
“Tunangan?”
Krstal membeo sambil menatap Sehun tidak suka. Kemudian tatapan matanya beralih pada Yunho yang sedang berdiri di sebelahnya sambil menganggukan kepalanya pelan.
“Ya, tuan Sehun adalah tunangan anda nona.” ucap Yunho terlihat sungguh-sungguh. Sehun tersenyum manis kearah Krystal dan menepuk bahu wanita itu pelan.
“Mungkin kau lupa padaku karena kecelakaan itu telah merenggut seluruh ingatanmu di masa lalu, tapi aku akan membuatmu kembali mengingatku sebagai tunanganmu. Sedikit demi sedikit kau pasti akan mengingatnya.”
Krystal masih menatap Sehun penuh tanda tanya karena kepalanya sama sekali tidak memiliki ingatan apapun tentang Sehun. Bahkan ia merasa seperti baru saja bertemu dengan pria itu saat ini. Tapi bagaimana mungkin Yunho ataupun kakeknya tidak pernah menyinggung masalah tunangan padanya? Mereka sama sekali tidak pernah menyebut-nyebut nama Sehun selama dua tahun terakhir ini.
“Kau tidak pernah mengatakan padaku jika aku memiliki tunangan.” ucap Krystal menyalahkan Yunho.
“Bos besar yang memerintakanku untuk tutup mulut, bos tidak ingin kau lengah nona. Mengetahui kau memiliki tunangan akan membuatmu terus didera rasa penasaran bagaimana rupa tunanganmu, padahal kau adalah seorang lady yang harus bertanggungjawab untuk The Wyn dan Bloods, jika kau lengah, maka bisnis keluarga yang telah dirintis oleh ayah bos besar akan hancur begitu saja. Jadi lebih baik kau tidak mengetahui masa lalumu untuk sementara, tapi setelah ini kau pasti akan mengetahui semuanya. Aku akan memberimu informasi apapun yang kau butuhkan nona.”
Krystal menatap Yunho datar dan ia sama sekali tidak tertarik dengan alasan panjang Yunho terkait masa lalunya yang sengaja disembunyikan. Sekarang ia benar-benar merasa sendiri dan tak memiliki sekutu sedikitpun. Satu-satunya pengawal yang ia punya tak pernah sedikitpun menaruh hormat padanya, hanya kakeknya yang memiliki wewenang itu dan ia merasa tidak memiliki ruang karena kakeknya.
“Terserah, kukira itu tidak penting sekarang karena aku tetap tidak bisa mengingat apapun tentang pria ini, siapa namamu?” tanya Krystal angkuh dengan gayanya yang begitu sombong. Sehun tersenyum manis pada Krystal sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana dengan gaya kalem.
“Oh Sehun, selama ini kau biasa memanggilku Sehun oppa.” ucap Sehun menjelaskan. Sehun dapat menangkap ekspresi wajah jijik dari raut wajah Krystal, namun ia berusaha mengabaikannya dengan melancarkan aksinya untuk meluluhkan Krystal.
“Tidak masalah kau tidak mengingat namaku, masih ada lain waktu untuk berkenalan satu sama lain.” ucap Sehun manis. Krystal memilih mengabaikan Sehun dan memberikan kode pada Yunho untuk segera pergi dari bandara karena suasana di sekitar mereka sudah semakin ramai, dan ia cukup risih berada di keramaian yang begitu padat seperti ini.
“Tuggu! Ada apa dengan lehermu sayang?”
Sehun mencekal tangan Krystal dan mencoba untuk menyibak rambut Krystal yang sejak tadi menutupi perban yang terpasang di lehernya. Namun Krystal dengan enggan segera menepis tangan Sehun dan merapikan kembali rambutnya agar menutupi perban putih yang membalut lukanya kemarin.
“Seseorang ingin mencoba membunuhku.”
“Apa? Siapa? Siapa yang berani membunuh seorang lady Bloods, apa ia cari mati? Kau sudah memberi pelajaran pada orang itu?” tanya Sehun terlihat khawatir. Krystal menatap Sehun tajam dan menggelengkan kepelanya pelan.
