Ignite

Ignite
Someone Who Take Everything (Thirty Five)


__ADS_3

        Krystal keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan yang lebih segar. Wanita itu berjalan menuju ruang depan dan menemukan semua ruangan itu telah tertutup rapat. Ia pun mencoba untuk membuka seluruh pintu yang berda di sana, tapi hasilnya nihil. Haejun telah menutup semua akses keluar yang bisa dijangkau wanita itu, sehingga ia hanya bisa menunggu pria itu pulang dan membebaskannya.


Brakk


            Krystal terperanjat kaget ketika ia mendengar suara berisik yang berasal dari pintu belakang. Ia pun dengan was-was berjalan mengendap-endap ke belakang untuk melihat apa yang terjadi. Ditangannya saat ini telah tergenggam sebuah tongkat golf yang ia ambil dari sudut ruangan.


        Sambil tetap memasang kewaspadaannya, Krystal mulai memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi di belakang karena seingatnya pintu belakang telah dikunci oleh Haejun dan tidak ada apapun di sana.


            “Siapa kau!”


            Krystal berseru keras sambil memegang kuat-kuat tongkat golf yang digenggamnya. Jika ternyata pria itu adalah pria jahat, maka ia akan langsung menggunakan tongkat itu untuk melumpuhkan orang itu.


            “Krystal!! Apa kau lupa padaku?”


            Krystal terhenyak sejenak di tempat sebelum akhirnya ia membuang tongkat golf itu dan berlari menghampiri Sehun.


            “Oh Sehun, kau masih hidup?”


            Krystal tak bisa menyembunyikan kebahagiaanya dan langsung memeluk Sehun erat penuh rasa syukur. Ia pikir saat itu Sehun telah benar-benar mati tenggelam di dalam sungai Han.


            “Aku tidak akan mati begitu saja dan membiarkan tunanganku disekap oleh kapten busuk itu. Ayo kita pergi dari sini.” ajak Sehun sambil menarik tangan Krystal menjauh. Krystal menatap Sehun penuh tanya sambil memandangi seluruh penjuru ruangan yang tertutup rapat.


            “Bagaimana cara kita keluar dari sini? Kapten sialan itu telah menutup semua akses keluar dari rumah ini.”


            “Huh, kau tenang saja. Aku sudah menghancurkan jendela itu, sehingga kita bisa keluar melalui jendela itu.” Ucap Sehun penuh  seringaian. Krystal menyeringai licik dan segera memanjat kursi yang sebelumnya telah diletakan Sehun di sana untuk membantu Krystal kabur.


            “Kita harus bergegas, karena kapten itu pasti akan segera kembali.” ucap Krystal sambil menerobos keluar dari lubang jendela yang cukup kecil. Ia kemudian melompat dengan penuh keyakinan dan mendarat tepat di atas ilalang-ilalang yang tumbuh cukup tinggi di belakang rumah.


            “Dimana kapten itu sekarang, apa ia memang meninggalkanmu sendiri di sini?”


            “Ia sedang pergi untuk membeli kopi. Ayo kita segera pergi, sebelum ia kembali dan membuat keributan.”


            Krystal dan Sehun kemudian segera berlari menuju pintu kecil di samping rumah besar itu untuk mengambil mobil Sehun yang terparkir di sana. Walaupun sebenarnya Krystal ingin sekali bertanya banyak hal pada pria itu, terkait cara pria itu menyelamatkan diri dari kecelakaan maut yang sangat mengerikan beberapa hari yang lalu.


            “Oh Sehun, kau berhutang cerita padaku.” ucap Krystal penuh peringatan sebelum ia masuk ke dalam mobil sedan milik Sehun. Sehun tersenyum kecil pada Krystal dan setelah itu ia menganggukan kepalanya penuh semangat.


            “Tentu, aku pasti akan menceritakan banyak hal padamu karena apa yang kualami beberapa hari ini sungguh luar biasa.”


