
Almera melamun di kamarnya ia semakin hari semakin memikirkan fernand yang kelihatan nya fernand sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Carlin di dekat nya, apa yang Almera pikirkan apakah terjadi juga?
Almera sampai stres memikirkan ini semua, seandainya ia tidak mengizinkan fernand untuk menikah mungkin kehidupan mereka seperti sedia kala, tidak ada orang yang menganggu hidup nya kecuali Mirna mertua Almera itu.
Saat ini saja fernand tidak di kamar nya, entah kemana perginya fernand ia tidak ketahui.
Di beri kendor malah kebablasan, lihatlah fernand sekarang ini malah sering ngobrol dengan Carlin.
Almera tidak bisa tinggal diam ia mencari fernand di setiap sudut rumah ini, ia mendapati fernand yang lagi duduk di teras belakang rumah.
"Mas!" panggil Almera dengan memanyunkan bibirnya
"Iya sayang, kenapa?" tanya fernand
"Pengen makan mangga muda!" rengek Almera padahal itu hanya akal-akalan nya saja agar fernand tidak bersama dengan Carlin
"Ngidam ya?" tanya fernand sambil tersenyum yang mendapat anggukan dari Almera
"Kenapa duduk di sini? kamu marah karena aku tidak sengaja meremas mulut kamu tadi? kan udah aku beri juga kemauan kamu tadi!" tutur Almera
Fernand mengerutkan keningnya pasti Almera nya itu menganggap dia marah dengan nya, padahal fernand duduk di sini ia ingin mencari udara segar saja, makanya ia keluar dari kamar tadi.
Tapi Almera sudah menuduh suaminya itu lagi berdua-duaan dengan Carlin, sedangkan Carlin belum pulang kerja.
"Istri mas yang satu lagi kemana? belum pulang kerja?" tanya Almera
"Mana mas tau!" jawab fernand tidak mau peduli dengan Carlin
"Masa mas tidak tau, terus tadi yang di restoran apan ya!" cibir Almera melirik fernand yang sedang mengupas mangga muda itu.
Fernand masih belum ngeh dengan cibiran Almera itu, ia terus saja mengupas mangga muda itu, Almera kesal dengan fernand yang hanya diam saja.
"Mas!"
"Apa? ini mangga nya udah aku kupasin!" tutur fernand memberikan mangga muda yang sudah ia kupas itu.
"Restoran!" ujar Almera
"Kamu mau makan di restoran malam ini?" tanya fernand
Almera mengaruk-garuk kepalanya, itu ide yang bagus juga, kalau mereka makan malam di restoran, pasti fernand tidak akan bertemu dengan Carlin, dan bisa saja Almera mengajak fernand untuk menginap di hotel nanti nya.
"Emang boleh?" tanya Almera ini merupakan kesempatan yang bagus untuk memanas-manasi balik Carlin itu.
"Untuk bidadari ku ini semuanya akan aku lakukan!" ujar fernand
"Ayuk!" ajak Almera
Fernand mengangguk lalu mereka berdua bergegas siap-siap untuk pergi, "mangga nya?" ujar fernand karena Almera belum mencicipi mangga muda itu
"Udah nggak mood!" jawab Almera yang aslinya dia tidak menginginkan mangga muda itu tadinya.
Mereka berdua sudah bersiap-siap lalu mereka menuju mobil, di saat mereka ingin berangkat, Carlin baru saja sampai ia baru pulang dari pekerjaan nya.
"Kalian mau kemana?" tanya Carlin
Almera memiliki sebuah ide ia sengaja bergelayut manja di tangan fernand itu, "kami mau makan malam berdua di restoran!" ujar Almera
Carlin mau bicara tapi tidak memiliki kesempatan karena Almera sudah memotong terlebih dahulu.
"Istri kedua tidak boleh ikut, karena ini jadwal makan di restoran dengan istri pertama!" cibir Almera membalas semua yang Carlin kirimkan lewat chat tadi sore.
