Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
15. Merusak Suasana


__ADS_3

Almera terbangun saat azan subuh berkumandang, ia mengucek-ngucek matanya agar penglihatan nya dapat ia gunakan dengan jelas, sebelum ia duduk dari berbaring nya ia terlebih dahulu memeriksa di samping nya, Almera merasakan dengan tangannya kasur di samping nya itu tidak ada siapa-siapa di sana, berarti fernand memang tidur semalaman dengan Carlin, hati Almera terasa sakit saat suaminya tidur dengan wanita lain yang merupakan istri suaminya juga.


"Astaghfirullahaladzim, Innallaha Ghofururrohim, astaghfirullahaladzim, innallaha ghoufururrohim, astaghfirullahaladzim, innallaha ghoufururrohim"


Almera mengucap istighfar, seharusnya dia bersyukur karena suaminya itu bisa adil dengan istri-istri nya.


Mungkin dia belum bisa ikhlas dan berbagi tapi ia akan berusaha untuk itu, Almera beranjak dari tempat tidur nya itu, ia mandi terlebih dahulu kemudian dia mengambil wudhu.


Almera melaksanakan sholat subuh dua rakaat, saat sujud terakhir nya ia sangat lama sujud nya karena Almera membaca do'a di sujud terakhir nya itu.


Apa do'a di sujud terakhir itu?


𝗨𝘀𝘁𝗮𝗱𝘇 𝗔𝗱𝗶 𝗛𝗶𝗱𝗮𝘆𝗮𝘁 𝘀𝗮𝗶𝗱:


𝖪𝖺𝗍𝖺 𝖭𝖺𝖻𝗂, 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗆𝗎 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝗌𝖾𝗌𝗎𝖺𝗍𝗎 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 𝖼𝖾𝗉𝖺𝗍 𝖽𝗂 𝗄𝖺𝖻𝗎𝗅𝗄𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺𝖺𝗇 𝗅𝖺𝗄𝗎𝗄𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗌𝗎𝗃𝗎𝖽 𝗍𝖾𝗋𝖺𝗄𝗁𝗂𝗋.


3 𝗯𝗮𝗰𝗮𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗮𝘂 𝗹𝘂𝗽𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝘀𝘂𝗷𝘂𝗱 𝘁𝗲𝗿𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝘀𝗵𝗼𝗹𝗮𝘁𝗺𝘂:


→ 𝖬𝖾𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖺𝗀𝖺𝗋 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀𝗀𝖺𝗅 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗄𝖾𝖺𝖽𝖺𝖺𝗇 𝗁𝗎𝗌𝗇𝗎𝗅 𝗄𝗁𝗈𝗍𝗂𝗆𝖺𝗁.


"𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵𝘂𝗺𝗺𝗮 𝗶𝗻𝗻𝗶 𝗔𝘀 𝗮𝗹𝘂𝗸𝗮 𝗵𝘂𝘀𝗻𝘂𝗹 𝗸𝗵𝗼𝘁𝗶𝗺𝗮𝗵."


→𝖡𝖾𝗋𝖽𝗈𝖺 𝖺𝗀𝖺𝗋 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗄𝖾𝗌𝖾𝗆𝗉𝖺𝗍𝖺𝗇 𝗍𝖺𝗎𝖻𝖺𝗍 𝗌𝖾𝖻𝖾𝗅𝗎𝗆 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀𝗀𝖺𝗅.


"𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵𝘂𝗺𝗺𝗮𝗿𝘇𝘂𝗾𝗻𝗶 𝗧𝗮𝘂𝗯𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗡𝗮𝘀𝘂𝗵𝗮 𝗤𝗼𝗯𝗹𝗮𝗹 𝗺𝗮𝘂𝘁."


→𝖬𝖾𝗆𝗈𝗁𝗈𝗇 𝖺𝗀𝖺𝗋 𝗁𝖺𝗍𝗂 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗍𝖺𝗉𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗌 𝖺𝗀𝖺𝗆𝖺-𝖭𝗒𝖺.


"𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵𝘂𝗺𝗺𝗮 𝗬𝗮 𝗺𝘂𝗾𝗼𝗹𝗹𝗶𝗯𝗮𝗹 𝗾𝘂𝗹𝘂𝘂𝗯 𝘁𝘀𝗮𝗯𝗯𝗶𝘁 𝗾𝗼𝗹𝗯𝗶 𝗮𝗹𝗮𝗮 𝗱𝗶𝗻𝗶𝗶𝗸."


Selesai Almera sholat ia di kejutkan dengan kedatangan fernand yang langsung memeluknya dari belakang.


"Maafin aku, aku meninggalkan kamu sendirian di sini, maafin aku, al!" tutur fernand meminta maaf kepada Almera yang tentu saja suaminya itu tidak memiliki salah kepada nya.


Almera tersenyum sambil mengusap tangan fernand yang melingkar di perutnya itu.


"Kenapa meminta maaf kepada ku mas? kamu tidak salah sama sekali, apakah salah seorang suami menemani istri nya tidur?, Carlin istri kamu juga!" ujar Almera sangat pengertian dengan keadaan yang sudah berubah, dulunya memang dia sendiri istri fernand tapi saat ini fernand sudah memiliki istri yang lain juga, yang tentunya sudah mendapat izin dari Almera untuk suaminya itu menikah lagi.


"Mas sudah sholat subuh?" ucap Almera mengalihkan pembicaraan, mendapatkan gelengan kepala dari fernand.


"Ya sudah sholat subuh gih, waktu subuh itu singkat mas!" tutur Almera menyuruh fernand berdiri


Fernand dapat kabur dari kamar Carlin karena ia melihat kunci kamar itu terletak di atas bantal, mungkin Carlin meletakkan kunci kamar itu di atas bantal saat fernand sudah terlelap tidur di sofa.


Almera menyiapkan baju koko dan sarung untuk fernand dan ia juga menyiapkan peci untuk suaminya itu, fernand tersenyum saat semua nya sudah di siapkan oleh Almera.

__ADS_1


"Sholat gih, jangan senyum-senyum aja!" tegur Almera pada saat fernand senyum-senyum pada nya.


Fernand memulai sholat nya sedangkan Almera duduk diam memperhatikan fernand sedang menunaikan ibadah sholat subuh itu.


Selesai fernand menunaikan sholat subuh nya ia menoleh ke belakang guna melihat Almera nya yang di pastikan masih duduk di belakang nya itu, fernand memberikan tangan kanan nya kepada Almera untuk di salami oleh Almera.


Fernand bergeser ke tempat Almera, satu tangannya mengusap perut Almera itu.


"Apa kabar anak papa? papa senang kamu sehat-sehat saja, kamu jangan nakal ya kasihan mama kamu nanti!"


Almera menggenggam tangan fernand itu, ia tersenyum penuh kebahagiaan.


"Mas ke kantor?" tanya Almera


"Iya, sudah lama mas liburnya!"


"Mau aku siapin baju kerja kamu nggak?"


"Boleh, sekalian siapin bekal makan siang ku ya!"


Almera mengangguk kecil, selain menyiapkan keperluan fernand ia juga sering menyiapkan bekal siang fernand, dari awal menikah sampai sekarang fernand pasti akan selalu menerima bekal siang yang di buatkan oleh Almera.


Saat ini Almera memasangkan dasi fernand di leher fernand itu, "cantik sekali bidadari surga ku ini, semoga kita berjodoh sampai ke jannah nya Allah ta'ala!" ujar fernand mengecup pipi Almera itu, Almera membalas kecupan suaminya itu ia juga mengecup pipi fernand.


Kini Almera dan fernand sudah di dapur, fernand mengikuti Almera sampai ke dapur, ia melihat semua aktivitas yang dilakukan oleh Almera itu.


"Jangan capek-capek sayang!" larang fernand


"Nggak capek kok, cuma nyiapin bekal kamu nggak bakalan capek!" sela Almera menyiapkan bekal makan siang yang akan fernand bawa ke kantor itu.


Almera menjangkau tutup kotak nasi itu yang ada di dalam lemari kitchen paling atas itu, ia sedikit menjijitkan kakinya agar sampai menjangkau tutup nasi itu, fernand langsung mengambil tutup nasi itu yang sangat gampang ia gapai karena ia sangat tinggi.


