
Sebelum baca setidaknya beri vote, like dan komentar nya ya😀🙏
Almera kembali ke kamar nya dengan perasaan campur aduk, antara merasa berdosa dan juga bersalah telah bertengkar dengan ibu mertuanya itu.
Fernand menyadari jika Istri nya itu terlihat seperti orang merasa bersalah kepada dirinya, ia bangkit dari tidur nya itu dan fernand langsung memeluk Almera.
Almera sedikit terlonjak dalam pelukan hangat nan nyaman fernand itu, kepala Almera mendongak ke atas melihat fernand yang juga menatap nya dengan senyum sangat manis untuk menghibur Almera nya itu.
"Almera ku, kenapa kamu kelihatan bersedih?" tanya fernand dengan suara lembut sambil mengusap kepala Almera yang tertutupi oleh hijabnya itu.
"Tidak kenapa-napa!" jawab Almera menunjukkan wajah cerianya kepada fernand
Fernand menggeleng-geleng tidak percaya dengan ucapan Almera itu, sejelas itu wajah nya bersedih tadi, tidak mungkin tidak terjadi apa-apa dengan nya, pikir fernand
"Jangan bohong!" tutur fernand
"Serius aku tidak bohong, hanya saja aku sedih seperti ini karena kamu sakit, kalau kamu sakit aku jadi sedih deh!" bohong Almera
Fernand terpaksa percaya dengan ucapan bohong istrinya itu ia juga tak ingin mengungkit-ungkit kesedihan istrinya itu.
"Tidak usah bersedih seperti itu!" ujar fernand
Almera mengangguk kecil, lalu ia melepaskan pelukan dari fernand itu.
"Sekarang kamu sarapan ya, agar perut kamu terisi!" ujar Almera membawakan fernand sepiring nasi goreng
"Sayang, aku tidak mau!" tolak fernand menjauhkan mulut nya dari suapan Almera itu
"Kamu harus makan mas!" paksa Almera mendapat gelengan berkali-kali dari fernand
"Ya sudah, tapi kamu mau apa?" putus Almera menghentikan suapan nya itu ke fernand
"Mau apa ya?" tutur fernand seraya mengetuk-ngetuk dagu nya bola matanya melihat ke langit-langit kamar
Almera tersenyum melihat tingkah fernand yang di anggap seperti bocah kecil itu. Menurut Almera itu sangat lucu terlebih lagi pipi chubby fernand itu sangat menggemaskan.
"Mau apa?" ulang Almera
"Nggak tau tapi kepengen makan buah-buahan gitu!" beritahu fernand
Almera menarik napas sambil mencubit pipi fernand itu, "buah-buahan itu banyak mas, kamu mau buah apa?" tanya Almera
"Yang seger-seger gitu!" ujar fernand membuat Almera tambah bingung sampai-sampai cicak pun ikut tertawa mendengar ucapan fernand itu, semua buah-buahan itu segar-segar kecuali buah durian yang bikin panas badan
"Hmm...! buah apa aja? nanti aku beliin!" ujar Almera
__ADS_1
"Jangan!" larang fernand
"Kamu tidak boleh pergi sendiri!" ujar fernand
"Terus al pergi sama siapa mas? mas kan sakit tidak mungkin mas ikut bersama dengan ku!" sela Almera sambil mengambil tas selempang nya di dalam lemari
"Aku tidak sakit kok, tapi aku cuma mual-mual gara-gara kena sindrom cauvade!" kelit fernand sangat keras kepala ingin menemani Almera
"Tidak usah ya sayang, Mera bisa sendiri kok, lagi pula nanti ibu malah marah lagi dengan ku--!" tidak sengaja Almera keceplosan mengungkit kebohongan yang ia buat tadi
Fernand menatap Almera sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Hmm... Mera berangkat dulu ya mas, assalamualaikum mas!" ucap Almera meraih tangan kanan fernand guna untuk bersalaman
Almera sedikit berlari mencapai pintu kamar itu, ia tidak ingin di tanya-tanya lagi dengan suaminya itu soal tadi.
Fernand menarik napas ia menatap kepergian istrinya itu, "wa'alaikumussalam sayang!" jawab salam fernand.
Fernand tau jika Almera itu menutupi sesuatu darinya soal ibunya yang memarahinya tadi pagi, secara fernand mendengar hinaan dan cacian ibu nya itu tadi pagi ke Almera.
"Maaf Mera mas selalu membuat kamu bersedih!"
...
