Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
36. Carlin Datang Kembali


__ADS_3

4 bulan kemudian...


Saat ini Almera sedang di rawat di rumah sakit, baru saja ia selesai melahirkan putra kecilnya di dunia ini, saat ini Almera masih pingsan karena baru usai melahirkan, fernand sangat bahagia karena Almera sudah memberikan nya putra yang sangat tampan dan menggemaskan.


Almera di pindahkan ke ruang VIP dan di sana fernand menunggu Almera sampai siuman, Mirna bersama bik Yem lagi di ruang bayi.


"Cucu ku... kamu sangat tampan sekali, ini nenek sayang!"


Mirna merasa bahagia karena akhirnya dia dapat juga mengendong cucu nya, sudah lama ia menantikan momen itu.


"Mirip dengan fer waktu bayi!"


"Ya mirip lah nyonya, dia kan anaknya den fernand!"


Mirna tertawa, "haha... iya juga!" tawa Mirna sangat bahagia telah di berikan cucu.


Ia sudah lama menunggu kehadiran cucu nya itu, akhirnya ia mendapatkan juga.


"Alhamdulillah ya bik, akhirnya fernand dan Almera di berikan amanah oleh Allah subhana wa ta'ala untuk memiliki seorang keturunan, saya sangat senang sekali!" tutur Mirna


"Iya nya, alhamdulilah, penantian mereka selama ini akhirnya terkabulkan juga, mereka di berikan putra yang sangat tampan, mudah-mudahan den kecil ini menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua nya!"


"Aamiin... cucu nenek harus menjadi orang yang sangat baik, dan membantu orang-orang di sekitar nya!"


Mereka berdua tersenyum.


Sementara itu, Almera masih belum sadarkan diri, fernand selalu setia menunggu Almera sampai ia siuman.


"Almera..." ucap fernand agar Almera bisa mendengar suara nya itu


"Almera... bangun sayang!"


"Almera... bangun ya, mas bingung harus apa kalau kamu tidur gini, bosan tau!"


Fernand juga mengusap-usap punggung tangan Almera itu.


"Almera... sayang...!"


Perlahan mata Almera terbuka, ia menstabilkan penglihatan nya yang terkena pancaran cahaya lampu itu, perlahan-lahan penglihatan nya mulai normal.


Almera memiringkan kepalanya melirik ke samping, ia melihat fernand yang tersenyum pada nya itu.


"Mas...!" lirih Almera


"Iya, Almera merasakan apa?" tanya fernand


Almera menggeleng-nggelengkan kepalanya, ia mengelilingi penglihatan nya di sekitar kamar ini.


"Anak kita dimana? dia baik-baik saja kan?"


Fernand tersenyum, "alhamdulilah dia baik-baik saja, nanti dia akan ke sini!" ujar fernand

__ADS_1


Almera bernapas lega, anak yang ia lahirkan ternyata baik-baik saja.


Cklekk


Pintu kamar tempat Almera di rawat itu di buka, ternyata Mirna dan bik Yem yang datang, Mirna mengendong bayi yang sudah di pastikan bayi Almera dan fernand.


"Bayi nya siapa ini?" ucap Mirna


"Bayi ku!" jawab fernand


"Kata dokter bayi nya harus di susui ibu nya, makanya ibu bawa ke sini, kebetulan juga Almera sudah sadar!" ucap Mirna


Almera tersenyum lalu ia menyambut bayinya itu yang di berikan oleh Mirna.


"Tampan sekali..."


"Dari mana kamu tau kalau anak kita tampan? kamu saja tidak tau apa jenis anak kita, tadi kamu pingsan!" ujar fernand


"Insting seorang ibu tidak mungkin salah, aku melahirkan bayi laki-laki untuk kamu, bagaimana dia tampan bukan?" ucap Almera tersenyum pada fernand


"Sangat, dia mirip dengan ku!"


"Tidak, putra kita tidak mirip dengan mas!" kilah Almera


"Lalu dia mirip siapa?"


Almera tersenyum, putra mereka itu memang mirip dengan fernand, hanya saja Almera tidak mau mengakui nya.


Mirna tertawa kecil melihat perdebatan kecil mereka itu, ternyata sesenang ini memiliki keluarga yang harmonis.


Saat Almera sedang menyusui putra nya itu, pintu kamar rawat tempat Almera itu di buka kembali.


