
Iin akan datang kekantornya sedikit terlambat, sebelumnya ia sudah memberitahukan bosnya Arza bahwa ia akan datang sedikit telat. Saat ini Iin berada di butik sahabatnya Nadi, ia butuh baju baru yang akan ia kenakan ke kantor. Tidak mungkin bukan jika ia mengenakan dress yang ia kenakan semalam, walaupun semua orang tidak akan menyadarinya tapi Iin yang mengenakannya jelas merasa tidak nyaman.
"Lo keterlaluan yah In, gue biasa kebutik itu jam sembilan. Ini masih jam setengah delapan, situ waras nggak?" Cerca Nadi saat memasuki butiknya tanpa menyadari siapa yang menemani Iin saat ini.
"Lagian yah, di butik gue ada banyak pegawai, musti gue banget yang turun tangan layani elo?" Cerca Nadi untuk yang kedua kalinya.
"Ya Allah Nad, Istigfar. Ini masih pagi lo, nggak baik marah-marah, nanti lo cepat tua" kata Iin tak lupa terkekeh.
"Astagfirullah" Nadi bergumam istigfar dan mengelus dadanya sabar.
"Untung lo ingetin In, gue belum mau tua"
"Gue kan selalu ingetin elo, lo-nya aja yang suka lupa" balas Iin mulai memilih-milih baju.
Dafa yang sedari tadi berdiri dalam diam dan mengamati intraksi Iin dan sahabatnya pun mulai berdehem agar Iin menyadari dirinya yang saat ini masih setia berdiri disampingnya.
"Ehemk"
Iin lantas menoleh kesamping kanannya, begitupun Nadi yang menoleh menatap Dafa dan perubahan raut wajah bingung dan juga terpesona secara bersamaan dengan ketampanan Dafa yang nyaris membuat Nadi memekik.
Nadi yang merupakan sahabat Iin yabg paling judes itu lantas bergeser memepetkan tubuhnya dengan Iin dan berbisik "Iin kebaikan apa yang gue buat sehingga pagi ini butik gue kedatangan Jo Im Sung?" Tanya Nadi
"Idih lebay lo ah" balas Iin "Ohiya gue hampir lupa, pria di samping gue ---
"Nama saya Radafian Jasaka Aditama, panggil Dafian aja, saya calon suami Inggrid" kata Dafa memotong perkataan Iin yang membuat Nadi maupun Iin terkejut.
__ADS_1
"Ca-calon SUAMIII!"
.
.
.
Iin tidak tahu mengapa Dafa memperkenalkan dirinya sebagai calon suami Iin, padahal mereka sama-sama sadar dan tahu bahwa di antara mereka bahkan belum ada yang menerima ataupun menolak rencana perjodohan yang Ayahnya dan kedua orang tua Dafa rencanakan jauh - jauh hari.
Jujur saja, ingin rasanya Iin bertanya pada Dafa mengenai maksud dari pengakuan Dafa di hadapan Nadi. Namun Iin tidak tahu ingin memulai dari mana. Tidak mungkin bukan Iin langsung to the point tanpa basa basi terlebih dahulu, walaupun to the point nampaknya alternatif yang paling cepat agar rasa penasarannya tidak semakin menggunung.
Sayangnya Iin tak punya nyali untuk bertanya, dan pada akhirnya memilih diam seperti yang Dafa lakukan. Ada sedikit rasa kesal di hati Iin saat Dafa terus saja diam sepanjang perjalanan menuju kantor Iin. Padahal Iin sangat ingin mendengar klarifikasi dan alasan Dafa mengaku sebagai calon suaminya.
Apa yang Iin pikirkan tidak sepenuhnya salah, karna saat ini Dafa begitu gugup dan takut dengan reaksi Iin. Saat ini ia berusaha memilah kata yang baik agar tidak menyinggung perasaan Iin ataupun melukai perasaannya.
Disaat kedua sibuk dengan pikiran masing-masing. Ponsel Iin bergetar menandakan ada notifikasi baru dari salah satu aplikasi via pesan WhatsApp. Iin tak perlu membuka pesan tersebut karna satu pesan itu tertampil dengan jelas di layar ponsel Iin.
**Rapa-rapa squard 😚
Nadira Anjani P
Guysss gue punya GOSIP baru!
Nadi Anjani P
__ADS_1
Inggrid bakal taken! Calon misuanya mirip Jo Im Sung
Nadi**ra Anjani P
*send a picture*
Melihat siapa dalang penyebar gosip tak benar tersebut, Iin melotot tidak percaya. Dengan cepat Iin memasuki grup Wa yang berisi sahabat dan teman - teman dekatnya dan mulai mengetik balasan pesan Nadi di grup yang mulai ramai dengan balasan dari sahabat dan teman - temannya yang lain.
Inggrid
Nadi Kammmppreettt 😈😈😈
.
.
.
.
.
TBC
28 Agustus 2019
__ADS_1