Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
30. Jahat Saya Karena Kalian


__ADS_3

Carlin tertawa bahagia di atas penderitaan Almera yang ia buat celaka tadi, tapi dia belum puas karena bayi yang Almera kandung belum berhasil ia singkirkan, Carlin masih memikirkan sebuah rencana jahat agar Almera dan bayi nya bisa tersingkirkan.


Carlin menemui seseorang yang ia suruh tadi, ia akan memberikan tips nya, karena sudah berhasil mencelakai Almera.


"Kerja bagus, seperti ini yang saya suka!"


"Siapa dulu mbak, kerjaan seperti ini mah gampang bagi saya, by the way jangan lupa hubungi saya jika mbak butuh bantuan saya lagi!"


"Aman, tapi kamu yakinkan tidak ada orang satupun yang curiga dengan kamu, sampai saja ada orang yang curiga saya angkat tangan, saya tidak mau berurusan dengan polisi!"


"Mbak tenang aja, semuanya aman terkendali!"


"Oke, ini tips buat kamu, kamu sudah berhasil membuat dia terluka!"


Setelah pertemuan itu, Carlin pergi dari cafe itu, Carlin menyamar sebagai wanita tomboi agar ia tidak di ketahui oleh siapapun.


"Kamu jangan main-main dengan saya Almera, ini baru permulaan, besok akan ada lagi guncangan demi guncangan yang akan kamu hadapi!"


Carlin melanjutkan perjalanan nya menuju kantor nya, ternyata memang mudah mencelakai Almera jika tidak ada fernand di samping nya, pikir Carlin.


Dering dering dering


Deringan telepon genggam Carlin berbunyi, ia menepikan mobilnya untuk mengangkat sebuah panggilan telepon itu.


"Nomor siapa ini?"


Hanya nomor baru yang menelepon Carlin itu, takut itu penting ia mengangkat nya.


"Hello!"


("Hai!") sapa suara laki-laki di ujung sana


Carlin membalikkan bola matanya, ia baru ingat jika nomor ini orang yang ia tabrak kemarin.


"Bisa tidak, kamu tidak menganggu saya, saya sangat sibuk!" ujar Carlin ingin mematikan sambungan telepon itu


("Sebentar mbak, mbak jangan galak-galak dong, saya mau--") ucapan Mario di potong oleh Carlin


"Saya tidak suka basa-basi, sebenarnya kamu kenapa selalu menelepon saya?, saya sudah bertanggung jawab untuk membiayai pengobatan kamu, lalu mau kamu apa lagi?" cecar Carlin


("Mbak mau saya laporin ke polisi? atas tuduhan tabrak lari!") ancam Mario yang sebetulnya ia sedang cekikikan di ujung sana


"Ya Tuhan... mau kamu apa? ayo cepat katakan saya tidak punya banyak waktu meladani kamu!" bentak Carlin sudah emosi dengan pemuda yang tak sengaja ia tabrak kemarin.


"Sudah di tolong malah ngelunjak! umpat Carlin


("Luka saya sakit mbak, kayaknya luka saya makin parah deh, apa jangan-jangan tulang saya ada yang patah ya mbak, soalnya tangan saya sampai bengkak mbak!") beritahu Mario yang sebetulnya ia hanya berpura-pura


Carlin menarik napas dalam-dalam, biar bagaimanapun ia harus bertanggung jawab karena ia telah menabrak orang. Tanpa pikir panjang lagi Carlin langsung bertanggung jawab lagi membiayai pengobatan Mario itu.


"Baik, besok kita ketemuan di rumah sakit kemarin, saya akan mengobati luka kamu sampai luka kamu itu benar-benar sembuh, berani kamu bohongi saya, saya akan tuntut kamu!" ujar Carlin lalu ia memutuskan panggilan telepon itu.


...

__ADS_1


Di kosan Mario ia sedang tertawa karena besok ia akan bertemu dengan wanita cantik itu lagi, tapi yang ia pikirkan yaitu luka nya yang sudah mulai membaik ini.


"Kalau dia tau aku pura-pura gimana? bisa berabe urusan nya!"


Mario memikirkan sesuatu agar luka nya ini kelihatan belum sembuh.


"Ah, Mario kenapa kamu tidak memikirkan yang matang dulu, nanti ketahuan dia bisa nuntut kamu!" sesal Mario


...


Saat ini Almera sedang beristirahat, tangan nya yang lecet tadi masih terasa perih, sebentar lagi fernand akan pulang pasti ia akan sangat khawatir.


"Mas fernand jangan sampai tau kalau aku di serempet motor!"


Mirna tadi sudah mengobati luka Almera itu ia juga sudah membungkus luka Almera itu dengan perban.


