
Malam harinya Almera sedang nonton televisi ia nonton hanya sendiri saja, biasanya fernand yang selalu menemaninya karena sekarang fernand keluar kota jadinya ia sendiri yang nonton.
Mirna melihat Almera yang lagi duduk sendirian itu, lalu ia hanya melewati Almera saja, Mirna pergi ke dapur untuk membuat susu.
Tidak lama kemudian Mirna membawa susu yang ia buat itu ke tempat Almera, lalu ia menjulurkan susu itu kepada Almera.
Almera sedikit kaget dengan ibu mertuanya itu yang tiba-tiba saja memberikan nya susu di malam hari.
"Minum, biar kandungan kamu sehat!" ujar Mirna, ternyata Mirna ke dapur tadi hanya membuatkan Almera susu ibu hamil saja, begitu pengertian Mirna kepada Almera
"Makasih ya bu!" ucap Almera lalu meneguk susu ibu hamil itu sampai habis.
Almera sampai tidak percaya ini ibu mertuanya yang melakukan nya, ia pikir Mirna tidak suka mendengar kehamilan nya itu, ternyata ibu mertua nya sangat suka dan peduli.
"Fernand kapan pulangnya?"
"Tidak tau bu, kata mas fernand ia pulang kalau pekerjaan nya sudah selesai!"
Mirna mengangguk kecil, ia melihat Almera dengan tersenyum kecil.
"Jaga dia baik-baik, ibu sudah lama menanti cucu dari kalian!" tutur Mirna sangat lembut membuat Almera tersentuh hatinya.
Pada saat itu Carlin mendengar ucapan ibu mertua nya yang lembut bahkan tidak memarahi Almera lagi, Carlin membalikkan bola matanya.
"Dasar munafik!" maki Carlin
"Ibu mertua macam apa dia itu? sudah di ludahi lalu di jilat lagi, munafik!" umpat Carlin
Carlin tidak suka dengan Mirna yang membaik Almera itu, selama ini kan ibu mertuanya itu sangat benci dengan Almera, maka dari itu Carlin mengatai Mirna.
Carlin hanya melewati mereka berdua saja, Mirna yang melihat menantu nya itu hanya geleng-geleng kepala.
"Tidak sopan!" gumam Mirna
Almera hanya diam saja, dia sudah tau kelakuan madu nya itu, lebih baik diam dari pada cari ribut.
"Beruntung ibu memiliki menantu seperti kamu, sudah di sakiti berkali-kali, tetap saja kamu baik dan sopan pada ibu!" banding Mirna membandingkan Almera dengan Carlin
Almera tersenyum kecil saja, bagaimana yang sudah di ajarkan oleh fernand, kalau ibu nya selalu menghina nya anggap saja hinaan itu sebagai do'a bagi nya, Almera selalu menerapkan itu pada dirinya, jadinya ia tidak memiliki dendam pada ibu mertuanya itu, fernand sangat pandai membawa istrinya itu ke jalan yang lebih baik, ia juga pandai menasehati istri nya itu.
"Suatu saat dia akan berubah bu!" tutur Almera
"Insyaallah!"
Karena hari sudah mulai larut malam akhirnya mereka berdua istirahat di kamar mereka masing-masing, sebelum Almera tidur ia lebih dulu menelepon fernand.
"Assalamualaikum mas!"
__ADS_1
("Wa'alaikumussalam al, kamu sudah tidur? bagaimana apakah ibu menjahati kamu setelah ibu tau? terus kamu sudah minum susu belum?") fernand mencecar Almera dengan berbagai pertanyaan nya
Di seberang sana fernand sangat khawatir dengan Almera, terlebih lagi ibu nya sangat membenci Almera.
"Al, belum tidur mas, ibu baik kok sama al, tadi saja ibu yang membuatkan al susu, al sampai tidak percaya itu ibu!" beritahu Almera
("Iya kah? waw, bukankah itu sangat baik, ibu sudah baik pada mu dan tidak menjahati kamu lagi, secepatnya mas akan pulang, mas mau melihat kebaikan ibu terhadap kamu, sayang")
Almera tersenyum kecil mendengar ucapan fernand yang sangat antusias melihat kebaikan ibu nya terhadap Almera.
"Iya mas, sudah dulu ya, al mau istirahat, mas istirahat juga!" ujar Almera ingin menutup sambungan telepon mereka.
("Don't forget sweet dreams!") ucap fernand lalu mereka memutuskan panggilan telepon mereka.
...
Almera sedang menunaikan sholat subuh nya, ia menunaikan sholat subuh secara sendiri untuk kali ini, biasanya fernand yang jadi imam nya.
Selesai ia sholat lalu ia berdo'a.
"Bismillahirrahmanirrahim, ya Allah terima kasih Engkau telah mengabulkan do'a-do'a hamba, ibu mertua hamba sudah kembali seperti dulu lagi, hamba sangat senang ya Allah...
