
1 minggu kemudian...
Fernand kembali bekerja seperti biasa pagi itu entah kenapa fernand merasa mual-mual bahkan ia juga bingung dengan keadaan nya pagi ini, yang ia muntahkan juga tidak keluar hanya saja ia merasa mual saja.
"Kalau kamu sakit lebih baik istirahat aja mas!" saran Almera
"Iya kayak nya, tapi kenapa aku seperti ini ya?" fernand juga bingung dengan keadaan nya yang tidak pernah seperti ini.
Almera tersenyum lebar, kemungkinan fernand terkena gejala sindrom couvade dimana fernand juga merasakan gejala ibu hamil juga, biasanya gejala seperti ini dinamakan kehamilan simpatik.
"Kamu kayak nya kena sindrom couvade deh mas!" tutur Almera
"Sindrom couvade? apan tuh kok aku baru tau?" ujar fernand
"Kamu merasakan apa yang aku rasakan saat aku hamil!" ujar Almera
Fernand mengangguk-angguk sambil mengusap perut Almera itu, "ya sudah kamu istirahat dulu aja, kalau kamu benar-benar tidak sanggup ke kantor lebih baik kamu libur aja!" ujar Almera sangat perhatian dengan fernand
"Iya ma!" ujar fernand lalu ia tidur kembali di atas tempat tidur
Almera duduk di sebelah fernand sambil mengusap rambut tebal fernand itu, fernand sampai terbuai dalam lembut nya usapan tangan Almera itu di kepala nya, ia tidak lagi merasakan mual itu.
Sementara itu Carlin sudah selesai bersiap-siap ia akan pergi ke kantor nya juga, Carlin tidak mau meninggalkan pekerjaan nya karena dia sudah gila dalam bekerja itu, profesi jadi CEO merupakan impian nya sejak lama, dan sekarang impian nya itu sudah ia raih.
"Mas fernand niat tidak sih antar aku ke kantor? kemarin ia janji akan antarin aku ke kantor!" Carlin menunggu fernand di sofa ruang tengah itu.
Sebenarnya bukan fernand yang memberi janji kepada Carlin untuk mengantarkan nya ke kantor, tapi Mirna lah yang memaksa fernand untuk mengantar Carlin, mau tidak mau fernand terpaksa menyetujui permintaan ibu nya itu, tapi nasib baik berpihak kepada fernand karena sakit dan alasan pun pasti berjalan dengan mudahnya bukan?
"Lho, kok kamu belum berangkat juga? fernand kemana?" tanya Mirna yang baru saja datang
Carlin menaikan kedua bahunya, "mana saya tau!" ucap Carlin dengan nada datar
Mirna menarik napas karena kesal dengan Carlin, di tanya baik-baik tapi dia malah menjawab dengan tidak sopan.
"Tidak tau tata krama!" sindir Mirna
__ADS_1
Carlin menaikan sedikit bibir nya ke atas ia menatap Mirna dengan tatapan tidak suka.
"Lalu fernand kemana?" tutur Mirna lalu ia pergi ke kamar Almera, Mirna menduga-duga jika fernand bersama dengan Almera.
"Cantik apa sih Almera itu sampai fernand tergila-gila sama dia? gadis panti asuhan itu selalu saja merebut kasih sayang fernand dari ku!" caci Mirna
Mirna mengetuk-ngetuk pintu kamar itu berkali-kali sampai ke ketukan ke lima kali barulah Almera membuka pintu kamar nya itu, Almera memberi isyarat kepada ibu mertuanya itu agar tidak ribut di sini, Almera meletakkan jari telunjuk nya di bibir nya itu agar Mirna tidak marah-marah di dekat kamar mereka itu.
"Mas fernand lagi istirahat bu!" beritahu Almera kepada ibu mertuanya itu saat mereka sudah menjauhi kamar itu.
"Istirahat apa lagi jam segini? jam segini waktunya ia harus kerja, apa kamu ngada-ngada ya? agar fernand tidak jadi barengan dengan Carlin, makanya kamu menghasut fernand agar berangkat nya agak siangan ke kantor!" tuduh Mirna
Almera mengusap-usap dadanya atas tuduhan ibu mertuanya itu yang makin hari makin membenci nya saja, apakah dengan keberadaan Carlin di sini ibu mertuanya itu tambah membencinya, dan mau menyingkirkan nya?