“Aku belum memberinya pelajaran, aku hanya sempat menggores lengannya dengan peluruku. Lagipula pria itu tidak berada di sini, jadi kita tidak perlu memikirkannya. Kita harus fokus pada usaha untuk mengeluarkan ayahku dari penjara. Apa kau sudah memiliki rencana untuk membebaskan ayahku? Kali ini aku sendiri yang akan melakukannya, kau cukup membantuku saja untuk masuk ke dalam penjaranya karena menurut kakek kau sudah berada di dalam markas itu cukup lama. Jadi kau pasti tahu seluk beluk markas itu dengan baik.”
“Aku sudah berada di markas itu lebih dari tiga tahun. Tiga tahun aku berusaha untuk menjadi salah satu anggota intel yang terpercaya dan terlihat meyakinkan di hadapan semua orang hingga akhirnya aku bisa menjadi salah satu anggota devisi dua yang berada di bawah kepemimpinan kapten Lee, kapten yang paling disegani di markas itu. Dan selama itu pula aku mempelajari setiap kelemahan mereka dan sesekali mengirimkan informasi ke bos besar dan ayahmu. Kapan kau ingin membebaskan ayahmu?”
“Secepatnya.”
Krystal berseru tegas tanpa keraguan sedikitpun. Di benaknya kini terbersit rasa ingin tahu yang begitu tinggi, bagaimana rupa ayahnya sekarang? Apakah ayahnya semakin kurus karena berada di penjara atau ayahnya akan terlihat lemah. Ia benar-benar sudah tidak sabar untuk membawa ayahnya keluar dan merasakan udara kebebasan yang selama dua tahun ini telah dinanti oleh ayahnya.
“Kalau begitu kita harus segera menyusun rencana untuk membebaskan ayahmu.”
“Ya, sekarang juga kita menyusun rencana itu, di rumahku. Ayo Yunho, kita pulang.”
Krystal berjalan angkuh meninggalkan Sehun yang masih setia berdiri di belakangnya sambil menatap Yunho penuh arti.
“Tidak salah aku menitipkan Krystal padamu, ia tumbuh menjadi wanita tegas yang sangat tangguh, kau pasti telah melatihnya dengan keras.”
“Aku melakukan apa yang bos besar perintahkan padaku.” jawab Yunho sopan dan segera berjalan pergi untuk menyusul nonanya. Sehun tersenyum menyeringai sambil membayangkan wajah rekan-rekannya dan tentunya sang kapten yang pasti akan sangat terkejut dengan kejutan yang akan dibawanya. Perlahan-lahan ia akan mengungkapkan jati dirinya. Namun saat mereka tahu, mereka tentu sudah tidak bisa berbuat apapun. Dan mereka hanya bisa bertekuk lutut padanya.
“Tunggulah kejutan dariku kawan-kawan.”
__ADS_1
-00-
Haejun berjalan gusar ke dalam penjara Park Jaejong untuk mengintrogasi pria itu lagi terkait dengan semua kebusukannya yang telah ia temukan di Amerika. Tapi sialnya ia tidak bisa menggertak Park Jaejong seperti dugaanya karena ia tidak berhasil mendapatkan wanita itu. Ketika berada di Phoenix ia nyaris menangkapnya, tapi sayangnya wanita itu terlalu berani pada kematian. Ia sama sekali tidak gentar ketika ia menodongkan pisau ke lehernya dan berhasil menggores lehernya hingga mengeluarkan darah. Wanita itu justru semakin menantangnya dengan bergerak brutal hingga pisau putihnya justru menggores dalam kulit lehernya. Dan sialnya debu sisa pembongkaran rumah-rumah milik warga berhasil menyamarkan jejak kakinya yang begitu gesit, sehingga pada akhirnya ia harus menelan kekecewaan karena ia tidak berhasil mendapatkan wanita itu. Dan sekarang ia telah berada di markas untuk mengintrogasi Park Jaejong lebih lanjut karena pria itu pasti memiliki banyak informasi mengenai putrinya. Dengan cara apapun ia harus mengintrogasi pria busuk itu agar ia bisa kembali ke Amerika secepatnya untuk menangkap wanita misterius yang mengaku sebagai lady Bloods yang juga berwajah mirip seperti Yuka.
Brakk!
“Bangun!”
