Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
16. Hati Almera Sakit, Mas!


__ADS_3

Makin hari perut Almera semakin kelihatan, apa lagi usia kehamilan nya sudah memasuki usia 3 bulan saja, Almera berusaha menutupi perut besarnya itu ia selalu menggunakan baju gamis yang besar agar perutnya itu tidak kelihatan sama mertua nya itu.


Saat ini Almera lagi berdiri di depan cermin yang besar, ia melihat pantulan tubuhnya itu di cermin, Almera memegangi perutnya yang sudah mulai kelihatan.


"Pakai apa ya supaya perut ini tidak kelihatan besar nya? tidak mungkin selamanya aku bisa menutupi perutku yang makin hari makin membesar!"


Almera merasa frustasi dengan keadaan nya saat ini, apa dia akan mengakui jika saat ini ia sedang hamil anaknya fernand, tapi Almera juga takut jika ibu mertuanya itu melakukan hal yang tidak di inginkan kepada calon bayi dan dirinya, secara Mirna tidak suka dan membenci Almera.


Almera kaget saat tangan kekar fernand melingkar di perutnya itu, fernand merebahkan kepalanya di bahu Almera itu.


"Apa yang membuat kamu terlihat seperti banyak beban pikiran?" tanya fernand sambil menghirup aroma tubuh Almera


Almera menarik napas sambil melihat wajah fernand lewat pantulan cermin itu.


"Almera sedikit frustasi dengan keadaan saat ini, semakin hari perut al akan kelihatan, al takut ibu bakalan tau mas, secara al belum siap memberitahu ibu jika al sedang hamil!" beritahu Almera tentang beban pikiran nya itu


Fernand diam sambil menghirup aroma tubuh Almera itu, "bagaimana jika kita beritahu ibu secepatnya, agar tidak menjadi beban pikiran kamu lagi!" saran fernand


Almera memutar tubuhnya ia melirik fernand secara langsung.


"Almera belum siap mas!" lirih Almera menundukkan kepalanya ke bawah, fernand memegang dagu Almera lalu ia angkat ke atas guna melihat wajah sedih yang di sembunyikan oleh Almera itu.


"Kita tidak tau apakah ibu akan senang dengan kabar kehamilan kamu ini atau tidak, tapi kita harus beritahu ibu tidak akan lama lagi pasti perut kamu akan kelihatan juga, seperti saat ini!" ujar fernand membujuk Almera agar Almera mau memberitahu ibu nya kalau dia sedang mengandung


"Tapi al takut mas!" tutur Almera sangat takut dengan firasat nya itu


"Insyaallah ibu tidak akan menyakiti calon cucu nya ini, biar bagaimanapun ibu sudah lama juga menantikan cucu dari kita!" meyakinkan Almera


Almera masih menimang-nimang keputusan yang akan ia ambil itu, dia tidak bisa seperti ini terus bukan?, sebisa mungkin dia menyembunyikan kehamilan nya itu dari ibu mertuanya pasti lambat laun akan ketahuan juga.


"Baiklah, tapi beri waktu aku untuk berpikir dulu!" pinta Almera


Fernand mengangguk sambil mengusap perut Almera itu dengan lembut nya.


"Kira-kira anak kita cowok apa cewek ya?" ujar fernand


"Mau cowok mau cewek asalkan sehat mas, dan tanpa kekurangan sedikit pun saat lahir nanti!" ucap Almera


"Iya, aku sangat bersyukur mendapatkan karunia Allah ta'ala yang double seperti ini!" sela fernand saat tangannya itu masih mengusap perut Almera


"Kok double?" tanya Almera

__ADS_1


"Iya double, yang satu aku memiliki istri yang sangat cantik, penyabar, sholeha, dan yang satu lagi kita di beri amanah oleh Allah untuk menjaga anak ini!" ujar fernand


Almera mengangguk-angguk kecil sambil tersenyum.


Saat ini mereka berdua sedang di dapur, fernand meminta di buatkan teh hangat, mereka berdua saling bertukar pandang, fernand yang suka mengerjai Almera terus saja mencolek-colek pipi Almera itu sampai Almera risih dengan gangguan suaminya itu.


"Sekali lagi colek-colek awas kamu ya!" ancam Almera


Fernand hanya tersenyum kecil saja ia bahkan tidak menggubris ancaman istri nya itu.


Mirna sangat kesal melihat pemandangan di depan matanya itu, selalu saja ia melihat keharmonisan rumah tangga fernand dan Almera, Mirna sedikit heran dengan Almera sekarang yang kelihatan tubuhnya lebih berisi, terlebih lagi Almera selalu menggunakan baju gamis yang kebesaran.


Apakah itu cuma perasaan nya saja?