__ADS_1
"Mas aku ikut ya!" ujar Carlin memohon kepada fernand
"Kamu siapa?" elak fernand
"Aku istri kamu mas!" protes Carlin yang tak di dengarkan oleh fernand
"Yuk mas, nanti keburu magrib!" seru Almera menarik tangan fernand itu, Almera melirik Carlin ia menaikan sebelah alisnya karena fernand lebih memilih nya.
"Emang kamu sendiri yang bisa makan berdua di restoran bareng suami ku, aku juga bisa!" batin Almera
...
Mereka sampai di restoran itu pada saat azan magrib berkumandang.
"Kita sholat dulu mas, baru makan!" saran Almera
"Oke, sholat lebih utama dari segala-galanya!" tutur fernand
Mereka berdua menuju mushola yang berada dekat di samping restoran itu, Almera mengambil wudhu di tempat wudhu perempuan, fernand mengambil wudhu di tempat wudhu laki-laki.
Jama'ah yang sholat di masjid ini lumayan banyak, rata-rata karyawan restoran yang sholat di mushola sini.
Selesai mereka menunaikan ibadah sholat magrib mereka masing-masing.
Almera bertemu fernand di parkiran mobil hal yang paling utama yang Almera lakukan yaitu menyalami punggung tangan fernand itu.
"Yuk makan!" ajak fernand mendapat anggukan dari Almera
Mereka berdua duduk di meja yang sudah fernand pesan tadi, malam ini merupakan makan malam romantis Almera dan fernand yang mereka lakukan berulang-ulang kali dalam hidup mereka.
"Masih ingat pertama kali kita makan di sini?" tanya fernand
"Jadi ke ulang lagi!" cicit Almera mengingat hari pertama ia makan malam di sini bersama fernand
Pesanan mereka sudah sampai, "silahkan dinikmati, mas fernand dan mbak Almera!"
"Terima kasih!" jawab mereka
"Bentar mas!"
"Kenapa?"
"Foto dulu yuk, buat kenang-kenangan aja!" saran Almera, dengan senang hati fernand menuruti keinginan Almera itu, Almera menyenderkan kepalanya di bahu fernand itu lalu ia mengabadikan momen itu lewat satu petikan kamera handphone nya.
"Nanti kirim ya ke handphone aku!" ujar fernand
"Oke mas!" ujar Almera dengan tersenyum penuh kemenangan
"Memang kamu sendiri yang bisa, aku juga bisa Carlin, bahkan aku bisa melakukan yang lebih dari ini, tunggu notifikasi handphone kamu berbunyi ya Carlin!" batin Almera
Mereka menyantap makanan mereka dengan nikmat nya.
Almera tidak mengajak fernand untuk pulang, malahan Almera mengajak fernand untuk nginap di hotel bintang lima, dengan senang hati fernand mau mengikuti semua kemauan Almera itu.
"Tumben kamu mau nginap di hotel? biasanya aku ajak kamu akan nolak!" ujar fernand
"Itu dulu sekarang beda mas!" jawab Almera sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk itu.
Almera juga mengabadikan momen mereka tidur di hotel itu, ia akan memanas-manasi Carlin pada hari ini.
Fernand pergi ke kamar mandi ia mau mengambil wudhu karena azan isya sudah berkumandang tadi, Almera sengaja menyuruh fernand untuk duluan.
__ADS_1
"Melancarkan aksi!" gumam Almera mengirimkan foto-foto romantis mereka ke nomor Carlin
Almera juga mengirim chat kepada Carlin itu.
....
Saat ini Carlin sedang melihat-lihat foto-foto romantis Almera bersama fernand itu yang di kirimkan oleh Almera tadi.
"Ah s*al, kamu mau memanas-manasi ku?"
Carlin sangat iri melihat foto-foto romantis Almera bersama fernand itu, terlebih lagi dia yang tidak bisa seromantis itu bersama fernand, mengambil foto saja dia harus sembunyi-sembunyi.