Haejun menggebrak jeruju besi Park Jaejong keras ketika ia melihat pria itu sedang meringkuk di atas ranjangnya sambil membelakangi jeruji besi. Pria paruh baya itu terlihat tak bergerak sedikitpun dan hanya diam bagaikan seonggok mayat yang telah busuk, membuat Haejun geram dan ingin memperlakukan pria itu lebih kasar lagi.
“Hey keparat, aku memiliki urusan denganmu! Jika kau tidak bangun, maka aku akan membunuh putrimu yang cantik itu, Krystal Park.”
Mendengar nama putrinya disebut, Park Jaejong langsung membalikan tubuhnya sambil menatap Haejun dengan mata nyalang. Sejak tadi ia memang tidak tidur, ia hanya malas bertemu Haejun dan melakukan introgasi dengan pria itu. Tapi sayangnya pria itu telah membuatnya was-was dengan topik seputar putrinya yang entah mengapa bisa diketahui oleh Haejun. Padahal ia yakin jika ia telah menyembunyikan putrinya dengan aman di Amerika. Dan seharusnya Haejun tidak mengetahui hal itu, meskipun ia sempat pergi ke sana untuk menyelidiki aset-aset milik Bloods. Tapi jika memang Haejun bertemu dengan putrinya di Amerika, maka hal itu akan sangat membahayakan untuknya dan juga Bloods.
“Ada apa? Kenapa kau mengganggu tidur nyanyakku?” tanya Park Jaejong santai. Ia tidak ingin terlihat terlalu panik di depan Haejun karena pria itu telah berhasil menemukan putrinya.
“Huh, jadi selama ini kau menyembunyikan putrimu di Amerika? Hebat. Sangat hebat. Bahkan kau berhasil menipu kami semua dengan data-data pribadimu yang menyebutkan jika kau tidak memiliki keluarga ataupun keturunan. Pasti kau sangat menyayangi putrimu hingga kau rela membuat identitas palsu demi menyembunyikannya. Tapi sayangnya aku berhasil bertemu dengannya di Las Vegas.” ucap Haejun dengan seringaian. Park Jaejong tetap mempertahankan ekspresi wajah tenangnya dengan baik meskipun Haejun telah berhasil memprovokasinya dan membuatnya sedikit khawatir.
“Jadi bagaimana? Apakah ia tumbuh dengan baik dan menjadi wanita yang cantik?” tanya Park Jaejong dengan wajah berminat yang dibuat-buat. Haejun tersenyum sinis pada Park Jaejong dan berjalan mendekati pria itu sambil berpegangan pada jeruji besi yang membatasi mereka.
“Putrimu.... sangat cantik. Tubuhnya begitu mulus dan menggoda, bahkan saat pertama kali melihatnya aku merasa.... ingin mencicipi tubuhnya.” bisik Haejun sensual. Park Jaejong mengepalkan tangannya marah dan hendak memukul Haejun yang berada di depan jerujinya, namun Haejun berhasil menghindar dan mundur dengan wajah penuh kemenangan yang terlihat puas.
“Keparat kau! Jangan pernah coba-coba untuk mendekati putriku atau kau akan mati!”
“Ayah dan anak benar-benar mirip rupanya. Putrimu juga mengatakan hal yang sama padaku, ia akan membunuhku jika aku berani mengusik ketenangannya. Namun gertakannya itu justru membuatku semakin bersemangat untuk mendapatkannya. Untuk membongkar setiap kebusukan yang telah kau sembunyikan selama ini karena putrimu juga memegang kunci bisnis kotormu. Dia adalah lady Bloods bukan?”
Park Jaejong tampak terkejut ketika Haejun ternyata sudah mengetahui semuanya hingga sejauh itu. Dan ia harus lebih waspada setelah ini dan memberi peringatan pada Sehun untuk melindungi Krystal lebih ketat karena Haejun jelas-jelas akan mengincar putrinya untuk memerasnya.
“Apa itu penting? Oh, sepertinya aku lupa mengatakan padamu, aku telah berhasil melukai putrimu. Aku telah menggores lehernya dengan pisau milikku.”
Haejun mengeluarkan pisaunya yang masih berlumuran darah milik Krystal yang kini telah mengering dan berubah warna menjadi kecoklatan. Pria itu dengan bangga menunjukannya pada Park Jaejong seperti sedang menunjukan sebongkah emas.