Cklekk


Di ambang pintu menampakkan sesosok wanita yang sangat mereka kenal yang sudah lama tidak bertemu dan memberikan kabar.


"Assalamualaikum!" ucap salam Carlin


"Wa'alaikumussalam!"


Carlin tersenyum kepada semua orang ia menghampiri Almera , tujuan nya ke sini untuk melihat Almera dan bayi nya itu, fernand menghindar ia lebih memilih duduk di sofa, sementara itu Mirna masih berdiri di sana.


Mirna sudah tau cerita nya dari fernand jika Carlin lah yang membuat Almera pend*rah*n waktu itu, Mirna juga sudah memaafkan Carlin hanya saja ia masih kecewa dengan tindakan Carlin waktu itu.


"Sehat ya...!"


Carlin sangat menyesal sudah hampir mau m e m b u n u h bayi yang tidak berdosa ini, karena ambisi nya yang ingin di perhatikan juga ia sampai tega melakukan hal yang jahat kepada Almera dan juga bayi ini.


"Maaf ya, aku hampir saja mencelakai kalian, karena ambisi ku ingin di perhatikan oleh suami, aku sampai tega melakukan hal yang sangat jahat!" sesal Carlin


Almera tersenyum tipis, "bagaimana? sekarang kamu sudah memiliki pasangan?" tanya Almera mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


Carlin tersenyum tipis, "mana mau orang sama janda seperti ku mbak, aku sudah tua juga!" ucap Carlin


"Eh... jangan berkata seperti itu, kamu itu cantik dan masih muda!" ucap Almera meyakinkan Carlin


"Itu menurut mbak, menurut ku sih aku sudah tua!" tutur Carlin


Semenjak cerai dari fernand, Carlin tidak pernah lagi memikirkan tentang mau menikah lagi, ia hanya fokus dengan pekerjaan nya.


Dulu ia pikir memiliki seorang laki-laki itu tidak ada gunanya, karena ia sudah bisa menghasilkan uang sendiri, dan sampai umurnya sudah menginjak kepala tiga baru ia menyadari betapa pentingnya memiliki seorang laki-laki itu, dan pada akhirnya ia di nikahkan dengan fernand.


Awalnya ia pikir sikap dan sifat fernand yang dingin dan cuek itu karena fernand belum mengenal nya, lama kelamaan sikap fernand tidak pernah berubah, dan sampai ia mengetahui jika fernand tidak mencintai nya, fernand hanya mencintai Almera.


Di sanalah mulai ambisi Carlin untuk memiliki apa yang di miliki oleh Almera.


Carlin memperhatikan bayi yang sangat imut itu, ia pikir bayi itu tidak akan selamat waktu ia ingin menyingkirkan Almera, ternyata bayi itu sangatlah sehat dan sudah lahir ke dunia ini.


"Boleh aku gendong dia mbak?"


"Boleh, silahkan!" ucap Almera memberikan bayi nya itu kepada Carlin


"Kamu sangat lucu, oh iya bayi mbak cowok apa cewek?" tanya Carlin


"Cowok!"


"Pantesan, kamu sangat tampan sekali!"


Almera tersenyum, "iya, dia mirip papa nya kan!" ucap Almera


"Iya, sangat mirip!"


"Sehat-sehat ya...!" ucap Carlin menoel-noel hidung bayi yang tertidur itu.


Sudah lama ia di sini akhirnya Carlin berpamitan pergi, ia beralasan bahwa ia banyak pekerjaan.


"Aku balik dulu mbak, pekerjaan ku masih banyak!" ucap Carlin memberikan kado kepada Almera


"Baiklah, terima kasih banyak, kamu sudah mau melihat ku!" ucap Almera


"Iya sama-sama mbak!" ucap Carlin


"Ibu, bik, aku pamit dulu ya!" ujar Carlin


Mirna mengangguk, lalu Carlin menyalami punggung tangan Mirna itu.


"Hati-hati!" ucap Mirna mendapat senyuman dan anggukan dari carlin


"Assalamualaikum!" ucap Carlin lalu dengan sekilas Carlin melihat fernand dan ia memberikan senyum kepada fernand.


Fernand juga tersenyum tipis.


"Wa'alaikumussalam!"

__ADS_1


...


Bersambung...


__ADS_2