Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
20. Sesal Almera


__ADS_3

Carlin belum bisa melancarkan aksinya karena fernand selalu berada di dekat Almera, mungkin ia membutuhkan waktu yang lama untuk menyingkirkan Almera dari rumah ini, jika fernand selalu berada di dekat Almera ia harus bersabar menunggu fernand tidak ada di dekat Almera.


Carlin menunggu-nunggu kapan fernand akan keluar kota lagi untuk bekerja, kalau fernand sudah pergi maka Carlin akan melancarkan aksinya lagi.


"Sabar lin, kamu harus sabar menanti!"


Saat ini Carlin berdiri di depan jendela kaca yang sangat besar itu, ia melihat keindahan kota dari tempat dia berada saat ini, sangat tinggi sekali ruang kerja Carlin itu.


"Bu Carlin sebentar lagi kita akan ada rapat dengan perusahaan FA!" tutur asisten pribadi Carlin


"Oke, apa semuanya sudah di persiapkan? bahan untuk meeting kita sudah kamu siapkan di ruang meeting?"


"Sudah bu, mari sebentar lagi kita akan memulai meeting nya!" Carlin mengangguk lalu ia menuju ruang meeting itu.


Penampilan wanita karir itu sangat anggun dan cantik, Carlin menuju ruang meeting itu dengan gaya yang sangat menawan dan anggun, tubuh tinggi bak model terkenal itu bejalan dengan santai dan anggun nya.


Di dalam ruang meeting itu para klien nya sudah menunggu, Carlin baru masuk ke ruang meeting nya itu.


"Selamat siang, maaf ada keterlambatan sedikit!" tutur Carlin dengan ramah dan sopan


Di ujung sana fernand mendesah kasar karena perusahaan nya bekerja sama dengan perusahaan Carlin


Carlin juga sedikit kaget dengan kehadiran suaminya di ruang meeting ini, ia sedikit tersenyum.


"Oh jadi perusahaan FA itu milik fernand? ah tidak menyangka suamiku bekerja sama dengan perusahaan ku, bagus sekali!" batin Carlin


"Baiklah kita akan langsung memulai meeting ini agar tidak menyita banyak waktu lagi!" tutur Carlin memulai meeting tersebut.


Carlin menjelaskan tentang apa saja yang harus ia jelaskan dalam kerja sama kedua belah pihak perusahaan ini, ia menjelaskan dengan rinci mengenai kerjasama nya ini.


"Menurut bapak apakah yang saya sampaikan tadi kurang atau sudah cukup?" tanya Carlin melirik fernand yang dari tadi diam memperhatikan nya


"Saya rasa itu sudah cukup!"


"Baiklah, perusahaan kita sudah resmi bekerja sama, saya pastikan kita akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar saat menjalin kerjasama ini!" tutur Carlin


"Bagaimana pak fernand, apakah anda setuju?" tanya Roy asisten pribadi fernand itu.


"Hmm!"


Fernand bangkit dari duduknya ia langsung saja keluar dari ruang meeting itu, Carlin melihat kepergian fernand itu.


"Kalau begitu saya permisi lebih dulu!" ujar Carlin ia ingin mengejar fernand


Carlin keluar dari ruang meeting itu ia mengejar fernand yang belum jauh dari sana, Carlin memeluk fernand dari belakang, fernand langsung berhenti karena terkejut saat di peluk oleh orang dari belakang.


"Carlin!" bentak fernand mengetahui siapa yang telah berani memeluk nya


"Iya aku!" balas Carlin


"Ck! decak fernand mendorong tubuh Carlin itu jauh-jauh dari nya


"Kenapa sayang? kamu kenapa mendorong ku, aku ini istri kamu!" ujar Carlin dengan nada telah di sakiti oleh fernand


Fernand sangat jijik mendengar suara mendayu-dayu Carlin itu, ia merasa ingin menutup mulut Carlin itu.