      -00-


            “Krystal! Nona Krystal!”


            Park Jaejong dan Yunho langsung menyambut Krystal dengan perasaan lega ketika wanita itu berjalan dengan wajah angkuhnya memasuki ruang tamu rumah utama milik kakeknya, Park Juhyuk.


            “Darimana saja kau, ayah mencarimu sejak kemarin.”


            “Tenang saja bos, Krystal aman.”


            Sehun tiba-tiba muncul dari pintu depan dan membuat semua orang yang berada di sana memekik terkejut.


            “Oh Sehun, kau masih hidup.” ucap Park Jaejong seperti tak percaya. Sehun menganggukan sedikit kepalanya pada atasannya dan tersenyum penuh kebanggaan pada seluruh anggota Bloods yang berada di rumah utama.


            “Aku berhasil keluar dari dalam mobilku dan melompat ke dalam sungai Han.”


            “Tapi bagaimana mungkin tim pencarian tidak bisa menemukanmu?” tanya Yunho buka suara. Ia yang awalnya sangat yakin jika Sehun tidak akan mungkin selamat, kini tampak begitu penasaran dengan apa yang telah Sehun lakukan untuk selamat dari maut yang hendak merenggutnya.


            “Aku bersembunyi dan berhasil keluar dari dalam sungai sebelum para tim pencari menyusuri sungai untuk mencari jasadku. Aku tidak akan mati semudah itu bos, karena aku masih memiliki tugas untuk melindungi Krystal.” ucap Sehun penuh arti kearah Krystal. Krystal hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan Sehun yang cukup menyentuhnya itu.


            “Sekarang apa lagi yang akan kita lakukan ayah? Apa ayah sudah menemukan lokasi dimana kapten itu menyembunyikan anaknya?”


            “Yunho, beritahu Krystal dimana kapten itu menyembunyikan anaknya dan tunjukan juga foto anaknya. Krystal pasti ingin mengeksekusi anak itu sendiri. Krystal, ayah akan memberikan kehormatan untukmu.”


            “Terimakasih ayah.” ucap Krystal terlihat senang. Tak berapa lama Yunho datang dengan sebuah tablet di tangannya. Pria itu menunjukan foto Enzo pada Krystal dan juga alamat dimana Enzo tinggal saat ini.

__ADS_1


            “Anak itu disembunyikan di rumah neneknya yang telah lama kosong. Namun baru-baru ini sang nenek kembali ke Seoul dan mengajak Enzo untuk tinggal di rumahnya selama kapten itu bekerja di markas."


            “Ah anak ini... sepertinya aku sudah pernah bertemu dengannya. Ini pasti akan sangat mudah karena aku bisa berpura-pura menjadi ibunya. Ayah, apa wajahku dan wajah istri kapten busuk itu sangat mirip?”


            Park Jaejong tersenyum miring pada Krystal dan mengangguk pelan. Sedangkan Yunho dan beberapa orang di ruangan itu yang mengetahui semua kebenarannya hanya mampu bungkam tanpa berani mengeluarkan sepatah katapun.


            “Mungkin wajah kalian memang mirip, sehingga kau bisa memanfaatkan hal itu untuk melakukan balas dendam pada kapten Lee. Kau bisa berpura-pura menjadi ibu dari anak itu, dan saat kau sudah menemukan waktu yang tepat, kau bisa langsung membunuh anak itu tepat di sini.”


            Park Jaejong menunjuk kepalanya sendiri dengan gaya seperti ia sedang memegang pistol. Lalu Krystal mengangguk patuh diikuti dengan senyum sinis yang terukir di wajahnya.


            “Hari ini aku akan menyusun rencana dan sedikit beristirahat, besok kita akan berangkat untuk menangkap bocah kecil itu.”