Saat ini Almera berada di depan fernand itu, fernand lebih mendekatkan tubuhnya pada Almera, membuat Almera sesak napas karena ia merasa malu di pepet oleh tubuh fernand yang sangat atletis dan tinggi itu. Fernand sangat sengaja memepet tubuh nya dengan tubuh Almera, sangat lama fernand mengerjai Almera itu sampai-sampai pipi Almera memerah karena malu.


"Mas iiih!" desis Almera mendorong tubuh fernand, tampang tanpa dosa fernand pun masih melekat pada wajah nya itu.


Seketika raut wajah fernand berubah seperti menahan rasa mual, ia menutup mulut nya lalu fernand beranjak ke wastafel yang berada di dekat sana.


Huwek


Huwek


Huwek


Fernand muntah-muntah di wastafel itu, tapi yang di heran kan muntahnya itu tidak keluar sedikit pun.

__ADS_1


"Mama, aku mual lagi!" rengek fernand kepada Almera


Almera garuk-garuk kepala yang di tutupi oleh jilbabnya itu, "udah kamu minum obat pereda mual yang aku beli kemarin?" tanya Almera mendapatkan gelengan kepala dari fernand


Selama periode trimester pertama kehamilan Almera ini, ia tidak pernah merasakan mual atau ngidam sekali pun, hanya saja fernand yang merasakan mual dan ngidam itu.


"Alhamdulillah nya aku tidak merasakan mual dan ngidam itu ya mas!" ledek Almera


Fernand mendelik tajam ke arah Almera, bisa-bisanya istri nya itu meledek dirinya yang sedang dilanda oleh morning sickness ini, dia juga tak ingin merasakan mual di pagi hari ini.


"Suami istri itu saling berbagi ya kan mas, lihatlah saat ini kita sedang berbagi, aku yang hamil kamu yang merasakan morning sicknees dan ngidam nya!" tutur Almera berbicara dengan entengnya, ia tidak tau bagaimana sulitnya fernand menjalani hidup nya gara-gara kehamilan Almera ini.


"Kamu iya senang, tinggal hamil doang lah aku mual-mual tidak menentu, ngidam aneh-aneh juga, dan lebih parahnya lagi aku tidak mood makan!" keluh fernand lalu Almera meletakkan jari telunjuk nya di bibir fernand


"Jangan salah mas, kamu bilang hamil itu gampang apa? tidak mas! setelah ini aku akan melahirkan buah hati kita dengan taruhan nyawa!" tutur Almera sambil berbisik kepada fernand


Fernand menelan ludah nya secara kasar, beruntung seorang laki-laki itu tidak hamil kalau hamil sudah pasti mereka akan merasakan dahsyat nya saat melahirkan itu, tapi seorang laki-laki itu tidak boleh egois juga dengan istrinya.


"Hmm!"


Mirna datang ia melihat betapa dekatnya Almera dan fernand saat ini, bahkan mereka saling tatap menatap sambil tersenyum.


"Apa-apaan ini fer!" ucap Mirna menganggu suasana mereka saja


Almera melihat ibu mertuanya itu dengan tatapan sulit diartikan, ia bahkan tambah memepet tubuh fernand itu, "suamiku kamu kalau kerja jangan suka malas-malasan, nanti perusahaan kamu bisa bangkrut!" tutur Almera memainkan sandiwara nya agar mertuanya itu tidak lagi marah-marah pada nya, Mirna seakan muntah mendengar ucapan menantu nya itu.


"Tidak sayang, aku akan bekerja lebih baik lagi!" ujar fernand juga ikut-ikutan memainkan sebuah peran nya


Mirna geli melihat mereka berdua itu lalu ia menyingkir saja dari dapur itu, sudah di pastikan Mirna sudah pergi barulah Almera terkekeh kecil bersamaan dengan fernand yang mencubit hidung Almera itu.


"Huh! ibu merusak suasana kita saja!" desis Almera


Fernand hanya geleng-geleng kepala saja dengan tingkah istri nya itu.


....


Bersambung...


Ig : purna_yudiani


jangan lupa follow Instagram author ya.


Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada kata-kata yang salah dalam cerita itu mohon di mengerti ya🙏, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu ⏲️ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.


Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author 😊🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2