
Malam ini merupakan malam yang sangat nyaman bagi Almera, karena apa? karena mereka tidak bisa di ganggu oleh siapapun itu karena mereka nginap di hotel, ide Almera memang sangat berlian, ia melakukan ini karena Almera tidak rela Carlin bisa berduaan dengan fernand, setelah ia mengetahui kebusukan Carlin itu, Almera jadi tidak rela untuk berbagi dengan Carlin, mungkin ini sedikit egois tapi ya inilah yang bisa Almera lakukan demi kebahagiaan nya bersama fernand.
Mungkin itu sangat egois sekali, tapi Almera melakukan ini agar fernand tidak berpaling darinya, terlebih lagi Carlin sangat licik.
Saran Sekar pagi tadi memang di jalankan oleh Almera, jika Carlin licik maka dia harus licik dan cerdik juga, saran dari Sekar tadi sangat membantu Almera.
Saat ini fernand lagi tidur, kepalanya sambil di letakkan di atas paha Almera, arah pandangnya menghadap ke perut Almera yang sudah membesar itu, satu tangan nya mengusap lembut perut itu, kadang fernand juga sekali-kali mencium perut Almera itu.
Satu tangan Almera mengusap kepala fernand itu, ia sedang senyum-senyum sendiri, pandangan nya lurus ke depan, Almera tersenyum karena dia berhasil membalas Carlin tadi. Di mungkin Carlin saat ini pasti sedang panas melihat gambar-gambar yang Almera kirim tadi, pikir Almera
"Bagaimana reaksi dia di saat aku mengirimkan pesan dan foto-foto romantis kita berdua tadi ya? aku ingin tau dia marah-marah tapi bagaimana caranya?, sudahlah jangan di pikirkan dia lagi setidaknya malam ini tidur ku nyenyak!" batin Almera sangat puas memanas-manasi balik Carlin
Ternyata fernand dari tadi memperhatikan Almera yang tersenyum-senyum sendiri itu, ia mengerutkan keningnya.
"Kamu kenapa?" tanya fernand
"Senang aja!" jawab Almera melirik fernand sekilas lalu ia kembali menatap lurus, satu tangan nya tak berhenti untuk mengusap rambut fernand itu.
"Senang kenapa?"
"Kepo ya?" tutur Almera melirik fernand dengan senyum-senyum
"Hu'um, kepo banget malah!" ujar fernand
"Sini, sini aku beritahu!" balas Almera membisikkan sesuatu kepada fernand yang nyatanya ia hanya diam saja di depan telinga fernand itu.
Fernand sudah lama menunggu bisikan Almera itu tapi tak kunjung terdengar juga.
"Apa sih bidadari?" tanya fernand sangat penasaran
"Ya itu, udah!" jawab Almera membuat fernand tergelitik-i untuk mengerjai Almera habis-habisan malam ini.
"Wah, parah nih!"
"Haha, bercanda mas!" tawa bahagia Almera
"Bukan bercanda tapi buat orang penasaran!" ujar fernand mulai menggilik-gilik tubuh Almera itu, Almera tertawa kecil karena tubuhnya itu terasa geli akibat gelitikan fernand
"Haha... am-ampun m-as haha... am-pun haha... ampun!" tawa Almera tidak bisa menahan rasa geli di tubuh nya itu
Lama fernand menggelitik Almera itu akhirnya ia berhenti juga.
"Udah!" rengek Almera memohon jangan di gelitikki lagi
"Sayangnya belum usai!" ujar fernand mulai menggelitik Almera kembali, tangan Almera mampu menahan tangan fernand itu.
"I already begged you!" mohon Almera
"Kiss first then I'm done!"
Fernand mendekatkan wajahnya di depan bibir Almera itu, satu kecupan mendarat di pipi fernand, membuatnya berbunga-bunga pada malam hari ini.
__ADS_1
"Flowers are blooming in my heart!" ujar fernand
"Bunga itu tumbuh nya di tanah bukan di hati, mas!" tukas Almera
"Ah, kamu menganggu aku yang sedang bahagia saja!" desis fernand lalu Almera mencubit pipi fernand itu.
Almera tersenyum lebar, malam ini mereka berdua bisa merasakan kenyamanan tanpa ada gangguan dari siapapun, semenjak fernand memiliki istri lagi, mereka jadi jarang merasakan kenyamanan seperti ini.
"Mas!"
"Iya sayang!"