            Park Jaejong mengangguk pelan pada putrinya dan mempersilahkan putrinya untuk pergi ke kamarnya ketika Krystal mulai berjalan menaiki tangga melingkar di sudut ruangan. Dan setelah siluet tubuh Krystal tak terlihat lagi, Yunho langsung mendekati Park Jajong yang diikuti oleh Sehun.


            “Bos, kau akan membuatnya membunuh anaknya sendiri? Bagaimana jika suatu saat ingatannya pulih dan ia menyadari semua perbuatannya?”


            “Selama kau dan Yunho tidak mengatakan apapun padanya dan Yunho tetap memberikan obat itu padanya, Krystal tidak akan mengingat apapun. Lagipula aku sudah mulai terbiasa dengan keberadaanya dan aku ingin terus menganggap wanita itu sebagaianakku. Karena menurutku Im Yuka sangat cocok menjadi sosok pengganti bagi Krystal yang telah lama mati karena kecelakaan mobil.”


            “Saya selalu memastikan jika nona Krystal meminum semua obat-obatnya tuan.”


            Park Jaejong tersenyum puas pada Yunho dan menepuk-nepuk pundak pria itu berkali-kali. Sedangkan Sehun tampak tidak terlalu setuju dengan ide yang diberikan oleh Park Jaejong karena semakin lama obat yang diberikan oleh Yunho bisa saja menggerus ingatan Krystal hingga benar-benar hilang tak tersisa. Dan tentu saja hal itu akan menyebabkan kerusakan otak yang cukup parah hingga dapat membahayakan nyawa Krystal.


            “Tapi kau tidak boleh memberikannya secara berlebihan, obat itu obat keras. Kau bisa saja membuat Krystal mengalami kerusakan otak dan mati.”


            “Oh Sehun...”


            Park Jaejong menepuk pundak Sehun sekali dan menatap manik mata pria itu dalam  sebelum ia kembali melanjutkan kalimatnya.


            “Aku tahu jika cintamu untuk Krystal atau Im Yuka itu cukup besar, tapi kau harus meyakini satu hal, jika cintaku untuk mereka jauh lebih besar, karena aku adalah ayahnya. Jadi aku tidak akan membiarkan Krystal pergi meninggalkanku untuk yang kedua kalinya. Aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk hidup Krystal.” ucap Park Jaejong bersungguh-sungguh. Sehun menganggukan kepalanya mengerti dan membalas tatapan tajam yang diberikan Park Jaejong dengan tatapan mata yakin tanpa keraguan. Karena jika Park Jaejong telah mengatakan demikian, maka tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain meletakan kepercayaannya di atas keyakinan pria itu.


-00-


            Enzo sedang duduk sendirian di atas ayunan di depan rumah neneknya. Bocah laki-laki itu saat ini sedang sibuk menggambar untuk mengurangi rasa bosannya karena saat ini sang nenek sedang memasak di dapur, dan ia jelas akan diabaikan oleh neneknya ketika sang nenek telah berkutat di dalam dapur untuk mengolah hasil kebun yang baru saja mereka petik.


            “Mommy.. aku merindukanmu.”


            “Hai..”


            Tepat setelah ia berseru pelan pada langit, sebuah suara muncul dari samping kepalanya dan membuat bocah laki-laki itu berjengit terkejut karena ia tidak mengira jika akan ada seseorang yang menyapanya.


            “Mommy!!” teriak Enzo girang dan langsung melompat memeluk Krystal. Krystal yang tidak siap mau tidak mau harus merasakan pantatnya yang mendarat di atas tanah dengan cukup keras.


            “Aku bukan ibumu.” ucap Krystal kaku. Sebagian hatinya cukup merasa miris saat membayangkan jika sebentar lagi mungkin anak itu akan sangat membencinya karena ia akan membunuh anak itu tepat di depan ayahnya. Tapi ia segera mengenyahkan perasaan iba itu dari hatinya dan menggantinya dengan perasaan benci pada anak itu, terutama Haejun karena ia sudah mengingat semuanya. Ia ingat jika malam itu mereka sudah melakukan hal-hal terlalu jauh. Dan ia sangat marah pada pria itu karena nyatanya ia telah membohonginya dengan mengatakan jika kemarin malam ia hanya muntah dan mengotori bajunya.


