
Sudah tiga hari fernand pergi bekerja di luar kota, ia meninggalkan Almera bersama ibu dan yang lainnya, sebenarnya hati fernand sangat berat untuk meninggalkan Almera karena ia tau bagaimana ibu nya itu menyikapi Almera selama ini, bukanya fernand curiga dengan ibu nya itu tapi fernand sedikit menaruh curiga itu pada ibunya yang selama ini tidak menyukai Almera. Fernand juga takut jika nanti ibunya itu melukai Almera yang akan berdampak buruk juga terhadap bayi yang Almera kandung.
Sampai saat ini Mirna belum tau juga kalau Almera sedang mengandung, Mirna sebenarnya sudah lama menaruh curiga dengan Almera yang kelihatan tubuhnya sedikit agak berisi dan selalu menggunakan baju gamis kebesaran, tapi sampai sekarang Mirna sih belum bisa menguak informasi yang ia curigai itu.
Berbeda dengan Carlin yang ingin menguasai fernand sendiri, ia ingin menyingkirkan Almera dari rumah ini agar fernand jadi miliknya sendiri, selama ini Carlin masih memantau semua yang di lakukan Almera, ia tidak bisa melakukan rencana untuk menyingkirkan Almera karena fernand selalu berada di sekitaran Almera itu.
Saat ini lah kesempatan Carlin itu menjalankan sebuah rencana karena ia tau fernand tidak ada di rumah, hari ini Carlin juga libur berkerja.
Hal yang paling utama Carlin lakukan yaitu melukai ibu mertuanya itu, dengan melukai ibu mertuanya itu ia bisa menuduh Almera yang melakukan nya, cara Carlin menyingkirkan Almera dari rumah ini yaitu lewat ibu mertuanya itu.
"Kali ini rencana ku tidak akan gagal lagi!"
Carlin mempunyai sebuah ide yang akan mencelakai ibu mertuanya itu, seolah-olah Almera yang mencelakai ibu mertuanya itu.
Carlin menghampiri Almera yang sedang di dapur itu, ia mendekati Almera yang sedang memasak itu.
"Mbak masak apa?" basa-basi Carlin
Almera menghentikan aktivitas sejenak saat Carlin menghampiri nya, lalu Almera kembali melakukan aktivitas nya itu.
"Kamu tidak lihat aku masak apa?" jawab Almera membuat Carlin jengkel dengan ucapan Almera itu.
Carlin tersenyum terpaksa seolah-olah ia tidak merasa jengkel dengan ucapan Almera tadi.
"Perlu saya tolong mbak!" ucap Carlin menawarkan sebuah bantuan
Almera tersenyum tipis, "CEO cantik seperti kamu tidak perlu memasak bukan?" sindir Almera
Selama ini mana ada seorang Carlin menginjakkan kakinya untuk ke dapur membuat masakan, dia hanya tau beres saja selama ini.
Lagi-lagi Carlin kesal dengan ucapan Almera itu tapi tetap ia tahan agar tidak jadi keributan.
"Hmm... itu dulu mbak, sekarang aku mau belajar masak agar suami pulang aku sudah menyiapkan makanan untuk nya!" ujar Carlin
Almera tersenyum tipis kembali, lantas ia beranjak dari kompor itu dan mempersilahkan Carlin untuk mengaduk sambal yang Almera masak itu.
"Masak!" titah Almera
Carlin tersenyum kecil ia dengan ragu menerima spatula yang Almera julurkan kepada nya itu.
Setelah memastikan Carlin bergelut dengan masakan itu barulah Almera meninggalkan Carlin bersama bik Yem itu.
Carlin meremas tangkai spatula itu dengan kuat, beraninya Almera merendahkan harga dirinya dengan menyuruhnya memasak di dapur ini, sebenarnya tadi itu hanya basa-basi Carlin saja tapi malah betulan ia yang memasak jadinya.
"Emang gue pembantu kalian!" umpat Carlin meninggalkan sambal yang ia masak itu.
Bik Yem mengusap-usap dadanya karena terkejut dengan Carlin yang menghempas spatula itu ke wajan yang ada sambal nya itu.