“Kau lihat, ini darah milik putrimu. Aku berhasil menggores lehernya dengan cukup dalam. Dan mungkin saja saat ini putrimu telah mati karena kehabisan darah, atau semacamnya, aku tidak tahu. Apapun dapat terjadi padanya karena lehernya terluka.”
“Jangan pernah macam-macam pada putriku atau aku akan membunuhmu!”
“Putrimu akan tetap selamat, asalkan kau bersedia untuk memberikanku semua informasi terkait bisnis gelapmu dan juga bos besar yang selama ini keberadaanya selalu tersembunyi. Aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir hingga esok pagi. Dan jika kau tidak menjawab semua pertanyaanku dengan benar, maka aku sendiri yang akan menyeret putrimu ke sini dan membunuhnya di depan matamu.” ancam Haejun sungguh-sungguh dengan wajah mengerikan. Park Jaejong menggenggam jeruji besinya kuat-kuat sambil menatap marah pada Haejun yang telah berjalan pergi meninggalkannya sendiri dengan berbagai ketakutan yang melingkupi hatinya. Ia kemudian memberikan kode pada cctv dan berharap jika Sehun akan segera datang malam ini karena ia membutuhkan pria itu untuk melindungi putrinya dari Haejun.
-00-
Krystal bersandar pada sandaran sofa sambil mengamati Sehun yang sedang menjelaskan seluk beluk gedung intel negara yang menjadi tempat ditahannya sang ayah. Di depannya telah terhampar sebuah kertas berukuran besar yang berisi peta lokasi gedung intel negara serta lokasi dimana ayahnya dipenjara.
“Ayahmu berada di titik ini, jadi kau harus bisa menembus lokasi ini, ini dan ini agar kau bisa sampai pada ayahmu.” Jelas Sehun sambil menunjuk titik-titik yang telah ia tandai dengan spidol merah. Krystal menatap denah lokasi itu dengan seksama sambil sesekali memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi saat ia menyusup ke dalam gedung intel negara itu.
“Apa mereka tidak memasang ranjau disekitar area gedung? Aku tidak yakin jika menyusup masuk ke dalam markas intel negara akan semudah itu.” ucap Krystal sangsi. Sehun menggeleng pelan namun jari telunjuknya menunjuk beberapa area yang berada di sekitar gedung intel.
“Kau harus mewaspadai daerah ini, karena di sini para jenderal memasang alat detektor suara, jadi sekecil apapun suara yang ditimbulkan jika berada di area ini akan membuat para pengawas mengetahui jika seseorang sedang berada di tempat ini. Biasanya setiap anggota intel telah dikenali oleh kamera karena mereka telah melakukan tes pupil, dan jika yang tertangkap oleh kamera adalah orang asing, maka alarm akan berbunyi nyaring untuk memberi peringatan jika ada seorang penyusup yang masuk ke dalam markas. Sore tadi aku bertemu dengan ayahmu.”
Tiba-tiba Sehun berucap serius sambil menegakan tubuhnya yang semula sedikit bersandar pada sandaran sofa. Krystal mengangkat sebelah alisnya ingin tahu dan menunggu Sehun melanjutkan kalimatnya. “Kapten keparat itu telah mengancamnya. Kapten itu menggunakanmu untuk menggali informasi yang sebanyak banyaknya tentang Bloods dan bos besar. Kapten itu telah mengetahui jati dirimu.”
__ADS_1
“Apa? Bagaimana mungkin? Bukankah selama ini Yunho telah menyembunyikan identitasku? Bahkan semua data-data tentangku telah dimanipulasi oleh pihak Bloods, tapi kenapa intel itu tahu jati diriku dan menggunakanku untuk memeras ayah? Kita harus segera membebaskan ayahku.” ucap Krystal tegas dengan wajah merah padam akibat menahan marah. Yunho mulai mengecek semua anggota Bloods untuk berjaga-jaga jika mungkin saja salah satu dari mereka merupakan seorang pengkhianat. Namun setelah cukup lama ia mengeceknya, namun ia sama sekali tidak menemukan seorangpun pengkhianat di dalam kelompoknya. Semua anggota Bloods dinyatakan bersih karena mereka telah bersumpah setia untuk selalu mengabdi pada Bloods atau mati.
