand curiga.


"Kalian berdua selama ini tidak akur?" ulangi fernand


"Bukan!" bantah Almera


"Mas tidak bisa di bohongi sayang, kamu kenapa baru cerita kalau kamu tidak baikan dengan Carlin!" tutur fernand


Kalau Almera kasih tau tentang keburukan Carlin pasti fernand akan marah besar, bisa saja fernand menceraikan langsung Carlin itu, tapi entah kenapa Almera juga kasihan dengan nenek lampir itu.


"Tidak mas, mas kan tau kalau al pencemburu, al baik-baik saja kok sama Carlin itu, lagi pula kami juga jarang bercerita makanya hubungan kami masih seperti orang asing saja!" ujar Almera meyakinkan fernand


"Kenapa mas tidak percaya?" desis fernand menatap Almera penuh selidik


"Terserah mas kalau tidak percaya, al memang suka cemburu tapi al baik-baik saja dengan dia!" tambah Almera meyakinkan fernand itu, coba saja Almera jujur dengan fernand pasti fernand akan membantu nya untuk menyingkirkan Carlin itu.


Almera menghadap ke arah lain, Almera menarik napas dalam-dalam, "sekarang al harus jujur ya mas kepada ibu yang sebenarnya, al juga tak ingin menutupi lebih lama lagi mas!" ujar Almera


"Ya gitu lebih baik dari pada kita tutupi terus, ibu harus tau juga tentang kehamilan kamu ini, mas akan selalu support kamu dalam segala hal, mas janji tidak akan pernah mengecewakan kamu!" ujar fernand


Almera tersenyum penuh kebahagiaan karena fernand selalu ada buatnya, terlebih lagi fernand sangat pengertian padanya.


Besok Almera akan mengakui pada fernand jika Carlin berbuat tidak baik padanya, dia akan memberitahu fernand tentang Carlin yang menuangkan minyak gorong itu ke lantai, sampai-sampai ibu mertuanya jatuh.


Ia pikir tidak ada gunanya di tutupi lagi, karena Almera juga merasa sudah muak dengan semua yang ia lalu selama ini. Fernand juga patut tau tentang kelakuan istri keduanya itu, sebelum Carlin bertindak lebih nekat lagi, maka Almera akan mengaku kepada fernand.


Biarlah sekarang Almera tidak memberitahu fernand karena ia tau juga jika pada hari ini sudah banyak masalah yang di lalui oleh fernand, jadi Almera memilih besok saja ia menceritakan nya pada fernand.


"Iya mas!"


Azan magrib berkumandang sangat merdu di setiap-tiap masjid, mereka berdua mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat magrib.


Selesai sholat magrib barulah mereka berdua keluar dari kamar, Mirna sedang menunggu mereka berdua.


"Oh jadi ini dia orang yang sudah bikin rugi perusahaan!" tutur Mirna melirik Almera dengan tatapan sinis


"Kamu tau berapa besar putra saya mengeluarkan uang denda untuk membayar penalti ke perusahaan Carlin!" lanjut Mirna sangat marah mengetahui jika fernand membayar uang penalti kepada perusahaan Carlin gara-gara perusahaan fernand memutusakan kontrak kerjasama secara sepihak.


"Apa sih yang ada di otak kamu itu hah? kamu tidak pernah memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, kamu hanya memikirkan diri kamu saja, egois sekali kamu!" cecar Mirna


Carlin tersenyum sinis ia bahkan sangat puas melihat Almera di marahi habis-habisan oleh Mirna.


"Mampus kamu, dimarahi ibu mertua!" batin Carlin


Almera melirik sekilas Carlin yang sedang tersenyum penuh kemenangan itu, sudah di yakini jika Carlin mengadu pada ibu mertuanya itu.


"Cara kamu sangat murahan Carlin, hanya bisa menjatuhkan orang lewat ibu mertua!" batin Almera

__ADS_1


Fernand menghentikan perdebatan itu, kenapa ibu mertua nya itu selalu menyalahkan Almera, padahal ini semua kemauan fernand juga tidak mau bekerjasama dengan perusahaan Carlin itu.


"Sudah cukup bu, jangan salahkan istri ku terus, ini kemauan aku bukan Almera, fer capek mendengar semua celaan dan cecar itu kepada Almera, selalu Almera yang ibu salahkan!" ujar fernand


"Karena ibu benci sama dia fer, kamu tidak tau bagaimana benci nya ibu sama dia, ibu berharap-harap jika ia memberikan ibu cucu waktu itu, tapi apa fer dia malah mandul!" tutur Mirna menyalahkan keadaan


Almera hampir saja menangis dengan ucapan ibu mertuanya nya itu.


"Almera sedang hamil bu!" potong Almera di tengah-tengah mereka yang lagi bertengkar itu


Almera mengakui jika ia saat ini sedang mengandung anaknya fernand. Bahkan Almera memperlihatkan perut buncitnya itu kepada Mirna.


"Almera hamil anak mas fernand bu, Almera tidak mandul dengan apa yang ibu tuduhkan selama ini!" beritahu Almera


Mirna langsung bungkam saat ia melihat perut besar Almera itu yang selama ini Almera sembunyikan di balik baju besar nya itu, Carlin juga ikut kaget dengan apa yang ia lihat, bahkan ia tidak percaya.


"Bagaimana mungkin dia hamil? berarti dia tidak mandul?" batin Carlin


"Iya bu, Almera hamil anak ku!" timpal fernand


Mirna langsung terduduk di sofa sambil menggeleng-geleng tidak percaya, jadi selama ini anggapan dia tentang Almera mandul itu salah.


"Astagfirullah alhazim... apa yang telah aku perbuat selama ini? menantu yang sering aku hina saat ini mengandung cucu ku sendiri!" batin Mirna


"Mas boleh aku minta tolong ambilkan fotocopy USG waktu itu!" ujar Almera langsung di angguki oleh fernand, Almera menunggu fernand mengambil hasil USG waktu itu.


Fernand memperlihatkan hasil USG itu kepada Mirna, dapat dengan jelas ia lihat bahwa Almera sedang hamil saat ini, Carlin juga ikut melihat hasil USG itu.


"Bagaimana ini, Almera hamil apakah aku juga akan di tendang dari sini?, tidak itu tidak bisa di biarkan, Almera harus aku singkirkan dari mas fernand!" batin Carlin


Mirna diam seribu bahasa ia menatap Almera sangat dalam, lalu ia pergi dari sana, Mirna masuk ke dalam kamar nya.


Carlin juga ikut masuk ke kamarnya, ia masih merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat tadi.


"Al sudah mengaku mas!" ujar Almera langsung menangis di pelukan fernand itu.


Fernand tau bagaimana perasaan Almera sekarang, pasti Almera akan lebih waspada lagi dengan dirinya, kalau dia sudah mengaku kepada Mirna.


"Good baby!" ucap fernand sambil mengecup kepala Almera itu.


...


Bersambung...


Ig : purna_yudiani


jangan lupa follow Instagram author ya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada kata-kata yang salah dalam cerita itu mohon di mengerti ya🙏, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu ⏲️ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.


Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author 😊🙏🤗


__ADS_2