Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
33. Guncangan Untuk Carlin


__ADS_3

Almera di rawat di rumah sakit karena keadaan nya belum pulih betul, sebenarnya Almera ingin memberitahu fernand jika Carlin pernah mencelakai nya dan ibu mertuanya itu, waktu minyak goreng berceceran di lantai itu, semuanya ulah Carlin.


Tidak bisa di biarkan begitu saja, Almera harus memberitahu fernand jika Carlin selama ini orangnya sangat jahat.


Walaupun Almera tidak memiliki bukti jika Carlin yang menjahati nya, tapi firasat nya sangat kuat jika ini ulah Carlin.


Almera belum tidur sedangkan semua orang sudah tidur, ia masih kepikiran dengan kejadian-kejadian yang menimpa nya yang begitu tidak masuk akal, terlebih lagi kejadian yang menimpa nya itu harinya sangat berdekatan.


"Apa ini benar ada hubungannya dengan Carlin?"


Kalau memang benar Carlin yang melakukan nya, ia tidak bisa diam lagi, di biarkan maka Carlin akan makin menjadi-jadi.


"Belum tidur, sayang?" tanya fernand saat ia tersentak


Almera menggeleng-nggelengkan kepalanya, untuk menutup matanya saja sangat susah karena masih kepikiran dengan kejadian ini.


"Kenapa belum tidur hah? Almera mau sesuatu?"


"Tidak mas, hanya saja al belum ngantuk!"


Fernand mengambilkan Almera air minum lalu memberikan nya pada Almera.


"Al, mau bicara sama mas, tapi ini serius mas!" ucap Almera lalu memberikan gelas itu kepada fernand


"Bicara tentang apa?"


"Tentang Carlin!"


Fernand mengerutkan keningnya, "tentang Carlin bagaimana? dia ada apa emangnya?" tanya fernand


Almera diam


"Janji jangan marah atau gegabah!" ucap Almera


"Tergantung, kalau dia menjahati kamu ya tentu mas akan marah!"


Almera menarik napas ia harus menceritakan semua nya kepada fernand.


"Carlin ternyata memiliki maksud tersendiri untuk menyingkirkan aku dari kamu mas!" akui Almera


Fernand menautkan kedua alisnya, wajahnya sudah mulai kelihatan marah, fernand mengepalkan kedua tangannya.


"Kenapa kamu baru kasih tau aku sekarang kalau dia mau menyingkirkan kamu?"


Almera tertunduk diam, ia juga sebenarnya ingin memberitahu fernand tapi waktu tidak selalu tepat untuk ia kasih tau, dan sekarang ia sudah celaka baru ia memberitahu fernand, seharusnya Almera sejak lama memberitahu hal ini.


"Waktunya selalu tidak tepat mas, waktu itu aku ingin memberitahu mas, tapi mas keburu pergi keluar kota!"


Fernand mengusar-gusar wajah nya sangat frustasi, kalau Almera memberitahu nya sejak awal mungkin kejadian ini tidak akan terjadi, karena sudah di tindak lanjuti oleh fernand


"Apa yang ia perbuat pada kamu?" tanya fernand

__ADS_1


Almera menceritakan kejadian-kejadian yang tidak masuk akal itu pada fernand, termasuk dia yang pernah di serempet motor dengan sengaja waktu itu.


"Apa? kamu di serempet motor?" kaget fernand tidak tahu menahu tentang ini


"Almera... kenapa kamu hanya diam saja? kenapa kamu tidak memberitahu ku?" ucap fernand antara kesal dan juga marah


"Maaf!"


Hanya kata maaf yang keluar dari mulut Almera, ia tahu bagaimana marah nya fernand jika ia sudah cerita, lihatlah saat ini fernand benar-benar marah.


"Jangan marah, aku tidak bermaksud menyembunyikan nya pada kamu, tapi--!"


"Tapi apa?" potong fernand


Almera diam, ia hanya ingin tau apakah benar Carlin di balik semua ini, atau itu hanya kejadian yang tidak sengaja saja, soal obat penggugur kandungan itu, Almera sangat yakin kalau Carlin yang melakukan nya.


