Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
29. Kecelakaan Kecil


__ADS_3

Carlin membawa pemuda itu ke rumah sakit terdekat, ia bahkan menunggu pemuda itu sampai dokter selesai mengobati luka nya, Carlin amat takut jika terjadi sesuatu dengan orang ia tabrak itu.


Kalau orangnya patah tulang gimana? atau keadaan nya makin memburuk setelah ini gimana? pikir Carlin sangat takut


Carlin menakutkan ini karena ia tidak ingin berurusan dengan pihak yang berwajib, kenapa dia sampai se-ceroboh ini membawa mobil dan menabrak pengendara lain.


"Dok bagaimana dengan dia?" tanya Carlin saat dokter menangani pemuda tadi keluar dari ruangan itu.


"Tidak perlu di khawatirkan, pasien hanya mengalami luka ringan, itupun sudah kami obati, jangan lupa untuk kontrol ke sini lagi setelah resep obat yang saya berikan sudah habis!" pesan dokter itu membuat Carlin bernapas lega.


"Kalau begitu saya permisi dulu!"


"Iya, terima kasih banyak dok!"


Carlin masuk ke ruang itu ia melihat pemuda yang ia tabrak itu masih berbaring di brankar itu.


"Bagaimana dengan keadaan mu?"


"Seperti yang mbak lihat, saya terluka gara-gara mbak!" sewot pemuda itu


"Saya minta maaf, tapi saya sudah bertanggung jawab mengobati kamu, saya tidak bisa berlama-lama di sini!" tutur Carlin


"Lalu bagaimana dengan saya? dan motor saya tadi?"


"Motor kamu sudah saya bawa ke bengkel, soal kamu, saya sudah membayar semua biaya rumah sakit ini, kata dokter setelah resep obat yang di berikan sudah habis, kamu silahkan kontrol ke sini lagi!" ujar Carlin memberikan resep obat itu kepada pemuda itu.


"Terus besok ini siapa yang membiayai pengobatan saya?"


"Kamu lah!" jawab Carlin


"Mana bisa mbak, kamu harus bertanggung jawab sampai saya benar-benar sembuh, kalau tidak saya akan laporkan mbak ke polisi!" ancam pemuda itu.


Carlin menarik napas, kenapa hari ini ia ketimpa musibah seperti ini, yang di tabrak malah mau menguras harta nya.


"Kamu jangan macam-macam sama saya ya!" ujar Carlin


"Cuma satu macam mbak, obati saya sampai sembuh!" tutur pemuda itu membuat Carlin tambah emosi


"Mana nomor rekening kamu!" minta Carlin


"Untuk?"


"Nguras duit kamu, ya untuk transfer biaya pengobatan kamu lah!" sungut Carlin, pemuda itu tersenyum sangat manis


"Sayangnya saya tidak punya nomor rekening mbak, kalau nomor ponsel ada!" tutur pemuda itu


Carlin menatap pria itu sangat tajam, kenapa harus ada pria seperti dia ini di dunia?, karena buru-buru akhirnya Carlin memberikan nomor telepon nya itu kepada pemuda itu.


"Kalau ada apa-apa telepon saja saya, saya kan bertanggung jawab, jangan lapor polisi!" pesan Carlin lalu ia pergi begitu saja


Pemuda itu tampak tersenyum, "cantik!" tutur nya


"Beruntung sekali kamu Mario sudah bertemu dengan wanita cantik!"


...


"Ayah, bagaimana kita balik ke Indonesia sekarang saja!" ujar Syahida


"Tapi bu, ayah masih banyak pekerja di sini, kenapa harus baliknya sekarang? Jerman ke Indonesia itu tidak dekat bu!" ucap Allan


Syahida bersama dengan suaminya itu sudah lama tinggal di Jerman, mereka tidak berdua saja melainkan juga ada anak-anak mereka yang sudah besar-besar yang juga bekerja di Jerman ini, mereka sudah di katakan menjadi warga negara Jerman ini.


"Ibu rindu dengan Almera yah!" lirih Syahida


"Apa kabar putri bungsu ibu? andai waktu bisa ibu putar kembali mungkin ibu akan membawa kamu juga ke sini nak!" Syahida mengusap foto bayi itu yang merupakan foto Almera waktu bayi.

__ADS_1


...


Almera tidak sengaja tersandung bahkan ia sampai jatuh, beruntung ia tidak kenapa-napa.


"Astagfirullah alhazim... al..." pekik Mirna melihat Almera jatuh ke lantai, Almera berusaha berdiri.


"Nak, kamu kenapa bisa jatuh?" cemas Mirna memeriksa keadaan Almera


"Kaki al tersandung bu, Alhamdulillah al tidak kenapa-napa!" ujar Almera walaupun lututnya terasa sakit akibat terbentur ke lantai.


"Aman kan? kandungan kamu tidak kenapa-napa kan!"


"Tidak kenapa-napa kok bu!" ujar Almera


Mirna menghela napas lega, "lain kali hati-hati kalau jalan!" ingatkan Mirna mendapat anggukan dari Almera


...


Malam harinya Carlin di telepon oleh nomor yang tidak ia kenal, handphone nya terus berbunyi


Dering dering dering


Carlin tetap membiarkan telepon nya itu berbunyi, ia berpikir itu telepon dari nomor yang tidak penting. Deringan telepon nya sudah mati lalu kembali lagi berbunyi.


"Siapa sih malam-malam gini telepon? nggak tau orang mau istirahat apa!" kesal Carlin lalu ia mengangkat telepon itu.


