
Fernand sudah menarik semua saham nya yang semulanya ia tanam di perusahaan Carlin, investor yang semulanya berinvestasi juga ikut di cabut dari perusahaan Carlin itu, itu semua fernand yang meminta, ia memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaan CA tersebut, walaupun banyak yang akan harus di bayar oleh perusahaan fernand ke perusahaan Carlin, karena fernand tiba-tiba saja memutusakan kontrak kerjasama tersebut, akhirnya fernand membayar uang penalti ke perusahaan Carlin.
Uang denda yang harus di bayar oleh fernand bukan sedikit, hampir satu miliar uang denda yang akan fernand keluar kan, ini semua ia lakukan demi Almera yang tidak suka fernand bekerja sama dengan Carlin.
Karyawan yang bekerja di perusahaan fernand juga merasa kecewa dengan tindakan fernand itu, tapi mau bagaimana lagi mereka hanya bawahan yang harus mendengar perintah dari atasan mereka, fernand juga merasa rugi besar telah memutuskan hubungan kerjasama itu, tapi itu tidak akan ia permasalah kan, ini demi Almera nya bahagia, ia akan melakukan berbagai cara demi Almera tetap bahagia.
"Ini benar fer? kita harus membayar uang penalti ke perusahaan CA sebesar ini?" tanya Roy sangat terkejut
"Iya, maaf kalau gue mengecewakan kalian!" ujar fernand sambil mengusap wajah nya
"Sayang banget fer, perusahaan CA itu bisa membuat perusahaan kita jadi berkembang lho!" ujar Roy
"Maaf, gue tidak profesional, gue mengikut campurkan urusan kerjaan dengan urusan pribadi gue, lo tau kan kalau gue tidak ingin Almera marah!" ujar fernand memberitahu tentang masalah nya
"Hmm, ya gitu lah fer, tapi gue maklum kok dengan masalah yang lo hadapi sekarang, nanti gue akan mencari perusahaan lain yang mau bekerjasama dengan perusahaan kita, sebenarnya perusahaan CA itu tidak terlalu bagus juga sih!" tutur Roy
"Iya, makasih lo mau memahami masalah hidup gue!"
Fernand menarik napas, stres nya makin bertambah saat ini, yang bisa menghilangkan stres nya itu yaitu Almera yang harus menghibur nya. Sementara itu Almera masih ngambek dengan fernand, tapi pagi saja Almera tidak menyiapkan bekal untuk fernand, alhasil itu kesempatan Carlin yang membuatkan nya bekal, terpaksa fernand menerima bekal yang di buat oleh Carlin itu, itu semua karena di paksa Mirna juga.
...
Almera merasa kasihan dengan fernand nya, ia tau pasti jika memutusakan kontrak kerjasama secara sepihak maka fernand akan membayar uang denda, Almera kepikiran dengan suaminya itu.
Almera mondar-mandir ia menunggu kepulangan fernand itu, ia ingin meminta maaf kepada fernand, seharusnya ia tidak seperti itu kepada fernand.
"Al minta maaf mas, bahkan al selalu memberi mas masalah!"
Jam menunjukkan pukul 16.45 wib, sebentar lagi fernand akan pulang dari kantor nya, Almera sudah menunggu fernand di depan rumah nya itu.
Carlin lebih dulu pulang dari kantor ia melihat Almera berdiri di teras rumah nya itu. Carlin menghampiri Almera itu.
"Eh mandul, ngapain? nungguin suami kita ya?" ujar Carlin menghina Almera mandul
Almera tidak menggubris ucapan Carlin itu, ia seakan tidak melihat Carlin ada di samping nya, mata Almera terus tertuju ke gerbang rumah mereka itu.
"Pasti kamu kan yang menghasut fernand agar dia tidak jadi bekerjasama dengan perusahaan ku?" ujar Carlin
Almera masih diam dan tak menghiraukan Carlin berbicara itu, Almera paling malas meladani orang yang tidak sopan pada nya.
__ADS_1
"Kurang ajar!" umpat Carlin mulai emosi
"Kamu bahkan tidak memikirkan apa akibatnya perusahaan fernand itu memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan ku!" ucap Carlin
Almera merasa bersalah dengan suaminya karena dia, fernand bahkan rela memutus hubung kerjasama dengan perusahaan Carlin, terlebih lagi fernand akan membayar uang penalti kepada perusahaan Carlin, uangnya juga terbilang banyak juga.
"Kalau tidak tau apa-apa jangan sok-sokan menyuruh fernand memutus hubungan kontrak kerjasama dengan aku, egois!" cibir Carlin
Setelah menghina dan mencibir Almera lalu Carlin masuk ke dalam rumah, sementara itu Almera langsung terduduk, apa yang di ucapkan oleh Carlin itu benar kalau dia egois dengan fernand, bahkan ia tidak memikirkan akibat nya apa setelah fernand memutusakan kontrak kerjasama itu.
"Maafin al mas, gara-gara al mas memiliki masalah lagi!"
