Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul

Ibu Mertua, Aku Tidak Mandul
23. Duit Segala-galanya Nyonya!


__ADS_3

Mereka pulang dari hotel itu pada jam enam pagi karena fernand pagi ini akan bekerja, sebenarnya Almera ingin menahan fernand untuk tidak pulang saja, ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan fernand, sebagai istri yang baik Almera harus pengertian juga dengan fernand yang sangat sibuk di kantor nya.


"Masih ngantuk?" sela fernand fokus menyetir mobil itu, Almera mengangguk kecil


"Tidur lagi aja, nanti kalau sudah sampai mas bangunin!" ujar fernand


"Baiklah!"


Almera merebahkan kepalanya di sandaran kursi mobil itu, fernand melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, malam tadi ia dapat tidur dengan nyenyak dan nyaman, tidak seperti di rumahnya yang selalu di ganggu oleh orang-orang di sekitar nya.


Mobil pun masuk ke halaman rumah yang sangat luas itu, fernand melirik Almera yang sudah nyenyak tidur nya, ia membuka seatbelt yang melekat pada tubuh Almera itu, lalu fernand mengendong tubuh Almera yang semakin berat itu ke kamar nya.


Almera belum sepenuhnya tidur ia dapat merasakan fernand mengendong tubuh nya itu, Almera sangat nyaman di gendongan oleh fernand.


"Dari mana kalian?" sergah Mirna saat fernand mau masuk ke kamar nya itu


Almera dapat mendengar suara nenek lampir itu, ia berpura-pura tidur saja agar nenek lampir itu tidak marah-marah.


"Ibu... kami baru saja pulang dari hotel!" jawab fernand dengan suara lembut


"Ngapain kalian nginap di hotel segala hah?, buang-buang duit aja, sama perempuan mandul ini lagi!" ejek Mirna membuat fernand merasa stres kembali dengan semua ucapan dan makian ibu kandung nya itu.


Tunggu!


Mirna menatap perut Almera yang membesar itu, ia mengerutkan keningnya saat ia dapat dengan jelas melihat perut Almera lebih besar tidak seperti biasanya.


"Itu benar? perutnya buncit!" batin Mirna sangat curiga dengan Almera dan fernand


Mirna melirik perut Almera itu lalu ia berpindah menatap wajah fernand, ingin Mirna bertanya tapi masih ia urungkan karena ia mau mencari tahu sendiri.


"Bu, fernand ke kamar dulu ya, kasihan Almera!" pamit fernand


Fernand meninggalkan Mirna yang masih berdiri di sana, ia masih kepikiran dengan perut Almera yang kelihatan lebih besar itu.


"Dia hamil?" curiga Mirna


Mirna masih belum percaya kalau bukan dia sendiri yang membuktikan nya, sedikit tersenyum melihat perut Almera membesar tadi itu, ia sangat berharap jika Almera menantunya itu benar-benar mengandung.


Fernand meletakkan Almera di atas kasur itu dengan sangat hati-hati, fernand mengecup kening Almera itu sebelum ia ke kamar mandi untuk mandi.


Fernand menghela napas, kenapa ibu nya jadi jahat seperti ini kepada Almera, dulunya Mirna tidak pernah jahat kepada Almera, bahkan mereka sering bercerita dulunya


Apa mungkin Mirna jadi seperti ini karena Almera belum juga kunjung hamil? makanya ibu nya itu jadi membenci Almera.


Sewaktu fernand belum menikah dengan Almera, ibu nya itu memang tidak merestui hubungan mereka, tapi dengan kegigihan mereka akhirnya Mirna merestui juga hubungan mereka ke jenjang pernikahan, di awal-awal pernikahan Almera selalu di nasehati oleh Mirna.


...


Flashback on


Ini merupakan hari ke dua minggu Almera dan fernand baru menikah, Mirna sangat menyayangi Almera saat itu, ia juga sering menasihati Almera agar selalu bersikap lembut kepada seorang suami.


"Al, kamu jangan terlalu bersikap kasar dengan suami kamu, suami itu akan betah di rumah ketika istrinya sangat pandai mengurusnya dan bertutur kata yang baik juga!" nasihat Mirna


"Iya ibu, al akan selalu mendengar nasihat dari ibu, insyaallah al akan menjadi istri yang baik untuk mas fernand!"


"Ibu merestui hubungan kalian karena ibu tau fernand sangat mencintai kamu, ibu ikhlas menikahkan kalian karena ibu tau kamu wanita yang sangat baik untuk fernand, ibu bangga memiliki menantu seperti kamu!" ujar Mirna sangat lembut tutur katanya kepada menantu nya itu.


Almera merasa bersyukur memiliki mertua seperti Mirna ini, ia sangat baik, walaupun dulunya Mirna menganggap Almera seperti sampah yang di pungut oleh fernand dari panti asuhan.


