
1 minggu kemudian
Saat ini Almera membenahi baju fernand yang sedikit tidak rapi, hari ini dimana fernand akan menikah lagi, fernand terpaksa menyetujui keinginan istri dan ibu nya itu, jauh di dalam lubuk hati paling dalam fernand ia tidak ada niat sekalipun menyetujui keinginan ibu dan istrinya itu. Tapi Almera mengancam fernand jika ia tidak mau menikah lagi maka Almera akan pergi selama-lamanya dari fernand.
Fernand tidak punya pilihan selain menyetujui keinginan ibu dan istri nya itu.
Fernand melihat wajah Almera yang selalu tersenyum itu membuat hati fernand hancur, ia tau jika senyum istrinya itu hanya senyum kepalsuan.
"Batalkan saja pernikahan ini, aku tidak mau menyakiti perasaan kamu!" ujar fernand memegangi kedua tangan Almera
"Jangan begitu mas, kita sudah sepakat bukan? terlebih lagi para tamu undangan sudah datang, apa kamu mau bikin malu ibu mu?" tutur Almera
"Lebih baik malu dari pada membuat kamu hancur, aku tidak sanggup melihat kamu hancur!"
"Mas... bukankah aku yang memberi kamu izin? jadi aku sudah ikhlas, hati ku sudah kuat untuk menerima ini mas!"
Almera berpaling dari wajah fernand itu ia juga tidak mau melihat wajah sedih fernand karena nya.
"Bismillahirrahmanirrahim, aku sudah siap untuk di poligami dan aku harus siap juga berbagi suami, ya Allah tolong kuatkan hati ku untuk ini!" batin Almera
Fernand dapat merasakan rasa sakit di ulu hati istri tercinta nya itu.
"Aku akan membatalkan pernikahan ini!" ujar fernand
"Jangan mas, apa kamu tidak kasihan dengan calon istri mu itu jika pernikahan ini dibatalkan?" tutur Almera memegangi tangan fernand agar fernand tidak keluar untuk membatalkan acara ini.
"Aku tidak peduli! yang aku pedulikan saat ini hanya hati kamu, toh aku juga tidak kenal dan tidak cinta juga dengan dia!" ujar fernand sambil menunjuk-nunjuk keluar
"Tega kamu mas dengan ku? aku sudah mengizinkan kamu, apa kamu mau aku pergi selama-lamanya?" tutur Almera
Di hati fernand ia tidak mau pernikahan kedua ini terjadi, yang ia mau hanya Almera bukan yang lain, bagaimana bisa ia bisa berbagi diri nya itu.
Acara ijab kabul akan segera di mulai, pengantin wanita sudah siap untuk di duduk kan di samping pengantin pria.
Fernand memasang wajah datar tanpa ada ekspresi sedikit pun, ia menoleh pada Almera yang sedang tersenyum kepada nya itu. Almera memberikan restu dan izin untuk suaminya itu menikah lagi, agar kebahagiaan suaminya itu hadir nanti nya.
"Bismillahirrahmanirrahim, aku sudah siap!" batin Almera menguatkan hatinya
__ADS_1
Untuk tamu undangan tidak seberapa yang di undang, karena ini hanya pernikahan kecil saja, yang hadir cuma sanak dan kerabat dekat mereka saja.
Punggung Almera di usap oleh bik Yem dan ibu Nini.
"Sabar dan ikhlas ya nak!" tutur Nini
Ibu Nini merupakan ibu panti asuhan dimana Almera di besarkan, ibu Nini sudah seperti ibu kandung Almera saja karena ia sangat sayang dengan ibu Nini.
"Nona Almera pasti kuat!" ujar bik Yem
Almera mengangguk ada banyak orang yang selalu mensupport nya, ia bahkan sudah siap untuk berbagi.
Mirna tersenyum dengan lebar, keinginan nya sudah tercapai.
Saat fernand mengucapkan ijab kabul, Almera berlari ke dapur, bukanya ia tidak sanggup untuk melihat suaminya menikah lagi tapi ia merasa mual dan juga merasakan pusing.
Almera memuntahkan isi perutnya ke wastafel yang ada di dapur itu, entah kenapa ia merasa sangat mual.