“Mereka semua bersih nona, tidak ada satupun pengkhianat di dalam kelompok kita.”
“Lalu siapa yang membocorkan identitasku? Apa kita akan menyusup ke dalam markas malam ini?”
“Terlalu beresiko jika kita menyusup ke dalam markas hari ini karena kita belum mempersiapkan apapun. Lagipula kau baru saja tiba dari Amerika, kondisimu belum sepenuhnya siap untuk melakukan aksi penyelamatan malam ini. Setidaknya kita harus menunggu hingga esok malam.” Ucap Sehun mencoba memberi masukan. Ia
sendiri sebenarnya cukup khawatir dengan Park Jaejong karena pria itu bisa saja goyah jika Haejun sudah mulai mengancamnya menggunakan Krystal. Namun ia telah mengatakan pada Park Jaejong untuk sedikit mengulur waktu agar Krystal benar-benar siap untuk menjalankan misinya.
“Aku sudah mengatakan pada ayahmu untuk sedikit mengulur waktu. Sebenarnya kapten Lee hanya memberinya waktu untuk berpikir hingga esok hari, tapi aku sudah meminta ayahmu untuk meminta kelonggaran waktu pada kapten Lee.”
“Apa ia akan memberikannya? Bagaimana jika kapten itu tidak memberikan kelonggaran waktu pada ayahku. Tapi aku masih tak habis pikir, bagaimana kapten itu bisa mengetahui jati diriku?” tanya Krystal gusar pada dirinya sendiri. Salah satu tanganya terulur ke atas meja untuk menyambar kaleng birnya yang masih tersisa setengah.
“Beberapa hari yang lalu kapten Lee pergi ke Vegas untuk menyelidiki aset-aset milik Bloods. Salah satu rekanku berhasil menemukan bukti keterkaitan ayahmu dengan The Wyn. Kemudian kapten itu memutuskan untuk pergi ke Las Vegas untuk memeriksanya sendiri. Mungkin ia berhasil menemukanmu di sana.”
Krystal mendecak tidak suka sambil melempar kaleng birnya yang kosong ke arah tembok, menciptakan suara gaduh yang begitu berisik dan memekakan telinga. Namun semua orang yang berada di dalam ruangan itu hanya diam. Mereka tidak berani memperingatkan sang lady yang sedang tersulut api kemarahan.
“Keparat! Bagaimana mungkin kapten itu mengetahui jati diriku begitu saja hanya dalam satu kali perjalana ke Vegas. Ia tidak mungkin mengetahui jati diriku kecuali....”
Krystal menggantung kalimatnya sambil menatap Yunho dan Sehun bergantian. Tiba-tiba saja ia teringat pada seorang pria asing yang hendak membunuhnya ketika berada di Phoenix dan ketika berada di The Wyn.
“Kecuali apa? Apa sesuatu telah terjadi padamu tanpa sepengetahuanku nona?” tanya Yunho menyelidik. Krystal sedikit menghembuskan nafasnya gusar karena sekarang ia telah menyadari kebodohannya sendiri. Sekarang ia yakin jika pria misterius yang digertaknya saat itu adalah sang kapten yang sejak tadi mereka bicarakan karena hanya kepada pria itu ia berbicara dan meneriakan namanya dengan sangat jelas.
“Aku bertemu seorang pria asing ketika berada di Vegas. Pria itu adalah saksi mata dari pembunuhan yang kulakukan, dan pria itu adalah orang yang mengalami luka tembak di lengan ketika berada di The Wyn karena aku menembaknya. Aku sendiri yang telah mengungkapkan identitasku pada pria itu. Aku mengatakan padanya jika
aku adalah lady Bloods dan aku juga menyebutkan margaku. Apakah kapten Lee yang kau kenal tidak memiliki istri? Pria itu beberapa kali mengatakan padaku jika istrinya telah meninggal dua tahun yang lalu karena ayah. Apakah pria yang kutemui adalah kapten Lee?”