            “Tolong lepaskan pelukanmu.” ucap Krystal dingin. Enzo melepaskan kedua tangannya yang melingkar di perut Krystal dan menatap Krystal dengan tatapan heran bercampur takut.


            “Wajahmu sangat mirip dengan mommyku.” ucapnya lirih dengan wajah sendu yang tampak menyedihkan. Krystal berusaha mengontrol emosinya dengan tidak menyerang Enzo sekarang juga karena ia merasa seperti melihat Haejun dalam wajah bocah kecil itu. Dan saat ini ia sangat membenci kapten keparat itu.


            “Ya, mungkin wajah kami memang mirip. Ngomong-ngomong apa yang sedang kau lakukan di sini?” tanya Krystal mulai melembut. Ia menepuk celana jeansnya beberapa kali dan memutuskan untuk mendudukan diri di kursi kosong di sebelah Enzo.


            “Aku sedang menggambar, aku bosan sendirian di sini. Nenekku sekarang sedang memasak di dapur.”


            Krystal meraih hasil gambaran Enzo yang tergletak di atas meja dan mulai mengamatinya dengan seksama.


            “Apa ini?” tanya Krystal sambil menunjuk gambaran Enzo yang terlihat seperti seorang wanita yang sedang berdiri di sebelah sebuah mobil.


            “Ini mommyku dan mobil barunya. Dulu daddy membelikan mommy mobil baru dan mommy senang sekali. Bahkan kami pernah pergi seharian menggunakan mobil baru mommy dan tidak mengajak daddy. Saat itu kami pergi ke semua tempat yang kuinginkan.” Cerita Enzo penuh semangat. Krystal hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Enzo dan kembali meletakan gambaran bocah itu di atas meja.


            “Aunty, apa kau tinggal di sekitar sini? Aku tidak pernah melihatmu.”


            “Aku tidak tinggal di sini, aku hanya kebetulan lewat dan melihatmu yang sedang duduk sendiri di sini. Bagaimana keadaanmu? Saat itu aku tidak meminta nomor ponsel orangtuamu agar aku bisa menanyakan bagaimana kondisimu setelah kau hampir tertabrak.”


            “Aku baik-baik saja.” ucap Enzo penuh semangat sambil berputar-putar di depan Krystal. Krystal yang melihat hal itu langsung memalingkannya kearah lain agar ia tidak terlalu iba saat melihat keceriaan bocah itu yang sebentar lagi akan ia renggut. Bahkan salah satu tangannya saat ini sedang mencengkeram ujung pistolnya yang ia sembunyikan dibalik punggungnya.

__ADS_1


            “Syukurlah jika kau baik-baik saja. Ngomong-ngomong dimana ayahmu saat ini?” tanya Krystal berbasa-basi. Sejujurnya ia tahu dimana keberadaan Haejun sekarang karena salah satu anak buahnya melaporkan jika Haejun saat ini sedang berada di markas.


            “Bekerja, menangkap penjahat. Jenis pekerjaan yang hebat, tapi membosankan.” ucap Enzo lesu. Krystal mengernyitkan dahinya tidak mengerti ketika bocah kecil itu justru terlihat tidak suka dengan pekerjaan ayahnya. Padahal biasanya anak-anak kecil seusia Enzo akan sangat bangga jika ayahnya adalah seorang super hero.


            “Daddy jarang memiliki waktu untukku, ia hanya sibuk menyelamatkan orang lain tanpa mempedulikan anaknya sendiri.”


            Krystal lagi-lagi merasa miris dengan nasib Enzo yang menyedihkan itu. Andai Enzo bukan anak dari pria itu, ia pasti akan memberikan pelukan hangat untuk Enzo dan bersedia untuk menjadi pengganti ibunya. Tapi lagi-lagi realita menampar wajahnya jika Enzo adalah anak dari musuh terbesarnya.


