
Almera harus waspada dengan Carlin, karena dia hampir saja dia celaka oleh nya, ya walaupun yang celaka ibu mertuanya, Almera baru tau sejahat apa madu nya itu, bahkan dia mau Almera tersingkir dari rumah ini.
Almera mondar-mandir di kamarnya itu ia harus hati-hati setiap gerak-gerik mencurigakan dari Carlin itu, dia tidak mau terjadi sesuatu yang akan terjadi pada dirinya.
"Ya Allah lindungilah hamba mu ini dari marabahaya!"
Malam ini merupakan jadwal fernand bersama dengan Almera, kemarin malam sudah jadwalnya Carlin. Almera belum menceritakan niat jahat Carlin itu kepada fernand, ia mau dia sendiri yang akan menyingkirkan Carlin dari sini.
Almera masih mondar-mandir ia bahkan tidak sadar fernand sudah berada di kamarnya itu.
Fernand membaca setiap gurat wajah Almera itu, terlebih lagi Almera mengigit kuku ibu jarinya menandakan dia harus waspada, tapi waspada dengan siapa? pikir fernand
"Assalamualaikum istriku!" ucap salam fernand membuat Almera berhenti mondar-mandir, Almera berbalik menghadap fernand ia tersenyum kecil, tidak biasanya Almera seperti ini.
"Wa'alaikumussalam!" jawab Almera
Almera tidak mengahmpiri fernand ia masih berdiri di tempat nya tadi, itulah yang membuat fernand jadi curiga dengan Almera
"Apa yang membuat kamu waspada?" tanya fernand
Almera menarik napas, sudah di pastikan fernand pasti akan tau tentang kewaspadaan nya itu.
"Waspada?" beo Almera mengerutkan keningnya, ia berpura-pura tidak terjadi apa-apa yang ia alami tadi, ia tidak mau fernand ikut dalam masalah ini
"Gigit kuku pasti kamu harus waspada, waspada dengan siapa?" tanya fernand sangat tau dengan kebiasaan Almera itu
Almera pernah bilang kepada fernand jika ia sedang mengigit kuku itu artinya dia sedang waspada dengan seseorang atau dengan suatu hal.
Dan lihatlah saat ini Almera melakukan kebiasaan nya itu.
Almera tertawa kecil untuk meyakini fernand bahwasanya ia tidak membuat kewaspadaan pada dirinya itu.
"T-tidak, mungkin kamu salah mengartikan, ya salah mengartikan!" tutur Almera dengan tersenyum tipis meyakinkan suaminya itu
Fernand tidak percaya dengan ucapan Almera itu, terlihat dari cara dan logot bicara Almera yang seperti menutupi sesuatu itu, fernand mengahmpiri Almera lebih dekat guna untuk melihat dengan jelas raut wajah ketakutan Almera itu.
"Ceritakan, apa yang membuat kamu waspada!" titah fernand sangat lembut sambil mengusap pipi Almera itu
Tidak mungkin Almera menceritakan tentang ibu mertuanya itu celaka gara-gara Carlin, Carlin juga menjadikan ibu mertuanya itu senjata agar fernand dan Almera bertengkar hebat dan fernand akan mengusir Almera dari rumah ini, Almera ingin menyelesaikan tantangan mereka tadi secara berdua saja tanpa harus melibatkan fernand di dalamnya.
"Tidak ada yang harus di waspadai, mungkin itu hanya perasaan kamu saja mas, aku mengigit kuku ku karena aku menginginkan nya saja, hmm! seperti nya ini bawaan bayi kita!" tutur Almera sangat pandai menutupi apa yang ia pikirkan tadi
Akhirnya fernand mengangguk mempercayai bahwa Almera tidak waspada di sekitarnya itu.
__ADS_1
Almera kembali terdiam ia tidak bisa diam di saat Carlin ingin menyingkirkan nya, terlebih lagi Almera sudah lama jadi menantu dan istri dari fernand, masa dia harus kalah dengan Carlin yang terbilang cukup baru menjadi menantu dan istri fernand.
"Aku benar-benar harus waspada dengan Carlin itu, ternyata dia sama saja dengan ibu yang sama-sama ingin menyingkirkan aku dari sini!" batin Almera
Almera melamun sangat lama, sampai fernand menyapa nya ia tidak sadar.
"Hey, Almera!"
"Sayang kenapa melamun?"
"Al!"
"Almera Syahida!"
Tetap sama Almera masih terbuai dengan lamunan nya itu, yang tidak fernand ketahui apa yang sedang Almera lamunkan itu.