"Astagfirullahalhazim" ucap istighfar bik Yem
Carlin berhenti saat Almera membantu ibu mertuanya itu berdiri, Carlin tertawa dalam hatinya karena rencana busuk nya untuk mencelakai mertua nya itu berhasil.
"Aduh... pinggang ku sakit sekali!" keluh Mirna memegangi pinggang nya yang terasa sakit itu.
"Ibu, ibu kenapa bisa jatuh seperti ini?" tanya Almera khawatir dengan ibu mertuanya itu.
"Ini semua gara-gara kamu, kenapa minyak gorong berceceran di sini hah?" hardik Mirna masih bisa marah-marah padahal kondisi nya yang sedang encok itu.
"Minyak goreng?" desis Almera mengerutkan keningnya
__ADS_1
"Alah kamu tidak usah berkelit seperti itu mbak, jelas-jelas tadi kamu baru beli minyak goreng, apa minyak yang mbak bawa itu bocor? sampai berceceran di lantai menuju dapur ini!" ikut-ikutan Carlin menyalakan Almera
"Ah, menantu s**lan!" maki Mirna
"Kau mau membunuh ku hah?" tampik Mirna memojokkan Almera
Carlin tersenyum tipis ia sangat puas saat Almera di marahi oleh mertuanya itu di depan dia pula.
"Awas saja kau, akan aku kadukan kau kepada fernand agar kau di usir sekalian!" lanjut Mirna memarahi Almera yang belum tentu salah itu
"Astagfirullah alhazim... ibu jangan menuduh ku sembarangan, tadi benar aku membeli minyak goreng karena stok minyak di rumah kita ini habis, tapi minyak yang aku bawa tidak mungkin bocor bu, jelas-jelas aku memeriksa nya tadi!" ujar Almera membela dirinya
"Mbak tidak usah berkelit lagi, buktinya saja minyak goreng berceceran di sini, ck, ck, ck ceroboh sekali!" ujar Carlin membela Mirna
Mirna mengurut-urut pinggang nya yang terasa sakit itu.
Carlin cari muka dengan ibu mertuanya itu, ia memapah Mirna sampai ke kamar nya.
Almera mengusap dadanya, tuduhan ibu mertua dan istri kedua suaminya itu sangat menyakiti hati nya saja.
"Tuduhan kalian membuat aku kecewa, siapa lah yang menuang minyak goreng ini ke lantai ini!"
Almera menarik napas agar semua ucapan kedua orang yang menuduh nya tadi tidak ia simpan di dalam hati.
...
Fernand baru kembali dari luar kota, saat ini Mirna sudah menunggu putra nya itu di teras rumahnya.
"Assalamualaikum bu!" ucap salam fernand sambil mengecup punggung tangan ibu nya itu
"Wa'alaikumussalam!"
"Ibu kenapa?" tanya fernand
"Gara-gara istri mu!" jawab Mirna
"Maksud ibu gara-gara Carlin?" tanya fernand selama ini fernand tau jika Carlin tidak suka dengan ibu nya itu
"Almera si wanita mandul tidak subur itu!" sungut Mirna
Fernand tertawa kecil, mana mungkin Almera berani melukai ibu nya itu secara Almera tidak pernah memiliki rasa dendam pada ibu nya itu, apapun itu keadaan nya, mau sesering apa Mirna menghina Almera, pasti Almera tidak akan mau membalasnya bahkan sampai mau mencelakai ibu nya itu.
"Ibu, mana mungkin Almera melakukan itu!" balas fernand
"Ini semua gara-gara Almera yang sangat ceroboh, kemarin dia beli minyak goreng ternyata minyak goreng yang ia beli itu bocor sampai-sampai minyaknya keteteran di lantai, mengakibatkan ibu kepeleset!" tutur Mirna sangat yakin jika Almera yang salah di balik ini semua.
Fernand menanggapi ucapan ibu nya itu seperti lelucon saja, mana mungkin Almera bisa se-ceroboh itu ibu, kalau memang betul minyak goreng yang Almera beli itu bocor, sudah pasti sampai di rumah minyak goreng itu akan habis karena sudah berserakan di jalan lebih dulu.