"Aku senang ternyata perusahaan kita menjalin kerjasama, aku kira perusahaan FA itu milik siapa, eh malah ternyata milik suamiku!" ujar Carlin dengan nada suara lembut bak menghipnotis orang


Fernand sangat muak dengan suara mendayu-dayu yang di buat-buat oleh Carlin itu.


"Sayang, mari kita makan siang berdua, mumpung ini jam istirahat!" ajak Carlin

__ADS_1


"Saya sudah kenyang!" tolak fernand


"Yah kok gitu, aku ingin makan berdua dengan suamiku, masa mbak Almera terus yang di nomor satukan dan aku tidak kamu pedulikan, ayolah mas...!" rengek Carlin mengayun-ayunkan tangan fernand itu, bahkan Carlin menghentak-hentakkan kakinya ke lantai


Semua orang yang berlalu lalang di koridor ruang meeting itu terfokuskan perhatian mereka ke bos mereka itu dan juga fernand.


"Sayang ayolah... sekali ini saja, please!" mohon Carlin membuat fernand malu dengan tingkah kekanak-kanakan Carlin itu.


"Saya sudah makan, Almera sudah membawakan saja bekal!" tolak fernand menyingkirkan tangan Carlin itu dari tangan nya


Carlin tidak mau melepaskan fernand ia terus memaksa fernand sampai mau, karena mereka jadi tontonan para pekerja di perusahaan Carlin ini akhirnya fernand menuruti keinginan Carlin yang pertama kalinya ini.


Mereka berdua makan siang di salah satu restoran yang agak jauh dari perusahaan Carlin itu, sebenarnya bukan mereka berdua yang makan siang tapi Carlin sendiri yang makan siang, fernand belum makan buatan Almera tadi, karena ia harus meeting di perusahaan Carlin ini.


"Kenapa kamu tidak makan lagi sih mas? lalu aku makan sendiri dong!" ujar Carlin saat pesanan nya itu sudah sampai


"Berulang kali saya katakan kalau saya sudah kenyang!" tutur fernand


Carlin menarik napas ia mengeluarkan handphone nya dari dalam tas nya ia diam-diam memfoto fernand, dan Carlin memiliki kesempatan memegangi tangan fernand itu, sekali foto, Carlin mendapatkan hasilnya sangat bagus, fernand tidak menyadari kalau Carlin memfoto dirinya dan juga tangan nya yang di pegang oleh Carlin.


"Makan saja tidak usah memegangi tangan saya!" hardik fernand


"Baiklah, pemarah banget!" sela Carlin meletakkan ponselnya kembali ke dalam tas nya, ia tertawa puas di dalam hatinya.


"Akan aku kirim ke Almera biar dia cemburu!" batin Carlin


...


Sore hari nya Almera mendapatkan notifikasi dari nomor baru yang masuk ke handphone nya itu, nomor baru itu mengirimkan sebuah foto, Almera terlebih dahulu mendownload foto itu.


Almera mengerutkan keningnya saat satu foto yang ia download itu foto tangan yang tak asing bagi nya, terlebih lagi tangan itu menggunakan jam tangan yang pernah Almera belikan untuk fernand.


"Tangan siapa ini?"


Satu pesan foto masuk lagi bersamaan dengan chating yang ia kirimkan. Terlebih dahulu Almera membaca chat dari si pengirim itu.


"Lunch with husband!, ah senangnya akhirnya suamiku menemaniku untuk makan siang hari ini, terlebih lagi dia sangat senang saat aku ajak makan, so, kamu jangan iri ya mbak! bay the way ini nomor Carlin ya mbak!"


Isi pesan Carlin itu seolah-olah memanasi Almera, Almera tidak boleh terpancing dengan pesan Carlin ini, ia harus percaya dengan fernand kalau fernand hanya mencintai nya saja.


Almera mendownload foto yang di kirimkan oleh Carlin tadi, nampak foto fernand yang lagi duduk diam.