Satu lagi yang membuat hati hamba gelisah resah ya Allah, yaitu Carlin, berilah dia hidayah mu ya Allah agar dia menjadi orang yang lebih baik lagi, Aamiin...
Bolehkah Almera bertemu dengan ibu kandung Almera ya Allah, al sangat ingin tau siapa sebenarnya orang tua kandung Almera yang sudah meninggalkan al di panti asuhan waktu itu, izinkan al bertemu dengan ayah dan ibu Almera ya Allah... aamiin..."
"Ibu masak?" lirih Almera
Sudah lama Almera tidak melihat ibu mertua nya itu masak, dan sekarang Mirna masak, Almera tersenyum, banyak sekali perubahan yang terjadi pada mertua nya itu.
"Pagi semuanya, kalian masak apa?" sapa Almera
"Eh nona al, kami lagi masak opor ayam!" ujar bik Yem
Mirna hanya tersenyum, Almera sangat suka opor ayam buatan mertua nya itu, dengan rasanya yang sangat lezat membuat orang yang makan pasti ketagihan.
"Kamu masih suka kan?" tanya Mirna, mendapat anggukan antusias dari Almera
"Andai mas fernand ada di sini mungkin dia yang akan menghabiskan opor ayam buatan ibu!" ujar Almera mengingat bagaimana rakusnya fernand kalau masakan ibu nya opor ayam.
"Iya, tapi kan dia di luar kota, kalau dia pulang biar nanti ibu buatkan lagi!" ujar Mirna melihatkan senyum yang tak pernah ia lihat kan itu.
Carlin mengepalkan tangannya, ia sangat iri dengan Almera, apa-apa selalu Almera yang di utamakan, apa-apa selalu Almera yang di banggakan, sedangkan dia mana ada seperti itu.
"Kamu akan tau akibatnya Almera!"
Karena tidak di anggap di rumah ini, Carlin lebih memilih untuk berangkat kerja lebih pagi, ia muak dengan semua orang yang hanya memprioritaskan Almera.
__ADS_1
"Aakakh... kenapa Almera terus yang mereka pedulikan sedangkan aku tidak?" Carlin memukul-mukul stir mobil nya itu untuk melampiaskan emosi nya.
"Lihat saja kamu al, aku akan menghancurkan kamu, aaakh..."
Carlin menitikkan air matanya, semenjak dia menikah orang tua nya juga tak pernah peduli dengan nya, begitupun dengan suaminya yang tak pernah peduli dengan nya.
"Hiks... kenapa kalian begitu jahat pada ku hiks... aku juga ingin di peduli kan, hiks... mami papi kenapa kalian tega dengan ku, kalian tak lagi pernah peduli dengan ku hiks... apa salah ku mam pap? Carlin membawa mobilnya itu dalam keadaan menangis bahkan ia tidak peduli dengan keselamatan nya.
Carlin melajukan mobilnya sangat kencang, "aakakh... kalian kenapa tidak pernah tau apa yang aku inginkan selama ini hiks... kenapa kalian tidak pernah tau ha? hiks.... hahaha..." karena kekesalan dan kesedihan yang ia alami saat ini Carlin seperti orang tidak waras, ia terus melesetkan mobilnya membelah jalanan kota ini.
Karena mobil nya terlalu melaju dengan cepat Carlin bahkan tidak sempat menginjak rem mobil nya, alhasil ia menabrak pengendara motor.
Brak
Bruk
Brak
Carlin baru tersentak, ia membulatkan matanya karena kaget.
"Aku nabrak orang?"
Carlin buru-buru keluar dari mobilnya itu, ia menghampiri pengendara motor yang tidak sengaja ia tabrak.
"Maaf mas, saya tidak sengaja, mas baik-baik saja?"
"Baik-baik bagaimana mbak? saya jatuh gini, luka-luka lagi, mbak harus ganti rugi semuanya, bawa saya berobat pokoknya sampai saya benar-benar sembuh!" protes pemuda yang memakai baju pelayan restoran itu.
"Baik, saya akan bertanggung jawab, tapi saya mohon jangan lapokan saya ke polisi!" ujar Carlin sangat takut jika pemuda ini melaporkan nya ke pihak yang berwajib
"Tergantung mbak, kalau mbak kabur dan tidak mau membantu saya, saya akan laporin mbak!" ujar pemuda itu menahan rasa sakit di bagian tangan nya yang terluka
Carlin membantu pemuda itu berdiri, lalu ia membawa pemuda itu ke mobilnya dan membawa pemuda yang ia tabrak ke rumah sakit.
"Motor saya gimana mbak?"
"Biar saya yang urus!"
Carlin masih cemas dengan apa yang telah terjadi barusan, beruntung orang yang ia tabrak tidak merenggang nyawa.
...
Bersambung...
Ig : purna_yudiani
like, komentar, vote jangan lupa ya! 🙃
__ADS_1