"Kamu belum menyentuh Carlin kan?" selidik Almera menyipitkan matanya menatap fernand itu, entah kenapa Almera menanyakan itu kepada fernand
"Kamu menuduhku?" tanya balik fernand
"Bukan menuduh tapi aku nanya, hanya bertanya!" tekan Almera jengkel dengan fernand
Fernand menggeleng-geleng, membuat jantung Almera merasa lega, "aman! batin Almera
"Alhamdulillah!" ucap syukur Almera sangat antusias membuat fernand menyipitkan matanya
"Jadi sampai sekarang dia masih tersegel kan?" pertanyaan konyol berhasil keluar dari mulut Almera
Fernand tambah mengerutkan keningnya, kenapa Almera sangat antusias sekali?
"Tidak tau!" jawab fernand
Bagaikan tersambar petir jantung Almera ini, bagaimana mungkin suaminya berucap seperti itu.
"Mas jujur aja mas!" desak Almera
"Jujur apa?" tanya fernand
"Kamu sudah apa-apain dia?" rajuk Almera memanyunkan bibirnya
"Apa-apain apa nya?"
Almera sangat kesal dengan suaminya ini, tidak tau apa yang Almera pikirkan itu, dari tadi bertanya terus.
Almera membisikkan sesuatu kepada fernand, lalu fernand membantah dengan kuat.
"Astagfirullah alhazim... aku tidak pernah ya, aku hanya melakukan hanya bersama kamu saja!" bantah fernand sangat kuat membuat Almera terenyuh, ternyata suaminya itu sangat setia dengan nya.
"Jangan keras-keras juga mas, sampai gendang telinga ku mau pecah!" gerutu Almera yang aslinya hatinya itu sangat senang
"Habisnya kamu menuduhku!" tutur fernand
"Aku bukan menuduh tapi menanyakan!" kelit Almera
"Alhamdulillah banget ya mas, di kasih yang bening malah tidak mau!" ledek Almera
__ADS_1
"Bening apan? buluk gitu, lebih bening kamu dari dia!" ucap fernand tidak ada rem nya, asal ngomong orang buluk saja.
Aslinya Carlin itu sangat cantik ia juga pandai menjaga tubuhnya, tapi sayangnya di mata fernand istri kedua nya itu sangat buluk, karena dia tak pandai menutup aurat nya di depan semua orang.
"Masa sih?" yakin Almera
"Hu'um!"
"Yakin nggak mau?" selidik Almera
"Suer ma, papa mana mau sama orang kayak dia, yang suka mengumbar aurat itu!" jelas fernand
"Kalau dia sudah menutup aurat nya dengan sempurna, apa papa juga tidak mau juga?"
"Yakin!" jawab fernand sangat yakin, yakin kalau dia tidak akan mau jatuh cinta kepada Carlin
"Kok nggak percaya ya!" desis Almera melirik fernand
"Astagfirullah alhazim... sayang kamu kok gitu sih!" ujar fernand
"Hmm! cinta kamu sebesar apa untuk ku?" tanya fernand
"Sebesar alam semesta!" jawab fernand
"Yakin nggak goyah?"
Almera terus menyelidiki fernand, karena ia bahkan tidak rela fernand ada rasa untuk Carlin.
"Ya Allah... benar Almera ku, cinta ku, sayang ku, bidadari surga ku!" yakin fernand
"Ya deh, percaya!" ucap Almera pada akhirnya
Fernand menarik napas sambil tersenyum, rasa stres yang melanda dirinya seakan hilang pada malam hari ini, karena apa? karena pada malam ini tidak ada gangguan dari mana pun, ia berharap esok rasa stres nya itu tidak bertambah lagi.
Almera juga merasa lebih baik juga pada malam ini, terasa nyaman tidak ada gangguan dari mertua nya itu, walaupun ia akan menghadapi beberapa masalah lagi, jika saja ia tidak mendukung keinginan ibu mertuanya itu untuk memaksa fernand menikah lagi, mungkin mereka sekarang hidup aman dan tentram, tapi itu tidak bisa di ubah lagi.
Jika Almera mengajukan sebuah keinginan kepada fernand untuk menceraikan Carlin mungkin fernand akan menyetujui keinginan nya itu, tapi Almera merasa sedikit kasihan dengan Carlin.
Fernand menangkap tubuh Almera itu lalu ia membaringkan tubuh Almera itu, "apa yang mama pikiran?" tanya fernand, Almera menggeleng
Mereka malam ini merasakan kenyamanan tidak ada gangguan dari mana pun pada malam ini.
...
Bersambung...
Ig : purna_yudiani
jangan lupa follow Instagram author ya.
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada kata-kata yang salah dalam cerita itu mohon di mengerti ya🙏, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu ⏲️ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.
__ADS_1
Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author 😊🙏🤗