Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
37. Merindukan Ayah Dan Ibu


__ADS_3

Sudah tiga hari Almera di rawat di rumah sakit, saat ini mereka akan siap-siap pulang, semua permasalahan dalam rumah tangga nya sudah usai, tidak ada lagi gangguan yang akan ia rasakan, keluarga kecilnya kembali utuh.


"Dulu aku pernah berpikir kalau rumah tangga ku akan hancur berantakan, ternyata semuanya itu hanya pikiran ku saja!" batin Almera melirik suaminya yang sedang menggendong putra kecil nya itu.


"Saat ini aku merasakan kehangatan, kebahagiaan, dalam rumah tangga ku ini!"


"Sayang, kalau tidak bisa jalan lebih baik naik kursi roda saja ya, biar mas ambilkan kursi rodanya untuk kamu!" saran fernand mendapat gelengan dari Almera


"Tidak usah mas, al bisa jalan kok, lebih baik kita pulang!" ujar Almera


Mereka jalan pelan-pelan karena Almera masih belum bisa jalan normal, fernand memberikan putra kecilnya itu kepada Mirna.


"Ibu, tolong gendongan bayi ku!" ucap fernand langsung di angguki oleh Mirna


Fernand mendekati Almera, tanpa aba-aba fernand langsung membopong tubuh Almera ala bridal style. Almera kaget dengan fernand yang sudah membopong tubuh nya itu.


"Mas...!"


"Kamu tenang saja, jangan banyak gerak!" imbuh fernand


"Malu di lihatin orang!" rengek Almera


Fernand tidak menggubris ucapan Almera itu, di suruh naik kursi roda Almera menolak, akhirnya fernand sendiri yang turun tangan untuk membantu istrinya itu agar jalan mereka lebih cepat lagi.


"Terima kasih mas!" ucap Almera saat mobil mereka sudah meninggalkan rumah sakit itu


"Sama siapa kamu minta terima kasih? aku suami kamu, aku pantas melakukan semuanya demi kamu, jangan meminta terima kasih pada suami mu ini!" tutur fernand


"Baiklah!"


"Oh iya, kira-kira kalian mau ngasih nama anak kalian apa?" tanya Mirna


Sudah tiga hari lahir di dunia ini, mereka belum menemukan nama yang cocok untuk di berikan kepada putra kecil mereka itu.


"Kira-kira ibu apa yang cocok?" tanya Almera


"Ibu terserah kalian!"


"Mas fernand ada nama yang cocok tidak untuk putra kita ini?" usul Almera


"Belum ada, kamu saja yang kasih nama, kalau cocok aku sih setuju saja!" balas fernand

__ADS_1


"Hmm!"


Almera berpikir dulu, nama apa yang cocok untuk ia berikan kepada putra nya itu.


"Azel Alaska Wirya, gimana mas?, bu?" usul Almera


"Ibu setuju aja, kalau fernand ibu tidak tau dia setuju atau tidak!" ucap Mirna


"Bagus kok, aku suka, Azel Alaska Wirya!" ujar fernand


...


Di sisi lain, Syahida tersenyum karena ia mendapat kabar kalau putri kandung nya sudah melahirkan, ia sekarang sudah jadi nenek dan memiliki seorang cucu.


"Ayah, jadi kapan kita akan kembali ke Indonesia nya? ibu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Almera!" tutur Syahida


"Lihat dulu ya bu, aku masih banyak pekerjaan di sini!" ucap Allan membuat Syahida bersedih lagi.


Sudah lama ia ingin bertemu Almera, tapi ia tak memiliki kesempatan, suaminya selalu sibuk bekerja.


"Kalau aku saja yang balik dulu ke Indonesia, gimana mas?"


"Tunggu aku sebentar saja, aku akan menyelesaikan pekerjaan ini terlebih dahulu, agar kita bisa tinggal di Indonesia lagi!" tutur Allan


Syahida kenal dengan Nini pemilik panti asuhan itu, makanya ia menitipkan Almera kepada Nini, suatu saat ia akan kembali dan mengambil putri nya itu lagi.