Almera kembali ke rumahnya dengan membawa beberapa jenis buah-buahan yang segar-segar, ia tersenyum lebar saat sampai di depan rumah nya itu.
"Wa'alaikumussalam!" jawab bik Yem
Almera tersenyum kepada bik Yem yang membukakan pintu untuknya itu.
"Aman nona?" tanya bik Yem
"Alhamdulillah aman bik, kandungan aku juga aman!" beritahu Almera
Selain mereka berdua yang tau tentang kehamilan Almera, bik Yem dan ibu Nini juga tau tentang kehamilan Almera itu, hanya Carlin dan Mirna saja yang belum tau tentang kehamilan Almera itu, bik Yem akan selalu menjadi ibu yang baik untuk nona nya itu.
Mirna mengahmpiri Almera yang baru saja datang itu, "bukanya ngurus suami yang lagi sakit eh malah keluyuran!" ucap Mirna baru datang dan langsung memarahi Almera
Almera menarik napas tidakkah dia merasakan untuk istirahat terlebih dahulu karena ia capek, tapi Mirna malah datang di waktu yang tidak tepat, belum juga Almera istirahat, Mirna sudah memarahi nya lebih dulu.
"Al habis membeli buah-buahan untuk mas fernand bu, ia yang minta!" beritahu Almera
"Alasan kamu saja!" hardik Mirna
Bik Yem yang masih berada di sana hanya bisa diam ia juga tidak bisa membantu nona nya itu, dia tidak memiliki kekuasaan atas hal itu.
__ADS_1
"Ya Allah... kasihan sekali nona Almera yang selalu di marahi oleh ibu mertuanya, berilah hidayah untuk nyonya Mirna ya Allah agar dia bisa baik kepada nona Almera!" batin bik Yem
"Terserah ibu saja, toh aku berucap sesuai dengan kenyataan!" tutur Almera memilih untuk pergi dari sana, jika diladeni ibu mertuanya itu pasti ujung-ujungnya mereka akan bertengkar lagi.
Almera membawa beberapa buah-buahan ke kamar nya itu, ia akan memberikan buah-buahan itu kepada fernand
"Assalamualaikum mas!" ucap salam Almera
Fernand yang lagi duduk di sofa sambil memangku laptop nya itu mendongakkan kepalanya guna melirik Almera, ia memberikan senyum termanis nya untuk Almera
"Wa'alaikumussalam bidadari surga ku!"
"Duduk sini!" titah fernand menyuruh Almera duduk di sebelah nya yang masih ada luang untuk duduk
"Ini buah yang kamu minta!" ujar Almera memberikan keranjang buah itu ke fernand
Fernand hanya melihat buah-buahan itu, ia tidak berselera untuk makan buah-buahan itu.
"Kenapa dilihatin aja?" sela Almera sambil mengambil buah anggur itu ia menyuapi anggur itu ke mulut fernand tapi fernand malah menjauhkan mulut nya.
"Lho, kok kamu tidak mau sih? al susah-susah membeli buah ini demi kamu lho, mas!" protes Almera
"Bulat-bulat seperti lato-lato bikin aku jijik makan buah nya!" tutur fernand membuat Almera mengerutkan keningnya
"Astagfirullah alhazim... mas fernand...!" kesal Almera
"Lalu kamu mau apa?" tanya Almera
Fernand menatap Almera dengan mata berkaca-kaca, entah kenapa di marahi sedikit saja mood fernand langsung berubah, apakah ini yang dinamakan mood swing yang di alami oleh fernand, secara kan kehamilan Almera itu kehamilan simpatik, apapun yang di rasakan oleh ibu hamil, di rasakan oleh suaminya, Almera yang hamil tapi fernand yang merasakan semua gejalanya.
Almera menarik napas berusaha sabar agar suaminya itu tidak sedih oleh nya.
"Coba katakan mas mau apa? biar al yang belikan atau al masak buat mas!" ujar Almera dengan suara lembut agar suaminya itu senang
"Hmm! mau bubur boleh?" ujar fernand seperti memohon
"Tentu, biar al buatkan untuk mas, mas di sini saja ya!" ujar Almera mendapat anggukan dari fernand
Almera tersenyum sambil menarik napas, dikatakan manja ya tidak manja juga, di katakan mau ini itu ya itulah yang terjadi saat ini, dimana Almera harus siap apapun yang suaminya itu minta.
...
Bersambung...
Jangan lupa follow Instagram author
__ADS_1
Ig : purna_yudiani