"Astagfirullah alhazim, bu, ibu kenapa menuduh ku seperti itu? mas fernand sakit bu makanya mas fernand istirahat, di saat suamiku sakit apa aku harus memaksanya untuk berkerja juga?" tutur Almera
Mirna menatap Almera dengan tatapan tidak percaya bahkan ia menatap sinis menantu nya itu.
Almera membawa ibu mertuanya itu ke kamar untuk melihat fernand yang terbaring lemas di atas tempat tidur itu.
"Sekarang ibu percaya kan! aku tidak menghasut suamiku bu!" ujar Almera
Mirna balik ke ruang tengah dimana Carlin masih duduk menunggu suaminya itu.
"Fernand sakit, lebih baik kamu berangkat sendiri!" ujar Mirna
Carlin nampak seperti tidak percaya dengan ucapan mertuanya itu, ia sangat bete dan kesal sudah menunggu fernand dari tadi.
"Aah, s*al!" umpat Carlin
"Kalau tau begini nggak akan aku nungguin yang tidak pasti!" gerutu Carlin lalu ia menyelonong keluar tanpa salam ataupun pamitan dengan Mirna
"Menantu kurang ajar ya!" maki Mirna
"Itukan menantu pilihan ibu, bagaimana? dia cantik kan tapi tidak punya rasa malu dan sopan santun!" ejek Almera yang baru saja datang, Almera menaikan sebelah bibir atasnya menatap Mirna dengan sinis
__ADS_1
"Sama saja dengan kamu perempuan mandul!" caci Mirna
Almera tertawa kecil dengan ucapan Mirna itu, tidak tau kebenaran nya tapi Mirna sudah menuduh tanpa bukti lagi, suatu saat Mirna akan diam dan menyesal sendiri sudah menuduh menantu nya itu mandul.
"Tapi sayangnya tuduhan ibu itu salah!" ucap Almera
Ucapan Almera itu seperti ambigu saja oleh Mirna, apa maksud ucapan nya itu? pikir Mirna
Almera meninggalkan ibu mertuanya yang lagi melamun itu, seperti nya Mirna sedang memikirkan ucapan ambigu Almera tadi. Almera senyum mencibir dengan sebelah bibir naik ke atas.
Sampai Almera kembali ia masih melihat Mirna yang masih termenung itu.
"Awas nanti kesurupan!" sindir Almera membuat ibu mertuanya itu menatap tajam ke arah nya
"Menantu kurang ajar kamu!" sinis Mirna
"Hmm! aku bukan kurang ajar sih tapi aku hanya membela diri ku yang selalu ibu injak-injak!" tutur Almera
Mirna menghampiri Almera itu ia melayangkan satu tamparan ke wajah Almera itu, tapi langsung di tangkis oleh Almera.
"Ibu kenapa sangat kejam? apakah ibu merasa tidak puas telah menghina dan menginjak-injak aku selama ini? sekali saja ibu menyentuh ku, aku akan laporin ibu ke polisi dengan tuduhan ibu mertua yang selalu menganiaya menantu nya!" tutur Almera menaikan sebelah alisnya sambil senyum jahat
Mirna mengepalkan kedua tangannya, ia mengurungkan niat jahat nya itu untuk menyakiti Almera, kalau berurusan dengan pihak berwajib, Mirna langsung tegang karena ia tidak mau mendekam di jeruji besi.
"Tunggu saja pembalasan saya!" batin Mirna
Almera senyum mencibir, "coba saja kalau bisa ibu menyingkirkan ku, aku tidak akan tinggal diam bu, ibu pikir aku wanita lemah? tidak bu, kalau ibu semakin gencar ingin melempar ku keluar dari rumah suamiku ini, maka aku akan semakin kuat untuk melawan ibu!" ujar Almera
Semakin hari Mirna merasa di hina terus dengan menantu pertama nya ini, semakin berkobar juga jiwa nya ini untuk menyingkirkan Almera secepatnya dari fernand.
...
Bersambung...
Jangan lupa follow Instagram author ya, agar kita bisa berteman juga di sana.
__ADS_1
Ig : purna_yudiani
fb: purna yudiani