Di pikir-pikir lagi sangat sering Mirna melihat keanehan dari putra nya itu yang selalu muntah-muntah tidak jelas, terlebih lagi saat ia pulang dari kantor pasti fernand akan selalu membawa pulang makanan-makanan yang aneh-aneh, seperti halnya rujak, Mirna tau kalau putranya itu tidak suka dengan rujak itu, apakah ada yang aneh dengan mereka? timbul sebuah pertanyaan di pikiran Mirna itu.


"Aku harus cari tau!"


Carlin baru saja pulang dari kantor nya ia ingin ke dapur untuk mengambil air minum, tapi ia melihat pemandangan di depan matanya itu yang membuat dia iri.


Carlin berpapasan dengan Mirna, "udah pulang kamu!" ujar Mirna


"Menurut ibu?" ketus Carlin dengan tatapan tidak suka


"Wah, wah... seperti nya gabung dengan kalian menyenangkan juga!" tutur Carlin duduk di dekat fernand itu, satu tangan nya melingkar di tangan fernand


Almera yang tersenyum tadi langsung hilang senyumnya tatkala melihat tangan suaminya di pegang oleh Carlin yang merupakan istri dari fernand juga.


"Sayang, kenapa kamu tidak menjemput ku tadi?" ujar Carlin dengan suara mendayu-dayu sambil mengusap pipi fernand itu, berulang kali fernand menepis tangan Carlin itu tetap saja Carlin mengulangi nya.


Carlin sengaja memepet fernand seperti saat ini agar Almera cemburu melihat nya.


"Al kedalam dulu ya mas, al ada sedikit pekerjaan!" pamit Almera meninggalkan fernand bersama Carlin


Almera buru-buru masuk ke dalam kamar nya ia bahkan mengunci pintu kamar nya itu, Almera tersandar di pintu itu tubuhnya dengan perlahan merosot ke bawah sampai ia terduduk di lantai.


"Hiks... sakit sekali hati ku melihatnya hiks... apa ini yang dinamakan cemburu itu? hiks... padahal Carlin juga berhak atas mas fernand bukan aku saja!"


Almera tidak bisa menyembunyikan kesedihannya itu, walaupun dia selalu tersenyum tapi di dalam hatinya sangat hancur, dia sangat pandai sekali menutupi kesedihannya itu.


Sementara itu Carlin tersenyum puas karena ia berhasil mengusir Almera dari sini, fernand menyingkirkan kepala Carlin yang menyender di pangkal tangan nya itu.

__ADS_1


"Jangan sok-sok dekat dengan saya!" hardik fernand


"Kitakan sudah sah, emang tidak boleh seorang istri bermanja dengan suaminya sendiri?" ujar Carlin masih saja bisa tersenyum


Fernand menatap sinis wajah wanita yang paling ia benci itu, semenjak kehadiran Carlin di tengah-tengah keluarga mereka, fernand jadi suka marah-marah dan ia juga sering stres dengan kehidupan nya sekarang.


Acara minum teh mereka berdua jadi rusak karena ada gangguan dari Carlin, fernand mengejar Almera ke kamar mereka itu.


Tok tok tok


"Almera sayang... buka ya pintu nya!"


"Al, ini mas, sayang!"


Almera mengusap sisa-sisa air matanya itu, ia tidak boleh menangis di depan fernand


"Almera...!"


Fernand terus memanggil Almera yang berusaha untuk tetap tegar dan kuat itu. Almera membukakan pintu itu untuk fernand nya, fernand langsung tersenyum tatkala melihat wajah Almera


"Masuk!" titah Almera


Fernand tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia langsung masuk ke kamar istrinya itu dan ia langsung mengunci pintu itu.


"Cemburu ya?" tanya fernand mendapat anggukan dari Almera


Almera tanpa ragu mengatakan dirinya memang cemburu melihat yang tadi.


"Hati Almera sakit, mas!" ucap Almera


Fernand tersenyum untuk menyembuhkan rasa sakit hati Almera itu, ia tau bagaimana rasanya sakit yang terus menerus menghajar Almera itu, seandainya ibu nya itu tidak memaksa ia menikah lagi mungkin ini semua tidak akan terjadi.


Fernand memeluk Almera agar hati Almera tidak terlalu sakit lagi, "menangis lah jika perlu!" gumam fernand membuat air mata Almera jatuh kembali, ia menangis di dalam pelukan fernand itu dan Almera juga memukul-mukul fernand untuk menyalurkan rasa sakit nya itu.


...


Bersambung...


Ig : purna_yudiani


jangan lupa follow Instagram author ya.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada kata-kata yang salah dalam cerita itu mohon di mengerti ya🙏, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu ⏲️ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.


Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author 😊🙏🤗


__ADS_2