Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
7. Semoga Saja


__ADS_3

Carlin uring-uringan pagi ini karena fernand tidak ada di kamar mereka ini, saat Carlin tidur fernand diam-diam pergi ke kamar Almera.


"Suami apan coba? tidak adil sedikit pun, dasar suami tidak adil!"


Carlin pagi-pagi sudah keluar kamar saja, karena ia merasa haus maka nya ia ke dapur untuk ambil air minum.


Mirna mendapati Carlin menantu kedua nya itu di dapur.


"Lin, kenapa kamu ke sini? kemana suami kamu?" tanya Mirna


"Tanya aja sama anak ibu, kemana dia!" ujar Carlin tidak ada ramah-ramah nya saat berbicara dengan yang lebih tua.


"Anak itu!" geram Mirna mengepalkan tangannya


Carlin kembali ke kamar nya ia tidak terlalu memikirkan fernand.


"Bagus deh gue nggak tidur dengan dia!"


Carlin rebahan kembali di kasur king size milik fernand dan Almera sebelum nya.


...


Di dalam kamar tamu itu, Almera dan fernand lagi melaksanakan sholat subuh secara berjamaah.


Selesai mereka menunaikan sholat subuh, fernand kembali tidur lagi karena ia masih ngantuk.


"Nggak kerja ya mas?" tanya Almera


"Nggak, ibu menyuruh aku cuti selama satu minggu!" beritahu fernand


Almera mengangguk sambil menyelimuti fernand, Almera pergi ke dapur ia akan membuat sarapan pagi untuk orang rumah ini.


Bik Yem juga sudah ada di dapur, mereka berdua saling bahu membahu untuk membuat sarapan pagi.


Almera menutup hidung nya saat ia mencium bau bawang yang di iris-iris oleh bik Yem itu. Almera kembali muntah-muntah di wastafel.


"Nona Almera kenapa?" tanya bik Yem menghentikan aktivitas nya


"Tidak tau bik!"


Karena Almera muntah-muntah tidak ada hentinya akhirnya Almera balik lagi ke kamar, ia baru ingat sesuatu. Almera tersenyum lebar mungkin ini saat nya ia akan memberitahu fernand jika ia...


Almera mengambil benda kecil itu di balik sabun yang berada di kamar mandi itu, sebelum ia berwudhu tadi ia sudah memeriksa nya, sesuai saran yang di berikan oleh bik Yem kemarin.


Karena tidak percaya dengan hasilnya, Almera mengulang kembali sampai lima kali ia memeriksa nya akan tetapi tetap sama, tes kehamilan itu menunjukkan garis merah dua.

__ADS_1


Almera membawa tes kehamilan itu ke lima-lima nya, ia akan menunjukkan hasil itu kepada fernand.


"Pasti kamu akan bahagia mas!"


Almera mendekati fernand yang lagi tidur itu ia duduk di samping fernand itu, satu tangan nya ia sembunyikan di sebalik punggung nya. Almera menguncang-guncang tubuh fernand itu agar dia bangun.


"Mas bangun mas!"


Fernand masih saja tidur nyenyak di bawah selimut tebal nya itu.


"Bangun mas...!" Almera tambah menguncang tubuh fernand itu semakin kuat, fernand perlahan membuka matanya.


"Ada apa sayang?" lirih fernand mengucek matanya


Almera tersenyum memperhatikan wajah bantal fernand itu, jika Almera memberikan alat tes kehamilan itu kepada fernand pasti fernand akan terkejut atau bisa saja ia terpingkal-pingkal saking senang nya.


"Aku punya sesuatu untuk kamu, tapi janji jangan berisik ya, nanti bisa ketahuan sama Carlin ataupun ibu!" ujar Almera


Awalnya fernand biasa saja tapi dengan sikap Almera yang tidak biasanya ia jadi penasaran juga.


"Apa?" tanya fernand melihat Almera dengan intens


"Itu di balik punggung kamu, apa yang kamu sembunyi-in dari aku?" sambung fernand melihat tangan Almera di sembunyikan di balik punggung nya itu. Fernand hendak menarik tangan Almera itu, tapi langsung di cegat oleh Almera.


Fernand mengerutkan keningnya dengan ucapan Almera itu.