"Ada-ada saja!" kelakar fernand sambil memasuki rumah nya itu, fernand langsung masuk ke kamar nya itu, ia tau pasti istri nya itu lagi istirahat di dalam kamar.
"Surprise!" kejut fernand langsung memeluk Almera dari belakang, Almera tersenyum karena fernand pulang juga.
"Bikin al kaget aja!" Almera membalas pelukan fernand itu, sudah 4 hari mereka tidak bersua karena fernand ke luar kota karena urusan pekerjaan
"Aku punya sesuatu untuk kamu!" ujar fernand
"Tapi kamu harus tutup mata dulu!" sambung fernand langsung di angguki oleh Almera, Almera menutup matanya sedangkan fernand mengambil sebuah kotak dari dalam saku jas nya
Fernand memasangkan sebuah kalung berliontin FA itu ke leher Almera, "boleh buka mata ku nggak?" tanya Almera
__ADS_1
"Ah, silahkan sampai lupa aku menyuruh mu membuka mata!" ujar fernand
Kalung itu sudah terpasang di leher Almera, sangat cantik! batin Almera
"Bagus kan?"
"Sangat, FA ini apa mas?"
"Fernand, Almera!"
Almera tersenyum sudah mendapatkan hadiah dari fernand itu, kalung ini akan ia jaga dengan baik.
...
Malam harinya mereka sedang makan malam bersama-sama di meja makan, Carlin bingung dengan sikap fernand yang nampak biasa-biasa saja kepada Almera, tidak ada marah sedikit pun.
Padahal dia sudah bertanya tadi kepada Mirna soal Mirna yang akan mengadu kepada fernand tentang ia jatuh gara-gara Almera itu.
"Seharusnya fernand marah bahkan sampai mengusir nya dari sini!" batin Carlin
Apa rencana yang di buat olehnya itu gagal? apa fernand tidak percaya kalau Almera yang mencelakai ibu nya itu sampai pinggang Mirna jadi sakit.
Almera melihat gerak-gerik Carlin yang sangat mencurigakan itu, Almera tersenyum kecil, ternyata dugaan nya benar kalau Carlin lah yang menumpahkan minyak goreng itu ke lantai akibatnya mertuanya itu jadi kepeleset, Almera juga bersyukur karena bukan dia yang kepeleset, kalau dia kepeleset mungkin kandungan nya bisa kenapa-napa.
Selesai mereka makan malam, kini Almera menghampiri Carlin yang sedang duduk di sofa ruang tv itu sendirian.
"Kenapa?"
"Tidak berhasil ya usaha yang kamu buat itu bisa menyingkirkan saya dari sini!" ujar Almera to the poin
Carlin mengertakan gigi nya ternyata Almera tau dengan rencana nya itu.
"S*al kenapa dia mengetahui nya!" batin Carlin
"Saya pikir madu yang ibu pilih itu wanita baik ternyata sama saja dengan mertua ku itu!" sindir Almera tak mau kalah dengan Carlin
Carlin berdiri lalu ia tersenyum sinis ia mendekati Almera.
"Perempuan mandul seperti kamu ini tidak pantas untuk mas fernand, lebih baik mundur dari pada kamu akan menyesal!" tantang Carlin
Almera tertawa kecil dengan ucapan Carlin itu.
"Coba saja kalau bisa!" ujar Almera menantang balik ancaman Carlin itu.
"Ha, jadi kamu mau melawan ku, baik akan aku buktikan jika kamu akan tersingkirkan dari sini!" serang Carlin
Almera tertawa kecil menerima tantangan dari istri kedua suaminya itu.
Selama ini ia pikir Carlin orangnya baik tapi kelakuan nya sama saja dengan ibu mertuanya yang ingin menyingkirkan nya.
...
Bersambung...
Ig : purna_yudiani
jangan lupa follow Instagram author ya.
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada kata-kata yang salah dalam cerita itu mohon di mengerti ya🙏, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu ⏲️ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.
__ADS_1
Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author 😊🙏🤗