
Flashback on
Setelah mengetahui Carlin pergi bekerja kini fernand pulang ke rumah nya itu, ia ingin mencari bukti apa benar Carlin yang memasukkan obat penggugur kandungan itu ke dalam minuman Almera dan ibu nya. Sekalian juga ia pulang guna mengambil pakaian ganti untuk Almera yang sedang di rawat.
Pagi itu Mirna sudah boleh pulang karena keadaan nya sudah membaik, fernand juga mengantarkan ibu nya pulang ke rumah nya itu.
Saat ini fernand menuju kamar Carlin, ia akan mengeledah kamar Carlin itu, hati fernand juga berdetak jika Carlin yang melakukan itu.
Tibanya fernand di pintu kamar Carlin itu, ia membuka handle pintu itu, sayangnya pintu itu terkunci, fernand mencari kunci cadangan di kamar nya bersama Almera, ia mendapatkan kunci cadangan itu di laci yang di simpan oleh Almera
Fernand membuka kunci kamar itu, ia berhasil masuk ke kamar Carlin itu, di dalam kamar nya itu sangat rapi, barang-barang Carlin tertata dengan rapi.
Fernand mencari di berbagai sudut kamar itu, yang ia cari tidak ketemu juga, ia sangat yakin kalau Carlin yang sudah memasukkan obat penggugur kandungan itu ke dalam minuman Almera.
Setelah beberapa lama ia mencari apa yang ia cari akhirnya fernand menemukan botol obat di laci paling bawah nakas itu.
"Botol obat apa ini?" fernand mengeluarkan botol obat itu dari laci nakas, betapa terkejutnya fernand obat penggugur kandungan itu benar-benar ada di kamar Carlin ini.
"Jadi dugaan ku benar!"
"S*al, berani kamu bermain-main dengan saya?"
Fernand menggenggam kuat botol obat itu saking marahnya, lalu ia membawa bukti itu, hari ini juga ia akan menghancurkan Carlin.
"Baru tau siapa yang akan kamu lawan?"
...
Flashback off
Setelah pertemuan dengan Carlin itu, kini fernand balik ke rumah sakit, ia akan menceritakan nya kepada Almera jika dugaan nya itu benar.
Fernand sampai di rumah sakit itu, ia masuk ke ruangan dimana Almera di rawat.
"Assalamualaikum!" ucap salam fernand
Almera membuka matanya ia tersenyum karena fernand balik lagi.
"Wa'alaikumussalam, bagaimana mas? apa semuanya ulah dia?" tanya Almera
Fernand duduk di kursi yang ada di samping brankar Almera itu, ia mengusap tangan Almera.
"Kenapa mas?"
Almera melihat wajah fernand itu tidak ada semangat nya saja, terlebih lagi wajahnya murung dan di tekuk.
"Kenapa mas?" ulang Almera
"Mas sudah talak tiga Carlin!" beritahu fernand membuat Almera terbelalak
"Astagfirullah alhazim... mas... kamu kenapa menalak Carlin?" tanya Almera sangat terkejut dengan penuturan fernand
Apakah Carlin yang melakukan ini semua, dan fernand menalak Carlin karena fernand sangat marah.
"Dia sudah mengaku, kalau dia yang mencelakai kamu, semua yang terjadi pada kamu, itu ulahnya Carlin, dia mau menyingkirkan kamu dan bayi kita, mas tidak mau itu terjadi lagi dan menjatuhkan talak pada nya!" jelas fernand
Jadi benar, Carlin yang melakukan nya, Almera sempat tidak percaya dengan penjelasan fernand, sangat jahat sekali Carlin itu.
__ADS_1
"Terus kenapa mas bisa menalak nya?"
"Karena mas tidak mau kamu kenapa-napa lagi, mas tidak mau memiliki istri seperti dia, cukup kamu saja jadi istri mas!" tutur fernand
"Mas... apapun alasannya kamu tidak boleh menalak dia, mungkin saja dia ingin sesuatu dari kamu dan ia melakukan hal yang jahat ini karena itu bentuk protes nya!" ucap Almera
"Iya, apapun alasannya itu mas akan tetap menalak nya, mas tidak mau hidup dengan orang yang sudah mau menghilangkan bayi kita, ia berbuat seperti ini karena ia mau mas berlaku adil!" tutur fernand
Almera menarik napas, sering ia mengingatkan fernand jika ia harus berlalu adil dengan kedua istri nya, tapi fernand tidak pernah mau mendengarkan nya, saat ini lihatlah apa yang terjadi pada Almera.
"Bukankah aku sudah sering memberitahu mu?" ucap Almera
Fernand diam
"Sekarang lihatlah, dia mencelakai ku dan karena emosi kamu menalak nya!" kini Almera yang marah dengan fernand
"Aku melakukan ini karena aku tidak mau kejadian kemarin terulang lagi, seharusnya dukung keputusan aku untuk menalak nya, aku juga melakukan itu karena aku masih memiliki hati sebagai seorang manusia, aku tidak mau dia tambah luka karena aku tidak adil pada nya, aku juga tidak mau dia melakukan hal yang sama lagi!