Dering dering dering


Ponsel Almera berbunyi sudah di yakini jika itu suaminya yang menelepon, Almera berusaha menjangkau ponselnya itu.


"Mas fernand!" lirih Almera melihat nama yang tertera di panggil masuk itu.


"Assalamualaikum mas!" ucap salam Almera lebih dulu


("Wa'alaikumussalam")


("Bagaimana dengan keadaan kamu, sayang? anak kita bagaimana juga kabarnya, ibu bagaimana juga kabarnya, kalian sehat-sehat saja kan? sebentar lagi mas akan pulang, mas kangen sama kamu, sayang!") ucap fernand mencecar pertanyaan kepada Almera


"Alhamdulillah kami baik-baik saja, kalau mas di sana apa kabar? masa kabar kami saya yang kamu ingin tahu, aku juga ingin tahu kabar kamu!"


("Alhamdulillah aku baik-baik saja, ini berkat do'a kamu, Allah subhana wa ta'ala memberikan kesehatan bagi ku!") ucap fernand


"Syukurlah..."


Almera tidak sengaja meringis kesakitan, sampai suara ringisan nya itu terdengar juga oleh fernand.


("Sayang, kamu kenapa? kamu baik-baik saja kan!, kenapa aku mendengar suara ringisan dari kamu!") tanya fernand


Almera mengerututi diri nya yang bisa-bisanya ia meringis dan di dengar oleh fernand, ia tidak mau menganggu konsentrasi fernand saat bekerja, ia juga tidak mau membuat fernand khawatir.


("Kenapa diam?") di ujung sana fernand sudah mulai khawatir


"Ini, kaki al kesemutan mas, makanya al meringis!" bohong Almera


("Beneran? kamu nggak lagi bohongi mas kan?") curiga fernand di ujung sana


"Untuk apa al bohong sama mas, kaki al betul-betul kesemutan mas!" ucap Almera menyakinkan fernand


("Baiklah mas percaya, kamu harus jaga kesehatan ya, mas tidak mau ada apa-apa sama kamu dan anak yang kamu kandung itu!")


"Iya, mas tenang saja!"


Sambungan telepon mereka berakhir juga, Almera meringis lagi karena lukanya sangat perih, dari tadi ia menahan rasa perih di luka nya ini.

__ADS_1


"Aaw... perih sekali!"


...


Tanpa di percaya malam itu fernand pulang, Almera terkejut dengan kedatangan fernand itu, ia takut jika fernand mengetahui luka nya.


"Kenapa mas fernand pulangnya sekarang?"


Takut fernand curiga, Almera menutupi lukanya itu dengan lengan baju nya yang panjang itu, ia menyambut fernand pulang.


"Sayang!" ucap Almera memeluk fernand


Fernand tersenyum ia dapat bertemu lagi dengan istri nya itu lagi, "kangen banget sama kamu, sayang!" tutur Almera mendongak ke atas menatap wajah fernand


Mirna jadi malu melihat keromantisan mereka berdua itu, berkali-kali Mirna berdehem agar ia tidak merasa canggung melihat anak dan menantu nya itu.


"Hekhem!


"Hekhem!


Almera baru ingat jika mertuanya itu juga ada di dekat mereka, Almera tersenyum kikuk.


"Ibu, bagaimana kabar ibu?" ujar fernand lalu memeluk ibu nya itu.


"Alhamdulillah ibu baik-baik saja!"


Fernand betul-betul tidak percaya, bahkan di saat ia baru pulang dari luar kota ibu nya itu tidak marah-marah lagi, saat Almera berpelukan dengan nya tadi saja, ibu nya itu tampak bahagia.


Berarti dugaan fernand betul jika ibu nya itu berubah sikap karena Almera belum hamil juga waktu itu, tapi sekarang saat Almera sudah hamil, sikap ibunya itu kembali seperti semula lagi.


"Kenapa natap ibu seperti itu?" tanya Mirna berhasil membuyarkan lamunan fernand


"Tidak bu, hari ini ibu kelihatan lebih muda!" ujar fernand


Mirna mengerucutkan bibirnya, "berarti sebelum-sebelumnya ibu kelihatan lebih tua dong?" ujar Mirna


"Eh, eh, bukan bu, ibu awet muda kok!" ujar fernand


Carlin melihat kebahagiaan mereka itu, ia hanya tersenyum kecil.


"Hari ini puas-puasin bahagia kalian dulu, karena bahagia kalian itu akan saya hancurkan!"


"Terutama kamu Almera, saya sangat iri dengan kamu yang selalu di hati mereka, sedangkan saya, hanya kalian anggap sampah!"


"Jangan salahkan saya jika saya berbuat jahat, jahat saya karena kalian!"


...


Bersambung...


Like, komentar, vote


Ig : purna_yudiani

__ADS_1


__ADS_2