"Mera!" fernand menguncang tubuh Almera itu dan akhirnya Almera tersentak dari lamunannya
"Hah? apa mas?" tutur Almera seperti linglung
"Kenapa?" tanya fernand
"Kenapa apa nya mas?" Almera balik bertanya
Mereka berdua pada malam ini tidur berdua
...
Pagi harinya Carlin sudah memberikan perhatian kepada fernand, pagi itu Carlin sudah membuatkan secangkir kopi untuk fernand.
"Selamat pagi suamiku!" sapa Carlin membawakan fernand secangkir kopi yang sudah ia buat itu
"Ini kopi untuk kamu, semoga kamu suka ya dengan kopi yang aku buatkan penuh dengan cinta!" sambung Carlin sambil memperlihatkan senyum manis nya
Fernand melihat Almera yang juga ada di sana, Almera memberi isyarat kepada fernand untuk menerima kopi buatan Carlin--istri kedua fernand itu.
Terpaksa fernand menerima secangkir kopi yang Carlin buatkan untuk nya itu, ia menyeruput kopi itu yang rasanya lumayan di lidah fernand
"Bagaimana mas? kopi buatan ku lebih enak dari kopi buatan mbak Almera kan!" tutur Carlin melirik Almera
"B aja!" jawab fernand
"Hari ini kamu antar ya aku ke kantor!" pinta Carlin
__ADS_1
"Saya sibuk tidak bisa mengantar kamu!"
Mirna memotong ucapan fernand itu, "apa salahnya kamu mengantar istri kamu, kamu jangan selalu memprioritaskan Almera terus, kamu harus memperhatikan Carlin juga, perempuan mandul ini seharusnya di nomor dua kan dan Carlin yang selalu kamu prioritaskan!" tutur Mirna masih saja menghina Almera
"Bila perlu perempuan tidak bisa hamil ini di singkirkan saja, kembalikan ke panti asuhan dimana kamu pungut dia dulu!" hina Mirna sangat melukai hati dan perasaan Almera
"Astagfirullah alhazim, kenapa ibu selalu menghina ku? sakit sekali hati ini mendengar semua perkataan caci maki nya itu!" batin Almera
Brakk
Fernand memukuli meja makan itu, kali ini hinaan ibu nya itu sangat keterlaluan, "ibu tega dengan ku bu, seharusnya ibu tidak pilih kasih seperti ini, Almera selalu baik sama ibu lantas apa kekurangan istriku bu?" tutur fernand memasang badan untuk membela istrinya itu
"Kekurangan nya dia tidak bisa hamil alias mandul!" ujar Mirna
Carlin tersenyum penuh kemenangan dalam hatinya ibu mertuanya itu membela dirinya, Carlin melirik Almera dengan tatapan sinis, ia menunjukkan kepada Almera kalau ibu mertuanya itu lebih memilih dirinya bukan dia.
"Hahaha... rasain kamu Almera, selalu kena hinaan mertua, bila perlu setelah ini kamu minggat dari sini!" batin Carlin sangat senang
Fernand menarik napas dalam-dalam ingin sekali ia mengakui jika Almera hamil saat ini tapi ia urungkan karena Almera sendiri yang meminta tidak ingin memberitahu ibu nya itu.
"Ya Tuhan... kenapa hidupku sangat rumit seperti ini? kepala ku sudah mau pecah menghadapi cobaan yang tidak pernah usai ini!" batin fernand sangat stres dengan kehidupan nya saat ini
Fernand membawa Almera pergi dari sana, ia membawa Almera ke halaman belakang rumah.
"Tenangkan pikiran kamu sayang, jangan stres karena itu sangat membahayakan kandungan kamu!" ujar fernand
Almera tersenyum lebar, di setiap ucapan hinaan ibu nya itu ia tidak pernah memasukkan nya dalam hatinya, ia menganggap hinaan ibu mertuanya itu sebagai do'a agar keluarga kecil nya itu terus di lindungi oleh Allah SWT.
Dan setiap kali ibu mertuanya itu menghina dan merendahkan nya, fernand selalu ada di samping nya, fernand selalu memberi semangat kepada Almera yang terus-terusan mentalnya di hajar oleh Mirna
"Hinaan, cacian, bahkan merendahkan harga diri ku, aku anggap itu sebuah do'a yang di ucapkan oleh ibu kepada ku!" ujar Almera menatap bola mata fernand itu
Almera dapat melihat dari mata fernand itu banyak cinta dan kasih sayang untuk nya, dan banyak juga luka yang Almera torehkan kepada fernand.
...
Bersambung...
Ig : purna_yudiani
jangan lupa follow Instagram author ya.
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada typo dalam cerita itu mohon di mengerti ya abaikan bila perluπ, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu β²οΈ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.
__ADS_1
Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author πππ€