"Maafkan ibu ya, dulu itu ibu sering menjelek-jelekan kamu!" tutur Mirna


"Al sudah memaafkan ibu!" jawab Almera sambil memeluk ibu mertuanya itu.


Tiga bulan pernikahan mereka, tapi Almera belum juga kunjung hamil, itu membuat Mirna sedikit kecewa, ia sangat mengharapkan cucu dari fernand dan juga Almera.


"Maaf bu, al belum juga memberikan ibu cucu!" maaf Almera


"Tidak masalah, mungkin Allah belum mempercayai kalian, kalian baru tiga bulan menikah, itu tidak masalah, jangan merasa bersalah seperti itu!" ujar Mirna


Hati Almera sangat senang karena mertuanya itu tidak marah karena dia belum juga mengandung.


tiga bulan sudah berlalu, sampai di satu tahun pernikahan Almera dan fernand ia belum juga di beri amanah oleh Allah ta'ala untuk memiliki keturunan.

__ADS_1


Dan di sanalah mulai terjadi beberapa masalah, Almera sering di hina dan di katai mandul oleh mertuanya, bahkan Almera sering di caci oleh Mirna.


Awalnya Almera merasa tidak percaya dengan cacian dan hinaan ibu mertuanya itu, karena selama ini Mirna selalu baik padanya, di saat usia pernikahan mereka sudah menginjak satu tahun, dan belum memiliki keturunan, dan di sanalah Mirna sering kali menghina menantu nya itu.


Awal-awal Almera mendapat hinaan ibu nya itu ia sangat sakit hati dan sering menangis sendiri di kamar nya.


Sampailah di usia pernikahan mereka menginjak ke dua tahun, Mirna semakin menjadi-jadi menghina Almera dan membenci Almera, itulah yang membuat Almera tidak bisa di injak-injak harga diri nya.


Almera mulai melawan semua hinaan dan perkataan yang menyakitkan hatinya itu, semakin hari semakin membuat Almera menjadi wanita yang kuat dan semua hinaan ibu mertuanya itu tidak pernah ia masukkan ke dalam hatinya lagi, bahkan ia bisa melawan ucapan Mirna itu.


Di sanalah keributan di mulai, bahkan Mirna tidak lagi menganggap Almera itu sebagai menantu nya.


...


Flashback off


Fernand keluar dari kamar mandi itu, ia melihat Almera sedang menyiapkan pakaian kerja nya.


"Lho, udah bangun aja!"


"Sudah!" jawab Almera memberikan baju kemeja warna navy itu kepada fernand


"Kenapa wajahnya murung gitu mas?" tanya Almera yang sudah di yakini kalau fernand seperti ini gara-gara ibu nya tadi.


"Tidak ada apa-apa!"


"Yakin?"


"Hu'um!"


Almera masih mengancingkan baju fernand itu, ia melirik sekilas wajah fernand yang masih murung itu, seperti nya fernand lagi banyak pikiran, pikir Almera


"Banyak pikiran ya?" tebak Almera


"Soal pekerjaan!" bohong fernand


"Kalau aku bisa aku pasti akan bantu, sayangnya aku cuma tamatan SMA!" sesal Almera


"Tamatan SMA bisa kerja di kantor juga kok, tapi aku tidak mau membuat kamu kelelahan, biar aku saja yang cari uang, kamu cukup menjaga anak-anak kita saja di rumah nanti nya!" ujar fernand dengan bijak


Selesai fernand beres-beres kini mereka berdua pergi ke meja makan, di sana sudah. ada Carlin, ia menoleh ke arah mereka yang baru sampai.


"Pagi mas!" sapa Carlin dengan centil nya mengedipkan sebelah matanya pada fernand


"Hm!"


"Sayang aku makan di kantor aja ya, udah mau telat!" ujar fernand ia mau menghindar dari Carlin ini


"Baiklah, tapi tunggu sebentar, al mau nyiapin bekal mas dul--!" ujar Almera, langsung di potong oleh Carlin


"Ini bekal sudah aku siapin buat kamu!" ujar Carlin menyodorkan kotak makanan itu kepada fernand, Carlin tidak mau kalah ia juga membuatkan bekal lebih dulu.


"Tidak usah, Almera saja!" tolak fernand


Mirna yang melihat itu langsung membela Carlin, "apa salahnya kamu terima bekal dari Carlin, dia istri kamu juga, sudah sepantasnya Carlin perhatian sama kamu!" ujar Mirna


Almera menarik napas, "ambil aja mas, sekali-kali dari Carlin tidak masalah juga kok, dia kan istri kamu juga, kamu harus menghargai usaha nya untuk menyenangkan hati kamu!" tutur Almera menyuruh fernand untuk menerima bekal yang di buatkan oleh Carlin itu.