Saat itulah mobil fernand memasuki pekarangan rumah mereka itu, Almera menghampiri fernand yang meletakkan mobilnya di garasi rumah.
Senyum fernand mengembang, "assalamualaikum Almera nya mas!" ucap salam fernand lalu ia menyodorkan tangan nya kepada Almera untuk Almera salami punggung tangan fernand itu.
"Wa'alaikumussalam mas!"
Almera mengambil tas kerja fernand itu dari tangan fernand, ia juga mengambil jas suaminya itu yang telah di buka oleh fernand.
"Al mau bicara penting sama mas!" ujar Almera
Almera mengangguk lalu ia membawa fernand ke kamar mereka, Almera menyuruh fernand bersih-bersih terlebih dahulu.
Selesai fernand bersih-bersih lalu mereka berdua duduk di balkon kamar mereka itu, Almera langsung menyalami punggung tangan fernand itu, fernand mengerutkan keningnya dengan sikap Almera yang tiba-tiba saja menyalami punggung tangan nya.
"Kenapa al?"
"Al bersalah sama mas!"
Fernand tersenyum lalu menyuruh Almera mengangkat kepalanya dan fernand mengusap air mata Almera yang sudah menetes itu.
"Al punya salah apa sama mas? sampai-sampai sayangnya mas ini menangis!, mas rasa bidadari mas ini tidak memiliki masalah dengan mas!" tutur fernand sangat lembut membuat hati Almera menghangat
Air mata Almera tambah keluar dengan lancarnya, ia memeluk fernand lalu menumpahkan air matanya di pelukan fernand itu, fernand mengusap lembut punggung Almera itu, ia menenangkan Almera itu.
Setelah lama menangis akhir nya Almera menatap wajah fernand.
"Al banyak salah sama mas, gara-gara al, perusahaan mas memiliki masalah dengan perusahaan Carlin, mas harus membayar uang penalti nya karena mas memutuskan kerjasama dengan perusahaan Carlin secara sepihak, pasti uang penalti nya sangat banyak dan jumlahnya tidak main-main!" tutur Almera menatap dalam wajah fernand itu.
__ADS_1
Fernand menggenggam tangan Almera lalu ia mengusap nya dengan lembut penuh kasih sayang.
"Kata siapa perusahaan mas memiliki masalah hah?" ujar fernand
"Jangan bohong mas, waktu itu perusahaan mas juga pernah gitu, perusahaan mas juga memutus kontrak kerjasama dengan perusahaan lain, lalu perusahaan mas itu membayar uang penalti, bahkan sangat banyak waktu itu, bahkan mas sampai stres memikirkan nya, al masih ingat itu mas, pasti sekarang mas lagi stres lagi kan, ini semua gara-gara al, andai saja al tidak cemburu pasti mas akan tetap bekerjasama dengan perusahaan Carlin, pasti perusahaan mas tidak akan membayar uang penalti itu, maafin al mas, al selalu menyusahkan mas!" tutur Almera panjang lebar membuat fernand tersenyum-senyum
"Bukanya sedih tapi mas malah senyum-senyum!" protes Almera
"Memang kamu mau mas bersedih?" tanya fernand langsung mendapat gelengan kepala dari Almera
"Lalu bagaimana mas? apa mas akan membayar uang penalti itu juga?" tanya Almera
Fernand menghela napas, ia sebenarnya juga stres dengan ini semua, ia sudah membayar lunas uang penalti itu, tapi yang ia pusing kan, uang kas perusahaan nya semakin menipis, seandainya ada keperluan mendadak pasti uang kas perusahaan nya itu tidak akan cukup.
"Sudah jangan di pikirkan itu lagi, mas sudah membayar uang penalti itu, kamu jangan bersalah seperti itu, kamu tidak salah dalam hal ini, yang salah itu mas, seharusnya mas lebih teliti lagi!" ujar fernand
Almera merasa lebih tenang tapi tetap saja ia merasa bersalah, karena dia fernand melakukan ini, seharusnya Almera memberi dukungan untuk fernand bukan memberi masalah saja.
"Terus gimana lagi mas?" tanya Almera
"Ya gitu, semua saham yang mas tanam di perusahaan Carlin sudah mas cabut, investor pun juga mencabut investasi nya dari perusahaan Carlin itu, bukan perusahaan mas saja yang rugi, perusahaan Carlin itu banyak rugi nya dari perusahaan mas, uang penalti itu akan ia bayar juga ke investor yang sudah gagal bekerja sama dengan nya!" beritahu fernand
"Tapi kan tetap rugi mas, emang berapa sih uang penalti yang kamu bayar?" tanya Almera
"Setengah miliar!"
Almera langsung menganga lebar, uang setengah miliar itu bukan jumlah yang kecil melainkan sangat besar.
"Rugi nya!" lirih Almera sangat terkejut
...
Bersambung...
Ig : purna_yudiani
jangan lupa follow Instagram author ya.
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada kata-kata yang salah dalam cerita itu mohon di mengerti ya🙏, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu ⏲️ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.
__ADS_1
Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author 😊🙏🤗