Inggrid

Inggrid
Bab 12 - Kesal


__ADS_3

Satria Prasetya


Seriusan Nad, Iin udah punya calon suami?


Satria Prasetya


@Inggrid mana lo, jahat yah, udah punya calon suami tapi nggak bilang-bilang sama gue pas gue libur kemaren.


Danuarta Wicaksya


Auto patah hati berjamaah kita para kaum Adam, most wantted si Inggrid bakal taken 😢


Mayasari


Idih ingat anak lo dirumah Nu 😈


Anggie Kamelina


Wkwkwk istri lo nongol Nu 😂😂


Wiwin Adapati


Serius Iin udah punya calon?


Agus Dirgantara


Seriusan Nad, Iin udah punya calon? Kok nggak bilang-bilang ama kita yah @Satria Prasetya

__ADS_1


Satria Prasetya


Tau tuh Iin, mana orangnya nggak nongol lagi setelah ngumpatin Nadi.


Satria Prasetya


Btw calon Iin boleh juga tuh


Iin sama sekali tak ingin mengklarifikasi gosip yang disebar oleh sahabatnya Nadi. Lagian Iin masih bingung juga kesal dengan Dafa yang sama sekali tidak memberinya kejelasan dengan pengakuannya di depan Iin dan juga Nadi, alhasil hari ini Iin jauh dari biasanya. Ia bahkan tidak segan-segan memarahi Arza apabila bos sekaligus sepupunya itu ketika melakukan kesalahan kecil atau terus menerus bertanya mengenai mood Iin hari ini yang sangat buruk dan menyeramkan.


Ketika hari biasa, biasanya akan ada beberapa pegawai yang menyapa Iin. Biasanya Iin akan balas sapaan mereka dengan seulas senyum dan anggukan, tapi nampaknya hari ini tak ada satu pun pegawai yang berani menyapa Iin, sebab hari ini sekertaris Arza itu mengeluarkan aura gelap dan juga dingin.


Iin sadar jika akhir-akhir ini ia tak mampu mengontrol emosinya. Beberapa hari yang lalu ia nampak sangat lesuh dan banyak pikiran mengenai masalah perjodohan yang Ayahnya rencanakan, hari berikutnya ia nampak galau seperti anak Abg yang menunggu balasan pesan dari pria yang ia taksir, dan hari ini ia sangat kesal dan marah dengan Dafa dan pengakuannya.


.


.


.


"Woi, Inggrid!"


"Ya Allah In, lo budek atau apasih? Gue capek manggilin lo mulu!" Sungut Arza yang berdiri disamping meja kerja Iin.


"Apasih pak, ganggu orang aja" balas Iin tak menoleh sekalipun pada bos sekaligus sepupunya itu.


"Yang nangguin siapa? Noh udah jam pulang, emang Dedek mau lembur?" Kata Arza meninggalkan bahasa formal dan tak lupa menunjuk jam yang ada dinding.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Iin melirik jam yang Arza tunjuk. Dan benar saja ini sudah jam pulang kantor dan bahkan sudah lewat 10 menit dari jam pulang seharusnya. Hari ini pekerjaan Iin sudah selesai, tidak ada pekerjaan yang harus membuatnya lembur karna Iin selalu mengerjakannya sebelum deadline. Iin rasa Arza pun demikian , bos sekaligus sepupunya itu sudah menyelesaikan pekerjaannya dan itu berarti ia tidak akan menemaninya untuk lembur.


"Cepatan beres-beresnya, Rina resepsionis di lobi tadi nelpon abang, katanya calon suami Dedek nunggu di bawah"


Mendengar kata 'calon suami' hanya satu orang yang terlintas dalam pikiran Iin, siapa lagi kalau bukan Radafian Jasaka Aditama. Pria yang berhasil membuatnya kesal, dan bersikap tidak wajar dari biasanya.


"Ngapain sih sampai datang ngejemput segala, udah tau Iin kesal sama dia" gerutu Iin mulai memasukan ponselnya kedalam tasnya setelah merapikan meja.


"Emang siapa sih Dek? Abang kok penasaran dengan cowok yang ngaku sebagai calon suamimu" tanya Arza dengan raut wajah penuh rasa penasaran


"Tau ah, jangan bahas dia. Iin kesal sekesal-kesalnya sampai pengen ngunyah orang"


"Ih, sadiisss!"


.


.


.


.


.


TBC


30 Agustus 2019

__ADS_1


__ADS_2