Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
32. Mencurigai Carlin


__ADS_3

Setelah bik Yem memberitahu fernand bahwa Almera masuk rumah sakit, fernand langsung berlari ke mobilnya guna untuk menyusul ke rumah sakit. Fernand betul-betul khawatir dengan Almera saat ini.


"Bik, kenapa Almera bisa masuk rumah sakit?" tanya fernand dengan suara bergetar


"Bibik juga tidak tau den, tadi nyonya Mirna yang bersama nona Almera, tau-tau nona Almera sudah sakit perut saja, bibik tidak tahu pasti nona Almera kenapa nya!" jelas bik Yem


Fernand menitikkan air matanya, tidak bisa di pungkiri ia benar-benar takut terjadi sesuatu dengan kedua orang yang ia cintai. Fernand membawa mobilnya sangat kencang, ia harus sampai sesegera mungkin ke rumah sakit, Almera sangat membutuhkan nya.


"Ya Allah... tolonglah mereka, hamba takut terjadi sesuatu dengan mereka!"


Saat ini mobil yang di bawa fernand sudah sampai di rumah sakit itu, fernand memarkirkan mobilnya sembarangan saja karena pikirannya hanya tertuju pada Almera.


Fernand berlari masuk ke rumah sakit itu, ia langsung menuju ke ruang UGD yang di beritahukan oleh bik Yem tadi. Bik Yem menyusul fernand, di sana tidak ada Mirna, fernand jadi takut akan terjadi sesuatu.


"Bik, kemana perginya ibu?"


Bik Yem geleng-geleng kepala tidak tahu, tadi ia meninggalkan Mirna tepat di depan ruang UGD ini.


"Ibu.. ibu, ibu kemana bu?" lirih fernand mencari di sekeliling nya


Bik Yem dapat informasi bahwa nyonya nya juga masuk ke dalam ruang UGD, dia bukan menemani Almera di dalam sana, Mirna juga ikut pingsa dan di bawa ke UGD itu juga.


"Jadi ibu-ibu yang menunggu di sini pingsan?"


"Benar bu, kami yang menolong nya, mungkin ibu tadi sudah di periksa oleh dokter!"


"Ya Allah... begitu banyak cobaan hari ini!"


"Terima kasih informasinya!"


"Iya sama-sama bu!"


Bik Yem menghampiri fernand lalu memberitahu fernand jika Mirna juga pingsan dan masuk UGD juga.


"Ya Allah... ibu kenapa bu?" fernand tambah bersedih, tiga orang yang sangat ia cintai harus seperti ini.


"Bantulah hamba ya Allah, berilah mereka pertolongan--Mu!"


Fernand bersama bik Yem mondar-mandir di depan ruang UGD itu, fernand terus menitikkan air matanya tatkala ia tidak bisa berbuat apa-apa dan juga sangat khawatir.


Dokter yang memeriksa Almera tadi keluar dari ruang UGD itu.


"Keluarga pasien?"

__ADS_1


Fernand menghampiri dokter itu, "dok, bagaimana dengan keadaan ibu dan istri saya?" tanya fernand


"Ibu anda sudah sadar, dia mengalami serangan panik, apa ibu anda meminum sesuatu?" tanya dokter itu


Fernand tidak tau apa yang ibu nya minum, sedangkan ia bekerja.


"Saya tidak tau dok!"


"Ibu anda meminum sebuah obat untuk menggugurkan kandungan!" beritahu dokter itu


"Apa?" kejut fernand dan juga bik Yem


"Sekarang ibu anda baik-baik saja, tapi keadaan istri anda saat ini masih lemah, terlebih lagi janin nya yang masih bisa bertahan, walaupun ia sudah meminum penggugur kandungan, beruntung beliau di bawa cepat ke rumah sakit, kalau tidak mungkin janin yang ia kandung tidak terselamatkan!" tutur dokter itu


Fernand tidak percaya dengan penjelasan dokter ini, bagaimana bisa Almera meminum obat penggugur kandungan itu, dari mana Almera mendapatkan nya?


"Bik, kenapa ibu dan istri saya bisa meminum obat penggugur kandungan itu bik? siapa yang memberikan nya bik?" tanya fernand


Bik Yem menggeleng tidak tau, "bibik juga tidak tau den, setau bibik, nyonya tadi sempat membuat jus mangga!" ucap bik Yem


Fernand mengusap-usap kasar wajahnya, yang terpenting saat ini Almera dan kandungan selamat, dan ibu nya juga telah baik-baik saja.


