
Jam delapan pagi mereka berdua masih di kamar, fernand yang menyuruh Almera untuk di kamar saja, ia bahkan di kamar memanjakan istri nya itu, fernand tau jika mood seorang ibu hamil itu akan berubah-ubah.
"Kita ngapain di kamar aja mas?" tanya Almera
Almera merasa jenuh di kamar terus, ia ingin keluar kamar untuk melakukan aktivitas sesuatu yang bisa ia lakukan.
"Istirahat lah, lalu kita ngapain lagi!" jawab fernand sambil memdusel-dusel hidungnya itu ke perut sang istri
"Bosan mas, lebih baik kita keluar, apa kamu tidak merasa lapar?" tutur Almera
"Aku sudah kenyang mendengar kabar baik dari kamu!" ujar fernand
Almera tersenyum lebar sambil mengusap kepala fernand. Ia juga merasa kenyang karena kabar tidak menyangka itu.
"Kita jadi ke rumah sakit kan mas?" tanya Almera
Fernand mengangguk-angguk kecil sambil berceloteh di depan perut rata sang istri.
"Anak papa kenapa begitu lama hadir nya? kami sudah sangat lama menunggu kehadiran kamu!" sambil mengusap lembut perut itu penuh kasih sayang yang di tumpahan oleh fernand ke calon bayi mereka itu.
"Di dalam sana kamu baik-baik ya, kami sudah menunggu lama kehadiran kamu!"
Almera merasa sangat bahagia karena kebahagiaan itu menghampiri dirinya dan fernand, ia juga tidak menyangka akan di berikan sebuah kejutan di saat hari pernikahan kedua suaminya itu
Almera merasa dirinya tidak pernah di poligami oleh suaminya, karena fernand selalu ada untuk nya, tapi apakah suaminya itu berdosa karena tidak adil seperti ini?
"Mas, lebih baik kamu temui Carlin!" ujar Almera membuat fernand langsung menggeleng-nggelengkan kepalanya, dia tidak akan mau menemui istri keduanya itu karena fernand tidak pernah menganggap Carlin
"Siapa dia sayang? istri ku cuma kamu bukan dia!" tutur fernand
"Dia juga istri kamu mas, apa kamu lupa jika sudah mempersunting dia kemarin?, dia berhak atas kamu mas!" ujar Almera
"Sampai kapan pun istri aku cuma kamu saja, bukan dia!" tutur fernand
"Tidak baik seperti itu mas... apa kamu mau berdosa?" ucap Almera
"Lebih baik mendapat dosa dari pada harus dengan orang yang tidak pernah aku bayangkan kehadiran nya di tengah-tengah hidup kita berdua!"
Almera merasa bersalah kepada suaminya itu, bukankah karena dia suaminya itu menikah lagi, bukankah dia yang memaksa suaminya itu untuk menikah lagi?
"Tapi mas--!"
"Tidak ada tapi-tapian sayangku!" potong fernand
Di sisi lainnya Mirna uring-uringan karena fernand lebih memilih Almera dari pada menantu kedua nya itu.
__ADS_1
"Aah... kenapa perempuan tidak subur itu yang selalu di pilih oleh anak ku? kalau begini kapan aku punya cucu nya?"
Mirna sangat kesal dengan putra nya itu, kenapa malam tadi ia tidak tidur dengan istri baru nya itu.
"Tidak bisa di biarkan, kalau begini terus kapan Carlin hamilnya?"
Mirna memikirkan sebuah rencana agar fernand bisa berdua dengan Carlin, apa dia harus menyuruh fernand dan Carlin berbulan madu saja, agar mereka bisa berdua.
"Ide yang bagus!"
Mirna juga kesal dengan anak dan menantu nya itu, sampai jam segini mereka bahkan belum juga keluar kamar.
"Entah apa yang mereka lakukan!"
Carlin keluar dari kamar dengan pakaian sudah rapi, hari ini dia juga libur berkerja karena selama satu minggu dia juga ambil cuti, kalau boleh tau sebenarnya Carlin sangat malas libur kerja.