Notifikasi handphone Carlin berbunyi lagi, kali ini chat yang di kirim oleh Almera.
"Hmm... gimana ya? bukannya mau pamer tapi ya mau gimana lagi, makan berdua bersama suami tercinta sangat menyenangkan, terlebih lagi kami berdua tidur di hotel bintang lima pada malam ini, kami juga tidak tau apa yang akan kami lakukan nantinya, mungkin melakukan hal-hal yang sangat romantis, tis kali ya, duh maaf ya bukan pamer tapi pamer banget, salam dari Almera, jangan iri ya...!"
Isi pesan Almera yang di baca oleh Carlin, Carlin sangat panas setelah membaca isi chat dari Almera itu.
"Aaahk, mereka sangat romantis sedangkan aku harus berusaha untuk mendapatkan fernand terlebih dahulu, menyebalkan!"
Carlin marah-marah sendiri karena hatinya sangat panas melihat kebahagiaan Almera itu, terlebih lagi fernand yang selalu mementingkan Almera.
...
Setelan puas memanas-manasi Carlin, Almera meletakkan handphone nya dalam tas nya kembali, Almera di tegur oleh fernand karena dia belum juga mengambil wudhu.
"Astagfirullah alhazim... al buruan ambil wudhu, sampai kering wudhu ku kamu belum juga ambil wudhu!" tegur fernand mendapat senyuman kikuk dari Almera
"Iya, al ambil wudhu dulu, jangan sholat dulu, tunggu aku!" sanggah Almera lalu ia berlari ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Mereka melaksanakan sholat isya berjamaah di kamar hotel mereka itu, selesai sholat mereka berdo'a masing-masing.
"*Ya Allah... ampunilah dosa-dosa ku dan dosa kedua orang tua ku, aku ingin bertemu dengan ayah dan ibu yang selama ini aku rindu ya Allah, aku tidak tau bagaimana bentuk wajah mereka berdua, jika Engkau mengizinkan aku untuk bertemu dengan ayah dan ibu, maka pertemukan lah ya Allah...
Ya Allah teguhkan lah hati ini untuk menerima kenyataan ini bahwa mas fernand sudah memiliki istri lagi, aku merasa gelisah dan bimbang dengan ini semua ya Allah, di sisi lain aku sudah mulai terbiasa untuk berbagi, tapi di sisi lain aku masih belum ikhlas untuk menerima kenyataan ini, aku hanya meminta agar hati ini tetap kuat ya Allah... semoga mas fernand masih mencintai ku karena Engkau ya Allah...
Ya Allah kenapa ibu mertua ku selalu menghina dan membenci ku, padahal aku tidak pernah melakukan kejahatan kepada ibu mertua ku, hati ini merasa sakit saat mendengar semua hinaan nya itu ya Allah, aku memohon pertolongan Engkau ya Allah agar ibu mertua ku bisa baik kepada hamba, karena Engkau lah yang bisa membolak-balik kan hati setiap manusia.
Lindungilah keluarga kecil ku ini ya Allah semoga kami selalu bersama-sama dalam keridhoan Engkau ya Allah... aamiin*..."
Fernand sudah berbalik menghadap Almera ia melihat Almera yang berdo'a sangat lama, mungkin Almera sedang mengadu kepada Allah ta'ala tentang keluh kesah nya yang ia alami saat ini, pikir fernand
"Aamiin..." fernand juga ikut mengaamiini do'a-do'a Almera itu.
Almera menerima uluran tangan fernand itu ia menyalami punggung tangan fernand dengan takzim.
"Do'a apa barusan?" tanya fernand
Almera tersenyum kecil, "mas kepo!" canda Almera tertawa kecil sambil mencubit pipi fernand itu dengan gemas.
...
Bersambung...
Ig : purna_yudiani
jangan lupa follow Instagram author ya.
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada kata-kata yang salah dalam cerita itu mohon di mengerti ya🙏, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu ⏲️ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.
Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author 😊🙏🤗
__ADS_1