"Iya mas, aku sudah menyiapkan nya untuk kamu lho, terima ya mas!" ucap Carlin seraya memasang tampang iba


"Terima!" paksa Mirna


Dengan ragu fernand mengambil bekal itu, ingin sekali ia membuang bekal ini. Fernand melirik Almera yang nampak tersenyum itu.


Hari ini Carlin juga nebeng dengan fernand itu semua karena paksaan dari ibu nya, fernand tidak bisa menolak keinginan ibu kandung nya itu.


"Aku senang kamu mau menerima bekal yang aku buat, di makan ya mas!" ujar Carlin memulai membuka obrolan


Fernand hanya diam sambil fokus menyetir mobilnya.


"Oh ya, hari ini kita ada rapat lagi mas, kamu ke kantor aku lagi kan?" tanya Carlin membahas tentang kerjasama perusahaan nya dengan perusahaan fernand.


"Tergantung!" jawab fernand

__ADS_1


"Lho kok gitu? kamu kan pemimpin perusahaan kamu seharusnya kamu ikut juga dalam rapat ini!" ujar Carlin


"Sudahlah jangan berisik lagi!" sela fernand


Huff, helaan napas Carlin terdengar sangat keras.


Carlin melirik fernand, "kenapa sangat susah sekali menaklukkan hati fernand ini?" batin Carlin


Mobil fernand sudah sampai di depan gedung perkantoran Carlin itu, ia mengantarkan Carlin sampai di tujuan nya.


"Makasih ya sayang!" ujar Carlin tanpa segan mencium pipi fernand itu


Dengan cepat fernand menghapus bekas ciuman Carlin itu, pipinya itu yang boleh mencium nya hanya Almera tidak boleh siapapun itu.


"Gadis si*lan!" umpat fernand


Fernand melanjutkan perjalanan nya menuju kantor nya itu.


...


Sementara itu Mirna terus mengawasi gerak-gerik Almera itu, ia ingin mencari tahu apakah kecurigaan nya itu benar kalau Almera sedang berbadan dua saat ini.


"Nyonya ngapain?" tanya bik Yem


Mirna sampai kaget dengan sapaan bik Yem ini, "bibik bikin kaget aja!" gerutu Mirna


"Iya nyonya ngapain ngintip non Almera?" ujar bik Yem juga ikut-ikutan mengintip Almera


"Lah bik Yem ngapain juga ikut-ikutan?"


"Lho, kan nyonya yang ngintip saya kan jadi ikut-ikutan!" ujar bik Yem


Mirna berhenti mengintip Almera karena bik Yem juga ikut-ikutan mengintip juga, jadinya Mirna tidak bisa leluasa.


"Bik, saya mau nanya!" ujar Mirna


"Ya, mau tanya tentang apa ya nyonya?"


"Bibik kan sering bersama Almera, pasti bibik tau tentang dia saat ini!" ujar Mirna


"Tau apa ya nyonya?" tanya bik Yem


"Almera hamil ya bik?" tanya Mirna langsung saja pada intinya ia bertanya.


Deg


Jantung bik Yem berdetak kencang, pertanyaan nyonya nya itu apa harus ia jawab, sedangkan Almera menyuruhnya untuk tetap diam.


"Bik kenapa bengong?" tanya Mirna


"Saya tidak tau nyonya, memangnya nona Almera hamil ya nyonya?" bik Yem balik bertanya agar Mirna tidak curiga dengan kebohongan yang ia sembunyikan nya itu.


"Bibik malah nanya balik, mana saya tau bik, makanya saya nanya sama bibik, bibik kan sering bersama Almera, pasti bibik taulah!" tutur Mirna


"Saya juga tidak tau nyonya!" jawab bik Yem menyembunyikan kebenaran dari Mirna.


"Sudahlah, semuanya tidak bibik tau, yang tau hanya duit aja!" tutur Mirna lalu ia pergi dari persembunyiannya itu.


"Duit segala-galanya nyonya, tidak ada duit tidak bisa beli beras!" celetuk bik Yem


Bik Yem memegangi dadanya yang berdebar sangat kencang tadi, untung saja dia bisa menjaga rahasia ini, kalau tidak bisa ketahuan juga.


"Huff... aman, aman!"


...


Bersambung...


Ig : purna_yudiani


jangan lupa follow Instagram author ya.


Jangan lupa tinggalkan like, komentar, berserta vote nya ya, untuk komentar sesuai dengan apa yang akan kalian sampaikan tentang alur cerita ini, kalau ada kata-kata yang salah dalam cerita itu mohon di mengerti ya🙏, membuat sebuah cerita itu membutuhkan waktu ⏲️ yang lama dan ide nya pun juga harus dipikirkan dengan matang, pemilihan kata-kata nya pun harus sesuai juga, agar pembaca merasa tidak bosan dan cerita ini tidak terlalu monoton juga.

__ADS_1


Jangan lupa beri vote dan dukungan kalian ya, satu like yg kalian berikan sangat berharga bagi author 😊🙏🤗


__ADS_2