"Hai!"


Terdengar suara laki-laki menyapa Carlin di seberang sana.


"Saya tidak mau di ganggu!" ucap Carlin


"Mbak ini saya, Mario orang yang mbak tabrak pagi tadi!"


Carlin mengingat-ingat kembali kejadian pagi tadi, ia sempat menabrak pengendara bermotor.


"Astagfirullah... mbak.. jangan suudzon dulu, saya ingin beritahu mbak kalau luka saya sudah mulai membaik, tidak sakit seperti tadi lagi!" beritahu Mario


"Urusan nya sama saya apa?"


"Ya, deh iya!"


Lalu Carlin memutuskan panggilan telepon itu, ia merasa tidak ada gunanya.


"Apa urusan nya dengan aku coba? dasar cowok ganjen!"


...


Ahad pagi ini Almera akan berjalan-jalan keliling komplek perumahan ini, sekalian ia berolahraga pagi.


Carlin mengetahui Almera yang lagi keluar rumah itu, ia memiliki sebuah rencana busuk untuk menghancurkan Almera.


"Semua rencana, jangan sampai gagal!" ujar Carlin di balik sambungan telepon itu


Almera sedang berjalan berkeliling komplek ini, ia juga ingin mencari tukang sayur yang sering berkeliling di komplek ini.


"Sayur..."


"Ibu-ibu sayur..."


"Sayurnya bu... sayur..."


Kamera tersenyum karena ia mendapati tukang sayur keliling yang lagi mangkal di depan rumah bu RT. Almera menghampiri tukang sayur itu, lalu ia memilih sayur dan juga beberapa bahan masakan yang lainnya, setelah ia mendapatkan semuanya ia kembali ke rumah nya.


Jarak rumah nya dengan rumah bu RT cukup jauh, tapi itulah yang Almera pilih, berjalan untuk ibu hamil sangatlah baik ketimbang berdiam diri di rumah saja.

__ADS_1


Dari kejauhan ada sebuah pengendara motor yang sengaja membawa motor nya kencang-kencang, orang-orang yang ia lewati itu pada marah dengan pengendara motor ugal-ugalan itu.


"Woy bawa motor hati-hati dong!"


"Woy, hati-hati dong, hampir saja saya kena tabrak!"


Byurrr


Ada juga ibu-ibu yang menyiram pengendara motor ugal-ugalan itu.


Tibalah pengendara motor ugal-ugalan itu di dekat Almera, motor itu sengaja ingin menabrak Almera.


"Aaaaa...." pekik Almera saat ia berhasil di tabrak oleh pengendara motor itu


"Astagfirullah alhazim... sakit sekali!" ringis Almera tangannya lecet akibat jatuh, beruntung saja kandungan nya baik-baik saja.


Orang-orang yang melihat Almera di tabrak itu, langsung terpekik juga, ada juga yang mengejar pengendara motor itu, banyak orang yang membantu Almera.


"Astagfirullah alhazim... mbak apa yang sakit mbak?"


"Tangan saya sakit!" lirih Almera melihatkan tangan nya yang lecet dan mengeluarkan darah itu


"Emang tidak manusiawi banget pengendara motor tadi!"


Almera di antar oleh dua ibu-ibu ke rumah nya, ibu-ibu itu kasihan dengan Almera, terlebih lagi Almera sedang mengandung.


"Mbak, kandungan nya tidak apa-apa kan? atau kita bawa ke rumah sakit saja!" saran ibu-ibu itu.


"Iya mbak, nanti kandungan mbak kenapa-napa lho!"


"Alhamdulillah kandungan saya tidak apa-apa, hanya saja tangan saya merasa sakit!" ujar Almera


Kalau saja fernand tau Almera terluka seperti ini pasti dia akan marah besar, sudah pasti dia akan mencari siapa pelaku yang berani-beraninya menabrak istri nya itu.


Almera sampai di depan rumah nya itu, ia banyak berterima kasih kepada ibu-ibu yang menolong nya itu.


"Terima kasih bu sudah menolong dan mengantarkan saya pulang!"


"Iya sama-sama mbak, apa kami antar mbak sampai ke dalam!" tawar ibu-ibu itu


"Tidak usah bu, sampai sini saja, terima kasih ya bu!" ucap Almera berterima kasih


Ibu-ibu itu mengangguk lalu mereka pergi, Almera masuk ke dalam rumahnya itu, Mirna melihat Almera yang sedang tidak baik-baik itu.


"Al, kamu kenapa?" Mirna mengahmpiri Almera


Mirna melihat jalan Almera yang sedikit berbeda itu, apa lagi Mirna melihat tangan Almera penuh luka dan darah.


"Almera kamu kenapa nak?" panik Mirna


"Al ketabrak motor bu!" beritahu Almera


"Ya Allah... ya Tuhan..."


Mirna menyuruh Almera untuk duduk di sofa itu, lalu Mirna mengobati tangan Almera yang luka itu.


"Astagfirullah alhazim... kalau fernand tau sudah pasti dia akan sangat marah pada ibu, karena ibu tidak becus menjaga kamu!" oceh Mirna


"Tidak bu, ini salah al yang bandel di bilang tadi, ibu kan sudah melarang al agar tidak keluar, jadinya akibatnya gini, al di tabrak motor!"


Tadi itu Mirna melarang Almera untuk tidak keluar rumah, tapi karena ia ngeyel akhir nya ia keluar rumah juga.


...


Bersambung...

__ADS_1


like, komentar, vote


Ig : puran_yudiani


__ADS_2