Aku melepaskan nya demi perasaan nya yang tidak tersakiti lagi oleh ku, aku membiarkan dia pergi dan mencari cinta sejati nya, mencari cinta yang sesungguhnya!" jelas fernand
Almera paham dengan perasaan fernand itu, tapi tidak seharusnya fernand menalak Carlin di saat Carlin mendapatkan banyak masalah.
"Jangan membela orang yang sudah mencelakai kamu dan bayi kita, masih untung aku tidak menuntut nya!" sambung fernand
Almera diam
Mungkin keputusan yang diambil fernand itu sangat baik, fernand melakukan itu sudah memikirkan kedepannya terlebih dahulu, makanya ia berani mengambil keputusan itu.
"Jangan pikirkan dia, pikirkan saja tentang kondisi kamu!"
...
Sore harinya Almera di bolehkah pulang keadaan nya sudah membaik, Almera pulang bersama dengan fernand.
"Terus Carlin tinggal dimana mas?" tanya Almera
"Mungkin pulang ke rumah orang tua nya!"
"Kenapa kamu tidak mengantarkan dia saja, pulangkan dia secara baik-baik kepada orang tua nya mas!" saran Almera
"Lihat saja lah, aku sedikit malas!" tutur fernand
"Tidak baik seperti itu mas, waktu kamu menikahi nya, orang tuanya memberikan dia kepada kamu secara baik-baik, masa kamu tidak menginginkan dia lagi kamu tidak mau mengembalikan dia secara baik-baik juga, lelaki sejati pasti akan mengembalikan nya secara baik-baik pula!" tutur Almera memberikan penjelasan
"Baiklah, ini demi kamu!" ucap fernand
Kini mereka sudah sampai di rumah, Mirna menyambut kedatangan Almera itu.
"Alhamdulillah... kamu sudah sembuh nak!" ucap Mirna
"Alhamdulillah bu!"
Saat itu juga Carlin baru pulang, ia akan membereskan barang-barang nya dari rumah ini, karena dia tidak berhak lagi tinggal di sini.
"Assalamualaikum!" ucap salam Carlin
Semua orang yang ada di sana jadi bingung, kecuali Almera dan fernand.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam!" jawab mereka
Bahkan Carlin menyalami punggung tangan Mirna itu, dan juga Almera, Carlin memeluk Almera.
"Maafkan saya mbak!"
"Saya banyak salah sama mbak, saya menyesal sudah berbuat yang tidak di inginkan, sekarang saya bukan siapa-siapa lagi di rumah ini, tolong maafkan saya!" tutur Carlin masih memeluk Almera
Almera membalas pelukan Carlin itu, ia mengusap-usap punggung Carlin sangat lembut, "mbak sudah memaafkan kamu, jadilah wanita yang baik dan jangan mengulangi kesalahan kamu lagi!" tutur Almera lalu mereka melepaskan pelukan mereka.
Kini Carlin beralih pada Mirna, ia banyak salah dengan ibu mertuanya itu, bahkan ia tidak pernah menghargai mertua nya itu.
"Ibu... hiks... maafkan Carlin bu... Carlin banyak salah!" ucap Carlin tidak di mengerti oleh Mirna
"Carlin, kamu kenapa?" tanya Mirna lalu Carlin melihat fernand.
"Nanti fer bakalan cerita bu!" ucap fernand
Setelah meminta maaf kepada semua orang, kini mereka masih berdiri di teras rumah itu.
"Aku ke sini untuk mengambil barang-barang ku, aku tidak akan pernah ke sini lagi!" ucap Carlin membuat Mirna semakin bingung
"Apa maksudnya ini? ada apa sebenarnya?" tanya Mirna
"Ibu, lebih baik kita masuk dulu, nanti fernand akan cerita sama ibu!" ucap fernand
Mereka masuk ke dalam rumah, sementara itu Carlin naik ke atas untuk membereskan barang-barang nya.
"Saya pamit dulu!" ucap Carlin sudah selesai menyiapkan barang-barang nya.
"Biar saya antar!" ucap fernand
Carlin mengangguk setuju di antar oleh fernand.
"Mbak, saya titip ibu ya, saya pamit dulu, terima kasih mbak sudah memaafkan saya!" ucap Carlin memeluk Almera
"Sama-sama, kamu pasti akan menemukan kebahagiaan kamu sendiri!" ucap Almera
Carlin mengangguk lalu ia beralih pada mertua nya, "ibu, aku pergi dulu!" ucap Carlin
"Kamu mau kemana?"
"Pulang ke rumah orang tua aku, bu!" jawab Carlin
Mirna mengerutkan keningnya, "fernand, Almera, ini sebenarnya ada apa?" tanya Mirna
"Bu... nanti mas fernand akan cerita tentang aku selama ini!" ucap Carlin
"Tapi--!"
"Aku pamit!" potong Carlin
"Assalamualaikum!" ucap salam Carlin lalu ia di antar oleh fernand.
....
Bersambung...
__ADS_1