"Baiklah bidadari surga ku, ayo cepat berikan sesuatu itu pada suami tampan mu ini!" tutur fernand akhirnya mengalah


Almera mengangguk lalu ia mengeluarkan tangannya itu dari sebalik punggung nya itu, Almera masih menggenggam benda kecil itu.


"Pasti kamu senang mas!" beritahu Almera


"Hmm... mungkin, bisa senang dan bisa juga tidak!" jawab fernand dengan tersenyum


Plakk


Almera menepuk kuat tangan kekar fernand itu, "harus senang, karena ini sebuah kebahagiaan!" sela Almera sambil menatap garang ke arah fernand


Fernand menautkan kedua alisnya, bahkan ia tidak pernah melihat wajah garang Almera sekalipun, tapi sekarang Almera menunjukkan wajah garang nya.


"Baiklah... ayo berikan kepada ku yang kamu genggam itu!" minta fernand


Almera membuka genggaman tangan nya itu, dapat dengan jelas fernand melihat lima alat tes kehamilan itu.


"Apa ini? maksud ku kenapa kamu memperlihatkan ini kepada ku?" tanya fernand dengan bingung

__ADS_1


Almera mengisyaratkan dengan matanya agar fernand mengambil alat tes kehamilan itu. Fernand mengambil semua benda kecil itu, ia melihat dengan jelas ada dua garis merah.


"Alhamdulillah... ini benar sayang?" tanya fernand dengan mata berkaca-kaca


Almera mengangguk kecil sambil tersenyum, fernand langsung memeluk Almera begitu kuatnya nya.


"Alhamdulillah ya Allah... akhirnya aku akan jadi papa!" teriak fernand langsung di bekap mulutnya oleh Almera.


"Jangan berisik!" ingatkan Almera


Fernand tidak bisa diam ia terus saja berceloteh, ia sangat senang dengan apa yang di berikan Almera kepada nya, pagi ini merupakan pagi terindah nya.


"Ya Allah... aku tidak bisa berucap apa lagi, tapi aku merasa senang dan bersyukur, penantian kita selama ini akhirnya terkabulkan juga!"


"Kamu harus jaga baik-baik anak kita ini, jangan makan sembarangan, jangan sampai kelelahan, pokok nya kamu harus istirahat saja!"


"Aku tidak mau kamu kenapa-napa, oke bidadari surga ku!"


Almera tersenyum saja dengan celotehan suaminya itu yang sangat posesif dengan nya, ia juga bingung dengan ocehan fernand itu.


"Iya, iya aku akan jaga anak kita dengan baik, asalkan kamu selalu ada untukku!" ujar Almera


"Pasti, aku akan selalu ada untuk kalian!" ujar fernand


Mereka berdua sama-sama senang sama-sama merasakan kebahagiaan itu, selama ini mereka menanti malaikat kecil agar hadir di tengah-tengah mereka, akhirnya Allah ta'ala menghadirkan malaikat kecil itu di tengah-tengah mereka.


Almera sangat bersyukur mendapatkan kebahagiaan ini.


Fernand bersemangat hari ini, tadinya ia tidak semangat karena ia sudah memiliki istri lagi, ia akan menjalankan hidup nya penuh dengan drama dan juga musibah yang akan ia lewati, tapi dengan kehadiran calon bayi nya ia akan menjalani hari-hari nya penuh semangat dan gembira.


"Jangan beritahu ibu dulu ya mas!" ujar Almera


"Kenapa begitu? pasti ibu akan senang dengan ini, dan ibu juga tak akan pernah menghina kamu lagi sayang, aku tidak sanggup melihat kamu di hina dan caci terus oleh ibu ku!" tutur fernand


"Iya, tapi tidak harus sekarang juga mas, aku takut jika aku tidak benaran hamil gimana? jika alat tes kehamilan itu berbohong gimana?" ujar Almera sudah pesimis terlebih dahulu


"Tidak sayang, itu asli kamu benaran hamil anak ku!" ujar fernand


"Bagaimana kita ke dokter saja hari ini, agar kita bisa percaya!" saran fernand


Almera mengangguk menyetujui, semoga saja alat tes kehamilan itu tidak berbohong, agar mereka mendapatkan kebahagiaan itu.


...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2