Sehun menyugar rambutnya sambil menghembuskan nafasnya berat setelah mendengar semua
cerita yang dikatakan oleh Krystal. Ternyata beberapa hari yang lalu Haejun telah bertemu dengan Krystal. Dan pasti kaptennya itu saat ini lebih berambisi untuk memojokan Park Jaejong karena ia telah mengetahui kelemahan pria itu.
“Ya. Pria itu pasti kapten Lee. Dua tahun yang lalu ia memang telah kehilangan istrinya karena istrinya mengetahui identitas Park Jaejong dan juga bos besar, oleh karena itu ayahmu memerintahkan anak buahnya untuk membunuh wanita itu dan membakarnya di dalam gudang tua yang merupakan gudang penyimpanan milik Bloods yang sudah tidak terpakai. Kapten keparat itu pasti akan semakin berambisi untuk menangkapmu karena ia begitu dendam pada ayahmu. Ia tahu jika ayahmu adalah dalang dibalik kematian istri yang sangat dicintainya. Apalagi perjuangan mereka untuk bersatu tidaklah mudah, mereka harus menentang peraturan nomor satu di dalam markas, yaitu setiap agent tidak diijinkan untuk menikah satu sama lain, tapi pada kenyataanya mereka menikah. Mereka menikah dan memiliki seorang anak laki-laki.”
“Yah, dia pasti memiliki banyak dendam pada ayahku karena ayahku telah merusak kehidupan rumah tangganya yang kelewat manis itu.” ucap Krystal penuh penekanan dengan nada mencemooh. Sehun menganggukan kepalanya pelan sambil memikirkan rencana mereka esok malam untuk menyelamatkan Park Jaejong. Rencana mereka harus benar-benar sempurna dan semua itu tergantung pada Krystal karena wanita itu yang akan mengeksekusi rencana mereka esok malam.
“Apa kau siap untuk menjalankan rencana kita besok. Kau tidak boleh gagal. Meskipun aku juga berada di sana untuk melindungimu, tapi kau tetap harus berhati-hati. Kau tidak boleh sampai terlihat oleh kapten Lee, karena ia pasti akan langsung mengenalimu karena kalian sudah pernah bertemu sebelumnya.”
“Jadi ia sudah berada di Korea? Damn! Benar-benar sialan pria itu! Aku harus membuat peringatan padanya karena ia telah melukai leherku.”
Krystal tampak berapi-api sambil mengelus lehernya yang sesekali masih terasa nyeri meskipun dokter telah memberinya obat dan perban. Luka yang ditimbulkan oleh serangan pria itu di lehernya benar-benar tidak main-main. Mungkin jika saat itu ia tidak memperhitungkan pergerakannya, pisau itu benar-benar akan mengiris nadinya.
“Tenanglah, jangan terlalu berambisi untuk melakukan balas dendam pada kapten keparat itu karena misimu besok hanyalah untuk menyelamatkan ayahmu. Akan ada saatnya dimana kau bisa membunuh kapten itu dengan tanganmu sendiri.” ucap Sehun memperingatkan dengan seringaian puas di wajahnya. Krystal menganggukan
kepalanya mengerti namun masih dengan wajah kusut karena ia begitu menginginkan kematian Haejun. Tidak ada hal lain yang ingin ia lakukan di dunia ini selain membunuh musuh-musuh ayahnya dan menghancurkan mereka satu persatu hingga mereka benar-benar hancur menjadi serpihan debu yang akan terhempas begitu saja ketika angin datang meniup mereka.
“Yunho, ambilkan obatku. Kepalaku berdentam.” perintah Krystal tegas sambil berjalan pergi menuju kamarnya untuk beristirahat. Sehun menatap Yunho penuh tanda tanya dan mulai mendekati pria itu untuk mengintrogasinya.
“Apa Krystal masih mengonsumsi obat itu?”
__ADS_1
“Ia masih mengonsumsinya, terutama saat kepalanya terasa sakit dan berdentam-dentam. Ia sering mengalami sakit kepala ketika emosinya sedang meluap-luap. Jangan pernah membuatnya mengeluarkan emosi seperti tadi, apalagi dengan menceritakan masa lalu kapten Lee yang tidak penting seperti itu.” peringat Yunho sebelum berjalan pergi meninggalkan Sehun yang masih termenung di ruang tengah dengan berbagai macam pertanyaan yang berputar-putar di dalam kepalanya.