            “Apa kau ingin membuktikan seberapa besar rasa sayang daddymu padamu?”


            “Apakah itu bisa?” tanya Enzo dengan wajah polosnya. Krystal mengangguk yakin sambil menyunggingkan senyum manis palsunya pada Enzo.


            “Tentu saja kita bisa melakukannya, dan aunty akan membuatmu tahu seberapa besar rasa cinta daddymu untukmu.”


            “Bagaimana caranya? Enzo ingin tahu apakah daddy menyayangi Enzo atau tidak.”


            “Enzo! Menjauh dari wanita itu.”


            “Daddy!!”


            Tiba-tiba Haejun muncul dari dalam mobil sambil berseru keras pada Enzo. Dan ketika melihat ayahnya sedang menatapnya panik, Enzo langsung berdiri dan bergegas untuk berlari menghampiri ayahnya. Namun langkah kakinya yang kecil tidak bisa menandingi gerakan Krystal yang gesit, sehingga dalam sekejap tubuh kecil Enzo telah berada di dalam dekapan Krystal.


            “Aunty, apa yang aunty lakukan padaku?” teriak Enzo ketakutan sambil meronta-ronta di dalam cekalan Krystal. Tiba-tiba Krystal menempelkan sebuah pistol hitam berperedam pada pelipis Enzo sambil mengeluarkan serangkaian kata-kata mengerikan yang berhasil membuat Enzo menangis ketakutan.


            “Krystal, lepaskan Enzo!” teriak Haejun panik sambil menodongkan pistolnya kearah Krystal. Namun Krystal segera menggunakan tubuh Enzo sebagai tameng, sehingga Haejun jelas tidak akan berani menembaknya atau Enzo akan mati.


            “Sssshhhh... bukankah kau ingin melihat seberapa besar rasa cinta daddymu padamu? Inilah caranya. Dengan begini kau bisa melihat betapa berharganya kau untuk daddymu. Tapi sayangnya waktumu tidak akan lama lagi nak, aunty akan segera menarik pelatuk pistol ini dan meledakan kepalamu. Boom!” ucap Krystal mendramatisir ucapannya. Enzo mulai menangis di dalam dekapan Krystal sambil memanggil-manggil nama daddynya berkali-kali. Lalu dari arah rumah nyonya Im muncul dengan wajah pucat yang juga terlihat syok.


            “Yuka! Kau Yuka anakku?” tanya nyonya Im penuh air mata saat melihat wajah Krystal yang sangat mirip dengan putrinya. Namun Krystal langsung membantah dengan tegas ucapan yang keluar dari nyonya Im karena ia sama sekali bukan putrinya.


            “Aku adalah Krystal Park, aku bukan Yuka! Aku bukan ****** yang sudah mati itu.” teriak Krystal kasar. Nyonya Im memegang dadanya perih sambil terus menangis menatap cucunya yang kini sedang ditodong pistol oleh Krystal. Dan jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia sangat sakit ketika anaknya mendapatkan hinaan kasar dari seorang wanita asing yang sangat mirip dengan wajah anaknnya.


            “Krystal, turunkan senjatamu sekarang juga.”


            “Daddy! Daddy tolong Enzo.” teriak Enzo dengan air mata yang terus membanjiri kedua matanya. Namun Krystal tak sedikitpun menaruh iba pada Enzo. Lebih tepatnya ia mematikan perasaanya agar ia tidak ragu untuk membunuh Enzo. Ia harus membalas perbuatan pria itu yang telah menipunya dan juga memanfaatkan ketidaksadarannya untuk memenuhi nafsu binatang pria itu.