"Mas fernand, kamu tidak seperti ini kan!"


Almera mulai ragu dan bimbang dengan semua ini, ia takut fernand nya berpaling dan memilih Carlin.


"Mas fernand!"


Almera menekan nomor ponsel suaminya itu, ia ingin memastikan apakah itu benar atau tidak benar.


Sambungan telepon itu tersambung tapi belum juga di angkat oleh fernand.


"Mas angkat dong!" Almera mondar-mandir ia tidak mau suaminya itu berpaling dari nya


"Assalamualaikum!" ucap salam fernand di seberang sana


"Wa'alaikumussalam, kamu dimana mas? sama siapa?" Almera langsung bertubi-tubi menanyakan keberadaan suaminya itu dan bersama siapa saja.


Tawa fernand terdengar dari sambungan telepon mereka itu.


"Mas jawab jangan ketawa aja!" cemas Almera

__ADS_1


"Kenapa sih sayang? aku lagi menuju pulang, kenapa dengan istriku ini? terdengar ketakutan saja!"


Almera menghela napas lega, ternyata fernand sudah menuju pulang.


"Tidak, aku tunggu kamu!" lalu Almera mematikan sambungan telepon itu.


Almera benar menunggu kepulangan fernand itu, ia sudah berdiri di teras rumah guna menunggu kedatangan fernand, ia tidak boleh lengah sedikit pun agar fernand tidak di ambil oleh Carlin.


Almera sangat menyesal sudah mengizinkan fernand menikah lagi, seharusnya ia mengambil keputusan itu di saat hati dan pikiran nya benar-benar tenang, sekarang ia kesulitan untuk melawan dua musuh di rumah nya ini.


"Aku tidak boleh kalah!" batin Almera


Mobil yang biasa di bawa oleh fernand masuk ke halaman rumah nya itu, Almera melipat kedua tangannya di depan dada, ia menatap fernand dengan tatapan tajam.


"Assalamualaikum!" ucap salam fernand sambil tersenyum


"Wa'alaikumussalam!" jawab Almera tanpa membalas senyum suaminya itu, fernand heran dengan Almera tidak biasanya Almera seperti itu padanya


Almera meraih tangan fernand itu guna untuk ia salami, saat fernand ingin mencium nya Almera langsung menghindar, fernand menatap Almera dengan tidak percaya dan bertanya-tanya ada apa.


"Kenapa?" tanya fernand


"Nggak!" ketus Almera


"Lho kok jawab nya ketus gitu?"


"Kamu kenapa hah? marah? ngambek? atau cemburu--!" sambung fernand tapi Almera menutup mulut fernand itu mengunakan tangan nya


"Semuanya!" desak Almera melebarkan matanya melirik fernand


Tangan Almera masih menutup mulut fernand itu, fernand tidak bisa berbicara oleh nya.


"Iiih geramnya!" cebik Almera meremas mulut fernand itu, mulut fernand jadi sasaran empuk Almera karena ia geram dengan Carlin.


"Sakit sayang!" sungut fernand melepaskan tangan Almera itu dari mulut nya


Almera melebarkan matanya karena ia terkejut tak sengaja meremas mulut fernand.


"Astagfirullah alhazim... maaf mas Almera tidak sengaja!" sesal Almera mengusap mulut fernand itu dengan kelembutan


Fernand memanyunkan bibirnya karena di sambut oleh Almera dengan cara kekerasan.


"Maaf!" sesal Almera


"Nggak!" canda fernand


"Kok gitu?"


"Ini dulu baru aku maafin!" ujar fernand minta di cium


"Nggak ah, enak di kamu nggak enak di aku!"


Almera lebih memilih pergi dan di ikuti oleh fernand.


...


Bersambung...


Ig : purna_yudiani


jangan lupa follow Instagram author ya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada kata-kata yang salah dalam cerita itu mohon di mengerti ya🙏, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu ⏲️ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.


Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author 😊🙏🤗


__ADS_2