"Astagfirullah alhazim... kenapa aku merasa mual gini?" Almera memegangi perut nya ia merasa tambah mual lagi.
"Nona Almera tidak apa-apa?" tanya bik Yem
Almera mengangguk sebagai jawaban ia merasa pusing saat mual tadi. Almera kembali muntah-muntah, itu membuat bik Yem menghampiri nya.
"Nona Almera sakit? kenapa muntah-muntah seperti itu?" ujar bik Yem memberikan Almera segelas air hangat kuku
Almera meneguk air putih itu, "al tidak ngerti bik, kenapa al merasa mual dan pusing di saat acara pernikahan mas fernand!" beritahu Almera sambil memegangi tepian wastafel itu.
Bik Yem merasa ada yang janggal dengan nona Almera nya itu, "apa bulan ini nona Almera sudah datang tamu bulanan nya?" tanya bik Yem
Almera menggeleng bahkan ia tidak ingat kapan terakhir kalinya tamu bulanan nya itu datang.
"Entahlah bik Almera sudah lupa, seingat al bulan kemarin sudah datang tapi bulan ini belum datang juga, apa ini gara-gara al terlalu banyak pikiran dan stres ya bik!" tutur Almera
Bik Yem tersenyum semoga saja apa yang ia pikirkan itu terjadi, "coba nona Almera periksa!" saran bik Yem
Almera mematung memandangi bik Yem, ia belum mencerna betul ucapan bik Yem itu. Almera tersenyum sambil memegangi perut nya itu.
__ADS_1
"Nanti akan al coba bik!" ujar Almera menerima saran bik Yem itu.
...
Begitu cepat acara berlalu, kini Almera sedang menata barang-barang nya ke kamar tamu, ia akan pindah ke kamar tamu ini karena malam ini merupakan dimana suaminya itu akan tidur berdua dengan istri muda nya.
Almera menarik napas dalam-dalam, untuk saat ini ia akan bersabar dan akan menjalankan kehidupan nya seperti biasa saja.
Almera merasa senang saja hari ini entah kenapa itu, saat ini Almera melaksanakan sholat isya, selesai ia sholat lalu ia berdo'a kepada Allah SWT.
"Ya Allah, kuatkan lah hati hamba ini, mudahkan lah hati ini untuk menerima kenyataan ini, lapang kan lah hati ini untuk bisa berbagi dengan dia, mungkin saat ini hati hamba masih belum ikhlas untuk menerima ini, tapi hamba mohon ya Allah... kuatkan lah dan lapang kan lah hati ini, aamiin...!"
Selesai Almera berdo'a kini ia meletakkan mukenah nya di dalam lemari, ia duduk di sisi ranjang sambil menarik napas.
Malam ini ia harus ikhlas jika suaminya tidur dengan istri kedua nya itu, malam ini ia juga harus tidur sendiri tanpa ada fernand di samping nya.
"Almera, kamu harus kuat dan ikhlas karena suami kamu memiliki dua istri!"
Almera lanjut merebahkan tubuhnya di atas kasur, pada saat itu fernand langsung masuk ke kamar Almera dan ia mengunci pintu kamar Almera itu. Almera kaget dengan kedatangan suaminya itu.
"Mas, kenapa kamu ke sini? malam ini malam kamu dengan Carlin, bukan dengan ku!" tutur Almera
Fernand menggeleng ia langsung masuk ke selimut Almera itu juga, fernand membenamkan wajahnya di leher Almera itu.
"Mas jangan gini dong, nanti kamu berdosa karena kamu tidak adil!" ujar Almera
"Lebih baik aku dapat dosa dari pada harus tidur dengan dia yang tidak aku kenal, aku hanya ingin bersama kamu!" ujar fernand
Almera menarik napas ia juga tidak tau harus berbuat apa lagi, fernand sendiri yang mau bukan dia.
...
Bersambung...
Yang suka silahkan beri like, komen, dan vote kalian, yang tidak suka silahkan skip aja jangan banyak protes.
Komentar sesuai dengan isi cerita ini, tidak menerima komentar next dan lanjut!!!
__ADS_1