
Almera meminta izin kepada fernand tadi pagi bahwasanya ia ingin berkunjung ke panti asuhan dimana ia di besarkan dulu, ia ke sana ingin bertemu dengan adik-adik panti yang selalu membuat dia bahagia dan ceria, Almera tidak pernah menyalahkan siapapun tentang dirinya di buang ke panti asuhan itu dulu, ia hanya beranggapan mungkin saja orang tua nya tidak bisa membesarkan nya karena faktor ekonomi.
Usut demi usut ternyata orang tua Almera belum meninggal dunia, dia di taruh di panti asuhan ini oleh ayah dan ibu nya, ingin sekali Almera mencari keberadaan ayah dan ibu nya itu tapi tidak bisa, karena ia tidak tau siapa nama orang tua nya itu, tinggal dimana, mereka asli mana, Almera tidak tahu.
Saat ini Almera sudah sampai di panti asuhan 'kasih sayang ibu' itu, ia ke sana banyak membawakan makanan untuk adik-adik nya itu, saat menginjakkan kakinya di panti asuhan ini rasanya beban pikiran nya itu langsung hilang, karena di sini ia merasa lebih tenang dan nyaman.
"Assalamualaikum adik-adik kakak, kalian apa kabar?" ucap Almera saat ia bertemu kembali dengan adik-adik panti asuhan tempat ia tinggal dulu itu.
"Wa'alaikumussalam kak Almera!" mereka semua mengejar Almera bahkan ada juga yang memeluk Almera, itulah yang membuat Almera senang tinggal di sini karena banyak adik-adik yang membuat dia tambah ceria dan bahagia.
"Hmm! kalian sudah makan atau belum?"
"Belum kak!" jawab mereka serentak
Almera tersenyum, "kakak bawain makanan buat kalian, kalian mau?"
"Kami mau kak!" teriak mereka membuat hati Almera tambah senang
Ibu Nini melihat Almera dari kejauhan ia tersenyum melihat anak yang ia besarkan dulu sudah tumbuh menjadi wanita yang baik dan pengertian, terlebih lagi menjadi istri yang baik untuk fernand, sebentar lagi ia akan memiliki anak juga.
"Ibu senang melihat kamu bahagia nak!"
"Semoga fernand bisa mempertahankan kamu, ibu sangat sayang dengan kalian!"
Selesai makanan di bagi-bagi kepada adik-adik nya itu, Almera mau mencari ibu Nini pengurus panti asuhan ini.
"Kalian lihat ibu Nini tidak?" tanya Almera kepada adik-adik nya itu
"Ibu lagi di belakang kak!"
Almera mengangguk kecil lalu ia menyusul ibu Nini ke belakang, benar saja Nini saat ini sedang memotong-motong sayur yang akan ia masak.
"Assalamualaikum bu!" ucap salam Almera mengambil tangan ibu Nini guna untuk ia salami
"Wa'alaikumussalam, eh Almera kapan kamu ke sini nak?" tanya Nini pura-pura tidak tau kapan Almera ke sini tadi nya
"Sudah hampir setengah jam yang lalu bu, oh iya ibu lagi masak buat adik-adik? tidak perlu repot bu, aku sudah membelikan makanan untuk mereka, untuk ibu juga ada!" ujar Almera mendapat senyuman dari Nini
"Terima kasih ya nak, kamu repot-repot sekali membelikan kami makanan!"
"Tidak bu, aku tidak repot sama sekali!"
Almera membawakan ibu Nini itu sekotak nasi yang ia belikan juga untuk ibu panti ini, ibu panti itu memakan makanan yang Almera berikan pada nya.
Almera melihat di setiap suapan ibu Nini itu, ia tersenyum sangat lebar, ia sangat banyak berterima kasih kepada ibu Nini sudah membesarkan nya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Nini sudah selesai makan ia melihat Almera yang sedang melamun itu.
"Al, kamu kenapa?" tanya Nini menepuk kecil tangan Almera yang berada di atas meja itu.
Almera sedikit kaget ia menarik napas, "kenapa bu?" tanya Almera sambil tersenyum kecil
"Kenapa melamun? apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Nini
Almera terpikir tentang Carlin yang punya niat jahat padanya untuk menyingkirkan nya dari rumah suaminya itu.
"Apa mertua kamu menghina kamu lagi?"
Almera diam menandakan jika pertanyaan ibu panti itu benar, ibu Nini mengusap tangan Almera sambil tersenyum.
Huff, terdengar tarikan napas bu Nini yang merasa kasihan dengan Almera, anak yang sudah ia besarkan sedari kecil.
"Anggap hinaan mertua kamu itu sebagai do'a untuk keluarga kamu, jangan pernah mendengarkan apa lagi memasukkan ke dalam hati dan pikiran kamu, mungkin saat ini ia membenci kamu, tapi esok atau nanti mungkin saja mertua kamu itu akan sayang pada mu, hanya Allah ta'ala lah yang membolak-balik kan hati manusia itu!" tutur Nini
Almera mengangguk mendengar ucapan ibu panti itu, ada kalanya Almera lelah dengan semua hinaan mertuanya itu.
"Sekar dimana bu?"
"Ada di kamar nya!"
Almera menghampiri Sekar di kamarnya, Sekar merupakan teman Almera saat berada di panti asuhan ini, mereka berdua seperti kembar saja karena umur mereka sama.
Wanita berpakaian gamis itu menoleh ke belakang ia menatap Almera dengan senyum yang mengembang.
"Almera!"
"Apa kabar al, aku sangat merindukanmu!" lanjut sekarang membawa Almera duduk di kasur nya itu.