Wanita berbadan ideal itu turun dari lantai atas dengan gaya anggun bak model terkenal, tapi sayangnya dia tak ramah sedikit pun dengan orang yang lebih tua dari nya, bahkan orang yang berekonomi menengah kebawah tak ia pedulikan.
"Mas fernand kemana bu?" tanya Carlin
"Mana saya tau, dia kan suami kamu!" jawab Mirna membalas perbuatan Carlin tadi pagi.
Tadi pagi Carlin tidak ada ramah-ramah nya dengan Mirna, sekarang Mirna juga tak akan ramah-ramah dengan Carlin.
"Pasti dengan istri tua nya!" sela Carlin balik lagi ia ke atas.
"Emang dia pikir aku apan? aku istri dia juga yang harus dia perlakuan dengan baik juga, harus adil dong dengan istri-istri!" cecar Carlin tidak terima
Tok tok tok
Carlin menggedor-gedor pintu kamar Almera itu sangat kuat.
"Buka!" ucap Carlin
Carlin terus menggedor-gedor pintu kamar itu.
Fernand dan Almera sampai kaget dengan gedoran pintu yang sangat keras itu.
"Siapa itu mas?" tanya Almera
Fernand menggeleng tidak tau, fernand turun dari tempat tidur ia membuka pintu itu, hal pertama yang ia lihat yaitu Carlin.
"Ah, selamat pagi sayang!" sapa Carlin dengan tersenyum sambil mengedipkan mata nya sebelah
Fernand bersikap dingin dan cuek saja, Almera keluar dari balik punggung fernand itu, Carlin menatap Almera dengan tatapan malas.
__ADS_1
"Pagi!" sapa Carlin dengan senyum dibuat-buat
Almera tersenyum kecil sambil mengangguk kecil.
"Sayangku, kenapa kamu di sini terus? bukankah aku ini istri kamu juga, jadi kamu tidak boleh tidak adil seperti ini!" ujar Carlin dengan bernada lembut
"Iya kan mbak Almera!" ujar Carlin
"Iya!" jawab singkat Almera
"Jadi pagi ini, mas fernand harus dengan ku, karena tadi malam mas fernand sudah bersama dengan mbak Almera!" ujar Carlin menarik tangan fernand dengan lembut
Fernand menampik tangan Carlin itu, ia tidak akan mau berdua dengan Carlin ini.
"Lepaskan saya!" hardik fernand
"Oh my god, sayang kenapa kamu begitu kasar dengan istri kamu ini?" ujar Carlin tidak percaya
"Mas, benar kata Carlin, pagi ini kamu harus dengan nya, karena tadi malam kamu sudah dengan ku, kamu harus adil mas!" tutur Almera melepaskan fernand untuk Carlin
Almera harus bisa berbagi juga, karena sekarang suaminya itu bukan milik nya sendiri melainkan sudah ada istri lainnya juga.
Terpaksa fernand ikut dengan Carlin dan meninggalkan Almera yang hanya bisa melihat kepergian suaminya itu.
Hati Almera sedikit sakit melihat suaminya dengan wanita lain yang tiada lain dan tiada bukan madu nya sendiri.
"Ternyata sakit juga harus berbagi itu!"
Almera turun ke bawah, untuk melupakan rasa sakit hatinya lebih baik ia melakukan aktivitas yang bisa membuat nya senang.
Saat ini fernand lagi duduk santai berdua dengan Carlin, sebenarnya fernand mau lari saja di sini tapi ada ibu nya juga di sini.
"Ibu sudah menyiapkan paket bulan madu untuk kalian berdua!" ujar Mirna
Fernand hanya diam tanpa mau menanggapi ucapan ibu nya itu.
"Kemana bu?" tanya Carlin
"Bali!" jawab Mirna
Carlin mengangguk kecil saja, secara dia sudah sering pulang balik ke Bali itu, bulan madu ke Bali tidak spesial lagi buat nya.
"Sampai kapan pun aku tidak akan mau pergi bulan madu dengan dia!" tutur fernand lalu fernand beranjak pergi dari sana.
"Siapa juga yang mau bulan madu dengan dia? gue ogah punya anak dari dia!" batin Carlin
__ADS_1
...
Bersambung...