"Saya boleh melihat mereka dok?"


Fernand dan juga bik Yem itu masuk ke dalam ruangan itu, fernand berhenti sejenak melihat Almera terbaring lemah di brankar itu, sementara itu ibu nya sudah lebih membaik.


"Maafkan ibu fer, ibu tidak bisa menjaga istri kamu!" tangis Mirna langsung saja pecah


Terlebih dahulu fernand menghampiri ibu nya itu, "tidak apa-apa bu, ibu sudah menjadi ibu terbaik untuk kami, fer tidak menyalahkan siapapun!" tutur fernand menenangkan hati ibunya yang sempat terguncang


"Almera, fer... Almera begini gara-gara ibu!"


"Ibu tidak salah bu, mungkin ini sebuah kecelakaan, fer akan mencari tahu siapa yang tega memasukkan obat penggugur kandungan ke minuman kalian, fer tidak akan memaafkan orang itu!" ucap fernand


Kini fernand melihat Almera yang masih tertidur itu, fernand meneteskan kembali air matanya, sudah banyak penderitaan yang Almera alami, saat ini ia juga harus mengalami nya lagi.


"Maafkan aku yang tidak bisa menjaga kamu!" fernand menggenggam tangan Almera itu, ia menangis di tangan Almera itu.


"Kamu kuat sayang, anak kita baik-baik saja, hanya saja aku tidak berguna, di saat kamu seperti ini aku lebih sibuk dengan pekerjaan ku, maafkan aku Almera!"


Bik Yem juga sedih dengan majikan nya itu.


...

__ADS_1


Di lain sisi, Carlin tertawa terbahak-bahak karena rencana nya berjalan dengan mulus, terlebih lagi ia lihat Almera yang kesakitan tadi, Carlin mengintip mereka saat mereka membawa Almera tadi, apa lagi Carlin juga melihat ada banyak d*r*h di baju Almera tadi. Sudah di pastikan kandungan Almera itu tidak bisa di selamatkan, pikir Carlin.


"Rasakan akibatnya, jangan main-main dengan saya!"


"Semoga kandungan kamu itu tidak bertahan dan gugur juga al, saya sangat membenci kamu!"


Carlin berbaring di atas tempat tidur nya itu sambil mengangkat botol obat penggugur kandungan itu, dengan obat itu ia bisa mencelakakan banyak nyawa.


"Ternyata tidak sia-sia juga obat ini!" ucap Carlin seraya mencium botol obat itu, lalu ia kembali tertawa.


Jika fernand tau kalau Carlin yang melakukan itu, pasti fernand akan marah besar, dan tidak akan memberi ampun Carlin.


...


Saat ini Almera sudah bangun, ia melirik ibu mertuanya yang juga ikut berbaring di brankar samping nya itu.


"Ibu kenapa?" tanya Almera


Mirna tersenyum kecil, gara-gara dia Almera jadi seperti ini, hampir saja Almera kehilangan bayi nya.


"Ibu baik-baik saja, bagaimana dengan kamu?"


"Al, baik-baik kok bu, Alhamdulillah bayi al masih bisa di selamatkan!" ucap Almera


Fernand masih menggenggam tangan Almera itu.


"Apa Almera merasakan sesuatu?" tanya fernand mendapat gelengan dari Almera


"Almera sudah lebih baik kok mas, maaf al lalai menjaga bauh hati kita ini!" ucap Almera


"Tidak sayang, kamu jangan berucap seperti itu, seharusnya aku yang salah karena aku tidak ada di samping kamu di saat kamu membutuhkan aku!" tutur fernand sangat merasa bersalah.


Almera diam, ia memikirkan sesuatu, siapakah yang tega memberikan obat penggugur kandungan itu ke dalam minuman nya, Almera jadi mencurigai Carlin, karena Carlin lah yang patut ia curigai saat ini, terlebih lagi carlin sangat membenci nya.


"Apa benar Carlin yang mencampurkan minuman ku dengan obat penggugur kandungan itu?, aku sangat yakin jika ia pelakunya, secara dia sangat benci dengan ku, aku harus waspada lagi dengan nya!" batin Almera


...


Bersambung...


like, komentar, vote


Ig : purna_yudiani

__ADS_1


__ADS_2