"Ini salah papa, seandainya papa tidak mendesak kita untuk ke sini mungkin Almera masih bersama kita!" ucap Syahida menyalahkan papa nya


"Kita tidak bisa menyalahkan papa, yang salah kita, kita tega sama putri kita yang masih bayi dulu, andai bayi berumur satu minggu bisa naik pesawat, mungkin kita akan membawa Almera bersama dengan kita!" ujar Allan


"Tapi ini salah papa, kenapa papa mendesak kita agar cepat ke sini, tidak bisakah papa menunda sampai Almera berumur 6-9 bulan nan, jadinya kita berpisah dengan putri kita, aku merasa bersalah sudah menitipkan anak kita kepada Nini, aku merasa jadi ibu yang tidak bertanggung jawab!" tutur Syahida tangisnya mulai pecah


"Apa beda nya dengan ku, aku sangat merasa bersalah dengan putri bungsu kita!" lirih Allan


"Dalam minggu ini aku akan usahakan semua pekerjaan ku selesai, kita sama-sama bertemu dengan Almera!" ucap Allan


...


Almera termenung tiba-tiba saja ia ingat dengan orang tua nya yang tidak tau bagaimana bentuk rupa mereka, Almera tidak memiliki foto ayah dan ibu nya itu, jadinya ia tidak tau bagaimana bentuk rupa ayah ibu nya.


"Kenapa sayang?" tanya fernand baru saja masuk ke kamar mereka itu.

__ADS_1


Almera tersentak dari lamunannya ia tersenyum tipis pada fernand.


"Merindukan ayah dan ibu, yang tidak tau bagaimana bentuk rupa mereka!" ujar Almera


"Memang orang tua kamu masih hidup?" tanya fernand sangat hati-hati ia tidak ingin menyinggung perasaan Almera


Almera mengangguk kecil, setau fernand orang tua Almera sudah meninggal dunia.


"Bukanya ayah sama ibu kamu sudah meninggal?" tanya fernand langsung di geleng-kan kepalanya oleh Almera.


"Belum, mas, kata ibu Nini, orang tua aku masih hidup, tapi ibu Nini tidak memberitahu ku, aku sangat merindukan mereka mas, sangat ingin bertemu dengan ibu kandung ku!" jelas Almera dengan menampakkan senyum nya.


Fernand mengangguk-angguk, ia merasa senang juga mendengar kabar ini, kalau mertuanya masih ada.


"Siapa nama mereka?" tanya fernand


Almera menggeleng-nggelengkan kepalanya, nama orang tua nya saja ia tidak tau, bagaimana bentuk wajah mereka.


"Ibu Nini tidak mau memberitahu kamu juga soal nama orang tua kamu?" tanya fernand


"Waktu itu sebenarnya ibu Nini sudah memberitahu ku, tapi aku lupa, nama ayah ku, ada al al nya gitu mas, tapi tidak tau panjang nya apa, kalau nama ibu ku, aku tidak ingat lagi!" jelas Almera


Fernand mengangguk sambil mengusap tangan Almera itu.


"Kapan-kapan kita tanya pada ibu Nini lagi, siapa tau kita menemukan informasi tentang ibu dan ayah kamu, mas juga penasaran dengan ayah dan ibu kamu!" ujar fernand


"Hu'um mas!"


Saat ini Almera belum bisa melakukan apa-apa ia hanya terus di dalam kamar bersama dengan putra nya.


"Kalau orang tua kamu kaya raya gimana ya, sayang?" ucap fernand, Almera tersenyum kecil.


"Tidak tau mas, emang nya kenapa mas bisa kepikiran gitu?" tanya Almera


"Nggak, cuma pengen tebak aja, ternyata istri aku anak sultan!" ucap fernand


"Suami aku juga anak sultan!" ucap Almera tertawa kecil


"Sama-sama anak sultan!"


...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2