"Alhamdulillah aku baik, kamu sendiri bagaimana?" ujar Almera
"Aku juga baik, sudah lama kita tidak bertemu, oh ya kata ibu Nini kamu sedang hamil, apakah itu benar?" tanya Sekar meraba perut Almera itu.
Almera mengangguk kecil seraya tersenyum, "kamu tau aku sudah lama menunggu dia, dan sekarang dia sudah tumbuh di rahim ku!" ujar Almera juga ikut mengusap perut nya itu
"Masya Allah... penantian kamu selama ini akhirnya terwujud juga, aku turut senang mendengar kabar ini, sebentar lagi aku akan memiliki keponakan!" tutur Sekar sangat senang
Almera tersenyum, di panti asuhan ini banyak orang yang sayang pada nya, dia juga banyak memiliki saudara di sini, Almera merasa dia kembali lagi tinggal di sini karena ia merasakan kenyamanan di sini, ia rindu suasana menyenangkan di sini, ia juga rindu mengaji bersama dengan adik-adik panti nya ini, banyak kenangan indah yang ia lalui di panti asuhan ini.
"Ngomong-ngomong, apa benar mas fernand menikah lagi? aku dengar dari ibu Nini sendiri?" tanya Sekar sangat hati-hati ia takut menyinggung perasaan Almera
Almera mengangguk, Sekar menganga sambil menutup mulut nya itu.
__ADS_1
"Jadi benar yang di ucapkan oleh ibu Nini itu! batin Sekar
"Kenapa kamu mengizinkan nya al? apa kamu tidak memikirkan perasaan kamu sendiri?" desak Sekar
"Aku melakukan itu karena aku sayang dengan mas fernand kar!" potong Almera
Sekar gelang-geleng kepala dengan tersenyum iba, "itu bukan sayang al, kamu tidak boleh menyakiti perasaan kamu sendiri, aku kecewa dengan tindakan kamu itu al!" kekecewaan nampak jelas di wajah Sekar terhadap Almera yang sudah ia anggap sebagai saudara nya sendiri.
"Aku tau aku salah, aku melakukan ini karena aku memiliki beberapa alasan kar!" ujar Almera meneteskan air matanya
Almera merasa menyesal sudah mengambil keputusan terlalu cepat, dan lihatlah saat ini banyak tantangan yang harus ia lewati semenjak kehadiran Carlin di tengah-tengah keluarga nya yang harmonis dulu, saat ini Almera merasa hubungan nya dengan fernand sedikit ada celah nya, ia takut jika fernand berpaling darinya dan fernand sewaktu-waktu akan mengusir nya dari rumah jika rencana Carlin itu tidak dapat ia takluk kan sendiri.
Almera menceritakan kepada Sekar apa yang ia rasakan saat ini, ia menceritakan bagaimana kekejaman mulut mertuanya itu dan ia selalu mendapatkan hinaan, Almera juga menceritakan tentang Carlin yang berniat akan menyingkirkan nya dari rumah itu, Almera tidak dapat menyembunyikan kesulitan nya saat ini sendirian, ia ingin berbagi kepada orang yang tepat yaitu Sekar, hanya Sekar lah yang tau dengan semua keluh kesah Almera selama ini.
"Kejam sekali mereka sama kamu!"
"Gara-gara kamu di kira mandul, ibu mertua kamu itu menyuruh suami kamu menikah lagi, jahat sekali mertua kamu itu al, aku tidak menyangka kalau mertua kamu itu sekejam itu, aku pikir selama ini mertua kamu itu orang yang baik!"
Almera juga berpikir juga begitu, ia pikir Mirna baik padanya, semenjak dua tahun pernikahan mertuanya itu jadi berubah sikap padanya karena Almera belum kunjung hamil juga, saat ini Almera sudah mengandung hanya saja ia tidak mau mengaku pada Mirna, karena ia takut Mirna akan menyakiti nya dan calon bayi nya ini.
"Apa yang harus aku lakukan saat ini, Sekar?" Almera meminta saran kepada Sekar
"Menurut ku, kamu harus bertahan di sana al, mas fernand cinta sejati kamu, dia pasti akan melindungi kamu!" saran Sekar
"Bagaimana dengan Carlin?" pikir Almera
"Jangan pikirkan dia, apapun yang dia lakukan pasti akan bisa kamu lewatkan, saran ku kamu harus kuat dari nya, dia licik kamu harus tambah licik dan cerdik lagi, dia jahat kamu harus tambah jahat dan kejam lagi, harga diri jangan mau di injak oleh orang baru al, dia siapa dan kamu juga siapa, dia mau merebut mas fernand, kamu harus mempertahankan mas fernand karena mas fernand milik kamu bukan milik dia!" saran Sekar
"Aku akan mendengarkan saran kamu itu, kamu benar aku tidak boleh kalah dari orang baru seperti Carlin itu, dia licik aku tambah licik dan cerdik lagi, aku akan mempertahankan mas fernand karena mas fernand cinta sejati ku yang sudah lama bersama dengan ku, aku tidak boleh lemah dan lengah dengan rencana dia itu!" ujar Almera
"Well done Almera!"
"Yes, I must be strong!"
Mereka berdua saling tersenyum, Almera menjadi lebih tenang karena ia sudah mendapatkan saran dari Sekar, ia akan mempertahankan fernand tidak ada seorang pun yang bisa merebut fernand dari nya.
...
Bersambung...
Ig : purna_yudiani
jangan lupa follow Instagram author ya.
Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada kata-kata yang salah dalam cerita itu mohon di mengerti ya🙏, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu ⏲️ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.
__ADS_1
Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author 😊🙏🤗