Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
38. Aqiqahan


__ADS_3

Hari ini merupakan acara aqiqahan putra mereka, semua tamu sudah datang menghadiri acara aqiqahan putra dari fernand dan Almera itu.


Semua yang di butuhkan pada proses aqiqahan ini sudah di sediakan menjelang dua hari waktu aqiqahan di mulai.


Untuk anak berjenis kelamin laki-laki akan membutuhkan 2 ekor kambing untuk aqiqah ini, sedangkan untuk anak perempuan membutuhkan 1 ekor kambing saja.


Saat ini Almera masih di kamar nya ia sedang memakaikan bayinya itu baju yang juga sama dengan nya dan juga fernand.


"Tampan sekali anak mama ini!"


Mirna juga ada di sana, semenjak kelahiran cucu pertama nya itu, ia jadi lebih sering menghabiskan waktunya dengan cucu nya itu ketimbang ia berkumpul dengan teman-teman nya.


"Cucu nenek sangat tampan ya, jadi gemas nenek sama kamu!"


Almera tersenyum dengan mertua nya itu, ia pikir Mirna tidak sayang lagi dengan nya ternyata pikiran nya itu salah.


"Ibu, al keluar dulu, mau lihat apakah semuanya sudah selesai!" ujar Almera


"Iya, Azel biar ibu yang jaga!"


Almera pergi ke bawah, ia tersenyum ternyata semuanya sudah selesai, tinggal acaranya saja yang akan di mulai, Almera tidak melihat keberadaan suaminya, pergi ke mana suaminya itu?


"Lihat mas fernand nggak?" tanya Almera kepada Sekar


"Noh di dapur!" beritahu Sekar


"Ngapain di dapur? emang dia bantu-bantu masak juga?" bingung Almera


"Lihat saja sendiri!"


Almera menyusul fernand yang lagi di dapur, saat ini fernand sedang menganggu ibu-ibu yang sedang memasak rendang kambing itu.


"Mas fer, rendang nya belum masak!" ucap ibu Nini


"Terus yang tadi apa bu?"


"Itu gulai kambing, kalau rendang kambing masak nya sampai 3 jam!" jelas Nini


"Yaa... jadi kapan aku akan makan rendang kambing nya bu?"


"Sabar mas, nanti juga akan masak, mas fernand akan kebagian juga kok!" ujar Nini


"Tapi lama!"


Almera geleng-geleng kepala dengan suaminya itu, ia pikir suaminya itu juga ikut bantu masak, eh malah gangguin ibu-ibu saja dia.


"Nanti kolesterol kamu tinggi makan daging kambing!" ucap Almera


Fernand menoleh ternyata memang betul istrinya menyusul ke dapur.


"Eh... sayang, ngapain di sini?"


"Seharusnya aku nanya, mas ngapain di sini?"


"Nunggu rendang kambing lah!" jawab fernand


"Astagfirullah alhazim... mas, kamu itu seharusnya di luar, nyambut tamu yang datang, ini malah gangguin ibu-ibu masak aja!"

__ADS_1


"Nanti rendang kambing nya habis gimana?"


"Nggak bakalan habis mas fer, ini aja belum masak!" ucap Nini


"Nah, itu kamu dengar sendiri kan!"


Sekar menyusul Almera ke dapur, karena ustadz nya sudah datang.


"Al, ustadz nya sudah datang!" beritahu Sekar


"Sudah datang?"


"Iya!"


"Mas kamu sambut itu gih ustadz nya, aku mau ke atas dulu, bawa Azel ke bawah!" ucap Almera


"Tapi--!"


"Mas... buruan!" potong Almera


"Iya... iya...!" memelas fernand dengan langkah gontai


Almera pergi ke kamarnya di dalam kamarnya itu, Mirna sedang mengendong bayi nya itu.


"Ibu, ustadz nya sudah datang!" beritahu Almera


"Sekarang kita ke bawah, acara pasti akan di mulai!" ujar Mirna


Mirna memberikan Azel kepada Almera, lalu mereka sama-sama turun ke bawah, di sana sudah banyak tamu undangan, anak-anak panti asuhan juga sudah berdatangan.


Pak ustadz mengangguk, "bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!"


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh!"