"Ayo, lanjutkan!" titah fernand


"Aku hanya ingin mengetahui nya dulu, setelah memang terbukti baru aku akan memberitahu mu!" tutur Almera


"Bukan, sama saja kamu menyerahkan diri kamu pada dia, kamu hanya sendiri, dia banyak, dia minta bantuan orang untuk melenyapkan kamu, jangan sok bisa melawan perempuan licik itu!" tegur fernand


"Dia licik aku lebih licik dan cerdik lagi mas!" gumam Almera


"Masih saja jawab ucapan suami!"


"Iya... maaf..!"


Almera mengangguk, "aku juga takut, bolehkah kamu yang mengurus ini lagi, aku tidak sanggup mas!" ucap Almera


Fernand menarik napas dalam-dalam, "apapun itu aku akan selalu membantu kamu, kamu tidak boleh terluka sedikitpun, dia akan mendapatkan bagiannya nanti, aku yakinkan dia akan terguncang setelah ini!" ucap fernand menggenggam tangan Almera


...


Pagi harinya Carlin di kejutkan dengan perusahaan nya di ambang kebangkrutan, dalam semalam semua investor yang berinvestasi di perusahaan nya di cabut begitu saja, alasannya tidak ada yang masuk akal sedikit pun.


"Ada apa ini?"


Carlin memukul meja kerja nya itu, kenapa semua investor pada lari begitu saja dari perusahaan nya itu, setelah di tidak lanjuti semuanya baik-baik saja, kinerja perusahaan nya juga cukup baik.


"Siapa yang menghasut investor dan terjadi pencabutan investasi di perusahaan ku?"


Sudah sudah payah Carlin membangun perusahaan nya ini sendiri, kini perusahaan CA itu di ambang kebangkrutan.


Carlin di sibukkan dengan berbagai telepon yang masuk, ia sangat pusing menghadapi masalah kantor nya saat ini, belum lagi karyawan nya yang meminta gaji nya yang belum di bayar bulan ini.


"Aakakh...!"


Dukk


Brakk

__ADS_1


Dukk


Carlin memukul bahkan menendang meja kerja nya itu, baru masuk ke kantor nya ia sudah di hadapi masalah sebesar ini.


"Lina, siapa yang berani-beraninya menguncang perusahaan ku ini? siapa dalang di balik semuanya?"


"Maaf bu, ini semua gara-gara suami ibu sendiri, perusahaan FA yang sudah bermain-main dengan perusahaan kita!" tutur Lina sangat takut


Carlin terbelalak, jadi fernand yang bermain di balik ini semua.


"Apa?"


"Iya bu, ini semua ulah perusahaan FA, saya juga tidak tau maksud dan tujuan nya, yang saya tau memang benar FA yang memberi guncangan ini kepada kita!" lanjut Lina


"Atur pertemuan saya dengan nya!"


Carlin akan menuntut fernand karena sudah berani bermain-main dengan nya.


Carlin memijat pelipisnya yang terasa berdenyut, ia ingin menghilang saja dari masalah yang di hadapi saat ini.


...


Di sisi lainnya fernand tersenyum puas karena ia berhasil menguncang perusahaan CA, fernand tidak akan main-main jika itu bersangkutan dengan istri nya.


"Sekarang sudah selesai, selanjutnya kamu akan tambah kaget lagi Carlin, sebentar lagi reputasi kamu akan hancur!"


Fernand memang tidak akan memberi kendor ke Carlin, dia sudah bermain-main dengan fernand, siapa yang tidak makin kurang ajar kalau di ganggu dalam mode sembunyi-sembunyi.


"Mas fernand!" panggil Almera


Fernand membalikkan tubuhnya menghadap Almera.


"Ya kenapa sayang? Almera mau apa?"


"Bantuin aku ke kamar mandi!" tolong Almera


Fernand mengangguk lalu membopong tubuh Almera ke kamar mandi, fernand menunggu Almera di luar.


Setelah itu Almera kembali tidur di brankar nya lagi.


"Mas, kenapa senyum-senyum?"


"Tidak, aku sudah memberikan sedikit masalah untuk Carlin, mungkin sebentar lagi ia akan menelepon ku!" ucap fernand


"Kenapa bisa menelepon mas? emang ada apa?" tanya Almera


"Nanti kamu akan tau!"


"Baiklah!"


...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2