            “Kau telah menipuku brengsek! Malam itu kau memperkosaku dan bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apapun diantara kita. Kau benar-benar keparat, kau brengsek LEE HAEJUN!” maki Krystal keras hingga membuat Enzo menutup kedua telinganya rapat-rapat karena ia tidak suka dengan suara Krystal yang sangat kasar itu. Apalagi wanita itu saat ini sedang mengumpati ayahnya dengan penuh emosi yang membuatnya semakin tidak menyukai Krystal. Ia membenci Krystal dan ia ingin bebas dari kungkungan Krystal.


            “Saat itu aku sedang dalam pengaruh alkohol, aku tidak bermaksud melakukan hal itu padamu. Tolong lepaskan Enzo sekarang juga. Enzo tidak bersalah, aku yang salah.” teriak Haejun mulai frustasi. Ia sangat takut jika emosi Krystal mampu membutakan wanita itu dan membuatnya menarik pelatuk itu tanpa bisa dicegah.


            “Bohong! Kau sengaja menjebakku untuk menghancurkanku bukan? Kau ingin membalaskan dendam isterimu padaku. Dan sekarang aku juga akan melakukan hal yang sama padamu, aku akan membunuh putramu tepat di depanmu.”


            “Lepaskan Enzo sekarang juga atau aku akan berbuat kasar padamu.” gertak Haejun sekali lagi. Perlahan-lahan pria itu berjalan maju mendekati Krystal. Namun rupanya wanita itu mampu membaca pergerakan Haejun, sehingga ia langsung melangkah mundur sambil memengarahkan moncong pistolnya tepat di kepala Enzo.


            “Berani kau mendekat, maka aku akan langsung aaakkhhhhh.....”


            Enzo menggigit tangan Krystal kuat-kuat dan segera berlari menuju ayahnya ketika tangan Krystal terlepas. Namun belum sempat tubuh Haejun meraup tubuh Enzo, suara letusan pistol yang cukup nyaring memecahkan suasana hening diantara mereka dan disusul dengan suara debuman yang berasal dari tubuh Enzo yang tergolek lemah di atas tanah dengan darah yang merembes keluar dari tubuhnya.


            “Enzo!!”


            Haejun berlari menghampiri tubuh lemah anaknya sambil mengguncang-guncangkan tubuh kecil itu berkali-kali. Sementara itu nyonya Im langsung tergletak pingsan setelah ia melihat cucu kecilnya jatuh dan mengeluarkan banyak darah di atas tanah.


            “Enzo! Enzo, apa kau mendengar daddy? Enzo, bangunlah nak.” Teriak Haejun penuh emosi dengan air mata panik yang keluar membanjiri pipinya.


            Sedangkan Krystal yang melihat kejadian itu tampak begitu syok dengan apa yang baru saja ia lakukan. Ia tidak tahu jika menembak bocah itu akan membuat seluruh tubuh dan hatinya terasa sakit. Dan tiba-tiba perasaan takut itu menyusup ke dalam hatinya, membuat Krystal bagaikan wanita linglung yang kehilangan daya.


            “Krystal, ayo pergi dari sini. Sebentar lagi para intel itu akan datang.”


            Tiba-tiba Sehun muncul entah darimana dan segera menarik tangan Krystal menuju mobilnya. Namun Krystal tidak sedikitpun merespon ucapan Sehun, dan justru terus menatap tubuh bersimbah darah Enzo dengan pandangan kosong. Dan ditengah-tengah usaha Sehun menarik tangannya untuk masuk ke dalam mobilnya, Krystal tiba-tiba menjatuhkan pistolnya dan mengangkat kedua tangannya yang gemetar ke udara sambil menangis histeris dan berteriak-teriak seperti orang gila.


            “Krystal! Krystal! Ada apa denganmu? Krystal, hey tenanglah.” ucap Sehun sambil memegangi kedua bahu Krystal agar wanita itu tidak terus menerus meronta di sebelahnya. Namun tanpa diduga Krystal justru menatap kedua mata Sehun tajam sambil bergumam lirih.


            “Aku bukan Krystal.”

__ADS_1


__ADS_2