"Baik, bapak-bapak, ibu-ibu sekalian yang di muliakan oleh Allah subhana wa ta'ala, telah hadir di sini, di rumah bapak fernand, dalam rangka aqiqahan putra beliau! .Tidak banyak bicara lagi, mari kita buka acara aqiqahan ini dengan membaca basmallah!"


"Bismillahirrahmanirrahim!"


.


.


.


Kini selanjutnya orang tua si bayi akan memotong rambut si bayi.


Saat ini fernand akan memotong rambut bayi nya itu, sebelum itu ia membacakan do'a terlebih dahulu.


"Bismillahirrohmanirohim. Alhamdulillahi robbil 'alamin, Allahumma nuurusamawawaati sa nuurusyamsi wal qomari. Allahuma sirrullah nuurunnubuwwati rosulullahi shollallahu 'alaihi wassalam. Walhamdulillahi robbil 'alamiin!"


Barulah fernand memotong rambut bayi nya itu, setelah itu ia akan meniup ubun-ubun putra nya itu dan ia akan membacakan do'a terlebih dahulu.


"Allahumma inni u'iiduhaa wadzuriyyatahaa bika minasy syaithoonir rojiim!" barulah fernand meniup ubun-ubun putra nya itu.


Selanjutnya Almera yang memotong rambut putra nya itu, ia juga membacakan do'a terlebih dahulu sebelum ia memotong rambut bayi nya itu, setelah selesai ia potong rambut putra nya itu, lalu ia meniup ubun-ubun putra nya itu dan membacakan do'a yang seperti fernand baca tadi.


Setelah itu, Mirna juga memotong sedikit rambut cucu nya itu, momen seperti ini lah yang di tunggu-tunggu oleh Mirna, yaitu acara aqiqahan cucu nya, sekarang dia sudah merasakan momen aqiqahan cucu nya itu.

__ADS_1


"Jadilah cucu yang baik untuk nenek!"


Acara potong rambut pun telah usai, kini mereka akan makan hidangan yang sudah di siapkan.


"Mas kemana?" tanya Almera saat fernand ingin pergi


"Cari rendang!" jawab fernand


Mulut Almera menganga, bahkan fernand masih ingat dengan rendang yang ia tunggu-tunggu tadi, mungkin saat acara berlangsung tadi, pikiran nya terus tertuju pada rendang.


"Astagfirullah..."


"Aku ke dapur dulu!" ucap fernand lalu ia berlari ke dapur.


Mirna melihat fernand pergi itu, "mau kemana dia?" tanya Mirna


"Cari rendang, bu!" jawab Almera


"Hmm! anak itu, makan kesukaan nya kalau sudah ada di depan matanya, pasti ia tidak akan mau ketinggalan!" jelas Mirna


Almera juga menyusul fernand ke dapur, ia melihat fernand sudah memakan rendang yang baru saja masak itu, keringatnya sampai bercucuran karena ia menikmati makan rendang nya itu.


"Bu Nini, rendang nya masih ada lagi nggak?" tanya fernand


"Masih banyak mas... ya Allah... kok mas banyak-banyak makan daging kambing nya, nanti kolesterol an lho!" ingatkan Nini


"Biar aja bu, biar tau rasa, nanti dia sendiri yang rasain!" tutur Almera


Nini geleng-geleng kepala saja, lalu ia memberikan sepiring rendang kambing kepada fernand lagi.


"Makasih bu Nini!"


"Iya sama-sama!"


Almera ikut duduk di samping fernand itu, lalu ia juga memakan rendang daging kambing itu.


"Nanti kolesterol!" ledek fernand


"Cuma dikit kok, kalau kamu banyak-banyak gini makan nya, kamu mau kolesterol?" ujar Almera menjauhkan sepiring rendang daging kambing itu dari fernand


"Sudah, sayang, jangan makan lagi, nanti benaran kolesterol!" cegah Almera


"Tapi kan tapi--!" ucapan fernand di potong oleh Almera dengan menggeleng-nggelengkan kepalanya.


"Oke!" putus fernand, walaupun dia sangat ingin memakan rendang itu.


"Kembali keluar gih!" titah Almera


"Ya!" fernand kembali keluar dengan wajah cemberut.


Almera menarik napas panjang, lalu ia tersenyum.


"Sekarang keluarga ku sudah lengkap dengan kehadiran putra kecil kami, aku sangat bersyukur atas berkah ini!" batin Almera


...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2